Dugaan Bupati Bima Korupsi Pembangunan Masjid Agung, Ketua GMNI Kab. Bima Angkat Bicara


Kabupaten Bima-NTB, Media Dinamika Global.Id.--
Awalnya
 tidak percaya dan saya katakan tidaklah mungkin dengan adanya dugaan terkait Bupati Bima korupsi pembangunan masjid agung, tapi ternyata 5 media Nasional diantaranya : Kompas.com, Republika.co.id, detik.com, Voi.id dan idntimes sudah mempublikasikannya. Dengan hasil pemerikasaan BPK provinsi senilai 8,4 miliar, wah ini bukan nominal yang main-main, KPK harus mengatensi kasus ini dengan segera. Hal ini disampaikan oleh Ketua GMNI Kabupaten Bima, Bung Cahyo.

Kata dia, Sungguh ironis, bupati bima sang keturunan dinasti megah dengan kekuasaan hanya di pegang oleh keluarga mereka sahaja melakukan penyelewengan anggaran pembangunan masjid, bupati bima yang cantik, anggun serta janda yang berwibawa di hadapan rakyat kabupaten bima tidak semestinya melakukan hal yang demikian.

Mendengar dugaan ini, saya mendeklarasikan "sudah cukup pemimpinan seperti Indah Damayanti Putri memegang kekuasaan secara berkesinambungan di kabupaten Bima", Mungkin Hari-hari kemarin IDP di agung-agungkan oleh segelintir manusia di kabupaten bima, tapi sekarang IDP tidak lagi pantas menjadi 01 di tanah keramat ini," ungkapan Bung Cahyo pada awak Media ini. Rabu, (8/6/).

Lanjutnya, Melirik model sikon kepemimpinan IDP sebagai Bupati Bima hanya berorientasi meneruskan kepemimpinan almarhum suaminya (Dae Feri), tidak memiliki inisiasi sendiri untuk daerah yang maju dan daerah yang berkepribadian kokoh.

Menurut dia, Bukan anggaran yang sedikit 8,4 miliar bagi saya yang strata rakyat kelas bawah, dari 2021 bupati bima pernah beberapa kali di laporkan ke KPK namun alhasilnya bertepuk sebelah tangan," ujar Ketua GMNI Kabupaten Bima.


Sambungnya, Momentum laporan kali ini akan menjadi saksi dan akan menelajangi secara langsung seluruh kebusukan penyelewengan anggaran yang di lakukan Bupati Bima selama masa kepemimpinannya. 

"Saya percaya KPK, verifikasi laporan sedang berlangsung, bupati bima mulai merinding, muka pucat akan mulai nampak. Moga-moga pihak pelapor terus presure KPK, agar supaya KPK turun gunung dan akan menjadi cikal bakal runtuhnya Dinasti otoriter yang selama ini mengakar kuat di kabupaten bima," pungkas Bung Cahyo. (MDG.01).
Load disqus comments

0 komentar