HMPD NTB DKI Desak Kadis Pertanian Kab.Bima Mundur Dari Jabatannya


Jakarta. Media Dinamika Global. Id. - Kadis pertanian kab.bima diminta mundur , HMPD NTB DKI ,  kaya masalah miskin solusi. Pandangan ini tentunya memiliki landasan Yuridis Konstitusional serta regulasi berbasis Data yang hampir setiap Tahunnya tidak pernah ada Winwin Solution terhadap Para Petani yang ada di Kabupaten, Kota Bima ini. Misalnya harga Pupuk,Obat-obatan yang sungguh mencekik Para Petani,belum lagi setiap Tahunnya Kelangkaan Pupuk dan di serta dengan Hasil Jagung yang terus menurun, juga harga bawang merah dari tahun 2019 hingga sekarang, berapa persen peningkatan dan penurunan tiap tahunnya. Padahal Para Petani harus Hutang di Bank karena adanya Pandemi Covid-19 ini. Karenanya jika tidak Optimal dalam mengelola,sebaiknya mundur dari jabatannya Selasa, 30/11/2021.

Pada Media ini Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Himpunan Mahasiswa Pasca Sarjana - Doktor NTB DKI , menyampaikan dalam keterangan rilis nya , bahwa dalam beberapa tahun terakhir berdasarkan hasil pengamatan dilapangan dari hasil serapan kami bahwa di Bima baik kota maupun kabupaten banyak sekali keluhan  dari petani soal bibit dan mahalnya harga obat-obatan. Hal ini didasari oleh Peraturan Daerah Kabupaten Bima Nomor : 3 Tahun 2008 menjelaskan Tentang Pembentukan Susunan, Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bima.

Dengan adanya Regulasi seperti ini diharapkan mampu secara Optimal untuk mengelola,menata,membentuk serta memfungsikan Oraganisasi Perangkatnya untuk terus bekerja sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku. Karena itu,apa yang menjadi Tuntutan serta kebutuhan Masyarakat Tani segera dicarikan jalan keluarnya.

Namun keluhan yang terus menjadi tuntutan pokok masyarakat disetiap tahun adalah gagalnya Dinas pertanian mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi serta tingginya Harga pupuk non subsidi yang melampaui HET. Hal ini sering kali diabaikan oleh pemerintah Kab.Bima dan menandakan Gagalnya Dinas Pertanian dalam menyongsong usaha masyarakat dalam bidang pertanian. 

Masih menurut Ketua Bidang  Hubungan Masyarakat Himpunan Mahasiswa Pasca dan Doktor NTB Jakarta DKI, Mansyur S.Pd, M.Pd, harusnya Kepala Dinas cepat dalami keluhan masyarakat dan dicarikan solusinya, sebab petani butuh solusi dan edukasi yang akurat. 

Aktivis yang baru menyelesaikan Study Magister  ini menambahkan juga , problem seperti ini hampir terjadi setiap tahun dan pemerintah tidak pernah menemukan solusi yang kongkrit , olehnya demikian  kami berpendapat sebagai seorang pejabat publik , kalau merasa gagal atau tidak mampu mengatasi persolaan tersebut maka kami minta Kepala Dinas pertanian untuk mundur dari jabatannya, saya yakin beliau tau etika menjadi seorang pejabat publik ,ya kalau merasa tidak mampu lebih baik mundur.

Dijelaskan juga ,kalau ini tidak bisa dituntaskan kami akan mengirim surat ke DPRD kabupaten Bima untuk melakukan evaluasi berkala terkait kinerja Kadis Pertanian Kabupaten Bima dalam waktu dekat, kami juga akan lakukan rapat internal  sekalian buka opsi untuk melakukan demonstrasi bersama para petani kami juga akan suarakan kasus ini ke tingkat propinsi dan pusat. Tegasnya.(Man MDG).

Load disqus comments

0 komentar