Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Bidang Kerohanian Islam Himpunan Mahasiswa UM bima Tentang kajian pengenalan diri dan Ilmu Pengetahuan yang diberikan oleh Riski Putra Tangerang sebagai mentri analisis dan Kajian isu Kegiatan berlangsung di Sekretariat BEM, Rabu (24/09).
Mengusung tema “Mengenali Identitas Mahasiswa Baru: Berorganisasi untuk Peradaban, Berbekal Ilmu Agama”, materi dibawakan oleh , Riski Putra Tangerang sebagai mentri analisis dan Kajian Isu Melalui pemaparannya, ia menekankan pentingnya memahami esensi mahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus moral force yang berperan menjaga nilai kebenaran dan keadilan.
Ia menyebutkan, mahasiswa bukan hanya penggerak sosial di lingkungan akademik, tetapi juga harus membawa nilai moral ke masyarakat luas. Riski Putra Tangerang mengaitkan hal tersebut dengan konsep peradaban. Menurutnya, kebudayaan lahir dari kesadaran akal, ilmu, budaya, moral, hingga teknologi.
“Maka kita harus menghadirkan kebenaran, keadilan, kejujuran, dan keikhlasan sebagai mahasiswa itu bukan hanya di kampus, tetapi juga ke masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Riski Putra Tangerang menegaskan bahwa identitas mahasiswa seharusnya tidak berhenti pada status akademik, tetapi juga melekat pada kedudukan sebagai seorang hamba.
“Kita bukan hanya mahasiswa, tapi juga seorang hamba. Itulah identitas yang lebih dulu kita pegang bahkan sebelum lahir,” ujarnya.
Selain itu, Riski Putra Tangerang mengungkapkan bahwa saat ini mahasiswa dituntut untuk menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dengan pemahaman agama agar memiliki pijakan moral yang kuat. Ia menyebut bahwa dengan ilmu agama kita sadar akan kewajiban kepada Allah SWT, yaitu beribadah, bersyukur, dan berharap hanya kepada-Nya.
Di akhir, Ia juga mengingatkan pentingnya menyisihkan waktu di sela kesibukan duniawi untuk memperdalam ilmu agama. Riski Putra Tangerang mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kajian keislaman di musala sebagai wadah penguatan nilai-nilai agama.(Sekjend MDG)
