Media Dinamika Global

Minggu, 16 Agustus 2026

Jelang Perkuliahan, STKIP Taman Siswa Bima Dampingi CAMABA dan Orang Tua, Perkuat Transparansi Akademik dan Keuangan

STKIP Taman Siswa Bima menggelar kegiatan Pendampingan
Pra-Kuliah dan Sosialisasi Visi Keilmuan Program
Studi Pendidikan Sejarah bagi Calon Mahasiswa Baru
 (CAMABA) bersama orang tua/wali, (Ist/Surya)

KABUPATEN BIMA, Media Dinamika Global - Menjelang dimulainya tahun akademik baru, STKIP Taman Siswa Bima menggelar kegiatan Pendampingan Pra-Kuliah dan Sosialisasi Visi Keilmuan Program Studi Pendidikan Sejarah bagi Calon Mahasiswa Baru (CAMABA) bersama orang tua/wali, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WITA tersebut menjadi bagian dari persiapan awal bagi calon mahasiswa sebelum memasuki dunia perkuliahan. Sebanyak 165 CAMABA dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Matematika mengikuti sesi umum. Sementara itu, 20 CAMABA Program Studi Pendidikan Sejarah mengikuti sesi khusus bersama orang tua/wali.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara kampus dengan mahasiswa dan keluarga, tetapi juga menjadi ruang untuk memberikan pemahaman mengenai proses akademik, administrasi, pembiayaan, hingga arah pengembangan keilmuan selama mahasiswa menempuh pendidikan selama delapan semester.

Transparansi Biaya Pendidikan Sejak Awal

Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penyampaian informasi akademik, administrasi, dan keuangan yang disampaikan oleh Dr. Fatma, M.Pd., selaku Kepala Pusat Data Administrasi Akademik STKIP Taman Siswa Bima.

Dalam pemaparannya, berbagai komponen biaya pendidikan yang perlu dipersiapkan mahasiswa selama masa studi dijelaskan kepada CAMABA dan orang tua/wali, termasuk kewajiban pembiayaan yang menjadi tanggung jawab mahasiswa.

Penyampaian informasi secara langsung tersebut menjadi langkah penting dalam membangun komunikasi yang terbuka antara pihak kampus, mahasiswa, dan keluarga.

Dengan mengetahui kebutuhan pembiayaan sejak awal, orang tua/wali dapat melakukan persiapan secara lebih terencana sekaligus memperoleh gambaran mengenai kebutuhan pendidikan anak selama menjalani perkuliahan.

Keterbukaan informasi mengenai biaya juga diharapkan dapat meminimalkan potensi kesalahpahaman di kemudian hari. Orang tua/wali memiliki kesempatan untuk memahami berbagai kebutuhan administrasi dan pembiayaan sebelum mahasiswa resmi menjalani proses pendidikan.

Kenalkan Visi Keilmuan dan Profil Lulusan Pendidikan Sejarah

Setelah sesi umum yang berlangsung di Auditorium Sudirman, kegiatan dilanjutkan dengan sesi khusus masing-masing program studi.

CAMABA Program Studi Pendidikan Sejarah bersama orang tua/wali mendapatkan pendampingan khusus melalui sosialisasi visi keilmuan dan profil lulusan yang disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah.

Dalam sesi tersebut, calon mahasiswa diperkenalkan dengan arah pengembangan keilmuan, kompetensi yang akan dikembangkan selama proses perkuliahan, serta gambaran profil lulusan yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Pengenalan tersebut dinilai penting agar calon mahasiswa tidak hanya mengetahui mata kuliah yang akan dipelajari, tetapi juga memahami kompetensi dan kemampuan yang akan dibangun selama menjalani pendidikan.

Dengan demikian, CAMABA diharapkan memiliki orientasi yang lebih jelas mengenai perjalanan akademiknya selama delapan semester sekaligus memahami hubungan antara proses pembelajaran di kampus dengan masa depan setelah menyelesaikan pendidikan.

Orang Tua Sambut Positif Keterbukaan Kampus

Kegiatan pendampingan tersebut mendapat respons positif dari orang tua/wali yang hadir. Mereka mengapresiasi adanya penyampaian informasi secara langsung mengenai proses akademik dan pembiayaan sebelum mahasiswa memulai perkuliahan.

Bagi orang tua/wali, informasi tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan pendidikan anak yang harus dipersiapkan selama masa studi.

Keterbukaan mengenai pembiayaan juga dinilai membantu keluarga menyusun perencanaan pendidikan secara lebih terukur. Sementara informasi akademik memberikan pemahaman mengenai tahapan pendidikan yang akan dijalani mahasiswa.

Salah seorang orang tua/wali menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu keluarga memahami proses yang akan dilalui anak selama menjalani pendidikan tinggi, baik dari sisi akademik maupun keuangan.

Respons positif juga datang dari para CAMABA. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan gambaran lebih jelas mengenai program studi yang dipilih, termasuk visi keilmuan, kompetensi yang akan dikembangkan, serta peluang kontribusi setelah menyelesaikan pendidikan.

Bangun Kepercayaan Sebelum Perkuliahan Dimulai

Melalui kegiatan Pendampingan Pra-Kuliah tersebut, STKIP Taman Siswa Bima menunjukkan upaya membangun komunikasi dengan mahasiswa dan orang tua/wali sejak sebelum proses perkuliahan dimulai.

Keterlibatan keluarga sejak tahap awal pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan kepercayaan antara perguruan tinggi dengan orang tua/wali.

Di sisi lain, pengenalan visi keilmuan dan profil lulusan membantu calon mahasiswa memahami bahwa pilihan program studi bukan hanya berkaitan dengan proses belajar di ruang kelas, tetapi juga dengan pengembangan kompetensi dan persiapan menghadapi dunia kerja.

Pendampingan pra-kuliah yang memadukan informasi akademik, administrasi, keuangan, serta pengenalan visi keilmuan menjadi bagian dari persiapan mahasiswa sebelum memasuki lingkungan perguruan tinggi.

Melalui kegiatan tersebut, STKIP Taman Siswa Bima tidak sekadar menyambut mahasiswa baru, tetapi juga membuka ruang komunikasi bagi mahasiswa dan keluarga agar memahami proses pendidikan sejak awal.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus untuk membangun proses pendidikan yang terbuka, terarah, dan komunikatif dengan melibatkan mahasiswa, orang tua/wali, serta perguruan tinggi dalam mempersiapkan perjalanan pendidikan sejak sebelum perkuliahan dimulai.

Redaksi |

Kepedulian Ady Mahyudi Bupati Bima Atas Gempa Bumi Yang Melanda NTT


NTT, Media Dinamika Global.id.-- Pemerintah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), bergerak cepat membantu korban gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).

Bupati Bima Ady Mahyudi menginstruksikan Dinas Sosial Kabupaten Bima mengerahkan tim tanggap darurat ke wilayah terdampak bencana. Langkah itu menjadi bukti kepedulian atas musibah yang dialami warga NTT.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima Zunaidin mengirim 10 personel terlatih menuju Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Minggu (16/8/2026).

“Tim kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bima, Edy Sahroni, didukung sembilan personel Taruna Siaga Bencana (TAGANA),” ungkap dia.

Menurut Zunaidin, tim tersebut akan menjalankan tugas selama tujuh hari dalam masa tanggap darurat, mulai 16 hingga 22 Agustus 2026.

Fokus utama tim mengoperasikan Dapur Umum Lapangan (DUMLAP) TAGANA Dinas Sosial Kabupaten Bima. Dapur lapangan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi para pengungsi dan korban gempa setiap hari.

Untuk mendukung operasi kemanusiaan tersebut, tim membawa sejumlah sarana penanganan darurat. Di antaranya satu unit kendaraan rescue, tenda pengungsian darurat, serta satu unit mobil Dapur Umum Lapangan lengkap dengan peralatan memasak.(Sekjend MDG)

Bank NTB Syariah Mengucapkan Selamat Dirgahayu RI Ke-81 Tahun 2026


MATARAM, Media Dinamika Global - Bank NTB Syariah Mengucapkan Selamat Dirgahayu RI Ke-81 Tahun 2026

Bupati Sumbawa Mengucapkan Dirgahayu RI ke-81, Ajak Masyarakat Kobarkan Semangat Kemerdekaan


SUMBAWA, Media Dinamika Global - Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2026.

Melalui momentum peringatan kemerdekaan tahun ini, Bupati Sumbawa mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa untuk menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai energi dalam membangun daerah dan bangsa.

Peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan semangat gotong royong, serta bersama-sama mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita terus menjaga persatuan dan kesatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta bersama-sama membangun Sumbawa dan Indonesia yang lebih maju,” pesan Bupati Sumbawa. Sabtu, (15/8/26).

Bupati juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran dalam mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, kreativitas, inovasi, prestasi, serta kontribusi positif bagi masyarakat.

Menurutnya, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus diisi dengan kerja nyata dan semangat membangun. Perbedaan bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Semangat kemerdekaan harus terus hidup dalam setiap langkah kita. Bersatu, bekerja bersama dan memberikan yang terbaik untuk daerah serta bangsa,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P mengucapkan “DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 TAHUN 2026. BERSATU, BERDAULAT, RAKYAT SEJAHTERA, INDONESIA MAJU.”

Ia berharap momentum HUT ke-81 RI menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat Sumbawa untuk terus menjaga kedamaian, persaudaraan dan kebersamaan demi terwujudnya Kabupaten Sumbawa yang semakin maju dan sejahtera.

Redaksi |

Semarak Kemerdekaan di Sape, Dapur Istiqomah SPPG Bima Sape Parangina 2 Ramaikan Gerak Jalan Santai



SAPE.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 16 Agustus 2026 — Semangat kemerdekaan mewarnai suasana di Sape dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. SPPG Bima Sape Parangina Dapur Istiqomah turut ambil bagian dalam kegiatan gerak jalan santai yang digelar pada Minggu (16/8/2026).

Kegiatan gerak jalan santai tersebut dimulai sekitar pukul 06.30 WITA. Peserta mengambil titik start di Lapangan Putih, Desa Sangia, kemudian mengikuti rute yang telah ditentukan panitia hingga berakhir di kawasan Pelabuhan Sape.

Keikutsertaan SPPG Bima Sape Parangina Dapur Istiqomah menjadi wujud semangat kebersamaan dalam menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan berlangsung dalam suasana meriah, penuh antusiasme dan kekeluargaan.


Gerak jalan santai tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Dengan semangat persatuan dan kemerdekaan, seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga mencapai garis finis di Pelabuhan Sape. Kehadiran Dapur Istiqomah SPPG Bima Sape Parangina turut menambah semarak peringatan HUT ke-81 RI di wilayah Sape.

Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan semangat masyarakat untuk mengisi kemerdekaan melalui kegiatan positif yang mengedepankan kebersamaan, kesehatan, dan rasa cinta Tanah Air.(Team.MDG.03)

Dapur Adiba SPPG Bima Sape Parangina 1 Semarakkan Gerak Jalan Santai HUT ke-81 RI



APE.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 16 Agustus 2026 — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di Kecamatan Sape. SPPG Bima Sape Parangina 1 Dapur Adiba turut ambil bagian dalam kegiatan gerak jalan santai yang digelar pada Minggu (16/8/2026).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 06.30 WITA dengan titik awal di Lapangan Putih, Desa Sangia. Para peserta kemudian menyusuri rute yang telah ditentukan panitia hingga mencapai garis finis di kawasan Pelabuhan Sape.

Keikutsertaan SPPG Bima Sape Parangina 1 Dapur Adiba menjadi bagian dari upaya memeriahkan momentum HUT ke-81 RI sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Gerak jalan santai tersebut berlangsung dalam suasana penuh antusiasme dan kekeluargaan. Masyarakat bersama berbagai unsur yang ikut berpartisipasi tampak menikmati kegiatan yang mengusung semangat olahraga, persatuan, dan kebersamaan.


Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi sarana untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa nasionalisme di tengah masyarakat.

Setelah menempuh rute yang telah ditentukan, seluruh peserta akhirnya tiba di kawasan Pelabuhan Sape sebagai titik akhir kegiatan. Kehadiran SPPG Bima Sape Parangina 1 Dapur Adiba turut menambah semarak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Sape.(Team.MDG.03)

Semarak HUT ke-81 RI, SPPG Bima Sape Naru UD Lilis Ramaikan Gerak Jalan Santai



Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 16 Agustus 2026 — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. SPPG Bima Sape Naru UD Lilis turut berpartisipasi dalam kegiatan gerak jalan santai yang digelar pada Minggu (16/8/2026).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 06.30 WITA dengan titik awal di Lapangan Putih, Desa Sangia, Kecamatan Sape, dan berakhir di Pelabuhan Sape. Sejumlah peserta tampak antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga garis finis.

Keikutsertaan SPPG Bima Sape Naru UD Lilis menjadi bagian dari semarak perayaan HUT ke-81 RI. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat


kebersamaan dan silaturahmi antara berbagai elemen masyarakat.

Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung meriah dan penuh semangat. Para peserta bersama-sama menyusuri rute yang telah ditentukan hingga tiba di kawasan Pelabuhan Sape sebagai titik akhir kegiatan.

Tidak hanya gerak jalan, kemeriahan semakin terasa dengan adanya undian berhadiah atau door prize bagi para peserta. Pembagian hadiah tersebut disambut antusias dan menjadi salah satu bagian yang ditunggu-tunggu dalam rangkaian kegiatan.


Partisipasi SPPG Bima Sape Naru UD Lilis dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wujud dukungan terhadap semangat perayaan kemerdekaan sekaligus memperkuat rasa persatuan, kebersamaan, dan nasionalisme di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna tersebut, semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk terus menjaga persaudaraan dan gotong royong di tengah masyarakat.(Team.MDG.03)

ALIANSI MASYARAKAT DESA MBAWA DAN PEMUDA PERDULI DESA MBAWA KEMBALI' MENYEGEL SEKOLAH DI SDN INPRES SANGARI


Bima NTB. Media Dinamika Global.Id.- Kecamatan Donggo Kabupaten Bima kembali memanas, menyusul aksi Penyegelan Ruang Kerja Kepala Sekolah yang dilakukan sejumlah Aliansi Masyarakat yakni Pemuda Peduli Desa Mbawa di wilayah Sekolah SDN Inpres Sangari Desa Mbawa Kecamatan Donggo, Sabtu (15/08/2026). Tepat pukul 09.00 WITA sampai selesai 

Aksi ini merupakan bentuk penolakan tegas terhadap penunjukan Kepala Sekolah yang baru saja ditetapkan dan dilantik oleh Bupati Bima.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa tim Kordum datang ke Sekolah dengan menyatakan pernyataan sikap tegas, lalu memasang segel pada pintu ruang Kepala Sekolah di hadapan yang petugas keamanan bersama aliansi masyarakat Desa Mbawa dan Pemuda Peduli Desa Mbawa.

Dalam pernyataan yang disampaikan, mereka menyatakan keberatan atas penunjukan kepala sekolah yang baru dinilai tidak sesuai dengan asal usul secara administrasi yang jelas nama yang sebelumnya telah disampaikan pihak mereka kepada Pemerintah Kabupaten Bima khususnya Bupati Bima. 


"Kami tidak menolak aturan, namun kami meminta Pemerintah mendengar Aspirasi yang telah disepakati bersama aliansi masyarakat Desa Mbawa bahwa Penetapan ini tidak sesuai dengan usulan yang sudah kami sampaikan secara resmi sebelumnya.

Bagi kami, untuk menempatkan Kepala Sekolah sesuai dengan data yang diusulkan," Kordum IRMANSYAH dan seluruh aliansi masyarakat Desa Mbawa dan Pemuda Pemudi Desa Mbawa namun ada beberapa pernyataan sikap sebagai berikut;

1. Kami menolak dengan keras kepala sekolah di luar desa mbawa Untu memimpin SDN impres sangari 

2. Kami menolak kepala sekolah yang tidak di Lantik dengan jelas admistrasi Untuk memimpin SDN impres sangari desa mbawa 

3. Menolak kepala sekolah yang tidak di legitimasi oleh bupati dan tidak lolos seleksi cakep 

4. Menolak kepala sekolah hasil legitimasi tim sukses kecamatan 


Aksi demonstrasi ini di hadiri dan diawasi langsung oleh aparat kepolisian sektor Donggo dan babinsa desa setempat sampai aksi berjalan dengan aman dan kondusif sampai selesai.

Redaksi II

Tegas Anggota DPD RI Minta Warga NTB di Perlakukan Adil, Buntut Dugaan Intimidasi Terhadap Hilda


Lombok, Media Dinamika Global.id.-- Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid, kembali menyoroti dugaan intimidasi terhadap Hilda, perempuan asal Lombok, dalam proses mediasi setelah perselisihan dengan pemilik Sintya Tailor di Badung, Bali.

Dugaan intimidasi tersebut mencuat setelah rekaman proses mediasi beredar di media sosial. Dalam polemik itu, muncul pula dugaan adanya perlakuan bernuansa rasisme terhadap Hilda yang merupakan perantau asal NTB.

Mirah meminta semua pihak menyikapi persoalan tersebut secara bijaksana agar tidak berkembang menjadi konflik antardaerah. Ia menegaskan warga NTB yang berada di Bali memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlakuan yang adil, aman dan bermartabat.

“Jangan sampai persoalan antara individu kemudian berkembang menjadi konflik identitas antara Lombok dan Bali. Warga NTB yang berada di Bali adalah bagian dari masyarakat Indonesia yang juga memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang baik, adil, dan bermartabat,” tegas Mirah.

Polemik Hilda dengan pemilik Sintya Tailor sebelumnya telah diselesaikan melalui proses mediasi. Kedua pihak disebut telah menyatakan berdamai.

Namun, rekaman proses mediasi tersebut kembali beredar di media sosial dan memunculkan perhatian publik. Sorotan terutama tertuju pada keterlibatan Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, dalam proses mediasi tersebut.

Sejumlah pemberitaan kemudian menyoroti adanya kesan tekanan terhadap Hilda selama proses mediasi. Arya Wedakarna membantah tudingan intimidasi dan menyatakan keterlibatannya merupakan bagian dari upaya memediasi kedua pihak.

Mirah menilai perbedaan pandangan mengenai proses mediasi tidak seharusnya membuat persoalan tersebut bergeser menjadi pertentangan antara masyarakat Lombok dan Bali.

Menurutnya, hubungan masyarakat NTB dan Bali telah berlangsung erat melalui berbagai aktivitas, mulai dari mobilitas masyarakat, perdagangan, pendidikan, pariwisata hingga hubungan sosial.

Karena itu, Mirah meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak menggunakan identitas daerah untuk memperkeruh persoalan.

“Indonesia dibangun di atas keberagaman. Perbedaan suku, daerah, agama maupun latar belakang sosial tidak boleh menjadi dasar untuk merendahkan warga negara lainnya,” katanya.(Sekjend MDG)

Dukungan BARDAM Bali-Nusra Menguat, Lalu Muhammad Iqbal Didorong Pimpin KONI NTB


MATARAM, Media Dinamika Global - Bursa Pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin menjadi sorotan publik. Dukungan terhadap sejumlah figur terus bermunculan, dan kali ini perhatian tertuju pada Barisan Pemuda Bima Nusantara (BARDAM NUSA) Wilayah Bali-Nusa Tenggara (Bali-Nusra) yang menyatakan dukungan penuh kepada H. Lalu Muhammad Iqbal untuk memimpin KONI NTB.

Dukungan tersebut dinilai menjadi salah satu sinyal menguatnya arus aspirasi dari kalangan pemuda dan masyarakat Bima-Dompu yang menginginkan KONI NTB dipimpin sosok yang dinilai mampu membawa perubahan serta meningkatkan prestasi olahraga NTB di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua BARDAM NUSA Bali-Nusra, Imam Budiman Indra Alam, mengatakan dukungan kepada Lalu Muhammad Iqbal bukan sekadar dukungan politik organisasi, tetapi merupakan bentuk aspirasi yang lahir dari harapan agar olahraga NTB ke depan dikelola secara lebih profesional, transparan, solid, dan berorientasi pada peningkatan prestasi atlet.

Menurutnya, KONI NTB membutuhkan kepemimpinan yang mampu menyatukan seluruh elemen olahraga, mulai dari atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, hingga pemerintah dan masyarakat.

“Kami dari BARDAM NUSA Bali-Nusra menyatakan dukungan penuh kepada H. Lalu Muhammad Iqbal untuk menjadi Ketua KONI NTB. Kami melihat ada harapan besar terhadap kepemimpinan beliau dalam membawa olahraga NTB ke arah yang lebih maju dan berprestasi,” ujar Imam.

Ia menegaskan, momentum pemilihan Ketua KONI NTB harus menjadi titik awal untuk membangun konsolidasi olahraga yang lebih kuat. Jangan sampai kepentingan kelompok justru mengalahkan kepentingan atlet dan masa depan olahraga NTB.

“Yang paling penting adalah bagaimana KONI ke depan benar-benar hadir untuk atlet. Prestasi harus menjadi ukuran utama. Atlet NTB harus mendapatkan pembinaan, fasilitas, penghargaan dan perhatian yang layak,” tegasnya.

Dukungan BARDAM NUSA Bali-Nusra pun diprediksi semakin memperhangat peta persaingan menuju Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB. Nama Lalu Muhammad Iqbal kini semakin ramai diperbincangkan di tengah dinamika dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi.

BARDAM NUSA Bali-Nusra juga mengajak seluruh elemen olahraga NTB agar menjaga suasana pemilihan tetap kondusif, sportif dan bermartabat.

“Siapa pun yang nantinya terpilih harus mampu merangkul semua pihak. Jangan ada lagi sekat-sekat kepentingan. Kita ingin KONI NTB menjadi rumah besar bagi seluruh cabang olahraga dan atlet NTB,” katanya.

Sementara itu, dukungan tersebut menjadi perhatian publik karena datang dari organisasi kepemudaan yang memiliki jaringan Bali-Nusra. Kehadiran dukungan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai masa depan KONI NTB tidak hanya menjadi perhatian kalangan pengurus olahraga, tetapi juga mulai menjadi perhatian luas kalangan pemuda.

Redaksi |