Lombok Barat, Media Dinamika Global.id. – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram) menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan di Desa Pakuan, Kecamatan Narmada. Bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Barat dan DLHK Provinsi NTB, mereka menggelar sosialisasi serta demonstrasi pemilahan sampah pada Selasa (20/01/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di kantor desa ini dihadiri oleh perangkat desa, ketua RT dari seluruh dusun, komunitas pengelola sampah, serta tokoh masyarakat dan pemuda setempat.
Berdasarkan data yang dipaparkan oleh perwakilan DLH Lombok Barat, Artiman, S.E., fakta mengejutkan terungkap bahwa 50,32 persen komposisi sampah saat ini berasal dari aktivitas rumah tangga. Sayangnya, pola buang sampah masyarakat masih bersifat campuran antara organik, anorganik, dan residu.
"Masyarakat perlu memahami bahwa sampah memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan benar. Sampah organik bisa menjadi kompos, pupuk organik cair (POC), hingga budidaya maggot. Sementara sampah anorganik bisa disalurkan melalui bank sampah," jelas Artiman.
Sebagai solusi konkret, Artiman menawarkan bantuan armada pengangkutan sampah bagi Desa Pakuan. Namun, ia memberikan syarat mutlak, yaitu sampah yang diangkut harus sudah dipilah sejak dari rumah agar tidak menumpuk dan menyulitkan proses di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Untuk memudahkan masyarakat, perwakilan DLHK Provinsi NTB, Muhammad Jamal Islam, S.Sy., memberikan demonstrasi langsung cara memilah sampah yang praktis. Ia menekankan agar pemilahan tidak dibuat rumit agar warga konsisten melakukannya.
"Tidak perlu banyak warna kantong sampah karena akan membuat masyarakat merasa ribet. Untuk skala rumah tangga, cukup gunakan dua warna familiar: Hijau untuk organik dan Kuning untuk sampah daur ulang," ujar Jamal.
Meski disambut positif, tantangan besar masih membayangi. Ketua LPM Desa Pakuan, Marsanudin, mengakui bahwa kesadaran warga masih tergolong rendah. Menurutnya, warga cenderung memilih cara instan yaitu "kumpul, angkat, dan buang" tanpa memikirkan dampak jangka panjang.
Menanggapi hal tersebut, tim KKN PMD Unram Desa Pakuan mengambil langkah nyata dengan membagikan kantong sampah berbeda warna secara gratis kepada warga serta menyebarkan konten edukatif di media sosial.
"Kami berharap pemberian kantong sampah ini menjadi pemantik awal agar warga mulai membiasakan diri memilah sampah langsung di dapur masing-masing," ungkap perwakilan mahasiswa KKN.
Acara ditutup dengan komitmen bersama melalui sesi dokumentasi dan gaungan slogan: “Peduli Sampah, Peduli Lingkungan”. Langkah ini diharapkan menjadi titik balik bagi Desa Pakuan untuk menjadi desa yang lebih bersih dan mandiri dalam pengelolaan limbah. (Surya Gempar MDG)
