Media Dinamika Global: Kesehatan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2026

Respon Cepat Dinkes Kota Bima Tangani Penyebaran Campak Rubella


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bima kini mulai gencar melakukan pencegahan penyebaran Campak Rubella melalui penguatan imunisasi MR (Measles Rubella) terutama bagi anak-anak. 

Dalam hal ini Kadis Kesehatan Kota Bima Ahmad. S. Sos..M.Kes menjelaskan bahwa terjadi peningkatan kasus tahun 2025 sekitar 361 orang terpapar Suspek Campak, yaitu Virus yang gejalanya menyerupai Campak, sampai pada akhir Januari dan Februari tahun 2026. 

Dan setelah dilakukan pemeriksaan pengambilan sampel di laboratorium yang kemudian kita kirim ke Surabaya, Alhamdulillah hasilnya masih Negatif, ujarnya. Senin, (16/03/26)

Lebih lanjut dijelaskannya, Pasca terjadi dugaan penyebaran virus tersebut, kami langsung menggelar pertemuan bersama tim Propinsi dan Kota Bima, juga dihadiri oleh tim WHO dari Indonesia, kemudian kami mengambil langkah-langkah tindakan.

Pertama, setelah dilakukan kajian Epidemiologi, bahwa dengan penyebar luasan Campak yang begitu banyak, itu akan dilakukan Outbreak Response Immunization (ORI), yaitu pemberian Vaksinasi anak yang berusia 9-59 bulan tanpa memperhatikan status Imunisasi sebelumnya.

ORI merupakan jenis Vaksin Campak yang diberi nama Measles Rubella (MR), pungkasnya 

Dikatakannya lagi, Pemberian Vaksinasi tersebut dengan sasaran di Kota Bima dengan usia 9-59 bulan sebanyak, 14.343 anak, maka pemberian ORI tersebut sudah berjalan sejak 5 Maret 2026.

Mudah-mudahan dengan upaya kita memutuskan rantai penyebaran Virus tersebut melalui pemberian Vaksin ORI, kami mampu memenuhi semua target 14.343 anak, dan Alhamdulillah capaian kita hari ini sudah mencapai 20 persen, dari jumlah tersebut.

Semoga tidak terjadi kematian akibat penyebaran Virus Campak yang terjadi di Wilayah Kota Bima, mari kita doakan bersama. 

Dan perlu kita ketahui bersama bahwa, sifat penyakit tersebut, dari satu anak yang terpapar, akan bisa menular hingga 10 atau lebih ke anak yang lain, yang memiliki kekebalan tubuh yang kurang.

Campak ini sendiri berasal dari Kabupaten Bima, kemudian tertular dan menyebar dengan cepat, hal ini terjadi akibat adanya akibat mobilisasi masyarakat yang begitu cepat dari Kabupaten ke Kota Bima, sehingga dari banyaknya masyarakat terdapat satu orang terkena Campak, maka yang lainnya juga yang berdekatan dengannya akan ikut terpapar oleh Virus tersebut., bahkan hingga belasan orang yang berdekatan dengannya akan ikut terpapar.

Cara penularan Virus campak dapat menyebar melalui udara, ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara, maka tetesan kecil yang mengandung virus dapat bertahan di udara selama beberapa waktu dan terhirup oleh orang lain di sekitarnya, sehingga tetesan itu akan menyebabkan orang lain tertular.

Terakhir disampaikannya, yang kedua, mudahnya penyebaran Virus Campak tersebut akibat proses Vaksinasi yang dilakukan tidak maksimal, ini sangat berpotensi meningkatnya penyebaran Campak pada anak-anak.

Dan jika para orang tua menemukan gejala berat, seperti, sesak napas, demam tinggi, kejang-kejang, atau anak terlihat sangat lemah, mengantuk terus, atau sulit dibangunkan, maka segera bawa ke Rumah Sakit, agar anak mendapatkan perawatan secara medis, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. tutupnya. (Tim)

Senin, 16 Maret 2026

BKKBN Kota Bima Siap Bermitra Dengan LSM Dinamika Global Dalam Menyukseskan Program KB




Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiliki peranan yang sangat besar dalam membentuk keluarga yang sejahtera dan berkualitas.

Dengan menjalankan program Keluarga Berencana (KB) tentunya akan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi dan mencegah lonjakan populasi yang tidak seimbang dengan sumber daya alam, yang berpotensi menimbulkan kekacauan dan keresahan secara sosial maupun ekonomi di masa depan.

Dalam hal ini, Kepala Dinas BKKBN Kota Bima Ichwanul Muslimin, SP.MM, menjelaskan saat ini kami melaksanakan program pengendalian penduduk Keluarga Berencana (KB), dan fokus pada pelayanan KB dengan memanfaatkan Tim pendamping Kelurahan yang dari kesehatan, kami juga memiliki tim penyuluh untuk mengedukasi masyarakat sehingga masyarakat itu paham apa itu Keluarga Berencana (KB). 

Karena dengan program KB, keluarga mereka sehat, sejahtera dan berkualitas, ujarnya. Senin, (16/03/26)

Disisi lain, Ia juga mengajak seluruh masyarakat, maupun penggiat publik, seperti Wartawan, LSM untuk ikut terlibat dalam menciptakan perubahan positif, serta memfasilitasi komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah, 

Bahkan dengan tegas Ichwanul Muslimin SP.MM, selaku Kepala BKKBN Kota Bima, meminta ketertiban pihak NGO (Non-Govemmental Organization) untuk ikut membantu peran BKKBN dalam mensukseskan program KB, sehingga masyarakat memiliki keluarga yang sejahtera dan berkualitas.

Bahkan dirinya siap memfasilitasi keterlibatan pihak NGO untuk bermitra dengan pemerintah dalam hal ini BKKBN Kota Bima, karena menurutnya organisasi ini memiliki peran krusial dalam mengkampanyekan program KB (Keluarga Berencana), "Ia, jika ingin bermitra atau bekerja sama dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk mendukung program KB melalui edukasi dan sosialisasi maupun penyediaan layanan, saya siap untuk memfasilitasinya, ujarnya.

Hebatnya lagi, ketika salah seorang Ketua Umum LSM Dinamika Global, Syahril menawarkan kemitraan, Kepala BKKBN Kota Bima Ichwanul Muslimin SP.MM, menyambut baik keinginan tersebut, bahkan dirinya akan mempertemukan Ketua LSM Dinamika Global tersebut bersama seluruh relasi-relasinya agar bisa berkolaborasi dalam membantu menciptakan Keluarga yang sejahtera dan berkualitas melalui program Keluarga Berencana (KB). (Tim)

Jumat, 13 Maret 2026

TKW Asal Desa Boro Sanggar Bima Sakit Parah, Ingin Pulang Dibantu Pemerintah



Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Tenaga Kerja Wanita (TKW)  asal desa Boro Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB), Juwiati (36) meminta pemerintah untuk membantu kepulangannya ke Indonesia. Karena,  menderita sakit mengalami tekan darah sampai pecah pembuluh darah ke Otak, Struk, dan lumpuh bagian badan sebelah kiri, hingga mengakibatkan tidak dapat bergerak sama sekali.

Pihak keluarga Juwiati, Ida Farida (45) meminta bantuan kepada pemerintah agar saudaranya dapat pulang ke Kampung halamannya Desa Boro, Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima NTB. 

Dikatakan, juwiati bekerja di Malaysia kurang lebih sudah enam bulan berjalan," katanya. 

Namun, saat ini mengalami sakit  tekanan darah sampai pecah pembuluh darah ke Otak, Struk, dan lumpuh bagian badan kiri, sehingga tidak bisa jalan, semua badannya bengkak.

“informasi terakhir yang saya terima, juwiati sempat dirawat dirumah sakit Malaysia, sekarang sudah dikeluarin karena tidak ada biaya pengobatan," ujanya.

Ida menyampaikan harapan agar pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Gubernur NTB,  Bupati Bima,  dapat ikut memberikan atensi. Ia berharap kasus ini dapat dikomunikasikan hingga ke Kementerian Luar Negeri untuk memfasilitasi pengobatan dan mempermudah proses pemulangan Juwiati ke Indonesia, khususnya ke desa Boro. 

Dalam hal ini, pihak keluarga sangat berharap, agar juwiati bisa dirawat di rumah sakit yang ada di Bima saja," harapnya. Seperti dikutip dari Media WARTABUMIGORA.ID sebelumnya.

Kamis, 05 Maret 2026

Kepsek SMPN 1 Woha, Apresiasi Program Cek Kesehatan Gratis Oleh PKM Woha


Bima NTB. Media Dinamika Global.id. Sejumlah Guru di SMP Negeri 1 Woha mengikuti kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan oleh PKM Woha di ruangan TU Sekolah setempat. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pelayanan kesehatan bagi instansi-instansi yang berada di wilayah Kecamatan Woha. Selasa, (03/03/26).

Pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta konsultasi kesehatan secara langsung dengan tenaga medis. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan para guru sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kinerja dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

Kepala SMP Negeri 1 Woha, Najamudin, Spd, Menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat bagi para guru, mengingat kesehatan merupakan faktor penting dalam menunjang proses belajar mengajar di sekolah.

Sementara itu, pihak PKM Woha menjelaskan bahwa kegiatan cek kesehatan gratis ini akan terus dilaksanakan secara bergilir di berbagai instansi di Kecamatan Woha sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para guru semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.(Tim)

Irjen Nurworo Tekankan Evaluasi MBG, Dokkes NTB Siap Tindaklanjuti


Mataram, Media Dinamika Global.Id.— Personel Biddokkes Polda NTB mengikuti zoom meeting sosialisasi food safety dari Mabes Polri. Kegiatan berlangsung di Aula Biddokkes Polda NTB, Kamis (5/3/2026), mulai pukul 09.00 Wita hingga selesai.

Agenda diawali pembukaan dan sambutan Kapusdokkes Polri, lalu masuk sesi pemaparan materi dari para pejabat utama di Mabes Polri. Fokus pembahasan mengarah pada penguatan keamanan pangan, dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri.

Kabid Yankes Rokespol Kombes Pol. dr. Freddy Worang Johanes, M.A.R.S., memaparkan peran fasilitas kesehatan tingkat pertama, dalam penanganan kejadian tidak diharapkan saat pelaksanaan MBG.

“FKTP punya peran penting dalam deteksi dini dan penanganan cepat, jika muncul kejadian tidak diharapkan dalam program MBG. Sistem respons harus sigap dan terukur,” tegas dr. Freddy.

Sedangkan Kasatgas MBG Polri Irjen Pol. Nurworo Danang, S.IK. menyampaikan hasil analisis dan evaluasi (anev), pelaksanaan MBG di berbagai wilayah.

“Evaluasi rutin jadi kunci agar program MBG berjalan optimal, tepat sasaran, serta memberi manfaat nyata,” ujar Irjen Nurworo Danang.

Sementara itu, Karo Dokpol Mabes Polri Brigjen Pol. dr. Nyoman Eddy PW., Sp.F., D.F.M. menekankan standar keamanan pangan wajib dipenuhi, dalam setiap tahapan distribusi makanan.

“Food safety bukan sekadar prosedur administratif, tetapi perlindungan kesehatan bagi penerima manfaat,” jelas Brigjen dr. Nyoman Eddy.

Dari Mataram, Kabid Dokkes Polda NTB Kombes Pol. dr. I Komang Tresna, Sp.OG. (K), M.A.R.S., M.H.Kes., mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bersama personel Biddokkes.

Ia menyambut positif sosialisasi tersebut sebagai penguatan kapasitas teknis di daerah.

“Kami siap mendukung penuh pelaksanaan MBG Polri, dengan memastikan standar kesehatan dan keamanan pangan terjaga di wilayah NTB,” ungkap dr. Komang Tresna.

Sesi diskusi berlangsung interaktif sebelum kegiatan ditutup. Sosialisasi itu diharapkan memperkuat sinergi bidang kesehatan, dalam mendukung keberlanjutan program MBG Polri secara profesional dan aman.

Redaksi ||

Gubernur NTB Dorong Penanganan Stunting di Batukliang Utara


Lombok Tengah, Media Dinamika Global.Id- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, bersama Ketua TP-PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal, mengunjungi Posyandu Dusun Lantan Duren, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (5/3). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa sekaligus memastikan penanganan stunting berjalan optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal menyoroti adanya empat anak di Dusun Lantan Duren yang tercatat dalam data stunting. Dirinya meminta agar kondisi tersebut segera ditangani secara serius dengan melibatkan tenaga kesehatan, termasuk dokter anak, agar penyebab utama dapat diketahui dan ditangani secara tepat.

“Nanti kita komunikasi dengan dokter anak untuk melihat apa masalah utama dari empat anak yang masuk data stunting ini. Mudah-mudahan ada solusi sehingga mereka bisa keluar dari daftar stunting,” ujar Gubernur Iqbal.

Selain meninjau pelayanan kesehatan, Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Desa Lantan yang memiliki peran penting sebagai wilayah penyangga ekosistem di Pulau Lombok. Kawasan tersebut memiliki hutan lindung, wilayah konservasi, serta menjadi daerah tangkapan air bagi sejumlah wilayah di sekitarnya.

“Daerah ini adalah jantungnya NTB. Mungkin masyarakat di sini tidak terlalu merasakan, tetapi mereka yang tinggal di wilayah bawah seperti Batukliang, Praya hingga pesisir sangat bergantung pada kawasan ini,” jelasnya.

Dirinya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan. Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, tengah menyiapkan berbagai upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat tanpa merusak lingkungan.

“Kita sedang membenahi dan mencari solusi bagaimana memberdayakan masyarakat sekitar hutan agar hutan tetap lestari dan tidak terganggu,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal, mengajak para ibu untuk lebih aktif memanfaatkan layanan posyandu serta mendukung para kader dalam menyosialisasikan pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Dirinya juga mengingatkan pentingnya membiasakan anak-anak menjaga kebersihan lingkungan sejak dini, termasuk membuang sampah pada tempatnya.

“Anak-anak harus diajarkan sejak kecil untuk menjaga kebersihan. Kalau desa kita bersih, tentu akan semakin indah dan sehat,” katanya.

Kepala Desa Lantan Lalu Irwan, menjelaskan bahwa Posyandu Lantan Duren merupakan salah satu posyandu lama yang dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Namun saat ini bangunan posyandu mengalami kerusakan setelah atapnya roboh akibat hujan dan angin kencang.

Dirinya mengatakan pemerintah desa sebenarnya telah merencanakan perbaikan melalui musyawarah desa. Namun keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Iqbal juga melakukan penanaman pohon di Dusun Pemasir, Desa Lantan melalui kegiatan bertema “Tanam Pohon Hidupkan Ramadan” sebagai bagian dari dukungan terhadap gerakan pelestarian lingkungan di daerah. 

Redaksi ||

Jumat, 27 Februari 2026

Gubernur NTB Ambil Langkah Cepat, Pastikan Pasien Kritis Asal Sumbawa Dirujuk ke RSUP


Mataram, Media Dinamika Global.Id.— Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Lalu Muhamad Iqbal mengambil langkah cepat untuk membantu seorang pasien dalam kondisi kritis asal Kabupaten Sumbawa yang sempat tertahan di rumah sakit akibat kendala biaya dan administrasi.

Pasien tersebut telah menjalani perawatan selama lima hari di salah satu rumah sakit di Kabupaten Sumbawa. Berdasarkan pertimbangan medis, pasien membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit tipe A di Mataram. Namun proses rujukan terkendala tunggakan administrasi serta biaya operasional rujukan yang tidak mampu dipenuhi keluarga.

Selain itu, BPJS Kesehatan pasien tidak dapat digunakan karena persoalan regulasi yang berkaitan dengan kronologi kejadian, sehingga klaim penjaminan tidak dapat diproses secara normal.

Mendapatkan laporan tersebut, Gubernur NTB segera menginstruksikan jajarannya untuk memastikan penanganan pasien tidak terhambat. Pemerintah Provinsi NTB membantu menyelesaikan kewajiban administrasi di rumah sakit asal, memfasilitasi proses rujukan, serta menanggung biaya ambulans medis.

Tidak hanya itu, keluarga pasien juga difasilitasi rumah singgah di Mataram selama masa perawatan agar tidak terbebani biaya tambahan.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Persoalan administratif tidak boleh menghambat penanganan medis,” demikian arahan Gubernur Miq Iqbal dalam proses koordinasi penanganan. Jum'at (27/2/26).

Saat ini pasien telah tiba di RSUP NTB dan mendapatkan perawatan intensif. Pihak rumah sakit diminta memberikan pelayanan optimal sesuai standar medis yang berlaku.

Langkah ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk hadir dan responsif dalam situasi darurat, khususnya ketika menyangkut keselamatan warga.

Redaksi ||