Tuntut Copot Polsek Sanggar, IMBI Kasama Mataram Gedor Mapolda NTB


Mataram, Media Dinamika Global.Id _ 
Beberapa persoalan di wilayah hukumnya Polsek Sanggar yang tidak mampu dituntaskan. Ikatan Mahasiswa Bima Komisariat Sanggar Mataram (IMBI-Kasama) melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda NTB. Senin, (31/10/22).


Masaa aksi melakukan orasi diatas mimbar Rakyat secara bergiliran, Korlap Aksi, Danu Ariansyah I mengatakan, Masyarakat sanggar didaruratkan dengan adanya Perbedaran Narkoba, Pencurian, Perjudian, dan lain-lainnya. Hal ini tidak bisa dibiarkan pasalnya ini tentnya meresahkan masyarakat terutama Khatibmas yang di wilayah sanggar.
"Kami menilai kinerja Polsek Sanggar tak mampu memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat dan tak paham tupoksi sebagai Aparat Penegak Hukum (APH)," ungkapan Danu Ariansyah disapa akrab Danu.

Sambung Danu, Alhasil investigasi kami di lapangan bahwa pengedaran Narkotika jenis Shabu-Shabu di Wilayah Sanggar semakin merajalela, namun kami tidak pernah melihat keseriusan Kapolsek Sanggar untuk mengungkapkan para bandar, pengedar, dan hanya pemakai saja yang ditangkap.

"Kami mendesak Kapolda NTB segera mencopot Kapolsek Sanggar yang dinilai gagal menjalankan tugas dan menindak tegas para bandar narkoba," tegas Danu, pria kelahiran Desa Taloko.

Korlap II, mengatakan, Sesuai dengan UU No.30 Tahun 2009 tantang narkotika, didalam UU tersebut banyak hal yang dibahas secara detail, seperti pengertian, golongan narkotika, contoh pidana, namun APH hari ini tidak memahami bunyi UU tersebut.

"Polsek Sanggar seharusnya melakukan pengembangan penyalahgunaan narkoba, namun Kapolsek Sanggar diduga tidak memiliki itikad baik untuk menuntaskan persoalan itu
sendiri," ucapnya.

Senadah juga, Endri salah satu kader IMBI Kasama Mataram, mengatakan, mengatakan, didalam UUD Tri Dharma Kepolisian yaitu mengayomi, melindungi, dan melayani, hari ni jauh dari harapan masyarakat sanggar terhadap Polsek Sanggar.
"Di wilayah sanggar bukan
persoalan narkotika saja, Perjudian, Pencurian, dan kemarin lagi timbul persoalan yang fundamental yaitu kriminal yang masih
merejalelah di wilayah Kecematan Saggar," ujar Endri pria hitam manis ini.

Sementara Subuh, mengatakan, pada hari Kamis tanggal, 27/10/22 kemarin, telah terjadi pembacokan yang ada di wilayah kecamatan Sanggar, namun
tindakan pembacukan tersebut sangat lama baru diautensi oleh Kapolsek Sanggar.

"Tindakan kriminal seperti ini sudah berlangsung lama, namun tidak adanya ketegasan APH (Polsek Sanggar)," tuturnya.

Kembali Endri, menegaskan, pencurian di wilayah sanggar sering kali terjadi, kemarin juga terjadi pencurian kambing sejumlah 8 ekor, tapi nyatanya pelaku
tersebut sudah dibebaskan oleh APH yang ada diwilayah sangga.

"Kami mengindikasikan
bahwa APH yang ada di wilayah sanggar termasuk dalam kelompok pencurian tersebut," tegas Endri.

Adapun Tuntutan Masa Aksi : 
1. Mendesak Kapolda NTB segera copot KNIT RESKRIM, karena diduga lalai dalam kinerjanya.
2. Mendesak Kapolda NTB mencopot kapolsek sagngar, karena diduga kuat membengkingi Bandar Narkoba yang ada di wilayah kecamatan Sanggar.
3. Mendendak Kapolda NTB segera tangkap dan adili Kapolsek Sanggar, karena diduga kuat membengkingi sabung ayam yang ada di wilayah hukumnya. (MDG.01).
Load disqus comments

0 komentar