Media Dinamika Global: Kesehatan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2026

Waspada! Dinkes Kota Bima Catat 97 Kasus H1V Hingga 2026


Kota Bima. Media Dinamika Global.Id.-Jumlah Orang dengan yang mengidap penyakit H1V di Kota Bima tercatat mencapai 97 orang sampai bulan April 2026. Upaya deteksi dini di masifkan guna menekan penyebaran penyakit menular tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Ahmad mengatakan, selama tahun 2024 ditemukan 38 kasus baru H1V. Jumlah tersebut meningkat menjadi 40 k4sus pada 2025 yang didominasi populasi kunci laki-laki yang berhubungan s3ks dengan laki-laki (LSL). Selain itu, kasus infeksi menular seksual (IMS) seperti sifilis & gonore juga tercatat mencapai 90 kasus.

“Hingga April 2026, jumlah keseluruhan Orang Dengan H1V (ODHIV) di Kota Bima tercatat sebanyak 97 orang. Sementara itu, kasus IMS seperti sifilis dan gonore (GO) juga mencapai 90 orang. IMS tidak boleh dianggap ringan. IMS dapat menjadi pintu awal masuknya H1V, bahkan membuat seseorang hingga 5 kali lebih mudah tertular,” katanya, Senin (3/8/2026).

Ahmad menjelaskan, temuan kasus baru yang terus muncul menunjukkan penularan H1V masih terjadi di tengah masyarakat,sehingga diperlukan upaya pencegahan yang lebih luas, tidak hanya melalui edukasi, tetapi juga deteksi dini terhadap kelompok yang berisiko.

Sebagai bagian dari upaya menekan penularan, Dinas Kesehatan melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3PL) terus memperluas skrining dan deteksi dini. Salah satunya kata dia, melalui kegiatan edukasi dan skrining H1V serta tuberkulosis (TB) bagi warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Raba.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan lyanan pencegahan & pengendalian HIV maupun TB kepada kelompok yang dinilai memiliki kerentanan lebih tinggi.

Dikatakan, petugas Program Pencegahan dan Pengendalian (P2) H1V dan TB memberikan edukasi mengenai gejala, cara penularan, serta pentingnya pemeriksaan dini terhadap kedua penyakit tersebut. Setelah penyuluhan, petugas juga melakukan skrining kesehatan guna mendeteksi kemungkinan adanya warga binaan yang terindikasi mengidap H1V maupun TB sehingga dapat segera memperoleh penanganan dan pengobatan.

“Warga binaan dipilih sebagai sasaran mengingat kondisi hunian rutan yang padat berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit menular, khususnya TB yang penyebarannya melalui udara, serta H1V yang memerlukan deteksi dini untuk pengendalian yang lebih efektif,” jelasnya.

Pihaknya juga mengingatkan bahwa IMS tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan. Selain menimbulkan gangguan kesehatan, IMS dapat menjadi pintu masuk penularan H1V dan meningkatkan risiko seseorang tertular virus tersebut. Berbeda dengan H1V yang pada tahap awal sering tidak menimbulkan gejala, IMS umumnya ditandai luka pada alat kelamin, keluarnya cairan tidak normal, nyeri saat buang air kecil, maupun ruam, meski pada sebagian kasus juga dapat berlangsung tanpa disadari.

Menurutnya, masih ditemukannya kasus baru setiap tahun dipengaruhi berbagai faktor. Diantaranya perilaku berisiko, rendahnya kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta stigma yang membuat sebagian orang enggan memeriksakan diri.

Kamis, 23 Juli 2026

BPJS Kesehatan Luncurkan Program TASBIH JKN

BPJS kesehatan, MUI, dan Insan Dakwah JKN, (Ist/Surya)

MATARAM, Media Dinamika Global - BPJS Kesehatan resmi meluncurkan program TASBIH JKN (Transformasi Awareness dan Sinergi Bersama Insan Dakwah JKN) di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Kamis (23/7/2026). Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta para dai dan daiyah.

Peluncuran TASBIH JKN merupakan bagian dari upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan kesehatan nasional yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengatakan bahwa keterlibatan tokoh agama memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar mengenai Program JKN sekaligus menangkal berbagai informasi keliru atau hoaks yang masih beredar di tengah masyarakat.

“BPJS Kesehatan tidak dapat berjalan sendiri dalam mengembangkan program ini. Karena itu, kolaborasi dengan MUI dan para pemuka agama menjadi sangat penting. Mereka memiliki kedekatan dengan masyarakat dan dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pemahaman yang benar tentang manfaat JKN,” ujar Akmal.

Menurutnya, para dai dan daiyah yang tergabung dalam program TASBIH JKN akan menjadi mitra strategis BPJS Kesehatan dalam menyebarluaskan edukasi mengenai pentingnya perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, K.H. Cholil Nafis. Ia menegaskan bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari maqasid asy-syariah, khususnya prinsip hifz an-nafs atau menjaga jiwa.

“MUI hadir sebagai khadimul ummah (pelayan umat) sekaligus sodiqul hukumah (mitra pemerintah) dalam mendukung program-program yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” katanya.

Cholil Nafis juga mendorong para pendakwah untuk memasukkan tema kesehatan dalam materi dakwah mereka. Menurutnya, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya jaminan kesehatan perlu terus diperkuat melalui pendekatan keagamaan yang mudah dipahami.

Ia menambahkan, MUI telah memiliki fatwa yang memperbolehkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membantu pembayaran iuran JKN bagi masyarakat fakir miskin yang membutuhkan.

Selain itu, Cholil Nafis menilai Nusa Tenggara Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan program JKN berbasis syariah mengingat karakter masyarakatnya yang religius dan kuat dalam nilai-nilai kebersamaan.

Sementara itu, Ketua MUI NTB, TGH Badrun, memberikan apresiasi atas inisiatif BPJS Kesehatan tersebut. Ia mengajak seluruh pengasuh majelis taklim dan tokoh agama di NTB untuk turut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya jaminan kesehatan sebagai bentuk ikhtiar sekaligus wujud gotong royong sosial.

“Jaminan kesehatan merupakan bagian dari upaya menjaga diri dan keluarga. Semangat gotong royong dalam JKN juga sejalan dengan nilai Islam, yakni khairunnas anfa’uhum lin-nas-sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Melalui program TASBIH JKN, BPJS Kesehatan berharap sinergi dengan para tokoh agama dapat meningkatkan literasi masyarakat tentang Program JKN, memperluas kepesertaan, serta memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya perlindungan kesehatan demi terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.

Redaksi |

Kamis, 25 Juni 2026

Sambut Hari Jadi ke-386, Pemkab Bima Gelar Senam Sehat hingga Pemeriksaan Kesehatan Gratis ‎


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Pemerintah Kabupaten Bima menggelar kegiatan Senam Sehat Bersama yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis kegiatan donor darah Kamis pagi (25/06/2026) dalam menyambut dan memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-386 Bima tahun 2026 berlangsung meriah ini dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Bima.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Bima, Ady Mahyudi, Komandan Kodim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima, Ny. Murni Suciyanti dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bima, Ny. Hj. Anita H. Irfan serta para pejabat struktural fungsional dan staf perangkat daerah.

Bupati Ady Mahyudi menyampaikan bahwa momentum Hari Jadi ke-386 ini harus dimaknai dengan semangat kebersamaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, yang dimulai dari sektor kesehatan.

‎"Melalui kegiatan senam sehat dan aksi sosial ini, kita tidak hanya berolahraga untuk menjaga kebugaran fisik, tetapi juga mempererat tali silaturahmi seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat. Di usia Bima yang ke-386 ini, mari kita jadikan hidup sehat sebagai fondasi utama untuk bersama-sama membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera," ujar Ady Mahyudi.

‎Selain senam sehat, kegiatan yang turut dihadiri oleh para Kepala Perangkat Daerah Kepala Bagian agian Sekretariat Daerah, para Camat dan pimpinan BUMN tersebut, juga dilakukan penyuluhan kesehatan dan gemar makan buah sebagai bagian dari penjabaran Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). (Tim/ADV)

Selasa, 16 Juni 2026

Dokter RS Manambai Berikan Layanan Kesehatan Gratis ke Warga Desa Kakiang


Sumbawa, Media Dinamika Global – Kegiatan bakti sosial yang digelar BPD Desa Kakiang bersama Pemerintah Desa Kakiang dan sejumlah mitra kesehatan berlangsung sukses dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat. Selain memberikan layanan kesehatan gratis, kegiatan ini menjadi sarana edukasi penting bagi warga untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.

Dokter Arum dari RSUD HL Manambai Abdulkadir Sumbawa mengatakan, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan bertujuan membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan sejak dini sehingga dapat mengambil langkah pencegahan maupun penanganan yang tepat.

"Melalui kegiatan ini masyarakat dapat memeriksakan kesehatan secara gratis sekaligus mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat," ujar dr. Arum usai kegiatan bakti sosial di Aula Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, sebagian besar peserta yang mengikuti pemeriksaan dapat memperoleh layanan kesehatan dasar, konsultasi medis, serta arahan terkait upaya menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit tidak menular.

Tim medis juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar kondisi kesehatan tetap terpantau dengan baik.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut melibatkan tiga tenaga kesehatan dari RSUD HL Manambai Abdulkadir Sumbawa, yakni dr. Arum bersama Abdi dan Supriadi.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh layanan kesehatan gratis, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.

Inisiator kegiatan yang juga anggota BPD Desa Kakiang, Leny Hurniati, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada RSUD HL Manambai Abdulkadir Sumbawa serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada RSUD Sumbawa, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, PMI Sumbawa, Pemerintah Desa Kakiang, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Leny berharap kolaborasi yang telah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan guna menghadirkan berbagai program pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Kakiang.

"Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga masyarakat semakin mudah mendapatkan akses layanan kesehatan dan edukasi kesehatan yang berkualitas," harapnya. (Red)

Selasa, 05 Mei 2026

Kades Senggigi Apresiasi Sudamala Resorts dan Yayasan Bumi Insani Gelar Pemeriksaan Kanker Payudara Gratis

Kades, Yayasan Sudamala Bumi Insani, dan 
Bali Pink Ribbon Roadshow saat kegiatan, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Kepala Desa Senggigi, Mastur, S.E menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Sudamala Resorts dan Yayasan Sudamala Bumi Insani atas kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, khususnya pemeriksaan kanker payudara gratis bagi warga.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kanker payudara sekaligus bentuk kepedulian industri pariwisata terhadap lingkungan sekitar.

“Sudamala Resorts bersama Yayasan Sudamala Bumi Insani menjadi satu-satunya hotel yang sudah mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis seperti ini. Kami dari Pemerintah Desa sangat mendukung penuh kegiatan sosial kemasyarakatan ini,” ujar Kepala Desa Senggigi di ruangan kerjanya. Selasa, (5/5/26).

Ia berharap program tersebut dapat menjadi pilot project atau contoh bagi pelaku industri pariwisata lainnya dalam menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.

“Saya harapkan ini menjadi contoh kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian industri pariwisata kepada lingkungan, dan semoga kegiatan seperti ini terus berkelanjutan agar kesehatan masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.

Kades juga menegaskan bahwa Pemerintah Desa Senggigi selama ini terus berkomitmen mendukung sektor kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Ada tiga hal yang harus kita utamakan, yaitu kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Salah satunya adalah kesehatan. Untuk itu, kami sudah menganggarkan Rp272 juta untuk program kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai program, mulai dari layanan ambulance gratis hingga program BPJS gratis bagi warga yang belum tercover oleh program JKN, UHC, maupun bantuan pemerintah pusat dan kabupaten.

Dari total penduduk, terdapat sekitar 831 jiwa yang belum memiliki perlindungan BPJS kesehatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 650 orang yang benar-benar tidak mampu membayar BPJS mandiri kini ditanggung melalui program desa bernama BPJS Mandiri Kolektif yang dibiayai melalui APBDes setiap tahunnya.

“Ini merupakan satu-satunya desa yang mencanangkan pembayaran BPJS Mandiri Kolektif secara nasional. Baru Desa Senggigi yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Baca juga: https://www.mediadinamikaglobal.id/2026/05/tingkatkan-kesadaran-deteksi-dini.html

Ia menjelaskan, apabila ada warga yang terindikasi kanker atau penyakit serius lainnya, maka BPJS tersebut secara otomatis dapat digunakan untuk pengobatan, kontrol, hingga rawat inap.

“Semua ini membutuhkan biaya, dan semuanya sudah tercover melalui BPJS Mandiri Kolektif ini,” tegasnya.

Kades, Yayasan Sudamala Bumi Insani, dan 
Bali Pink Ribbon Roadshow saat kegiatan, (Ist/Surya)

Selain itu, Kepala Desa Senggigi juga menyoroti keberhasilan pemerintah desa dalam menekan angka stunting yang sebelumnya mencapai 32 persen.

“Saat saya mulai menjabat, angka stunting mencapai 32 persen. Alhamdulillah, sekarang sudah turun drastis menjadi 6,27 persen. Ini hasil kerja bersama yang terus kita genjot,” katanya.

Ia pun berharap Yayasan Sudamala Bumi Insani dapat turut berperan dalam membantu penanganan stunting melalui dukungan makanan bergizi bagi anak-anak.

“Saya berharap Yayasan Sudamala Bumi Insani juga bisa membantu memberikan makanan bergizi untuk anak-anak stunting di sini,” pungkasnya.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah desa, sektor pariwisata, dan lembaga sosial dalam membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Redaksi |

Senin, 04 Mei 2026

Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini, Sudamala Resorts dan Yayasan Sudamala Bumi Insani Gelar Pemeriksaan Kanker Payudara Gratis untuk Masyarakat

Sudamala Resorts bersama Yayasan Sudamala Bumi Insani saat gelar
Bali Pink Ribbon Roadshow di Lombok, (Ist/Surya)

Lombok Barat, Media Dinamika Global – Komitmen terhadap kesehatan perempuan kembali ditunjukkan oleh Sudamala Resorts bersama Yayasan Sudamala Bumi Insani melalui penyelenggaraan Bali Pink Ribbon Roadshow di Kantor Desa Senggigi, Kecamatan Senggigi, Kecamatan Lombok Barat. Selasa, (5/05/26. Program sosial ini menghadirkan edukasi sekaligus pemeriksaan kanker payudara gratis bagi masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker payudara.

Bekerja sama dengan Bali Pink Ribbon, rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi di dua lokasi berbeda, yakni pada 5 Mei 2026 di Kantor Desa Senggigi dan 6 Mei 2026 di Kantor Desa Medana, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA.

Program ini bertujuan memberikan akses layanan kesehatan preventif yang lebih mudah dijangkau masyarakat, khususnya perempuan, mengingat kanker payudara masih menjadi salah satu masalah kesehatan paling umum di dunia. Deteksi dini dinilai menjadi langkah krusial dalam meningkatkan peluang kesembuhan dan keberhasilan pengobatan.

Direktur SDM dan Keberlanjutan Korporat Sudamala Resorts sekaligus Ketua Yayasan Sudamala Bumi Insani, Sri Nuka, menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian dari nilai utama perusahaan.

“Di Sudamala Resorts, kami percaya bahwa keramahan tidak hanya berhenti di lingkungan properti kami, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat sekitar. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kesadaran kesehatan perempuan dan mendorong tindakan dini melalui pemeriksaan rutin,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Nancy selaku Manajer Operasional Bali Pink Ribbon. Ia menilai edukasi dan deteksi dini menjadi kunci utama dalam menekan angka kematian akibat kanker payudara.

“Kami bersyukur dapat bermitra dengan Sudamala Resorts dan Yayasan Sudamala Bumi Insani untuk membawa kesadaran kanker payudara langsung ke masyarakat Lombok. Pendidikan dan deteksi dini dapat menyelamatkan nyawa. Kami ingin mendorong perempuan agar memprioritaskan pemeriksaan rutin dan mengambil langkah proaktif untuk kesehatan mereka,” katanya.

Bali Pink Ribbon saat memberikan edukasi ke masyarakat, (Ist/Surya)

Pelaksanaan Bali Pink Ribbon Roadshow di Lombok juga mendapat dukungan dari Desa Senggigi, Desa Medana, Rumah Sakit Siloam, serta Komunitas Pink yang bersama-sama memperkuat dampak program ini.

Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Sudamala Resorts dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui Yayasan Sudamala Bumi Insani, yang fokus pada bidang kesehatan, pendidikan, pelestarian lingkungan, seni budaya, hingga pemberdayaan masyarakat.

Sebagai grup perhotelan Indonesia yang berdiri sejak 2011, Sudamala Resorts dikenal memadukan kekayaan budaya lokal, arsitektur tradisional, serta pelayanan khas Indonesia. Berawal dari Sanur, Bali, kini Sudamala Resorts telah berkembang ke berbagai wilayah Indonesia Timur, termasuk Senggigi di Lombok, Pulau Seraya Kecil, dan Labuan Bajo.

Melalui program ini, Sudamala Resorts menegaskan bahwa industri perhotelan tidak hanya tentang pelayanan wisata, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan perempuan Indonesia.

Sementara, Kepala Desa Senggigi, Mastur, S.E menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan pemeriksaan kanker payudara gratis yang digelar Sudamala Resorts bersama Yayasan Sudamala Bumi Insani melalui Bali Pink Ribbon Roadshow. Menurutnya, program ini sangat membantu warga, khususnya perempuan, dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker payudara.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kepedulian Sudamala Resorts dan Yayasan Bumi Insani. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga kami, terutama kaum ibu, agar lebih peduli terhadap kesehatan dan rutin melakukan pemeriksaan,” pungkasnya.

Redaksi |

Senin, 20 April 2026

Dari Desa untuk Sehat, Warga Poto Tano Sambut Hangat Program NTBCare

NTBCare bersama Pemdes Poto Tano, RSUD Asy-Syifa
Sumbawa Barat, dan Warga, (Ist/Surya)

Sumbawa Barat, Media Dinamika Global – Upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan cek kesehatan gratis dan donor darah yang digelar di Desa Poto Tano, Senin (20/4/2026).

Program yang diinisiasi oleh NTBCare bersama RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat ini menjadi solusi nyata bagi warga yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Direktur NTBCare, Yuni Bourhany, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan akses layanan kesehatan dengan mudah. Tidak semua warga punya kesempatan datang ke fasilitas kesehatan, kami yang mendekat ke mereka,” ujarnya.

Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari warga. Sejak pagi, masyarakat terutama kalangan lansia terlihat antusias memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan secara gratis.

Dokter Dila dari RSUD Asy-Syifa menjelaskan, pendekatan layanan kesehatan seperti ini sangat penting untuk mendeteksi dini berbagai penyakit yang kerap tidak disadari masyarakat.

“Mayoritas keluhan warga didominasi penyakit yang sering dialami lansia seperti hipertensi, diabetes, sakit kepala, hingga asam urat. Dengan kegiatan seperti ini, kita bisa langsung lakukan skrining awal,” jelasnya.

Selain itu, tim medis juga menemukan beberapa kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan, seperti anak kekurangan gizi, penyakit komplikasi yang kemudian langsung diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

Kepala Desa Poto Tano, Adi Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran layanan kesehatan langsung di desa sangat membantu masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih. Kegiatan ini benar-benar membantu warga kami, terutama yang selama ini kesulitan atau bahkan tidak sempat memeriksakan kesehatannya,” katanya.

Hal serupa diungkapkan Muhammad, salah satu warga yang mengikuti pemeriksaan kesehatan. Ia mengaku merasa terbantu karena bisa mengetahui kondisi kesehatannya tanpa harus pergi jauh.

“Alhamdulillah saya merasa lega setelah cek kesehatan. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami masyarakat kecil yang tidak tahu harus periksa ke mana,” ujarnya.

Antusiasme warga juga terlihat dari banyaknya peserta yang datang, bahkan Kepala Desa Poto Tano turut menjadi peserta pertama dalam pemeriksaan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Dengan partisipasi aktif masyarakat, kegiatan ini menjadi bukti bahwa layanan kesehatan yang mendekat langsung ke warga sangat dibutuhkan, terutama di wilayah yang akses kesehatannya masih terbatas.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses kesehatan yang layak dan merata.

Redaksi |