Suryadin; Sekretaris LPPN Prov. NTB Angkat Bicara Terkait Kasus Kriminalisasi Terhadap Guru


Dompu. Media Dinamika Global. Id. Kasus-kasus kekerasan terhadap guru masih kerap terjadi di negeri ini. Tidak terkecuali di Kabupaten Dompu NTB, kemarin hari Kamis Tanggal 2/12/2021 terjadi lagi Kasus serupa menimpa Seorang guru di SMA Negeri 1 Hu,u bernama Syarifuddin ( 36 ). Korban di duga dikeroyok oleh wali murid hingga bengkak wajahnya dan jari manisnya mengalami patah akibat pukulan.

Hal tersebut menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Guru sebagai pendidik dan orang tua kedua bagi anak-anak justru mendapatkan perlakuan tidak manusiawi, bahkan dilakukan oleh wali murid sendiri.

Sekretaris Lembaga Pengawas Pejabat Negara ( LPPN ) Propinsi NTB Suryadin, S.Pd.I,SH pun angkat bicara terkait kekerasan yang menimpa guru tersebut. SURYADIN yang biasa di sapa GURU GALE ini mengaku prihatin sekaligus menyayangkan terjadinya kasus penganiayaan terhadap guru oleh orang tua murid hanya karena pengaduan anaknya tanpa di klarifikasi terlebih dahulu kebenarannya.

" Kita Prihatin Dengan Kasus Kekerasan Yang Melibatkan Pendidik Terus Terjadi, Juga Sangat Menyayangkan Kejadian Ini, Dimana Orang Tua Langsung Menganiaya Guru Tanpa Meng Klarifikasi Terlebih Dahulu Kebenaran Pengaduan Anaknya," Cetusnya.

Suryadin ( GURU GALE ) yang memiliki postur tinggi besar ini menegaskan" kasus guru yang dipukul orang tua murid sering menjadi masalah yang menimbulkan trauma bagi rekan- rekan guru. " Saya ikut merespon Bahwa Guru adalah pengganti orang tua saat di sekolah. Percayakan sepenuhnya kepada guru dalam mendidik anak-anak kita," pintanya.

Ditegaskan Suryadin, penghormatan terhadap guru telah mengalami pergeseran. Pada masa lalu, guru merupakan sosok yang sangat disegani dan dihormati layaknya kedua orang tua siswa sendiri. Bahkan guru tersebut sebagai orang tua siswa saat di sekolah. Guru adalah sosok yang di beri tanggung jawab atas segala hal yang terjadi terhadap siswa selama siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Tidak heran ketika siswa melakukan kesalahan di sekolah dan di hukum guru, kemudian siswa tersebut pulang kerumah, maka siswa tersebut tidak akan mendapatkan pembelaan dari orang tuanya, bahkan justru mendapat hukuman tambahan dari orang tua nya.

" ironis memang,,,dahulu guru sangat di segani dan di hormati oleh siswa maupun orangtua siswa. Tetapi kini Dunia sudah terbalik," tuturnya Sembari berharap agar kasus kriminalisasi terhadap guru tidak terjadi lagi.(Guru Gale).

Load disqus comments

0 komentar