Rektor Universitas Tekhnologi Mataram Diduga Bentak Mahasiswa KKN


Mataram, Media Dinamika Global.Id.__
Viral di media sosial beredarnya Video Rektor Universitas Tehnologi Mataram (UTM) yang membentak Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Hal ini disampaikan salah satu KKN inisial C.

Kata dia, Mahasiswa KKN ingin mempertanyakan terkait kebijakan pembayaran uang Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang di keluarkan oleh Rektor melalui pengumuman yang dikirimkan disetiap Group kelas oleh masing-masing Ketua Program Studi.

"Pada tanggal 3 Desember 2022 Video Diduga Rektor UTM yang membentak mahasiswa KKN dengan  berdurasi 43 dedik," ungkapannya pada awak media ini melalui Via WhatsAppnya. Kamis, (2/1/23).

Dengan beredarnya Video tersebut menuai banyak Kritikan dari netizen. Kendati demikian hasil dari perilaku dan etika yang diluar nalar kaum terdidik sehingga mengundang respon panik mahasiswa semeter 1-6 yang mengadakan ujian akhir semester (UAS).

Dia menceritakan, Pada tanggal 5 Desember 2022 pihak Universitas Teknologi Mataram menginformasikan kepada seluruh Mahasiswa/i semester 7 melalui via WhatsApp Grub bernamakan “KKN UTM 2023”, bahwa akan ada pemberitahuan informasi terkait dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN), adapun penyampaian informasi pada sa’at itu:

1. Tempat KKN ditentukan oleh Mahasiswa/i sendiri masing-masing kelompok (tidak boleh keluar dari pulau Lombok).

2. Pembagian kelompok KKN mahasiswa/i sendiri yang menentukan Kelompoknya.

3. Segala kebutuhan KKN diatur oleh mahasiswa sendiri.

Dan untuk informasi KKN terkait syarat serta pemberkasan KKN yang di kirim oleh dosen koordinator KKN berinisial (LW) pada tanggal 06 Desember 2022 berupa bentuk teks antara lain :

1. Mengumpulkan Foto Copy KHS semester 1-6.

2. Melunasi SPP sampai semester 6.

3. Mengisi formulir pendaftaran KKN (Yang di isi oleh Ketua Kelompok).

"H-14 menjelang pelepasan Mahasiswa KKN diberikan informasi yang disebarkan oleh Dosen Koordinator KKN Tahun 2023 berinisial (LW) melalui Via WhatsApp Group KKN UTM 2023," ceritanya.

Lanjutnya, Informasi tersebut atas perintah langsung dari Rektor UTM untuk Mahasiswa yang mengikuti program KKN Tahun akademik 2023 harus bayar Uang KKN sebesar Rp. 750.000 (Dua Kali Angsuran) dan Mahasiswa KKN sebanyak 40 orang meminta kejelasan.

“Iya benar, informasi ini membuat kami bingung padahal awalnya tidak ada informasi terkait pembayaran, malahan mahasiswa di minta cari sendiri segala keperluan KKN baik dari lokasi KKN, tempat tinggal, dan segala bentuk atribut KKN”, ujar Mahasiswa KKN inisial C ini.

Dia juga menceritakan kronologis kejadian yang di alaminya saat di bentak oleh rektor. Awal mulanya pada pertemuan penyampaian informasi terkait KKN tanggal 5 Desember 2023 bahwa segala kebutuhan KKN mahasiswa yang atur termasuk lokasi KKN terpenting tidak keluar dari pulau Lombok (tidak ada pungut biaya dari kampus).

Kemudian berjalannya waktu H-14 menjelang Pelepasan KKN tepatnya pada tanggal, 12 Februari 2023, ternyata ada informasi lagi bahwa ada pembayaran biaya KKN.

"Ironisnya dalam bentuk file PDF yang di krim Via WhatsApp Grub KKN UTM 2023 itu tidak disertai rincian biaya KKN, jadi mahasiswa bingung, timbul lah tanda tanya kepada pihak dosen menjadi koordinator KKN THN 2023. 31/Januari 2023 (informasi yang masuk)," terangnya.

Kemudian, lanjut dia. “Selang waktu H- semalam semua mahasiswa merasa bingung dan beban serta resah, hadirlah kesimpulan dari seluruh mahasiswa KKN mau menghadap ke dosen koordinator KKN esok harinya pada tanggal, 30 Januari 2023, saat itu pagi hari semua mahasiswa sudah kumpul di loby menghadap ke ruangan Dosen koordinator KKN itu, namun tanggapannya tidak tahu rincian biaya silahkan tanya langsung ke pemangku kebijakan (Rektor).

Sambungnya, Bergerak lah semua mahasiswa ke ruangan Rektor, situasi saat itu ada juga mahasiswa semester atas yang lagi antrian ingin menghadap memintai tanda tangan Rektor, selang waktu saat Rektor keluar dari ruangannya beliau tanya ke semua mahasiswa “kenapa rame mau minta tanda tangan juga kalian” dijawab mahasiswa ” tidak, kami ingin menanyakan informasi pembayaran itu pak”, kemudian tanggapan Rektor ” tunggu 1 jam setengah ya baru bisa, saya masih ada tamu”. Selang beberapa waktu berjalan sesuai kesepakatan itu kami/mahasiswa menghadap kembali pukul 11.30 dan lama antrian, tiba-tiba selesai Rektor rapat, ada salah satu mahasiswa yang ketok pintu ruangan kerjanya,  tiba-tiba keluar Rektor langsung membentak dengan kata yang nggak jelas memakai nada keras dan pada saat juga ramai adik-adik tingkat yang lagi menjalankan UAS jadi tersorot atas suara itu.

"Lalu mahasiswa seakan di intimidasi akibat mempertanyakan persoalan pembayaran biaya KKN tersebut. Mahasiswa KKN yang hadir saat itu sekitar 28 orang mahasiswa," bebernya.

Disisi lain, tanggapan dari Dosen koordinator KKN menjelaskan,  bahwa saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan kalian, silahkan kalian tau kesiapa minta jawabannya," ujarnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh Wakil Rektor I, berinisial (DA).

“Kalau Pak (LW) Koordinator KKN gak punya jawaban apa lagi saya. Selain, itu lanjut dia. Kalau urusan KKN ya ke koordinator KKN donk, kalau dia gak tau ya silahkan tanya ke yang membuat kebijakan," pingsannya.

Sementara, Rektor UTM dihubungi awak media media ini melalui Via WhatsAppnya pada hari Kamis, 23 Februari 2023 enggang memberikan komentar. (Surya Ghempar).

Load disqus comments

0 comments