Kasek SMAN 1 Pekat Dituding Tak Profesional Terhadap Guru Seleksi PPPK 2022


Dompu, Media Dinamika Global.Id._ Sejumlah Guru SMA Negeri 1 Pekat menilai Kepala Sekolah dan Wakasek Kurikulum tidak Profesionalan dalam memberikan nilai observasi pada Guru yang mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2022. Sejumlah Guru SMAN 1 Pekat menilai Kepala Sekolah dan Wakasek Kurikulum tidak Profesionalan dalam memberikan nilai observasi pada Guru yang mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2022. Senin, (14/3/23).

Sejumlah Guru yang tidak lolos yang miliki permintaan formasi di sekolah SMAN 1 Pekat pada Seleksi PPPK tahun 2022 Nilai karena tidak profesional dan objektifnya TIM  observasi.

Atas persoalan tersebut hingga Ruangan Kepala Sekolah SMAN 1 Pekat disegel sejumlah guru.

Adapun guru Mata Pelajaran yang tidak lulus tersebut :

1. Muhammad ikhwanudin, S.Pd Mata Pelajaran Penjaskes

2. Erwinsyah, S.Pd Mata Pelajaran  Penjaskes (ada formasi).

3. Nurhayati, S.Pd Mata Pelajaran Fisika (ada formasi).

4. Mufratun, S.Pd (ada Formasi tapi di isi oleh P1).

5. Kamrin, S.Pd Mata Pelajaran Geografi (tidak ada formasi).

6. Nining Susilawati,S.Pd (32)  Mapel Biologi (tidak  formasi). 7. M. Subhan, S.Pd.

Mata Pelajaran Geografi (tidak ada formasi).

7. Ardiansyah, S.Pd Mata Pelajaran Geografi (Tidak ada Formasi).

Menanggapi hal itu, sejumlah wali murid dan Dewan guru mengadakan rapat terbatas terkait dengan kejadian tersebut tetapi tidak menemukan titik terang bagi sejumlah guru yang tidak seleksi tersebut.

Mengingat tak solusi, Muhammad Ikhwanudin, S.Pd berharap kepada Dikbud NTB untuk mengevaluasi Tim penilai karena dianggap melanggar juknis sebab tidak pernah dilakukan wawancara.

"Kami tidak pernah di Observasi langsung atau di wawancara oleh Tim penilai," ucapnya.

Lanjutnya, setiap kami tanyakan kapan akan di observasi sesuai dengan juknisnya seperti wawancara dan lain-lain.

"Namun Kepala sekolah selalu bilang aman-aman," kata Iwan saat diwawancara sejumlah awak media. 

Hal senada juga disampaikan oleh Erwinsyah, S.Pd agar mengevaluasi kinerja kepala sekolah SMAN 1 Pekat yang tidak objektif dan tidak profesional dan membuat guru-guru pupus harapan.

"Kami bukan tidak menerima hasilnya tetapi kami menyesali Tim penilai yang tidak sesuai dengan prosedural, kami berharap kepada Dinas dan kementerian terkait untuk mengatensi persoalan ini, pasalnya, kami juga sudah puluhhan tahun mengabdi," harapan Erwin. 

Sementara, Kepala Sekolah SMAN 1 Pekat dihubungi awak media ini  melalui Via WhatsAppnya, senin, 13 Maret 2023, enggak memberikan komentar. Hingga berita dipublikasikan. (Surya Ghempar).

Load disqus comments

0 comments