Cahyo : Bima Dibawah Cengkeraman IDP-DAHLAN Tak Membuahkan Prestasi


Mataram-NTB, Media Dinamika Global.Id.--
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Bima menyelenggarakan Diskusi Kepemiluan dengan Tema "Membangun Politik Rasionalitas demi Tercipatanya Kepemimpinan yang Berintegritas" Diskusi tersebut bertempat di SKB kabupaten Bima. Senin, 8 Agustus 2022.

Pada acara Diskusi Kepemiluan tersebut di hadiri oleh empat Narasumber diantaranya Ketua PA GMNI Bima Raya, Ketua KPU Kab. Bima, Ketua Bawaslu kab. Bima dan Sekretaris Kesbangpol kab. Bima, serta tamu undangan di berbagai kalangan Organisasi Kemahasiswaan.


Dalam sambutan Ketua DPC GMNI Kabupaten Bima Cahyo mengatakan, Diskusi Kepemiluan ini untuk mendiskusikan bagaimana caranya Bima ke depannya dan mau diarahkan dengan model apa. 


Dalam kepemimpinan IDP-Dahlan gagal dan sulit memahami persoalan apa yang terjadi tengah-tengah masyarakat, mulai dari awal kepemimpinannya sampai saat sekarang, apalagi sesuai tema diskusi tersebut mendambakan terjuwujudnya kepemimpinan yang berintegritas pada periodesasi selanjutnya.

"Perbincangan dalam diskusi tersebut efisien dengan sikon objektif kabupaten Bima, mulai dari stigma masyarakat memandang bahwa terah dinasti di kabupaten Bima mempunyai kekuatan magic yang tidak biasanya di miliki oleh masyarakat pada umumnya," ungkapan Cahyo disapa akrab Bung Cahyo.


Lanjutnya, Padahal itu mistifikasi yang seharusnya tidak mendarah daging di masyarakat Bima, dan bahanya lagi persoalan ini di yakini sebagai kebenaran yang hakiki. Dalam segmen implementasi platform IDP-Dahlan tidak relevan dengan Urgensi kasus-kasus di kabupaten Bima.


"Sungguh ironis setelah disahkan UU TPKS malah di kabupaten Bima kian hari semakin marak kejadian kekerasan Seksual dan ini tertuang didalam catatan sejarah buruknya Bima dibawah cengkaraman IDP-Dahlan." ujar Cahyo.

Lanjut Bung Cahyo, Pemimpin yang buruk terlahir dari pondasi yang buruk pula, maka dalam forum kecil seperti diskusi ini mulai dibangun kesadaran berpikir Rasional untuk Bima yang sedang mengalami hamil tua, apakah melahirkan anak yang bisa membawa perubahan atau malah sebaliknya melahirkan anak yang buruk dixetak oleh masyarakat dengan stigma irasionalnya seperti apa yang terjadi sekarang.

"Konstruksi berpikir rasional perlu dibangun dalam dunia aktivis mahasiswa seperti dalam forum diskusi kepemiluan ini," tuturnya.

Ketua DPC GMNI Kabupaten Bima menambahkan, kemudian nantinya bisa berangsur mengakar dikalangan masyarkatan sosial dan di transformasikan agar ini menjadi kultur modern yang bisa membangun Rasionalitas dalam dunia perpolitikan," tutup Cahyo. (MDG.01).
Load disqus comments

0 comments