IMM Bima Demo DPRD dan Walikota, Evaluasi Covid-19, PPKM dan Tabung Oksigen

Masa Aksi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Bima
Foto : MDG Idhar

Kabupaten Bima-NTB, Media Dinamika Global.Id -- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bima menggelar Aksi di Depan Kantor DPRD Kabupaten Bima dan Kantor Walikota Bima. Kamis (19/08/2021) sekitar Pukul 09.10 Wita.

Jendral Lapangan, IMMawan Hijrah mengatakan bahwa aksi ini adalah bentuk keresahan masyarakat dari berbagai masalah di atas yang ada di kota dan kabupaten bima. Maka IMM Cabang Bima Harus Menjadi Garda terdepan Untuk menjawab problematika umat dan bangsa.

Ketua Umum PC IMM Cabang Bima. Supriadin  menyatakan, tidak adanya transparansi kasus-kasus Covid-19 mulai dari kasus negatif dan positif serta angka kematian akibat Covid-19 lebih lebih anggaran Covid-19 harus dibuka selebar lebarnya untuk bisa diakses oleh masyarakat. IMM juga menyoroti kebijakan PPKM serta Kelangkaan tabung oksigen yang ada di kota maupun kabupaten bima.

IMM menuntut :

1. Keseriusan pemerintah daerah dalam upaya melawan covid 19 yang semakin hari semakin memprihatinkan 

2. Menuntut pemerintah daerah untuk tidak menjadikan administrasi vaksin sebagai syarat untuk apapun, karna ini bertentangan dengan undang undang nomor 36 tahun 2009 dan pernyataan KEMENKES

3. Menuntut pemerintah kota dan kabupaten bima untuk membuka informasi terkait jumlah masyarakat yang terkonvirmasi positif dan yang meninggal dunia karna covid 19 serta data data terdampak PKKM Sesui Amanat PBB lewat lembaga WHO. 

4. Menuntut Pemerintah daerah untuk melakukan tranparansi penggunaan anggaran covid 19 dan meminta untuk mengevaluasi kerja dinas kesehatan kota dan Kabupaten Bima yang dinilai tidak maksimal. 

5. Mendesak pemerintah Daerah kota dan kabupaten Bima untuk mengatasi kelangkaan oksigen yang terjadi diseluruh rumah sakit di Kota dan Kabupaten Bima.

Aksi Demonstrasi di depan kantor DPRD Kabupaten Bima sudah ditanggapi lewat audiensi terbuka oleh DPRD dengan seluruh kader IMM cabang bima dengan kesepakatan bahwa dalam sepuluh hari terhitung hari ini, DPRD Kabupaten Bima harus menyelesaikan masalah itu.

Lanjutnya, Aksi di depan kantor walikota Bima tidak ditanggapi baik, walikota Bima adalah walikota yang mentalnya mental kerupuk dan perlu di revolusi mentalnya. Aksi ini mengikuti protokol kesehatan ketat sampai akhir demonstrasi," tuturnya.(MDG. Idhar). 

Load disqus comments

0 komentar