UKM RBM STIH Muhammadiyah Bima Serahkan Batuan Ke Putri Zakia Asal Kowo Sape yang Idap Tumor Mata

Keterangan Foto: Putri Zazkia Berbaring di tempat tidur, Kedua Ortu Putri Zazkia, dan Relawan Bencana Mahasiswa STIH Muhammadiyah Bima

Bima-NTB, Media Dinamika Global.Id -- UKM Relawan Bencana Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Muhammadiyah Bima menyerahkan Bantuan Kepada Putri Zazkia Zahrani, Perempuan, umur 3 tahun 6 bulan, asal Desa Kowo, kecamatan Sape, kabupaten Bima yang sedang mengidap Penyakit Tumor Mata. Sabtu, (5/2/2022).

Ardian salah satu anggota UKM RBM Muhammadiyah Bima mendapatkan informasi dengan adanya masyarakat tidak mampu di Desa kowo, kecamatan Sape yang mengidap Tumor Mata yang  membutuhkan perawatan medis. Tetapi keterbatasan ekonomi, tak ada biaya untuk berobat kembali.

Mendengar informasi tersebut, M. Fauji selaku Ketua Umum UKM RBM STIH Muhammadiyah Bima langsung bergerak dan menghendel anggotanya untuk segera melakukan gerakan kemanusiaan dalam bentuk menggalang Dana di beberapa titik di Kota Bima Selama dua hari penuh.

"Alhamdulillah, selamat Galang dana dua hari berjalan dengan lancar," ucap Fauzi.

Sambung Ketua Umum, Hasil Galang ini kami serahkan kepada keluarga Putri Zazkia yang diwakili oleh Orang tuanya, yakni Bapak Mutiurrahman," jelasnya.

Sementara Orang tua Putri Zazkia, Bapak Mutiurrahman  umengucapkan, Terimakasih banyak kepada Kampus STIH Muhammadiyah Bima, lebih khususnya Adik-adik UKM Relawan Bencana, Mahasiswa STIH Muhammadiyah Bima.

"Semoga dengan adanya bantuan ini bisa meringankan beban dialami oleh keluarga kami, sekali lagi kami sekeluarga ucapkan terimakasih banyak," ucapan Orang tuanya.

Orang tua Putri Zazkia juga, menceritakan, kami sebagai  keluarga sudah pernah berobat ke RSUD kabupaten Bima, namun RSUD Bima tak ada dokter spesialis Mata, dan rujuk ke RSU Provinsi NTB disana pun tak ada Dokter spesialis mata, dan RSU Provinsi NTB, menyarankan 3 pilihan yakni, RSU Bali, Surabaya, dan RSU Makassar, akhirnya kami keluarga mengambil berobat ke RSUP Surabaya.

"Ironisnya, setelah pulang dari RSUP Surabaya malah kedua matanya diserang tumor, hingga saat ini dokter menyarankan untuk segera kembali ke RSUP Surabaya, akan tetapi keluarga Putri Zazkia tak biaya untuk berobat lagi di RSUP Surabaya," pungkasnya.

Tak hanya itu, Firdaus Selaku Kadis Humas dan ITE menyampaikan, berharap kepada para dermawan agar ikut andil dalam membantu adinda Putri Zazkia untuk melewati penyakit yang dialaminya. Tentunya ulur tangan dari semua pihak untuk penyembuhan Adinda Putri Zazkia.

"Semoga Kedua orang tuanya tetap bersabar atas musibah dialami anaknya," harapan Firdaus.

Sementara, Ardin Selaku Kadis Aksi dan Advokasi, mengimbau  agar pemerintah membuka mata terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis, Mulai pemerintah Desa Hingga pemerintah Daerah wajib bereaksi," imbuhnya.

Menurut dia, mendapatkan pelayanan kesehatan dan penyembuhan secara paripurna merupakan Hak Asasi Manusia (HAM) yang harus diberikan Negara.

"Tanggung jawab moral pemerintah juga berkewajiban untuk hadir terlibat aktif dalam melayani masyarakat yang membutuhkan perawatan intensif dari pihak medis dan kesehatan masyarakat," tegasnya.

Untuk informasi lanjut Hubungi langsung orang tua Putri Zazkia, Bapak Mutiurrahman di Via HP. 0853 3317 7064 .(MDG.001).

Load disqus comments

0 komentar