Diduga Pemdes Madawau Langgar Kesepakatan Bersama dan Berat sebelah


Bima-Ntb, Media Dinamika Global.Id -- Beberapa Hari lalu Pemerintah Desa Madawau melakukan teguran terhadap warga  yang menanam jagung di lahan Diduga bermasalah yakni Yayasan Islam Bima dengan Anwar Ibrahim yang saling mengklaim tanah tersebut, lahan berlokasi di Desa Madawau, kecamatan Madapangga, kabupaten Bima.

Pantauan media Dinamika Global.Id dihadiri langsung Kades, Sekdes serta aparatur Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kedua pihak pihak masyarakat yang dipercaya oleh Yayasan dan Anwar Ibrahim pada Senin, (8/11/2021).

Terjadi cekcok antara kades Anwar Ibrahim dengan Edi Mursalim sebagai kepercayaan yayasan untuk mengelolah tanah yayasan di desa Madawau.

Kades Madawau mengatakan kepada warga yang menanam jagung dilahan miliknya dan dia menunjukan surat-surat hak miliknya dan isi surat tak perlu kalian ketahui dan intinya kalian yang beli dari orang di percaya yayasan Islam Bima sudah saya laporkan.

Sementara, Edi Muslim, Muhtar Yasin, dan Dahlan yang dipercaya oleh yayasan. Kata Edi Mursalim, itu yang menerima upah (Gaji) dari orang yang ditujuk oleh Saya untuk mengerjakan lahan ini, dan intinya secara jelas dan Secara administrasi kami sudah beli kepada yayasan Islam Bima.

Kata Kades lagi kalau mau kerja tahan itu, beli di pemerintah Desa jangan beli di Yayasan, pokoknya yang beli beli di pemerintah Desa yang bisa mengerjakan tanah ini.

Kembali, Edi membantah Perkataan Kades, kami dari yayasan dan kami sudah tunjukkan surat-surat pelelangan dari Yayasan.

Cekcok terus berlangsung dan disaksikan oleh aparatur pemerintah dan pihak keamanan dan banyak warga lainnya.

Tak hanya itu, Sekertaris Desa Madawau, Hidayat M.Nor Aparatur desa lainnya menegur lagi orang yang menanam jagung Bapak Muhtar Yasin.

Lalu Pihak dari Muhtar Yasin diwakili oleh anak kandungnya, mempertanyakan kepada pemdes baru sekarang pemdes melakukan peneguran terhadap kami, lalu yang kemarin-kemarin yang beraktivitas, baik pembuat Pagar pesamprotan, nanam jagung dan lain-lain di lahan tidak ditegur,kalau anda-anda hadir sebagai pemerintah Desa dan sepihak mentang-mentang perintah Kades, Kades Klaim tanah ini dengan Yayasan, kalau salah jangan diikuti walaupun pimpinan, Bijaksana dong.

Anaknya Muhtar Yasin, mengatakan anehnya pemerintah Desa, secara tiba-tiba Tegur kami, berarti Pemdes kemari tutup mata dong jangan begitu caranya, kalau jadi pemerintah harus netral jangan berat sebelah.

Menurutnya, Kuat dugaan saya bahwa pemdes yang mengadu domba rakyat, sudah jelas berpihak pada sebelah.

Sekdes Hidayat M.Nor menjawab, kami Pemdes dan kami diperintah oleh pimpinan yakni kepala Desa, kami hanya menjalankan perintah atasan.

Anak kandung Muhar Yasin, Kami menghargai kedatangan Pemdes dan panggil kepala Desa suruh bicara didepan saya.

Terus Sekdes pergi panggilan kades Diatas dan tidak jauh dari kami juga sekitar lokasi. Lalu datang kembali tidak berkutip lagi, berkata panjang, " Lembo Ade dan  tunggu kesepakatan bersama ".

Tak selang lama, Pemdes, pihak  pemenang tender yayasan Islam dan pihak keamanan membuat kesepakatan kesempatan bersama, kita tunggu dua hari sampai tiga hari ini menunggu solusi dari Yayasan Islam.

Ironisnya, kemarin dan hari ini Pemdes Madawau tidak melakukan teguran terhadap orang beraktivitas dilahan yang disepakati kemarin.

Hari ini Edi Mursalim datang ke Kantor Desa Madawau bahwa ada yang melakukan aktivitas dilahan disepakati kemarin.

Kata dia, Mengecewakan pelayanan Pemdes yang tak konsisten dan komperatif dalam menjalankan tupoksinya," sesalnya.

Ditambahkannya, Jangan adu domba masyarakat dengan cara seperti ini, saya cukup sabar mentaati sesuai dengan kesepakatan bersama.

"Kuat dugaan pemerintah biak dalam semua ini dan jangan seperti caranya melayani masyarakat," ujarnya.

Sementara Pemdes diwakili oleh Staf Desa,  Junaidin Caputra, mengatakan akan kami sampaikan kepada atas baik Kades dan Sekdes karena hari ini tidak ada di kantor," pungkasnya.(MDG.001).

Load disqus comments

0 komentar