Mantan Bendahara SMA Negeri 1 Woha, Makhrus, Mpdi.
Bima. Media Dinamika Global.Id_ Dugaan penyimpangan serius dalam pengelolaan keuangan kembali mencoreng dunia pendidikan. Mantan bendahara SMA Negeri 1 Woha, Makhrus, M.Pd.I, diduga menilep dana honor guru honorer dan tenaga tata usaha (TU) honorer yang hingga kini tak kunjung dibayarkan.
Berdasarkan pengakuan sejumlah guru honorer dan tenaga TU, honor mereka menunggak selama tiga hingga lima bulan. Padahal, dana honor tersebut merupakan sumber penghidupan utama bagi para tenaga pendidik non-PNS.
Ironisnya, meski hak mereka diabaikan, proses belajar mengajar tetap berjalan normal. Para guru honorer tetap mengajar penuh tanggung jawab, meski tanpa kepastian kapan keringat mereka dibayar.
“Kami tetap masuk mengajar seperti biasa. Tapi honor tidak jelas. Alasannya selalu ‘masih menunggu’,” ujar salah satu tenaga honorer dengan nada kecewa, meminta identitasnya dirahasiakan.
Plt Kepala SMA Negeri 1 Woha, Fahri, SE, membenarkan adanya tunggakan honor tersebut. Ia mengakui persoalan itu bersumber dari pengelolaan dana pada masa bendahara sebelumnya, yang kini tengah ditelusuri secara internal oleh pihak sekolah.
Kasus ini menimbulkan tanda tanya besar soal transparansi dan akuntabilitas keuangan sekolah, khususnya dana yang secara khusus dialokasikan untuk kesejahteraan tenaga honorer. Dugaan penyelewengan ini dinilai tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga melukai rasa keadilan para pendidik.
Para guru dan tenaga TU mendesak dilakukan audit terbuka dan menyeluruh, serta meminta aparat dan instansi berwenang turun tangan agar persoalan ini tidak dikubur dan berlarut-larut tanpa kejelasan.
Fahri secara terbuka juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi agar tidak tutup mata dan segera mengambil langkah tegas terhadap dugaan penyimpangan yang berpotensi mencoreng integritas pengelolaan pendidikan.(Mdg/04)
