Pelaksanaan Reses dalam masa sidang ke-2 ini untuk tahun anggaran 2025/2026 merupakan salah satu agenda penting bagi anggota DPRD Provinsi untuk menyerap aspirasi dan menampung usulan masyarakat di daerah pemilihannya, Termasuk di wilayah Kecamatan Woha Barat dengan mengundang beberapa Desa, Yakni Desa Kalampa, Keli, Risa, Pandai dan Donggobolo.
Memanfaatkan momentum pertemuan dengan anggota DPRD Provinsi dari Duta Partai Golkar yang berada di Komisi 4 yang membidangi Kesejahteraan sosial dan sumber daya manusia. Kades Pandai, Syahir Maha Putra, Spd, Menyampaikan, Keluhan persoalan yang ada di Desanya berkaitan dengan seringnya terjadi luapan banjir ketika musim datang, Karena keadaan saluran sungainya sudah dangkal. Begitu juga dengan keadaan drainase dan tebing sepanjang sungai sudah rusak semua akibat terkikis oleh hantaman arus air sungai yang deras setiap datang banjir. Papar Kades Pandai.
Oleh karena demikian, Kades berharap untuk dapat membantu perbaikan drainase dan pengerukan sepanjang sungai yang melewati pemukiman, Agar luapan banjir tidak terjadi lagi. Harapnya.
Begitu juga dengan usulan dari warga Desa Keli, Rayon, Menyampaikan usulan pembangunan Bendungan Dam Keli, Ketika Dam itu dibangun akan dapat mengairi persawahan di sejumlah desa di antaranya Desa Keli, Kalampa Dadibou, Risa, Pandai dan bahkan Desa Donggobolo, Sehingga untuk kebutuhan air pertanian sudah tidak sulit lagi bagi warga desa sekitar. Ujarnya.
Menanggapi sejumlah aspirasi yang masuk, Anggota DPRD Provinsi, Harwoto, SH, Menyampaikan, Dari semua usulan yang masuk ada sebagiannya yang akan di perjuangkan untuk di prioritaskan pada tahun anggaran 2025/2026 nantinya, Begitu juga dengan masalah pembangunan Bendungan Dam Keli. Untuk pembangunan Dam Keli memerlukan anggaran yang banyak jadi akan mencoba memperjuangkannya melalui anggota DPR Pusat. Janjinya dihadapan para undangan.(mdg/04).



