Soal DAM di Timu, Pelaksana: Sudah Mulai Dikerjakan


Bima, Media Dinamika Global.Id.__
PT. Graha Bima Konstruksi selaku pelaksana proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Timu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima NTB beri klarifikasi. 


Lewat perwakilannya, Mansyur menjelaskan bahwa kondisi fisik DAM yang rusak itu bukanlah tanggul utama, melainkan lantai olakan. Kendati demikian pihaknya mengaku tetap akan bertanggung jawab untuk memperbaikinya. 

"Yang rusak itu, lantai olakannya. Bukan DAM utama. Tapi kita tetap akan bertanggung jawab," jelas Mansyur. 

Perlu juga dijelaskan, kata dia, bahwa kondisi rusaknya itu bukanlah ambruk seperti yang diberitakan sebelumnya, melainkan terguling akibat terseret arus. 

"Kalau ambruk itu, dari atas ke bawah. Tapi itu terguling dibawa arus," jelasnya. 

Mansyur mengungkapkan, faktor utama penyebab rusaknya lantai olakan, karena pemecah air yang dibuat terlalu banyak. Akibatnya, saat banjir, banyak sampah yang tersangkut. Sehingga ketika tekanan air tinggi, lantai olakan ikut terseret. 

"Pemecah air yang dibuat terlalu banyak, sehingga menjadi tempat tersangkutnya sampah, bahkan batang pohon. Dan ketika tekanan debit air tinggi, lantai olakan terguling," jelas dia. 

Kendati demikian, pihaknya berjanji tetap akan memperbaikinya. Mengingat waktu rusaknya, masih dalam tahap pemeliharaan. 

"Sudah dua hari kita sudah mulai kerja (perbaikan). Saat ini, tahap pembersihan, waktunya sekira lima hari. Sementara target penyelesaiannya, sepuluh hari setelah pembersihan dilakukan," tutur Mansyur. 

Kerusakan itu, sambungnya, tidak menggangu pengairan irigasi. Sampai saat ini, air yang dialiri lewat DAM masih mengalir. "Kerusakan itu tidak mengganggu pengairan petani. Sampai saat ini, airnya masih mengalir," pungkasnya. 

Untuk diketahui, proyek tersebut merupakan rehabilitasi jaringan irigasi yang bersumber dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat (PTPP), Dana Transfer Umum (DTU) dan Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp 3,4 M. Dan dikerjakan sejak Mei hingga Oktober 2021 lalu. (MDG).
Load disqus comments

0 komentar