Peduli Angka Stunting di NTT, AWK Berikan Bantuan Makanan Ke Bumil dan Balita di Ende

Keterangan Foto: Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Angelius Wake Kako Saat Penyerahan Bantuan

Ende, Media Dinamika Gobal.Id - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Angelius Wake Kako berikan bantuan makanan tambahan bagi balita dan para lansia di wilayah Kelurahan Tentandara Ende, Kamis, 10/03/2022.

"Bantuan makanan tambahan ini adalah bentuk kerjasama DPD RI dan Menteri Kesehatan untuk membantu penurunan angka stunting di wilayah NTT, khususnya kabupaten Ende,"  ucapnya. 

Senator Angelius Wake Kako menyampaikan bahwa bantuan makanan tambahan bagi balita, ibu hamil dan lansia pada 11 posyandu di kelurahan Tetandara merupakan bentuk kepedulian terhadap angka stunting di Nusa Tenggara Timur yang cukup tinggi.

Angelo memberikan apresiasi kepada para kader posyandu yang sudah bekerja secara maksimal dalam melayani masyarakat khususnya Ibu hamil dan balita dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima.

"Dari diskusi dan aspirasi yang diperoleh hari ini, nasib para kader posyandu memang cukup menyedihkan dan memperhatikan berkaitan dengan insentif yang mereka terima tidak sebanding dengan tugas dan tanggung jawab yang mereka embani," ujarnya.

Para kader posyandu harus semestinya diapresiasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ende dengan memperhatikan nasib mereka, karena mereka adalah ujung tombak yang mengetahui secara real perkembangan generasi kita dalam hal ini balita, ibu hamil serta lansia.

Senator yang akrab dipanggil AWK ini menegaskan bahwa Pemerintah Daerah tidak boleh tutup mata terhadap para kader posyandu. Ke depan kita akan bekerja sama dalam program-program pemberdayaan untuk memenuhi kebutuhan gizi balita dan ibu hamil, untuk itu tenaga kader Posyandu harus benar-benar profesional. 

Kader Posyandu, Frince Huki mengucapkan terima kasih kepada bapak Angelo Wake Kako yang telah memberikan bantuan makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil. 
"Ini adalah kebutuhan mendasar bagi balita dan ibu hamil," tuturnya. 

Frince menjelaskan bahwa ada beberapa kendala yang dihadapi oleh para kader saat ini yaitu minimnya alat kelengkapan posyandu, seragam serta intensif para kader. Kami berharap agar hal ini bisa terwujud nantinya.
(MDG. Orbyn Nggala)
Load disqus comments

0 komentar