Hentikan Represif Keluarga Pasien, GMNI DPC Bima Gedor RSUD Sondosia

Foto: Massa Aksi Beroperasi Ilmiah di Depan Kantor RSUD Sondosia.

Kabupaten Bima-NTB, Media Dinamika Global.Id.--
Hentikan Kriminalisasi kepada keluarga Pasien, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Bima menggelar Aksi unjuk rasa di depan kantor Rumah Sakit Sondosia, bertempat di kecamatan Bolo, kabupaten Bima. Kamis, (12/5/22).


Tindakan premanisme terjadi di RSUD Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Beberapa hari lalu, salah satu warga bernama Deden, sekitar pukul 19.30 Wita membawa pasien ke RSUD Sondosia dengan kendaraan minibus.
Tiba di RSUD Sondosia, Deden mengaku perawat hanya menyediakan kursi roda dan pergi ke sebuah ruangan sambil pencet Handphone. Setelah itu, pihak medis tidak ada upaya melakukan tindakan awal seperti angkat pasien ke kursi atau mendorong kursi. Karena panik, Deden mengaku berontak karena melihat pelayanan buruk.

“Karena panik saya ngamuk ngamuk, saat itu juga perawat bernama Noval pukul saya berkali-kali hingga berdarah,” ujar Deden.

Berawal dari kasus tersebut, Gerakan Nasional Mahasiswa Indonesia (GMNI) dan sejumlah pemuda Desa Darusalam menggelar aksi demo di depan RSUD Sondosia, Kamis (12/5), sekitar pukul 10.00 Wita. Saat aksi, mereka menuntut Pemberhentian secara tidak terhormat kepada Noval selaku perawat di rumah sakit setempat. Stop diskrimasi dan tindakan represif terhadap pasien maupun keluarga pasien.

“Apa yang dilakukan oknum perawat tersebut adalah aksi premanisme, sehingga wajib di proses sesuai hukum berlaku,” tegas Korlap Abdul Najib.

Selain itu, mereka berharap kepada pihak berkompeten mengevaluasi kinerja di RSUD Sondosia. Juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima segera merealisasikan rumah sakit setempat sebagai tempat rujukan tingkat Provinsi NTB.

“Kita minta pemerintah perjelas status akreditasi RSUD Sondosia demi kemaslahatan umat,” terangnya.


Mewakili Kadis Kesehatan Kabupaten Bima, Kabid Pro Kes, Alamsyah, S.Km mengatakan, aksi yang dilakukan saat ini sebagai bentuk kepedulian terhadap RSUD Sondosia. Terkait kasus yang mengemuka saat ini, Dinas Kesehatan akan menindaklanjuti, pihaknya mengaku akan bertanggungjawab dan memohon maaf atas insiden tersebut.

“Masalah ini akan ditindaklanjuti dan kita mohon maaf atas insiden tersebut,” ucapnya.

Terkait tuntutan bahwa konsekuensi pemecatan terhadap oknum perawat tersebut. Tentu ada tahapan, sehingga pihaknya belum berani menyampaikan seperti apa hasilnya.

“Yang jelas masalah ini sudah dilaporkan ke dinas. Kita tunggu seperti apa hasilnya,” pungkasnya.

Kaitan masalah status RSUD Sondosia, baru baru ini pihaknya mengikuti rapat, tentu sebagai upaya memperjuangkan status rumah sakit,” tutup Alamsyah.

Sebelum melakukan aksi demo di depan RSUD Sondosia, sejumlah massa aksi melakukan hal yang sama di Pertigaan Darusalam. (MDG.01).
Load disqus comments

0 komentar