Senin, 15 Juni 2026
Pemprov Lampung Dorong TVRI Jadi Etalase Kemajuan Desa, Media Publik Tepercaya Di Era Digital.
Asisten III Kota Bima, Khataman Al-Qur'an & Penamatan Siswa Kelas VI SDN 49 Rabangodu Selatan
Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Mari kita hantarkan putra-putri terbaik kita melangkah ke jenjang yang lebih tinggi dengan bekal ilmu dan Al-Qur'an di dada. Semoga menjadi generasi yang berakhlak mulia dan membanggakan bangsa, Senin 15 juni 2026.
Suasana haru dan penuh syukur mewarnai kegiatan khataman Al-Qur’an, pengukuhan, serta pelepasan siswa dan siswi kelas VI SDN 49 raba ngodu selatan.
Kegiatan yang berlangsung di halaman SDN 49 kota bima tersebut menjadi momentum istimewa sebagai penutup perjalanan pendidikan sekolah dasar sekaligus doa bersama bagi para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Kepala SDN 49 kota bima, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas keberhasilan siswa menyelesaikan pendidikan selama enam tahun.
“Kegiatan kami hari ini adalah khataman Al-Qur’an, pengukuhan, serta pelepasan siswa kelas VI SDN 49 kota bima,” ujarnya.
Menurut guru guru, salah satu prosesi yang paling bermakna dalam kegiatan tersebut adalah membasuh kaki orang tua. Tradisi ini bertujuan menanamkan nilai-nilai penghormatan, kasih sayang, dan rasa terima kasih kepada orang tua yang selama ini mendampingi proses pendidikan anak.
“Tujuannya agar anak didik kami memiliki rasa kasih sayang yang lebih terhadap kedua orang tuanya. Pendidikan tidak hanya dilakukan oleh guru di sekolah, tetapi juga oleh orang tua di rumah,” jelasnya.
Ia menambahkan, SDN 49 kota bima tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
“Di sekolah kami menerapkan pembelajaran akademik, pendidikan agama melalui program tahfiz, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti senam, atletik, habsy, dan kegiatan lainnya. Saat lulus, siswa juga diwajibkan khatam Al-Qur’an,” katanya.
Kepsek berharap seluruh lulusan dapat meraih cita-cita, menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Sementara itu, Asisten III kota bima mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap SDN 49 raba ngodu selatan kota bima terus berkembang serta meningkatkan kualitas pendidikan di masa mendatang.
“Harapan kami semoga sekolah ini semakin bagus, meningkat, dan maju. Setiap program harus direncanakan dan dilaksanakan dengan baik sejak awal,” tuturnya.
Asisten III kota bima atau pejabat yang mewakili walikota Bima juga mengungkapkan bahwa kegiatan pelepasan siswa tahun ini dilaksanakan secara sederhana di masing-masing sekolah sesuai arahan Pemerintah Kota Bima.
“Untuk hari ini ada tujuh sekolah yang melaksanakan perpisahan, terdiri dari empat sekolah dasar dan tiga taman kanak-kanak,” ungkapnya.
Momen paling menyentuh terjadi saat prosesi membasuh kaki orang tua. Para siswa bersimpuh di hadapan ayah dan ibu mereka yang duduk di kursi, kemudian dengan penuh khidmat membasuh kaki orang tua menggunakan baskom yang telah disediakan.
Suasana haru tak terbendung ketika sejumlah siswa memeluk orang tua mereka sambil menangis usai prosesi tersebut. Tangisan bahagia dan rasa syukur pun pecah di tengah acara, menciptakan pemandangan yang menggetarkan hati para tamu undangan yang hadir.
Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan, permohonan maaf, serta ungkapan terima kasih atas cinta, doa, dan pengorbanan orang tua selama mendampingi perjalanan pendidikan anak-anak mereka.
Salah satu orang tua siswa, mengaku terharu dan mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya menghormati orang tua.
“Prosesi membasuh kaki orang tua ini sangat mendidik bagi anak-anak untuk belajar berterima kasih atas jasa orang tua,” ujarnya.
Ia juga menilai SDN 49 raba ngodu selatan kota bima berhasil memberikan pendidikan yang seimbang antara akademik, pengembangan kreativitas, dan pembentukan karakter siswa.
“Selama bersekolah, anak saya berkembang kreativitasnya dan pendidikan karakternya semakin baik. Anak-anak juga didukung mengikuti berbagai lomba dan kegiatan yang menunjang bakat mereka,” katanya.
Kegiatan khataman Al-Qur’an dan pelepasan siswa ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan formal siswa kelas VI SDN 49 raba ngodu selatan kota bima, sekaligus menjadi bekal spiritual dan karakter untuk menapaki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.(Sekjend MDG)
Wali Kota Bima Hadiri Khataman Al-Qur’an dan Perpisahan Siswa Kelas VI SDN 50 Penaraga
Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Wali Kota Bima menghadiri kegiatan Khataman Al-Qur’an dan pelepasan siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar SDN 50 Penaraga, Kota Bima, dengan mengusung tema “Terwujudnya KAGAPEKU: Keimanan, Aktif, Gigih, Penalaran Kritis, Prestasi dan Karakter Kuat dalam Pembelajaran Mendalam.” Senin, (15/06/2026)
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Bima, anggota Dewan Pendidikan, Koordinator Lapangan Pendidikan, para kepala sekolah wilayah Raba, Camat Raba, Lurah Penaraga, serta para orang tua dan wali murid.
Kepala SDN 50 Penaraga dalam laporannya menyampaikan bahwa tema KAGAPEKU dipilih dengan menyesuaikan budaya lokal yang ada di Kelurahan Penaraga dan dikaitkan dengan implementasi kurikulum yang diterapkan di sekolah.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Wali Kota Bima yang untuk pertama kalinya berkunjung ke SDN 50 Penaraga. “Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Bima yang telah hadir di SDN 50 Penaraga. Ini merupakan kunjungan pertama Wali Kota ke sekolah kami dan menjadi momen yang sangat luar biasa bagi seluruh keluarga besar SDN 50 Penaraga,” ujarnya.
Selain itu, pihak sekolah juga menyampaikan bahwa Program BISA yang telah diterapkan di SDN 50 Penaraga yang menjadi program Visi Misi Pemerintah Kota Bima, tak hanya itu pihak sekolah terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan penguatan karakter peserta didik.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Bima menyerahkan piagam penghargaan kepada enam siswa-siswi berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik dan nonakademik mereka. Para penerima penghargaan di antaranya Mutia Putriani, Nabila Putri Aisyah, Yasmin Ijatul Janah, Zabir Al Fatah, Muh. Dafa Saputra, dan satu siswa berprestasi lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bima H. A.Rahman SE menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan seluruh dewan guru yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi siswa dan para orang tua. Selamat kepada anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar dan akan melanjutkan ke jenjang berikutnya. Selama enam tahun para guru telah mendidik dan mengisi jiwa mereka dengan pendidikan karakter yang baik, yang hari ini ditandai dengan khataman Al-Qur’an,” ujar Wali Kota.
Beliau menegaskan bahwa kemajuan sebuah sekolah sangat bergantung pada kepemimpinan kepala sekolah dan dedikasi para guru. Karena itu, ia berharap seluruh potensi dan kemampuan yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk terus memajukan SDN 50 Penaraga.
“Sekolah yang maju lahir dari inovasi. Tantangannya adalah bagaimana menghadirkan program-program terbaik yang menjadi keunggulan sekolah. Untuk itu harus ada kolaborasi yang kuat antara sekolah, komite, dan wali murid dengan tujuan yang sama, yaitu membangun SDN 50 Penaraga menjadi sekolah yang semakin maju dan diminati masyarakat,” katanya.
Wali Kota juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua murid dalam mendukung setiap program pendidikan. Menurutnya, apabila sekolah memiliki program yang baik dan berkualitas, maka masyarakat akan semakin percaya untuk menyekolahkan anak-anak mereka di SDN 50 Penaraga.
Kepada para siswa, Wali Kota berpesan agar terus belajar dan memiliki cita-cita yang tinggi.“Bercita-citalah dan bermimpilah setinggi-tingginya. Teruslah belajar dan teruslah bermimpi. Jauhi minuman keras dan pergaulan bebas. Jika ingin menjadi anak yang keren, maka jadilah anak yang berprestasi. Jika ingin sukses, taat dan berbaktilah kepada orang tua, hormati guru, serta pelajari dan amalkan ajaran agama dengan baik,” pesannya.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan foto bersama Acara tersebut menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, karakter, dan semangat berprestasi bagi generasi muda Kota Bima.(Sekjend MDG)
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Bima Kota Salurkan 1.000 Paket Sembako
Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan membagikan sebanyak 1.000 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah hukum Polres Bima Kota.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, (15/6/2026) pukul 09.00 WITA, bertempat di Mako Polres Bima Kota dan seluruh Polsek jajaran Polres Bima Kota. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., serta diikuti oleh Wakapolres, para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, personel Polres Bima Kota, dan Bhayangkari.
Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 yang bertujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80, Polres Bima Kota menyalurkan sebanyak 1.000 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat serta wujud nyata kehadiran Polri yang selalu berupaya membantu warga, khususnya yang kurang mampu.
kegiatan sosial tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri melalui pendekatan yang humanis dan penuh kepedulian.
Paket sembako yang dibagikan menyasar masyarakat kurang mampu, lansia, serta warga yang membutuhkan di wilayah binaan Polres Bima Kota dan Polsek jajaran. Penyaluran dilakukan secara langsung agar bantuan dapat diterima tepat sasaran.
Masyarakat penerima bantuan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polres Bima Kota atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena sangat membantu kebutuhan masyarakat.
Kegiatan bakti sosial dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar serta mendapat respons positif dari masyarakat. Diharapkan kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai wujud Polri Presisi yang dekat, peduli, dan hadir untuk masyarakat.(Sekjend MDG)
Ribuan PPPK Menunggu Kepastian, Koalisi LSM Desak BKD Bima Hentikan Sikap Bungkam
![]() |
| Foto: Kantor BKD kabupaten Bima, (Istimewa). |
Bima, Media Dinamika Global – Koalisi LSM Merah Putih Nusantara kembali menjadwalkan audiensi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bima pada Rabu, 17 Juni 2026 pukul 10.30 WITA di Aula Kantor BKD Kabupaten Bima. Audiensi tersebut difokuskan pada kejelasan tahapan dan proses pembayaran gaji maupun insentif bagi ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Tahap I dan Tahap II yang hingga kini dinilai belum mendapatkan kepastian.
Ketua Koalisi LSM Merah Putih Nusantara Bima menegaskan, keterlambatan penanganan persoalan tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan PPPK yang selama ini menunggu kepastian hak-hak mereka. Menurutnya, pemerintah daerah melalui BKD seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan administrasi kepegawaian secara cepat, transparan, dan akuntabel.
"Kami melihat adanya indikasi lemahnya respons birokrasi terhadap persoalan yang dihadapi ribuan PPPK. Kondisi ini tidak boleh dianggap sebagai hal biasa karena menyangkut hak dan kesejahteraan pegawai yang telah mengabdi kepada daerah," tegasnya.
Koalisi juga menyoroti dugaan adanya disinformasi yang berkembang di tengah para PPPK akibat minimnya komunikasi resmi dari pihak terkait. Situasi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap kinerja institusi yang bertanggung jawab dalam pengelolaan kepegawaian daerah.
Lebih lanjut, Koalisi LSM Merah Putih Nusantara menilai bahwa sikap pasif dan lambannya penyelesaian persoalan dapat menjadi indikator buruknya tata kelola pelayanan publik. Oleh karena itu, mereka meminta BKD Kabupaten Bima memberikan penjelasan terbuka dan berbasis data mengenai seluruh tahapan yang telah maupun sedang dilakukan.
"Kritik yang kami sampaikan bukan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai bentuk kontrol sosial agar pelayanan publik berjalan sesuai aturan. Jika ada hambatan administratif, maka harus dijelaskan secara transparan kepada masyarakat dan para PPPK," ujarnya.
Koalisi menegaskan bahwa langkah audiensi dilakukan berdasarkan data, dokumen pendukung, serta hasil investigasi lapangan yang telah dihimpun. Mereka juga mengingatkan bahwa visi percepatan pembangunan sumber daya manusia yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Bima tidak akan tercapai apabila perangkat daerah yang menjadi pelaksana teknis tidak bekerja secara maksimal.
Menurut mereka, keberhasilan program pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya kebijakan yang dikeluarkan, tetapi juga dari kemampuan birokrasi dalam menindaklanjuti dan mengeksekusi kebijakan tersebut secara tepat waktu.
Dalam audiensi mendatang, Koalisi berharap BKD Kabupaten Bima dapat memberikan penjelasan komprehensif terkait status PPPK Paruh Waktu serta langkah konkret yang telah dilakukan. Apabila hasil audiensi dinilai tidak memberikan kejelasan yang memadai, Koalisi membuka kemungkinan untuk menempuh langkah hukum sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara Kepala BKD kabupaten Bima, Drs. Syahrul belum memberikan tanggapan resmi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait agenda audiensi yang akan dilaksanakan tersebut.
Redaksi |
Minggu, 14 Juni 2026
Idrus Marham: Mahasiswa dan Presiden Prabowo Sama-sama Ingin Perbaiki Tata Kelola Ekonomi
JAKARTA, Media Dinamika Global.id. - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham menilai aksi demonstrasi mahasiswa yang mengkritisi kebijakan pemerintah memiliki semangat yang sejalan dengan apa yang ia sebut sebagai “demo” Presiden Prabowo Subianto saat mengungkap persoalan tata kelola ekonomi nasional dalam Sidang Paripurna DPR RI.
Menurut Idrus, demonstrasi mahasiswa maupun penyampaian pandangan Presiden Prabowo sama-sama dilandasi kepedulian terhadap kondisi bangsa, khususnya dalam upaya memperbaiki sistem perekonomian nasional agar lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Kalau kita memahami arah demo, sebenarnya demo mahasiswa dan 'demo' Pak Prabowo itu memiliki titik temu. Keduanya bicara tentang bagaimana memperbaiki tata kelola perekonomian bangsa,” ujar Idrus.
Pernyataan tersebut disampaikan Idrus sebagai respons atas aksi unjuk rasa yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh fakultas Universitas Indonesia bersama mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta dan Institut Pertanian Bogor pada Jumat (12/6/2026).
Idrus mengungkapkan bahwa Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan apresiasi terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa. Menurutnya, sebagai sesama aktivis, Bahlil memandang demonstrasi sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati.
Namun demikian, Idrus berharap gerakan mahasiswa dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap persoalan-persoalan mendasar yang menyangkut masa depan bangsa dan tidak hanya terfokus pada isu yang telah masuk ke ranah penegakan hukum.
“Mahasiswa punya hak demokrasi untuk menyampaikan pendapat. Tetapi kita berharap energi gerakan mahasiswa diarahkan pada persoalan yang lebih fundamental, yaitu bagaimana memperbaiki tata kelola ekonomi nasional,” katanya.
Menurut Idrus, persoalan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini telah masuk dalam proses hukum perlu tetap dihormati dan diselesaikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Di sisi lain, ia mengingatkan agar isu yang lebih besar terkait dugaan kebocoran ekonomi negara, sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo dalam Sidang Paripurna DPR, tidak kehilangan perhatian publik maupun momentum untuk mendorong perubahan.
Idrus merujuk pada pernyataan Presiden Prabowo mengenai dugaan praktik manipulasi perdagangan, seperti under-invoicing, under-counting, dan transfer pricing yang disebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga 908 miliar dolar AS atau sekitar Rp15.400 triliun.
“Yang menjadi pertanyaan, kenapa persoalan sebesar Rp15.400 triliun ini tidak menjadi perhatian kita bersama secara kolekyif? Itu disampaikan langsung oleh Presiden di depan Sidang Paripurna DPR. Ini angka yang sangat besar dan harus menjadi perhatian bersama,” tutur Idrus.
Ia menilai penyampaian Presiden Prabowo tersebut dapat dipahami sebagai bentuk “demo” dalam konteks yang berbeda, yakni penyampaian kegelisahan terhadap kondisi bangsa melalui forum konstitusional.
“Demo itu bukan hanya turun ke jalan. Demo adalah penyampaian sikap, penyampaian keresahan. Pak Prabowo melakukan ‘demo’ di jantung negara, di depan Sidang Paripurna DPR, dengan membuka persoalan besar tentang tata kelola ekonomi,” sebut Idrus.
Idrus menilai langkah Presiden Prabowo merupakan bagian dari upaya membangun sistem baru dalam pengelolaan sumber daya nasional. Menurutnya, perubahan sistem tersebut berpotensi menimbulkan resistensi dari pihak-pihak yang selama ini diuntungkan oleh celah dalam tata kelola ekspor maupun pengelolaan ekonomi nasional.
”Karna banyak orang terganggu,baik dalam negeri maupun negara-negara tertentu yang menjadi tempat penyimpanan uang pasti terganggu," bebernya.
”Siapun yang terganggu kepentingan hidupnya pasti akan melawan” salah satunya bentuk perlawanan yaitu mendegradasi pemerintahan yang mengambil kebijakan," lanjut Idrus.
Meski demikian, Idrus menegaskan pemerintah harus tetap konsisten menjalankan reformasi tata kelola ekonomi nasional.
Menurutnya, apabila ditemukan potensi kebocoran ekonomi yang berlangsung selama puluhan tahun, maka langkah berikutnya adalah melakukan penelusuran secara menyeluruh, yang dalam prosesnya membutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.
Menurut dia, perbedaan antara gerakan mahasiswa dan langkah Presiden terletak pada posisi serta kewenangan yang dimiliki masing-masing pihak.
“Presiden memiliki kekuasaan sehingga setelah menyampaikan itu bisa dilanjutkan dengan kebijakan. Sementara mahasiswa memiliki kekuatan pada wacana, konsep, kekuatan moral dan kontrol publik,” ujarnya.
Idrus mengatakan upaya pembenahan tata kelola ekonomi nasional yang sedang dilakukan pemerintah membutuhkan waktu panjang dan harus dijalankan secara berkelanjutan.
“Ini bukan pekerjaan satu hari. Kalau ini menjadi gerakan, maka harus dilakukan secara kontinu dan berkesinambungan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa arah pembangunan ekonomi nasional harus tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan konstitusi, dengan tujuan utama menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat.
“Tata kelola perekonomian nasional kita harus diinspirasi oleh Pancasila, berbasis konstitusi, melibatkan masyarakat secara keseluruhan, dan orientasinya kepada rakyat,” papar Idrus.
Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Idrus menegaskan persoalan hukum yang muncul harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan perbaikan program secara menyeluruh, bukan semata-mata fokus pada pengungkapan pihak-pihak yang bertanggung jawab secara hukum.
Menurutnya, pembenahan MBG harus mencakup strategi pelaksanaan, orientasi program, target yang ingin dicapai, hingga memastikan setiap pelanggaran yang terjadi tetap diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kalau ada yang terlibat, siapa pun dia, hukum harus ditegakkan. Tetapi di sisi lain, program ini juga harus diperbaiki agar benar-benar mencapai tujuan untuk rakyat,” jelasnya.
Idrus juga menyoroti pentingnya penempatan pejabat berdasarkan kompetensi yang dimiliki. Menurut dia, salah satu tantangan bangsa saat ini adalah masih adanya ketidaksesuaian antara kemampuan seseorang dengan jabatan yang diemban.
“Orang yang ditempatkan pada posisi tertentu harus sesuai dengan kompetensinya. Kalau tidak, produktivitas bangsa bisa terganggu,” ujarnya.
Ia menilai evaluasi yang dilakukan Presiden Prabowo terhadap jajaran pembantunya merupakan bagian dari upaya memastikan pemerintahan berjalan secara efektif dan produktif.“Kalau ada orang yang tidak produktif dan tidak sesuai dengan kebutuhan, tentu harus dilakukan evaluasi,” kata Idrus.
Lebih lanjut, Idrus berharap mahasiswa turut mengawal agenda besar pemerintah dalam membenahi kebocoran ekonomi nasional, terutama pada sektor energi dan tata kelola sumber daya alam sebagaimana yang telah disampaikan Presiden Prabowo di hadapan DPR.
Ia menyebut pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia sebagai salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperbaiki sistem pengelolaan komoditas nasional dan mencegah praktik-praktik yang merugikan negara.
“Yang penting bukan hanya mengungkap masalah, tetapi memastikan kekayaan negara kembali kepada rakyat,” sebut Idrus.
Menurut Idrus, komunikasi politik antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat perlu terus dibangun dalam koridor etika kebangsaan agar tujuan bersama dapat tercapai.
“Ini sebenarnya sudah hampir ada titik temu. Tinggal bagaimana dikomunikasikan dan ditekankan pada moralitas serta kepentingan bangsa,” terangnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan kritik di ruang demokrasi.
“Demokrasi membutuhkan kebebasan, tetapi juga membutuhkan etika. Niat yang baik harus disampaikan dengan cara yang tetap menjaga nilai kebangsaan,” tutup Idrus.(MDG 2.1)
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Jadi Warga Pertama Didata Petugas BPS, Pelaksanaan Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Secara Door To Door.
69 Siswa SDN 29 Tanjung Tuntas Khatam Al-Qur’an, Wali Kota Bima Beri Pesan Inspiratif
Kota Bima, Media Dinamika Global.id.--Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE, menghadiri acara pelepasan sekaligus khataman Al-Qur’an bagi 69 siswa kelas VI SDN 29 Tanjung yang digelar di halaman sekolah, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Generasi Maju, Inovatif, Berakhlak, dan Berprestasi untuk Masa Depan Gemilang (MUTIARAKU)” serta dirangkaikan dengan peresmian Panggung Ekspresi Mutiara Tanjung.
Acara tersebut menjadi momen penuh makna bagi para siswa yang telah menuntaskan pendidikan di tingkat sekolah dasar, sekaligus menorehkan capaian spiritual melalui khataman Al-Qur’an.
Suasana haru dan bangga menyelimuti kegiatan yang turut dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, unsur pendidikan, tokoh masyarakat, serta para orang tua siswa.
Hadir dalam kegiatan ini di antaranya Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, Kepala Dinas Kominfo, Camat Rasanae Barat, Lurah Tanjung, Ketua Stkip Taman Siswa Bima, Ketua PGRI Kota Bima, para kepala sekolah, pengawas, guru, serta masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengucapkan selamat kepada seluruh siswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dasar dan menuntaskan bacaan Al-Qur’an.
Menurutnya, kegiatan seperti ini mencerminkan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menekankan pembentukan karakter, kreativitas, serta penguatan nilai-nilai keagamaan.
“Ilmu pengetahuan akan mengantarkan kita pada kesuksesan, sedangkan Al-Qur’an akan membimbing kita agar tetap berada di jalan yang benar,” ujar Wali Kota.
Ia juga menegaskan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini, sebagai benteng moral bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat.
Selain itu, Wali Kota turut memberikan penghargaan kepada para orang tua atas doa dan pengorbanan yang diberikan, serta kepada para guru atas dedikasi dalam mendidik siswa hingga mencapai tahap ini.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota berpesan agar para siswa terus menjaga kebiasaan baik, rajin belajar, dan konsisten membaca Al-Qur’an. Ia berharap para lulusan SDN 29 Tanjung dapat tumbuh menjadi generasi yang membanggakan dan memberikan bagi agama dan bangsa.(Sekjend MDG)
Wali Kota Bima Hadiri Penyaluran Bantuan Z-Kios, UMKM dan Z-RUP dari BAZNAS untuk Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik
Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE, menghadiri kegiatan Pendistribusian/Penyaluran Bantuan Z-Kios, UMKM, dan Z-RUP yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bima, Senin (15/06/2026), bertempat di Kantor BAZNAS Kota Bima.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bima didampingi oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Bima.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen BAZNAS Kota Bima dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program zakat produktif yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi mustahik. Sektor usaha mikro dinilai menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat, sehingga perlu mendapat dukungan yang berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, bantuan disalurkan kepada 45 mustahik penerima bantuan UMKM, 35 mustahik penerima Z-RUP, serta 58 mustahik penerima Z-Kios.
Selain itu, BAZNAS juga menyerahkan 19 unit rombong usaha sebagai sarana penunjang bagi para penerima manfaat dalam mengembangkan usahanya.
Pimpinan BAZNAS Kota Bima menyampaikan harapannya agar seluruh bantuan yang diberikan dapat dikelola dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pendapatan usaha. Melalui bantuan tersebut, para penerima manfaat diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi serta terhindar dari praktik peminjaman dana kepada rentenir yang kerap membebani masyarakat kecil.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan bahwa total nilai bantuan yang disalurkan pada hari ini mencapai hampir Rp500 juta. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan taraf hidupnya.
"Saya mengapresiasi para muzakki yang telah menunaikan zakatnya untuk membantu para mustahik penerima manfaat. Mari kita percayakan zakat kita kepada BAZNAS agar dapat dikelola secara profesional dan tepat sasaran," ujar Wali Kota.
Lebih lanjut, Wali Kota berpesan kepada seluruh penerima bantuan agar menjaga amanah yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, bantuan tersebut akan membawa keberkahan apabila dimanfaatkan secara produktif untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
"Saya berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha. Jangan sampai kembali bergantung pada rentenir. Walaupun saat ini kita berada dalam masa yang tidak mudah, jika kita terus bersama, saling membantu dan saling menguatkan, insya Allah kita akan mampu melewati berbagai tantangan yang ada," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Kota Bima juga memberikan apresiasi kepada para muzakki yang telah berkontribusi dalam penghimpunan zakat. Salah satunya adalah Ibu Yuliani, seorang penjual ikan keliling yang secara konsisten menunaikan zakatnya melalui BAZNAS. Dedikasi tersebut menjadi inspirasi bahwa semangat berbagi dan membantu sesama dapat dilakukan oleh siapa saja, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Melalui program penyaluran zakat produktif ini, Pemerintah Kota Bima bersama BAZNAS berharap dapat terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, menciptakan kemandirian usaha, serta meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan.(Sekjend MDG)






