Lagi- lagi Masalah Penjualan Pupuk Bersubsidi diluar HET Bergulir di Parado


Parado Bima. Media Dinamika Global. Id. - Masalah kelangkaan dan Penjualan pupuk bersubsidi diatas HET lagi - lagi memanas di Parado. Permasalahan ini menjadi polemik berkepanjangan antara pengecer dan para kelompok tani di Parado. Masih melambungnya harga pupuk Urea bersubsidi hingga mencapai angka penjualan Rp 150.000,per zak menimbulkan banyak reaksi dan aksi.

Aksi pembakaran ban didepan Kantor Camat Parado pada Kamis (01/12/2022) lalu adalah aksi Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Parado (IMAPA) yang menyuarakan penderitaan petani  parado, dimana pada saat penanaman para pedagang menjual benih dengan harga selangit, dan parahnya pupuk yang sudah dibandrol oleh Pemerintah dengan HET Rp. 112.500.- dijual dengan harga 150 ribu rupiah per zak bahkan diatas itu.

" Tindakan para lintah darat yang ada di Parado harus dihentikan, karena mereka telah membunuh masa depan petani, bila perlu para pelaku harus diproses Hukum," ujar salah seorang Anggota Imappa.

Imappa juga mengancam akan melakukan penyegelan Kantor Camat Parado, Kantor UPTD Pertanian Parado dan Kantor. BPP Parado andai persoalan ini tidak segera diselesaikan.

Menyikapi permasalahan tersebut, untuk yang kedua kalinya dalam kurun waktu satu bulan lebih Camat parado menggelar Rapat penertiban harga pupuk dan dengar pendapat para pihak. 

Rapat tersebut dilakukan di aula Kantor camat Parado pada Senin ( 5/12/2022 ) yang dihadiri oleh Kepala UPTD Pertanian, Kepala BPP, para Kepala Desa di Kecamatan Parado, anggota IMAPA, tokoh masyarakat dan para pengecer pupuk bersubsidi di Kecamatan Parado.

Sempat terjadi tawar menawar harga jual pupuk ditingkat pengecer antara Kepala Desa, mahasiswa, elemen masyarakat dan pengecer sehingga sampai memanas lewat adu argumen. Namun karena dari sejumlah pengecer yang hadir hanya dua pengecer, sehingga kesepakatan urung diambil.

Kepala Desa Lere Dahlan SH.yang dikonfirmasi usai acara tersebut di aula Kantor Camat Parado, dengan tegas mengatakan tidak menerima perlakuan para pengecer yang mengelabui warganya.

" Saya tetap tidak terima dengan konspirasi para mafia pupuk yang tentu didalamnya banyak oknum pemerintah yang terlibat, dan sy tetap menolak para pengecer pupuk khusus Desa Lere yang mencoba memainkan harga, saya tidak akan tinggal diam," Ancam Dahlan.

Sementara itu Camat Parado dalam pernyataannya, mengharapkan kearifan para pihak untuk menyelesaikan persoalan pupuk ini, sehingga tidak ada yang merasa terbebani atau merasa dirugikan.

" Kami selaku Pemerintah Kecamatan  hanya memfasilitasi dan berharap semuanya aman dan lancar, tentunya ini adalah dari kesadaran semua pihak dengan berangkat dari kearifan yang berlandaskan Hukum, dan mengenai kesepakatan harga itu tergantung dari pengecer dan para petani, kami tidak bisa berbuat banyak karena kewenangan kami menghadapi permasalahan pupuk ini sangat terbatas." Paparnya.

Camat juga menegaskan bahwa rapat pada hari itu tidak membuahkan hasil karena satu dan lain dan akan digelar kembali pertemuan berlanjut sehingga bisa mengambil satu kesimpulan

Pada kesempatan yang sama Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Parado  Abd.Hafid S.Sos berjanji akan menuntaskan permasalahan pupuk ini termasuk penertiban atau pembenahan eRDKK Yang selama ini dianggap bermasalah. Dimana selama ini data eRDKK kerap dijadikan alasan oleh para pengecer untuk melakukan penimbunan pupuk dan menjualnya di luar wilayah Parado dengan harga tinggi.


Dimana prakteknya warga tani hanya boleh mendapatkan pupuk bila NIK yang diperlihatkan oleh petani sama dengan NIK yang ada di eRDKK pegangan pengecer, selebihnya akan ditimbun dan dijual keluar.

"Insya Allah, kami tetap memfasilitasi upaya-upaya sehingga harga pupuk betul-betul netral, dan mengenai data pengajuan eRDKK Kelompok, kami betul menerima dari kelompok untuk mengantisipasi adanya data fiktif," Janji Hafid. (Nas MDG)

Load disqus comments

0 komentar