Ashar S Yaman: KPK RI OTT Jangan Tebang Pilih

Ketua Persatuan Alumni GMNI Ashar S Yaman
Foto : Surya Ghempar

Kabupaten Bima-NTB, Media Dinamika Global.Id -- Ketua Persatuan Alumni GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Bima Dompu Ashar S Yaman Juga ikut menyorot OTT (Operasi Tangkap Tangan) Bupati Probolinggo oleh Komisi Pemeberatasan Korupsi (KPK RI) hari ini. Senin (30/08/2021). 

Pada media ini Ketua Organ Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bima-Dompu ini menyayangkan jika KPK RI hanya menyisir Kepala Daerah dipulau Jawa saja, padahal di daerah-daerah praktek jual beli jabatan dilakukan begitu masive.

Ketua Persatuan Alumni GMNI Ashar S Yaman
Foto : Surya Ghempar

Sambung Ashar S Yaman, didaerah luar Jawa mekanisme kontrol KPK seakan lemah, Bupati,Walikota dan Gubernur berubah menjadi raja-raja kecil, bekerja tanpa kontrol, bahkan banyak kasus penempatan jabatan pejabat publik melanggar rambu dan undang-undang ASN (Aparatur Sipil Negara).

"Praktek jual beli jabatan ini memperburuk kualitas SDM birokrasi, kualitas pelayanan,dan melestarikan praktek KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepoteisme), KPK RI harus berperan aktif dalam penindakan Pejabat-Pejabat (Bermental Maling, Red) ini demi keadilan, demi kualitas pelayanan publik yang lebih baik, demi mewujudkan clean government dan good goverment selaras dengan cita-cita revformasi 1998," ungkap pria yang sering dipanggil Raja Madu ini.

Lebih lanjut Raja Madu, Persatuan Alumni GMNI Bima Raya mendukung sepenuhnya upaya KPK RI menangkap bos-bos maling di Daerah, bagaimana negara bisa maju kalo praktek korupsi dibiarkan, bagaimana negara bisa baik kalo bos-bos maling ini tidak di tindak tegas.

"Ya kalau bisa Jangan dipulau Jawa sajalah KPK melakukan OTT, di luar Jawa  juga praktek jual beli jabatan juga lebih parah," pintanya.

Ditambahkannya, KPK RI tengok lah rakyat di daerah-daerah ini, kasian mereka," pungkasnya.

Load disqus comments

0 komentar