Ricuh, Demo Jilid II DPD IMM NTB di Gedung DPRD NTB


Mataram-NTB, Media Dinamika Global.Id.
_ Kembali Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Aksi Unjuk Rasa Jilid ke-II di Depan Gedung DPRD Provinsi NTB. Kamis, (8/9/22).


Hari merupakan hari ke-III penolak Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dimana massa aksi memanas dan suasananya bigitu alot, massa aksi pun masih saling dorong dengan polisi hingga terjadi bentok (saling pukul).

Massa aksi bentrok dengan polisi tak begitu lama dan ada tiga orang massa aksi disandra pihak kepolisian dan pihak kepolisian mampu melakukan pendekatan secara emosional hingga suasana kembali kondusif dan normal.


Korlap I, Julhaf Riansyah memberikan pernyataan sikap apabila ketiga massa aksi tidak dikembalikan, kami akan melakukan aksi besar-besaran berjilid-jilid.

"Aparat Kepolisian harus paham  undang-undang nomor 22 tahun 2022 tentang tugas pokok kepolisian yaitu melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat," tegas IMMawan Julhaf.

Sambungnya, Naiknya harga BBM akan menjadi catatan buruk dalam perekonomian Indonesia yang belum stabil, karena masyarakat telah terporak-porandakan oleh sistem yang selalu memberikan dampak buruk terhadap kepentingan rakyat.

"Ingat, kekuasaan tertinggi ada ditangan rakyat dan kami tetap tolak kenaikan harga BBM," ujar IMMawan Julhaf.

Tak itu, jika bahan bakar minyak masih saja tetap dinaikan maka gerakan mahasiswa akan terus menghiasi ruang-ruang argumentatif sebagai bentuk penolakannya. Dan akan menjadi prasasti sejarah bahwa kader IMM akan terus mengumandangkan perlawanan, apapun dalilnya kami tetap tolak.

DPRD provinsi NTB tak punya taring untuk memberikan sikap untuk menyampaikan aspirasi masyarakat NTB.

"Ia, Kami minta mogokan dinas kerja DPRD provinsi NTB, namun Ketua DPRD tak berani mengambil sikap dan menjawab "kami tetap upayakan sejumlah tututan mahasiswa ke DPRD pusat," kata IMMawan Julhaf saat diwawancarai awak media ini.


Sementara, Salah satu kader IMM Cabang Mataram, IMMawan Hendriawan menegaskan, Kuat dugaan kami bahwa Legislatif bersekongkol dengan Eksekutif membuat rancangan UU palsu yang membuat KPK menjadi lemah dan mempersembahkan pemberantasan  Korupsi menjadi kegagalan.

"Perintah tertinggi di Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Presiden Indonesia Joko Widodo tanpa dia sadari yang mengangkat dia menjabat sebagai Presiden adalah Rakyat, tapi nyatanya setelah menjadi Presiden, Joko Widodo malah mencekik Rakyatnya sendiri," tegas Hendriawan disapa akrab dengan Panglima Sanggar.

Lebih lanjut, IMMawan Hendri, Kami dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di instruksikan langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Muhammadiyah untuk mengupas tuntas kasus-kasus kenaikan harga BBM. "Apabila BBM ini tidak turun maka, kami akan terus membangun gerakan besar-besaran untuk menurunkan Rejim kepemimpinan Presiden Joko Widodo," pungkas IMMawan Hendri dikenal Pria Harmonis dengan semua kalangan.

Massa terus melakukan unjuk rasa walaupun cuaca hujan makin deras dan angin kencang, tanpaknya Massa aksi tak putus asa untuk berjuang demi memperjuangkan nasib rakyat dengan kenaikan BBM.

Hujan deras terus berlangsung, Kini massa aksi demonstran membubarkan diri dan meninggalkan tempat. (Surya Ghempar).
Load disqus comments

0 komentar