Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Perjalanan kecil yang penuh dengan cerita, dimulai sejak kemarin sore, ketika langkah kaki berangkat dari rumah menuju Kota Bima. Tujuannya sederhana namun penuh semangat: menjemput "Si Kuning", sebutan hangat untuk sabun cuci piring berbahan jeruk nipis hasil karya mahasiswa STIT SUNAN GIRI BIMA. Kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk mampir bersilaturahmi ke rumah keluarga dari Bapak sebelum kembali pulang membawa produk yang dinanti.
Kini, "Si Kuning" sudah ada di rumah mama. Untuk masyarakat wilayah Tente, Tenga, dan sekitarnya, sudah bisa langsung mencoba sabun cuci piring ini sebagai pilihan kebutuhan dapur sehari-hari.
Setibanya di rumah, "Si Kuning" langsung ditata rapi di dalam etalase. Kebetulan, di rumah juga ada jualan milik orang tua, sehingga sabun cuci piring ini langsung menjadi salah satu produk yang dipajang. Bukan hanya itu, sebagian "Si Kuning" juga dititipkan di toko milik kakak sepupu, dan sebagian lainnya diletakkan di tempat Ibu.
Semuanya dilakukan dengan niat sederhana. Tak disangka, sejak hari pertama, "Si Kuning" langsung mendapatkan respon yang baik dari masyarakat sini. Aroma wangi yang segar dan tampilan warna kuning yang cerah menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi para ibu-ibu. Tidak heran jika banyak yang penasaran dan mulai tertarik untuk mencoba.
Hasilnya pun cukup membanggakan. Dari pagi hingga sore hari ini, sebanyak empat botol sabun cuci piring "Si Kuning" berhasil terjual. Baru satu hari, namun sudah menunjukkan tanda-tanda positif. Sebuah awal kecil yang memberi harapan besar.
Salah satu momen menarik terjadi ketika seorang pelanggan datang membeli kebutuhan dapur nya. Pandangannya tertuju pada "Si Kuning", lalu beliau berkata:
"Ini sabun cuci piringnya harum sekali ya, warnanya juga kuning."
Dengan senyum sederhana, dijawab.
"Iyata hehe, itu dibuat sama mahasiswa di kampus ta."
Pelanggan tersebut pun merespon dengan kagum.
"Oh iya, pintar ya bisa buat sabun."
Mendengar itu, hanya bisa menjawab pelan.
"Hehe iyata, alhamdulillah." (Dengan wajah malu-malu namun penuh rasa bangga).
Kisah sederhana ini menjadi bukti bahwasannya karya mahasiswa memiliki peluang besar untuk diterima di tengah masyarakat. Dari tangan-tangan kreatif lahir produk yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga bernilai ekonomi.
"Si Kuning" bukan sekadar sabun cuci piring, melainkan simbol dari rasa semangat untuk berkarya, kemandirian, dan keberanian untuk memulai. Langkah kecil hari ini, semoga menjadi awal dari perjalanan panjang yang penuh keberkahan. (Sekjend MDG)
