3 Tahun Tak Terurus Kakek Lansia Desa Sampungu Terbaring Kaku,Butuh Perhatian Pemerintah


Sampungu. Media Dinamika Global. Id. - Setelah lama Menderita 3 Tahun Tak Terurus Kakek Lansia Desa Sampungu Terbaring Kaku,Butuh Perhatian Pemerintah Daerah. Selain Penyakit yang dideritanya sangat komplikasi juga faktor Biaya menjadi masalah apalagi Penderita tidak memiliki BPJS dari Pemerintah setempat. Penyakit yang di deritanya ini sungguh memilukan dengan kondisi Duduk membukuk saja. Keluarga pun sudah berusaha untuk mengobatinya, namun belum berhasil apalagi biayanya sangat mahal. (28/09).

Seorang Bapak Arwah 78 Tahun penderita penyakit sesak Nafas lebih dari 3 Tahun berasal dari Dusun Sakoa RT/RWRT 04/ 09 Desa Sampungu Kec.Soromandi Kab Bima NTB kini terbaring dan Membukuk saja selama 3 Tahun. Penderitaan yang di alami oleh seorang bapak yang mengalami keterbatasan ekonomi ini merasa di belakangi oleh pihak Pemerintah setempat.

Pada Media ini salah seorang Keluarganya mengatakan bahwa selama 3 Tahun ini kami sudah mengobatinya secara Tradisional yaitu dengan mendatangi Para Dukun mulai dari ujung ke ujung, namun tetap saja tidak dapat hasil yang maksimal. Apalagi saat ini kami merupakan Keluarga Miskin yang ada di Dusun ini. Hidup sebatang kara dengan usia yang cukup rentan.

Kami sekeluarga mengharapkan perhatian oleh pihak lain agar kiranya untuk membuka mata terhadap keluarga kami yang ada di Dusun Sakoa Desa Sampungu Kec.Soromandi Kab Bima NTB. Ya selama ini kami menilai pihak Pemerintah tidak memperdulikan Keluarga kami yang mengalami keterbatasan biaya untuk pengobatan ke rumah sakit. Ungkapnya

Lanjutnya, kami hidup dalam serumah tidak mempunyai laki laki hanyah seorang bapak yang terbaring lemah dan menderita yang cukup lama sedangkan yang menafkahi kami hanya kaum Perempuan yang dianggap tidak berdaya lagi.

Kamipun hidup seorang janda yang mempunyai anak yang harus dinafkahi,kemudian kami berharap kepada pihak Pemerintah agar bisa membantu kami untuk biaya Pengobatan Orang Tua kami. Demikian disampaikan oleh seorang Ibu Anisyah.(Anhar MDG).
Load disqus comments

0 komentar