Bang Uba Leu: Ini Kritik dan Masukan Terhadap Hari Jadi Bima

Foto: Bang Uba Leu (Surya Ghempar).

Mataram-NTB, Media Dinamika Global.Id.--
Momentum hari jadi Bima dalam kerancuan. Tahun berdirinya Bima ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bima pada Tahun 5 Juli 1640 M. 


Penetapan hari jadi Bima ini, dikritisi oleh pegiat sejarah, Bang Uba Leu. Menurutnya, Penetapan hari jadi Bima merupakan penetapan yang asal-asalan tanpa meihat bagaimana sejarah Bima kala itu. 

“Harus dikritisi, karena bagi saya ini akan melahirkan kesala pahaman dalam keluhuran dan kebenaran sejarah Bima,” kata Bang Uba Leu, saat ditemui awak media di kedai Abah. Senin, (4/7/22).

Di jelaskan Uba Leu, Bima merupakan pemuda yang berlayar ke tanah Timur, pada tahun (562 M), setelah sampai di Tanah timur, Bima bertemu dengan putri Nagatasik (perempuan berisik) Lalu Bima meludahi putri itu lalu lahirlah putri yang namanya Mbojo. Setelah lahir Mbojo, Bima melanjutkan perjalanan menuju Timur, pulang dari arah Timur melihat anaknya Mbojo sudah remaja, lalu menikahi Mbojo. Maka lahirlah Indra Jamrud dan Indra Komala. 

“Disini juga Rancu, Bima meludahi Putri Nagatasik, melahirkan Mbojo. Pertanyaannya, temuan kesehatan mana yang mempu membuktikan bahwa hasil ludahan melahirkan kepala Manusia,” tanya pemuda yang murah senyum ini

Lanjutnya, Dalam prespektif sejarah, Bima dalam tiga rentetan sejarah. Yang pertama Tahun kehadiran Bima, itu tahun (562 M), Tahun kedua, adalah perubahan status Kerajaan Bima menjadi Kesultanan Bima, itu tahun (1640 M) dan ke tiga adalah Bima menyatu dengan NKRI itu tahun (1959 M) 

“Dengan ini, kita bisa katakan bahwa Bima berdiri pada tahun (652 M) atau (1959 M), bukan (1640 M),” terangnya 

Bang Uba leu menambahkan, seharusnya  Pemerintah Kab. Bima memperingati hari jadinya, pada tahun 652 M, pada saat Bima berlayar ke tanah Mambari itu, atau pada tahun (1959 M) pada saat Bima bergabung ke NKRI, bukan pada tahun (1640 M), karena pada tahun itu, bukan berdirinya Bima, tapi perubahan status kerajaan menjadi Kesultanan. (MDG.01).
Load disqus comments

0 komentar