Harita Nickel dan Pemkab Halmahera Selatan Gelar Panen Raya Padi, Produktivitas Petani Obi di atas Rata-rata Nasional - Media Dinamika Global

Sabtu, 24 Januari 2026

Harita Nickel dan Pemkab Halmahera Selatan Gelar Panen Raya Padi, Produktivitas Petani Obi di atas Rata-rata Nasional

 


Mediadinamikaglobal.id|Halmahera Selatan, 23 Januari 2026 - Kolaborasi antara Harita Nickel dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dalam memperkuat ketahanan pangan lokal membuahkan hasil positif. Kedua pihak menggelar panen raya padi sawah seluas 12 hektare sawah di Desa Buton, Kecamatan Obi, Jumat (23/1), dengan proyeksi peningkatan produktivitas yang signifikan.

Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, yang hadir memimpin panen raya menegaskan bahwa keberhasilan ini mematahkan anggapan bahwa wilayah Obi sulit dikembangkan untuk pertanian padi.

“Apa yang selama ini identik dengan daerah lain, hari ini terbukti hadir di Obi dan memberikan manfaat nyata. Ini menunjukkan potensi besar yang berkontribusi pada ekonomi lokal,” ujar Bupati Bassam. 

Ia menekankan bahwa sinergi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha adalah kunci dalam penyediaan infrastruktur dan pendampingan petani. Pemerintah daerah, tagasnya, berkomitmen mendukung pengembangan pertanian sawah melalui penguatan infrastruktur pendukung, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, serta pendampingan berkelanjutan kepada petani guna meningkatkan produktivitas.



Produktivitas Meningkat Tajam

Sebelum dilaksanakan panen raya telah dilakukan pengubinan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Obi bersama petani dan tim Community Development Harita Nickel dengan hasil produktivitas 8 Ton/Ha. 

Plt Kepala Dinas Pertanian Halmahera Selatan, Suyatmi Aljogja, memaparkan data kenaikan hasil panen yang menggembirakan. Berdasarkan informasi dari petani kenaikan lebih dari 2 kali lipat dibanding musim sebelumnya. Menurutnya hasil panen tersebut di atas rata-rata nasional yang umumnya berkisar 5 ton per hektar. 

“Peluang pengembangan masih sangat besar mengingat Desa Buton memiliki potensi lahan sawah hingga 100 hektare yang belum tergarap optimal,” jelas Suyatmi.

Menurutnya capaian tersebut berhasil diraih berkat kolaborasi dengan perusahaan, dukungan yang memadai dalam hal pendampingan teknis, pemanfaatan sarana produksi, serta peningkatan kapasitas petani.

Selain itu pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan juga menyerahkan bantuan mesin perontok padi (thresher) guna efisiensi pascapanen. 



Pertanian Berkelanjutan

Peningkatan ini tidak lepas dari dukungan Harita Nickel melalui program Sentra Ketahanan Pangan Obi (SENTANI). Community Development Superintendent Harita Nickel, Suryo Aji, menjelaskan bahwa program ini melibatkan 28 anggota aktif dari 2 Kelompok Tani Akemoriri dan Poktan Batu Putih, Koperasi Milenial Obi dan Pemerintah Desa Buton.

“Panen raya ini bukti ketekunan dan kerja keras petani. Pengukuhan Kelompok Tani Milenial adalah tanda harapan dan regenerasi, dan tanam perdana adalah simbol masa depan pertanian yang berkelanjutan. Kami percaya kolaborasi lintas sektor akan menjadikan pertanian sebagai penggerak kesejahteraan berkelanjutan,” katanya.

Sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan, dilakukan pula pengukuhan Kelompok Tani Milenial. Sebanyak 17 pemuda dari Desa Buton, Jikotamo, dan Akegula dikukuhkan untuk menjadi motor penggerak regenerasi petani di Pulau Obi.

Kegiatan Panen Raya ditutup dengan prosesi panen bersama serta penanaman perdana padi sawah sebagai simbol keberlanjutan musim tanam berikutnya. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Harita Nickel berharap sektor pertanian di Halmahera Selatan dapat terus berkembang, berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Tentang Harita Nickel

 PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel merupakan bagian dari Harita Group yang mengoperasikan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi berkelanjutan di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Selain IUP Pertambangan, perusahaan sejak 2017 telah memiliki pabrik peleburan (smelter) nikel saprolit dengan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan sejak 2021 juga memiliki fasilitas pengolahan dan pemurnian (refinery) nikel limonit dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di wilayah operasional yang sama. Kedua fasilitas tersebut hadir untuk mendukung amanat hilirisasi dari pemerintah Indonesia.

 

Harita Nickel menjadi pionir di Indonesia dalam pengolahan dan pemurnian nikel limonit (kadar rendah) dengan teknologi HPAL. Teknologi ini mampu mengolah nikel limonit yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, menjadi produk bernilai strategis berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Dengan teknologi yang sama, MHP sebagai intermediate product telah berhasil diolah menjadi produk akhir berupa Nikel Sulfat (NiSo4) yang merupakan material inti pembuatan katoda sumber energi baru, yaitu baterai kendaraan listrik.


Lik/////

Comments


EmoticonEmoticon