Pengguna Jalan Resah, Bahu Jalan Penuh Tumpukan Kayu Jati Milik Warga


Bima-NTB. Media Dinamika Global.Id.-- Tumpukan kayu jati gelondongan milik warga di Desa Sie Kecamatan Monta Kabupaten Bima, dirasa mengganggu aktivitas lalu lintas, bahkan menimbulkan terjadinya kecelakaan. Selasa, (02/07/22).

Adanya kayu yang tersimpan oleh warga ini, dihawatirkan terjadinya kecelakaan, pasalnya sebagian bahu jalan ditutupi oleh kayu milik salah satu warga yang siap dijual.

Akan tetapi sebelum dijual pemilik kayu tersebut menyimpan kayu di pinggir jalan untuk kemudian di somel dan penyimpanan ini akan terjadi berhari-hari bahkan berminggu-minggu, hal inipun sangat meresahkan sekali bagi para pengendara.

Beberapa warga pengendara roda dua maupun roda empat keluhkan dengan adanya kayu tersebut, karena setiap terjadi papasan antara mobil dengan mobil maupun motor, mereka terpaksa berhenti, karena jika dipaksakan melintas di depan kayu tersebut, maka akan terjadi tabrakan.

Salah seorang pengendara motor yang enggan disebutkan namanya mengatakan pada Media ini, saya berharap akan ada tindakan dari Pemerintah, agar tidak terjadi kecelakaan, bagi kami pengguna jalan, "apalagi ketika malam hari, terkadang saya tidak ingat ada kayu ini," ujarnya.

Apalagi lampu motor saya tidak begitu terang, ditambah lagi adanya sopir yang bandel, dua tidak mau pelan-pelan meski berpapasan dengan motor, jadi dalam hal ini saya berharap secepatnya ditangani oleh Pemerintah.

Menurut Media ini, jika tidak dilakukan penertiban oleh pihak-pihak terkait, hal ini, Pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten agar bekerja sama dengan pihak keamanan TNI-POLRI, maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (Kecelakaan).

Pihak Pemerintah Kecamatan atau Camat Monta belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini dikarenakan beliau sedang tidak di Kantor, akan tetapi beberapa Anggota SAT POL PP akan menyampaikan informasi ini dan akan berusaha menertibkan persoalan ini, tentunya bekerja sama dengan pihak Koramil 1608/07 dan pihak Kapolsek Monta. (MDG 002).

Load disqus comments

0 komentar