Tak Ingin Disorot, Mandor Proyek Bronjong di Bima Usir Wartawan, Ada Apa


Kota Bima. Media Dinamika Global-id. Mandor Proyek Rehabilitasi atau Perbaikan Pembangunan Insfrastruktur Pengendalian Banjir serta Pengamanan Sungai Kelurahan Lewi Rato Kota Bima, terlibat adu mulut dengan wartawan saat mengambil gambar pengerjaan proyek Bronjong, Senin (12/12/22).

Oknum SN yang mengaku sebagai mandor proyek Bronjong dari PT Duta Waskita melarang wartawan mengabadikan sejumlah pekerjaan yang sedang dikerjakan. "Dari mana kalian, dilarang mengambil gambar (pekerjaan proyek),"kata Mandor SN seraya mengusir wartawan yang sedang menjalankan tugas.

Tidak senang diperlakukan demikian, Muhtar/Billy menantang Mandor SN serta balik bertanya."Izin dari mana ?  Mengawasi proyek pemerintah tidak memerlukan izin, bapak jangan menghalangi tugas saya"kata Billy yang juga Pimpred Media Pelopor NTB.

Namun adu mulut tidak serta merta selesai, Mandor SN ngotot untuk melarang wartawan hingga memancing perhatian para pekerja.

"Saya hanya meninjau kwalitas proyek Bronjong tersebut berdasarkan informasi, bahwa batu yang digunakan itu tidak memenuhi standar" tegasnya.

Sementara, Billy meminta kontraktor untuk tidak arogan saat para wartawan datang ke lokasi proyek."Sepanjang tidak mengganggu pengerjaan tidak ada salahnya wartawan datang ke lokasi proyek, karena itu juga hak pengawasan yang dilindungi oleh undang undang,"kata Billy.


Menyikapi yang terjadi hari ini, sesungguhnya pada pekerjaan infrastruktur Pengendalian Banjir serta Pengamanan Sungai di Kota dan Kabupaten Bima, banyak diduga dilakukan pekerjaan asal-asalan, seperti baru-baru ini, Media Dinamika Global mendapatkan aduan dari warga Desa Simpasai yang namanya tidak ingin Media ini sebutkan terkait kualitas pekerjaan.

Tapi kali ini bukan pada bronjongnisasi, namun pada pekerjaan tanggul, jika dilihat pada proses pekerjaan, patut dinilai asal jadi, pasalnya batu yang dipasang pembuatan tanggul penuh dengan tanah, sehingga secara kualitas jauh dari kata kokoh atau kuat, belum lagi kurangnya upaya pengurasan air diarea pemasangan. 

Maka dalam perspektif Media ini, cara pekerjaan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan pengendalian banjir di Kabupaten Bima diduga tidak sesuai dengan Spesifikasi dan RAB. 

Sejauh berita ini dituturkan pihak-pihak terkait belum sempat dikonfirmasi. (MDG 002)

Load disqus comments

0 komentar