Yusril Ihza Mahendra Gugat Sistim Pemilu Proporsional Terbuka


Jakarta. Media Dinamika Global. Id. -Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. adalah seorang advokat, akademisi di bidang hukum tata negara, politikus, dan salah seorang tokoh pemikir dan intelektual Indonesia. Ia pernah bekerja di Sekretariat Negara sebagai penulis pidato Presiden Soeharto dan B.J. Habibi.

Selaku Ketua Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menuturkan bahwa partainya kemungkinan akan menggugat sistem pemilu proporsional terbuka. Dalam waktu dekat.

PBB akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) keberatan atas Sistim Pemilu Proporsional Terbuka..

“Iya, jadi kemungkinan besar PBB akan maju sebagai pihak terkait ke MK, dalam waktu dekat ini, mungkin juga besok. Akan bersurat ke MK,” ujar Yusril kepada wartawan usai Rakor PBB di Jakarta Utara, Rabu (11/1/2023).

Yusril menuturkan gugatan pemilu proporsional terbuka sebelumnya, hanya diajukan oleh perseorangan ke Mahkamah Konstitusi. Hal itu, kata Yusril, berkemungkinan di tolak sebab tak memiliki legal standing.

“Karena ada kekhawatiran kami yang mengajukan permohonan ke MK itu kan orang perseorangan, ada 6 orang. Pileg itu kan diikuti oleh partai politik, kalau orang perorangan menguji Undang-Undang, bisa-bisa dianggap dia tidak punya legal standing,” kata dia.

Yusril menegaskan, bila permohonan yang telah diajukan ke MK ditolak, partainya yang akan lakukan gugatan.

“Karena itu kemungkinan andaikata pemohon yang 6 itu dianggap tidak punya legal standing oleh MK, maka PBB yang akan maju,” tegasnya.

Berdasarkan investigasi pengumpulan informasi secara akurat, PBB sejalan dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mendukung sistem pemilu proporsional tertutup pada 2024 mendatang.

Ketua PBB Yusril Ihza Mahendra mengatakan pemilu dengan sistem proporsional terbuka menyebabkan demokrasi berubah menjadi demokrasi kekuatan uang.

“PBB ingin partai sebagai wadah, rekrut kader didik komitmen dan dicalonkan caleg di pemilu,” ujarnya, Jumat (13/1/2023).

“Demokrasi berubah jadi demokrasi kekuatan uang. Kami tidak ingin itu terjadi,” katanya.

Selain itu, Yusril juga mengatakan sistem pemilu terbuka menghasilkan anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang minim prestasi. (BBS/***)
Load disqus comments

0 komentar