Ketua Dekranasda Kota Bima Hj. Ellya HM Lutfi Hadiri Perhelatan Muffest + 2022 di Jakarta


Kota Bima. Media Dinamika Global. Id. Ketua Dekranasda Kota Bima Hj. Ellya HM Lutfi menghadiri perhelatan Muffest + 2022 di Jakarta pada pekan terakhir di bulan April 2022. Muslim Fashion Festival+ (MUFFEST+) 2022 persembahan Indonesian Fashion Chamber (IFC) dihelat untuk mempercepat kebangkitan industri fesyen muslim tanah air pasca pandemi dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia.  

Bersama Ali Charisma, National Chairman IFC, dan Windu Wijaya, Direktur Kinarya Cipta Kreasi, enam Kementerian RI, mulai dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil  Menengah (KUKM) RI, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) digelar di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta.

Teten Masduki, Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia menyatakan penyelenggaraan MUFFEST+ penting untuk mempromosikan muslim fesyen Indonesia ke luar negeri dan mempertemukan berbagai pihak seperti UMKM, desainer, akademisi, asosiasi, dan pelaku bisnis.

Menurutnya, ini merupakan ekosistem yang perlu dibangun dan ditingkatkan. MUFFEST+ ditargetkan menjadi event skala internasional untuk mewujudkan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia. Pemerintah telah menetapkan halal industry sebagai salah satu keunggulan ekonomi Indonesia, salah satunya sektor fesyen yang berpotensi menjadi lokomotif dalam industri halal. Dengan mengangkat kearifan lokal dan pelaku UMKM yang kreatif, Indonesia bisa menjadi tuan rumah untuk pasar fesyen muslim global.

Peragaan busana yang digelar pada hari pertama perhelatan MUFFEST+ 2022 menampilkan hasil kolaborasi para penggiat sektor fesyen muslim. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersinergi dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) mempersembahkan karya Ferry Kuncoro, Dhiah Kahar, Asal, Safira Maisy, Andre Manangga, dan Linda Hamidy Grander dalam menuangkan kain NTB unggulan menjadi busana muslim yang dapat diterima pasar lebih luas. Kemudian Fashion Parade menampilkan karya para member IFC yaitu Monika Jufry, Feymil Chang X Dekranasda Kabupaten 50 Kota, Nina Nugroho, Batik Chic, Charlie Bravo, dan Rose.Ma.Lina X Defrico Audy. 

Tak hanya menampilkan fashion show, MUFFEST+ kembali menggelar Seminar Trend Forecasting 23/24 dengan tema “Co-Exist” oleh Fashion Trend Forecasting yang didukung Kemendikbudristek RI. Pelaksanaan seminar proyeksi tren di tahun mendatang ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dan Research & Development dalam industri fesyen muslim Indonesia. (***)

Load disqus comments

0 komentar