Bangun Postu Diatas Tanah Warga, Kelurahan Nungga akan Dilaporkan Ke Polda NTB

 


Kota Bima-NTB, Media Dinamika Global.Id -- Terjadi Konspirasi selubung antara Kelurahan Nungga dan Camat Rasanae Timur dengan adanya Persoalan yang dihadapi oleh salah satu masyarakat lingkungan Toloweri kelurahan Nungga atas nama Bapak Muhtar Anwar. Hal ini disampaikan oleh Ardiansyah selaku Konsultan Hukum pada awak Media ini. Rabu, (2/3/2022).

Kata dia, Kelurahan Nungga dan Camat Rasanae Timur gagal dan cacat dalam kepemimpinan, sehingga membiarkan pembangunan postu diatas tanah warga," ungakapan Ardiansyah saat diwawancarai awak media ini.

Sambungnya, tanah untuk pembangunan postu tanpa sepengetahuan, berkoordinasi, dan seijin Bapak Muhtar Anwar padahal itu tanah miliknya, Kelurahan Nungga harus tanggung jawab atas persoalan ini karena kelurahan sudah lancang dan berani mengambil lahan warga tanpa ada persetujuan pemilik lahan.

"Kami kecewa dan sayangkan sikap   Kepala Kelurahan Nungga dan camat Rasanae Timur membangun Postu diatas tanah warga," ujarnya.

Dia menegaskan kepada Kelurahan Nungga dan camat Rasanae Timur, jangan sampai pembangunan Postu itu akan berkelanjutan karena dengan kekuasaan kalian sehingga semena-mena merampas hak milik rakyat, dalam persoalan ini kami tidak hanya laporkan ke Polres Bima Kota bahkan kami akan laporkan sampai kepada Polda NTB.

"Kami menduga kuat bahwa Kelurahan Nungga dan camat konspirasi selubung yang terlibat langsung dalam persoalan yang dialami oleh keluarga kami," tegasnya.

Lanjutnya, Camat hari ini pura-pura buta dengan persoalan yang dihadapi masyarakatnya. Dalam beberapa Minggu lalu tanggal, 22 February 2022, kami dari pihak keluarga yang merugikan pernah bersurat terkait klarifikasi sekaligus Surat gugat pembatalan pembangunan Postu sampai sekarang tidak ada tanggapan baik dari camat.

"Kami mendesak kepada camat dan Walikota Bima terutama Kepala Kelurahan Nungga agar segera memberikan titik terang terhadap atas yang dialami rakyatnya, yakni bapak Muhtar Anwar selaku korban yang memiliki tanah tersebut, jikalau tidak maka dikhawatirkan  terjadi instabilitas yang tidak di inginkan," ancamnya. (MDG.Firdaus).
Load disqus comments

0 komentar