Diduga Salah Penanganan, Pasien Hamil yang Dirawat di PKM Bolo Meninggal


Kabupaten Bima, Media Dinamika Global.Id  -- Seorang ibu hamil bernama Rosdiana (32) asal Desa Rasabou Kecamatan Bolo Kabupaten Bima NTB dikabarkan meninggal, Senin (31/1/22) sekira pukul 15:30 wita. Korban meninggal dunia, tak lama setelah mendapatkan perawatan rujukan di RSUD Bima.

Dari informasi yang dihimpun, almarhumah yang diketahui hamil sekira tujuh bulan tersebut masuk dan dirawat di PKM Bolo, Senin Siang tadi dengan keluhan pembekakan pada kaki.

Namun setelah mendapatkan perawatan medis di PKM Bolo, almarhumah tiba-tiba kritis dan kejang kejang hingga di rujuk ke RSUD Bima. Pihak keluarga menduga ada kesalahan penangan medis oleh PKM Bolo.

"Tak lama setelah dua kali disuntik lewat cairan infusnya, tetiba kondisi almarhumah langsung lemah, kemudian kejang-kejang dan seluruh tubuhnya kaku. Bahkan hidungnya mengeluarkan darah. Kami menduga ada kesalahan dalam penanganan almarhumah," ungkap salah satu keluarga almarhum yang sempat mendampinginya saat dirawat di PKM Bolo.

Ketika almarhumah kritis, Lanjut dia menjelaskan, semua petugas medis PKM Bolo panik. Mereka keluarkan semua peralatan termaksud tambung oksigen kemudian di rujuk ke RSUD Bima. 

Pihak keluarga yang lain juga menuturkan, bahwa sebelum mendapatkan perawatan medis di PKM Bolo, kondisi almarhum awalnya baik-baik saja, bahkan terlihat sehat. Namun setelah dua kali disuntik, korban tiba tiba kritis. "Awalnya almarhumah baik-baik saja, setelah masuk cairan yang disuntik lewat infusnya, korban langsung kejang kejang," ungkap singkatnya. 

Terpisah, Dr. Heni yang sempat menangani almarhumah, pada media ini menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan pelayanan sesuai SOP. Bahkan sebelum disuntik, pasien dicek terlebih dahulu penyakit yang dikeluhkan lewat air seni. 

"Kita selalu menangani pasien berdasarkan SOP. Dari hasil laboratorium yang kita cek lewat air seni, pasien ada gejala keracunan kehamilan. Sehingga diberikan suntikan cairan," kata Dr. Heni. (MDG.RED).

Load disqus comments

0 komentar