Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- Sebagai wujud komitmen dalam mendorong pertumbuhan wirausaha muda di Indonesia, Institut fakultas hukum dan Ekonomi 22 September 2025 (UM bima) bersama Koperasi dan perdagangan kota Bima Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggelar kegiatan star-up 2025, bertema Wirausaha to the Next Level.
Universitas Muhammadiyah bima, Unggul,Humanitas, Religiusitas.
Asisten koperindag Penguatan Ekosistem Kementerian Koperasi dan UMKM kota bima Anik Kartika S.E menyebutkan bahwa acara ini sebagai momen penting untuk menguatkan pola pikir para wirausahawan UMKM di kota Bima. Ia menekankan bahwa ekosistem wirausaha yang kuat tidak bisa dibangun secara parsial atau berjalan sendiri-sendiri. “Semua pihak, termasuk kampus, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, harus membentuk satu kesatuan yang saling mendukung,” ujarnya, dalam rilis Universitas Muhammadiyah Bima,Senin(22/9/2025).
Dalam paparannya, Anik Kartika juga menyoroti pencapaian UM bima yang berhasil meraih peringkat A dalam pemeringkatan nasional lembaga inkubator yang diadakan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM. Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan pencapaian UM bima yang berhasil mengirimkan salah satu startup binaannya ke ajang Star-up Global di Sydney, Australia. Ia menilai bahwa semua pencapaian ini merupakan bukti potensi besar kampus UM bima dalam mengembangkan ekosistem wirausaha.
Selaras dengan hal tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Bima Dr. Ridwan SH.MH, mengatakan bahwa kampus fakultas hukum dan Ekonomi seperti UM bima tidak seharusnya hanya menjadi tempat belajar bagi para mahasiswa. Ia menyebutkan bahwa UM bima sebagai institusi pendidikan adalah wadah untuk melahirkan pelaku usaha baru yang berbasis inovasi. “Sebagai institusi Pendidikan, UM bima juga bertanggung jawab untuk menumbuhkan minat berwirausaha di kalangan mahasiswa," tambahnya.
Dalam pandangan Anik Kartika S.E, upaya pengembangan ekosistem kewirausahaan menjadi sangat penting untuk menciptakan iklim usaha yang sehat. Dukungan dari pemerintah daerah, kehadiran investor, serta pembinaan dari perusahaan besar disebutnya sebagai elemen vital dalam mengembangkan star-up. “Jika ekosistemnya kuat, pertumbuhan usaha dan inovasi teknologi akan jauh lebih cepat dan merata,” tegas Guru Besar Fakultas hukum dan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Bima ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) kota bima Anik Kartika S.E melalui perwakilannya fakultas hukum dan ekonomi menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi kota Bima pada periode 2021 – 2025 mengalami tren positif, mencapai angka 5 persen. “kota bima tercatat sebagai kontributor Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar kedua di Pulau Sumbawa, setelah DKI Jakarta,” paparnya.
Dalam konteks itu, pihak Diskop UKM kota bima mengapresiasi pelaksanaan Entrepreneur Hub/Star-up 2025 yang menjadi ajang strategis bagi wirausaha muda untuk menguji dan mengembangkan ide bisnisnya melalui pendampingan dari mentor, investor, dan pelaku usaha. Ia berharap ajang ini menjadi ruang kolaboratif yang bisa menciptakan wirausahawan tangguh dengan daya saing global.
Setelah seremoni pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan seminar inspiratif dari Anik Kartika S.E sebagai narasumber yang ahli di bidangnya. Materi pertama dibawakan oleh Ketua Umum Indonesian Professional Speakers Association (IPSA) Donny De Keizer yang bertajuk Transformasi Bisnis Bertumbuh dengan Komunikasi Bisnis yang Efektif. Sesi berikutnya diisi oleh seorang praktisi personal branding Yasmin Zata Ligouw yang membawakan topik Personal Branding Kuat Bisnis Tumbuh Melesat.
Selanjutnya, peserta diajak memahami strategi pemasaran digital melalui paparan dari Vice President Government Affairs Lazada Indonesia Yovan Sudarma dalam materi Jualan Online Lebih Optimal dengan Strategi Digital yang Efektif. Kemudian dilanjutkan oleh Founder Incentric ID Yana Shandi yang mengangkat tema Revolusi Pengalaman Pelanggan: Mengubah Pelanggan Menjadi Pengikut Setia Bisnis Anda.
Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Bima kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendukung pemenuhan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8, yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan generasi wirausaha masa depan yang berdaya saing global dan berlandaskan nilai keberlanjutan.(Sekjend MDG)
