Diduga Pengaspalan Jalan Rumah Relokasi Banjir di Desa Tambe Ada Konspirasi dan Pihak HK Sampaikan ini

Keterangan Foto: Aspal Rusak di jalan rumah relokasi banjir di Tambe.

Bima-NTB, Media Dinamika Global.Id -- Beberapa persoalan yang menyuap di permukaan publik hingga muncul mosis ketidak percayaan masyarakat kabupaten Bima, kali terkait dengan pengaspalan jalan Rumah relokasi banjir di Desa Tambe, kecamatan Bolo, kabupaten Bima. Hal disampaikan Abdurahman, S.Pd selaku tokoh Muda Desa Tambe saat diwawancarai Media Dinamika Global.Id, Kamis (10/3/2022).

Kata dia, Pekerjaan pengaspalan jalan Rumah relokasi banjir tak berkualitas hingga jalan tersebut banyak sekali kerusakan," ungkapan Abdurahman Sapaan Akrab Isla Chaha.

Sambung Isla Chaha, sesuai dengan fakta lapangan pekerjaan tersebut sangat disayangkan padahal anggaran cukup besar.

"Diduga pekerjaan ini asal-asalan yang dikerjakan oleh pemenang tender serta pelaksana pengaspalan jalan," ujar Isla Chaha.

Isla Chaha menegaskan, Pihak Hutama Karya (HK) sebagai penanggung jawab atas proyek rumah relokasi banjir dan jangan main-main karena menyakut keuangan Negara untuk  kesejahteraan warga kabupaten Bima yang terdampak banjir.

"Pelaksana pengaspalan jalan relokasi rumah relokasi jangan berkerja sembarangan seperti ini," tegas Putra Tambe.

Keterangan Foto: Isla Chaha selaku tokoh Muda Desa Tambe

Lebih lanjutnya, Baru satu bulan pengaspalan jalan, kok sudah Rusak dan pekerjaan ini tak berkualitas, apalagi untuk beberapa bulan dan beberapa tahun kedepannya aspal ini akan hancur bahkan hilang sama sekali.

"Disisi lain, diduga kuat ada konspirasi busuk antara Pelaksana pengaspalan dengan pihak HK sebagai penanggung jawab Proyek besar ini," tutur Chaca.

Ditambahkannya, intinya pihak harus tanggung jawab atas kelalaian dalam pekerjaannya, hingga pihak HK percaya dengan pemenang tender pengaspalan jalan Proyek Rumah relokasi ini.
"Dalam waktu dekat kami akan blokade jalan sudah lalai menggunakan uang Negara," ancam Isla Chaha.

Tak hanya itu, Hendra sabagai warga Tambe senadah dengan disampaikan Isla Chaha, yang pastinya pekerjaan ini sudah diluar dari prosedur.

"Ia, diduga kuat Kongkalikong pihak HK dan Pemenang tender pengaspalan jalan Rumah relokasi banjir," pungkasnya.

Terpisah, Koordinator Lapangan PT. Hutama Karya (HK) Ngurah Theo membantah, Itu proyek tidak ada tender2an bang, Dan jalan yg rusak sedang proses pecing/perbaikan, Namanya pengaspalan sewaktu hujan pasti ada kerusakan akibat cucaca tidak baik.

"Saran saya jangan melakukan pemblokan, Tapi laporkan ke BPKP dan ke KPK sekalian bang biar sekalian tau motifnya apa," ucap Ngurah saat dikonfirmasi Lewat WhatsAppnya.

Sambung Ngurah, Karena manyangkut uang negara kan kita siap di periksa lembaga negara setara BPKP/KPK. Kurang lebih seperti itu bang penjelasan kita.  Dan kita di bayar sesuai vol. Dan mutu yg terpasang .jika mutu kita jelek Volume kurangdan tidak sesuai mutu recana ya kita akan di bayar sesuai itu. begitu prosedur kontrak berbunyi bang Dan kita disini masih ada perawatan selama 6 bulan kedepan bang.

"Kita sedang dalam proses opname dan minggu depan akan turun Pemeriksaan," ujarnya.
Lebih lanjutnya, Asphal sudah rusak seja pangaspalan pertama. karena kondisi base di guyur hujan, Kita tidak lari dari tanggung jawab bang. Semua masih tanggung jawab mita dalam perawatan.

"Penekanannya seperti ini, kita wajib mengembalikan uang negara jikalau nanti ada temuan Pertama. Volume tidak sesuai. Kedua mutu tidak sesuai spesifikasi/RKS," tutupnya.
Load disqus comments

0 komentar