Media Dinamika Global

Rabu, 06 Mei 2026

Dapur Adiba,SPPG Bima Sape Parangina 1 Sajikan Menu Makanan Sehat dan Bergizi Bagi PM


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id SPPG Bima Sape Parangina melalui Dapur Adiba kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dengan menyajikan makanan sehat dan bergizi bagi para penerima manfaat pada Kamis (07/05/2026).

Menu yang disediakan kali ini terdiri dari nasi putih, tuna suwir, sayur tumis, tahu goreng, serta buah apel merah. Kombinasi menu tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang, mencakup karbohidrat, protein, serat, dan vitamin yang dibutuhkan tubuh.


Penyediaan makanan bergizi ini diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan para penerima manfaat sekaligus meningkatkan semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Melalui program ini, SPPG Bima Sape Parangina 1 Dapur Adiba terus berupaya berkontribusi dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat di wilayah setempat.(Team.MDG.03)

SPPG Bima Sape Parangina 2 CV.Istiqomah Bagikan Paket Makanan Basah Bergizi


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id SPPG Bima Sape Parangina 2 CV.Istiqomah kembali menyalurkan paket makanan basah kepada masyarakat pada Kamis (07/05/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penyediaan konsumsi bergizi dan dukungan pelayanan kepada warga.

Paket makanan yang dibagikan hari ini terdiri dari nasi, opor ayam, stik tempe, tumis sayur, serta buah pear sebagai pelengkap menu sehat dan seimbang.

Pihak penyelenggara menyampaikan harapan agar bantuan makanan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para penerima serta mendukung kebutuhan gizi harian masyarakat.

“Terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak,” ujar perwakilan SPPG Bima Sape Parangina 2.

Kegiatan pembagian paket makanan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan baik dari masyarakat setempat. (Team.MDG.03)

SPPG Bima Sape Naru UD Lilis Salurkan Menu Harian dan Rapelan Gizi bagi Balita serta Bumil-Busui


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id— SPPG Bima Sape Naru UD Lilis kembali menyalurkan menu makanan harian sekaligus rapelan tambahan gizi bagi balita serta ibu hamil dan menyusui untuk periode 7–9 Mei 2026.

Pada Kamis, 7 Mei 2026, penerima manfaat mendapatkan menu harian berupa nasi putih, udang bakar, sayur sop, sambal, dan buah jeruk. Menu tersebut disiapkan sebagai bagian dari program pemenuhan gizi masyarakat di wilayah Bima Sape Naru.

Selain menu harian, SPPG Bima Sape Naru UD Lilis juga membagikan rapelan tambahan gizi selama tiga hari. Untuk balita, paket bantuan berisi apel, pir, susu, dan telur puyuh.

Sementara bagi ibu hamil dan ibu menyusui, paket rapelan yang diberikan terdiri dari apel, pir, jeruk, susu, serta telur puyuh guna mendukung kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan dan menyusui.

Penyaluran program gizi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan nutrisi masyarakat, khususnya bagi balita serta ibu hamil dan menyusui, sehingga tercipta generasi yang lebih sehat dan berkualitas.(Team.MDG.03)

Polda Sumbar Tanam Lebih dari Seribu Pohon di Momen Hardiknas 2026, Biro SDM: Wujud Nyata Pendidikan Berbasis Lingkungan



Padang — Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan sumber daya manusia terus ditunjukkan oleh Polda Sumatera Barat. Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, Polda Sumbar bersama seluruh jajaran Polres dan Polresta se-Sumatera Barat melaksanakan gerakan penanaman pohon secara masif di berbagai kabupaten dan kota.

Kegiatan ini merupakan lanjutan sekaligus implementasi nyata dari kuliah umum Kapolda Sumbar yang sebelumnya digelar di Kampus UIN Imam Bonjol Padang, dengan mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan Bermutu Melalui Pembentukan Cinta Lingkungan di Sumatera Barat.”

Melalui koordinasi Biro SDM Polda Sumbar, gerakan penghijauan ini berhasil mencatat penanaman sebanyak lebih dari seribu pohon yang tersebar di seluruh wilayah hukum Polda Sumbar. Total pohon yang ditanam mencapai lebih dari 1.100 batang dengan beragam jenis tanaman produktif dan pelindung lingkungan.

Penanaman pohon dilakukan secara serentak oleh jajaran Polres dan Polresta, dengan jumlah yang bervariasi di tiap daerah. Polresta Padang menjadi wilayah dengan jumlah penanaman terbanyak yakni 325 pohon, disusul Polres Solok Kota sebanyak 175 pohon, serta sejumlah wilayah lain seperti Polres Pesisir Selatan, Polres Pasaman, hingga Polres Kepulauan Mentawai.

Langkah ini menunjukkan keterlibatan aktif seluruh jajaran kepolisian dalam mendukung program pelestarian lingkungan sekaligus membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat.

Menariknya, jenis pohon yang ditanam tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Beberapa di antaranya seperti durian, alpukat, jambu, manggis, hingga matoa mendominasi jumlah penanaman.

Selain itu, terdapat pula tanaman keras dan pelindung seperti mahoni, cemara laut, serta ketapang yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Keberagaman jenis pohon ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekologis, tetapi juga dapat menjadi sumber ketahanan pangan serta peningkatan ekonomi masyarakat di masa mendatang.

Kepala Biro SDM Polda Sumbar, Kombes Pol. Anissullah M. Ridha, SIK., SH., MH, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembangunan SDM Polri yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.

“Penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata komitmen kami dalam mendukung pendidikan karakter yang berkelanjutan. Lingkungan adalah bagian penting dari proses pendidikan itu sendiri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai yang disampaikan Kapolda dalam kuliah umum sebelumnya, seperti kejujuran, tanggung jawab, serta filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Gerakan penanaman pohon ini sekaligus menjadi refleksi semangat Polri Presisi dalam mendukung visi Indonesia Maju, khususnya dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul di era Police 4.0.

Dengan melibatkan seluruh jajaran hingga tingkat daerah, Polda Sumbar menunjukkan bahwa institusi kepolisian tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam isu-isu strategis seperti pendidikan dan lingkungan hidup.

Melalui momentum Hardiknas 2026 ini, diharapkan sinergi antara kepolisian, dunia pendidikan, dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam.

Gerakan ini pun menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dilakukan secara bersama dapat memberikan dampak besar bagi masa depan lingkungan dan bangsa.

Kasus Chromebook Lotim Menguat, FKR NTB Minta Mantan Bupati dan Sekda Diperiksa

Ketua DPW WIB NTB, Dewi Wiliam, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Ketua Forum Keadilan Rakyat NTB (FKR NTB), Asmuni A.Ma, menegaskan bahwa perkembangan terbaru dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Lombok Timur bukan sekadar dinamika persidangan biasa, melainkan sinyal kuat adanya keterlibatan aktor kekuasaan yang selama ini belum tersentuh hukum.

Menurut Asmuni, perintah Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Mataram untuk memeriksa mantan Bupati Lombok Timur berinisial TSA serta Sekda M. JT merupakan fakta hukum yang tidak bisa dianggap remeh.

“Ini adalah alarm keras bahwa perkara ini tidak berdiri sendiri. Jangan berhenti di bawah. Aktor utama harus diusut tuntas,” tegasnya.

Berdasarkan fakta persidangan dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), terungkap adanya dugaan aliran dana miliaran rupiah yang mengarah kepada dua pejabat tersebut. Meski sempat terjadi pencabutan keterangan oleh saksi di persidangan, Majelis Hakim menegaskan bahwa keterangan itu tetap sah dan memiliki nilai pembuktian karena didukung alat bukti lainnya.

Asmuni menilai, secara logika hukum dan akal sehat publik, sangat tidak mungkin aliran dana dalam jumlah besar terjadi tanpa relasi kekuasaan.

“Tidak mungkin proyek bernilai besar berjalan tanpa pengondisian. Tidak mungkin aktor utama tidak mengetahui atau tidak terlibat dalam skema tersebut. Jika fakta-fakta ini diabaikan, maka penegakan hukum hanya akan menjadi formalitas tanpa substansi keadilan,” ujarnya.

FKR NTB pun menyampaikan sikap tegas dengan mendesak Kejaksaan agar segera menindaklanjuti perintah Majelis Hakim tanpa penundaan. Mereka juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas aliran dana dengan pendekatan follow the money hingga ke aktor utama.

Selain itu, FKR menolak segala bentuk praktik tebang pilih dalam penegakan hukum, meminta transparansi penuh kepada publik, serta mendorong pengawasan ketat dari masyarakat sipil dan lembaga independen.

Menurut Asmuni, kasus ini menjadi ujian integritas penegakan hukum di NTB. Jika aparat hanya berhenti pada pelaku teknis dan tidak berani menyentuh elit kekuasaan, maka publik berhak menyimpulkan bahwa hukum masih tunduk pada kekuatan politik.

FKR NTB bahkan mengeluarkan peringatan keras bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini dan tidak akan tinggal diam jika terdapat indikasi pembiaran, perlambatan, atau upaya melindungi pihak tertentu.

“Jika ada upaya melindungi pihak tertentu, kami akan melakukan aksi publik, melaporkan ke lembaga pengawas nasional, dan membuka fakta-fakta ini kepada masyarakat luas. Hukum tidak boleh tunduk pada jabatan. Hukum harus berdiri tegak di atas keadilan,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua DPW WIB NTB, Dewi Wiliam, juga menilai bahwa perintah hakim bukan tanpa dasar. Dalam fakta persidangan dan BAP, terdapat indikasi aliran dana dengan nilai signifikan kepada dua pejabat tersebut.

“Keterangan saksi kunci meskipun sempat dicabut, tetap dinilai memiliki kekuatan pembuktian oleh Majelis Hakim karena didukung alat bukti lainnya. Ini menunjukkan perkara tidak berdiri sendiri,” ujarnya.

Dewi menegaskan bahwa pengembangan perkara adalah kewajiban hukum, bukan pilihan bagi aparat penegak hukum. Aliran dana menjadi pintu masuk utama untuk menelusuri aktor intelektual di balik proyek tersebut.

Ia juga mempertanyakan bagaimana mungkin aliran dana miliaran rupiah bisa terjadi tanpa sepengetahuan atau keterlibatan aktor kekuasaan.

“Apakah proses pengadaan telah dikondisikan sejak awal? Siapa pihak yang paling diuntungkan? Sangat tidak logis jika penanganan perkara hanya berhenti pada pelaku teknis atau pihak swasta,” katanya.

Menurut Dewi, kasus ini harus menjadi momentum untuk membuktikan bahwa hukum tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

“Jika fakta persidangan dan BAP telah mengarah pada dugaan keterlibatan pihak tertentu, maka pengusutan harus berani menyentuh siapa pun tanpa pengecualian,” tutupnya.

Redaksi |

Babinsa Koramil 1608-01/Rasanae, Pimpin Apel Pengecekan Personil Patroli Cipkon


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Kegiatan pengamanan wilayah terus dilakukan oleh jajaran Koramil 1608-01/Rasanae, dalam rangka menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Selasa, (05/05/26)

Maka dalam hal ini, Babinsa Kelurahan Monggonao Serka Iksan memimpin apel pengecekan personil dengan dihadiri oleh 5 orang Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, dengan sasaran kegiatan patroli adalah, 

1. Kelurahan Kumbe

2. Kelurahan Rabangodu utara

3. Kelurahan Penaraga

4. Kelurahan Pena toi

5. Kelurahan Manggemaci 

6. Kelurahan Dara

Sebelum melaksanakan kegiatan Patroli para personil melaksanakan apel pengecekan yang di pimpin oleh Babinsa Kelurahan Ntobo Serka .Abdul Manan c bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae timur Kota Bima.

Kemudian Pukul 20.10 Wita personil patroli melaksanakan patroli keliling Star dari Kel Kumbe menuju sepanjang jalan Sukarno Hatta dengan menggunakan kendaraan Roda dua

Pukul 21.15 Wita' Anggota patroli menghingbau kepada masyarakat terutama anak anak remaja untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan. Salah satu bentuknya adalah tidak menggunakan atau memasang knalpot racing/Brong pada kendaraan bermotor, karena dapat menimbulkan kebisingan, mengganggu kenyamanan warga, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Dalam pelaksanaan, dAnggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah Satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot dan tidak menggunakannya kembali, guna terciptanya kenyamanan bagi masyarakat pada umumnya.

Dalam kegiatan rutin yang dilakukan oleh Jajaran Koramil-01 Rasanae ini, tentunya diharapkan kepada masyarakat juga agar dapat mematuhi setiap aturan yang berlaku, termasuk aturan lalu lintas, dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Pada pukul 21,45 wita' Anggota patroli tiba di kantor Koramil 01 Rasanae', kegiatan patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Selasa, 05 Mei 2026

Dugaan Korupsi Dana PMI, Legislator Lobar Haris Karena Diperiksa Kejari Mataram

Haris Karnaen Ketua PMI dan Anggota DPRD Lobar, (Ist/Surya)

Mataram, NTB, Media Dinamika Global – Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram memberikan perhatian serius terhadap laporan dugaan tindak pidana korupsi dan penggelapan dana di tubuh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Barat. Kasus yang menyita perhatian publik ini mencuat setelah adanya pengaduan masyarakat terkait pengelolaan dana darah yang diduga bermasalah.

Kepala Kejaksaan Negeri Mataram, Dr. Gde Made Pasek Swardhyana, mengungkapkan bahwa indikasi kerugian dalam perkara tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp150 juta. Saat ini, tim penyidik tengah melakukan pendalaman secara intensif guna memastikan ada tidaknya unsur pidana korupsi dalam pengelolaan dana tersebut.

Dalam keterangannya pada Selasa (05/05), Kajari menegaskan bahwa penanganan perkara masih berada pada tahap pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) atau penyelidikan awal.

“Nanti hasilnya akan kami evaluasi dan dalami lebih lanjut untuk melihat ada atau tidaknya unsur tindak pidana korupsi,” tegas Dr. Gde Made Pasek Swardhyana di ruang kerjanya.

Ia juga meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak berspekulasi berlebihan, sebab proses hukum masih berjalan dan membutuhkan ketelitian agar seluruh fakta dapat terungkap secara objektif dan akuntabel.

Sejauh ini, Kejari Mataram telah memanggil sedikitnya lima orang pengurus PMI Kabupaten Lombok Barat untuk dimintai klarifikasi. Salah satu yang telah memenuhi panggilan adalah Ketua PMI Lombok Barat, Haris Karena.

Usai menjalani pemeriksaan di kantor Kejari Mataram, Haris Karena bersama sejumlah pengurus lainnya terlihat memilih irit bicara. Mereka enggan memberikan komentar kepada awak media terkait materi pemeriksaan dan hanya menyampaikan bahwa masih memiliki agenda lain yang harus segera diselesaikan.

Sikap tertutup para pengurus PMI tersebut justru semakin menambah sorotan publik terhadap kasus yang menyangkut dana kemanusiaan itu. Publik menilai, transparansi sangat penting mengingat dana PMI bersumber dari pelayanan sosial yang menyentuh kepentingan masyarakat luas.

Diketahui, selain menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Lombok Barat, Haris Karnaen juga merupakan anggota aktif DPRD Kabupaten Lombok Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Daerah Pemilihan (Dapil) III.

Kejaksaan Negeri Mataram menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara transparan, profesional, dan tanpa tebang pilih, demi memastikan dana kemanusiaan benar-benar dikelola sesuai aturan serta tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.

Kasus ini pun menjadi ujian serius bagi integritas lembaga kemanusiaan, sekaligus menjadi perhatian publik agar pengelolaan dana sosial tidak dijadikan ruang penyimpangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Redaksi |

Dapur MBG 3T di Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu Gelar Doa Syukuran


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Rabu, 6 Mei 2026, dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang berlokasi di Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, menggelar doa syukuran sebagai bentuk rasa syukur atas terselenggaranya program tersebut.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya di wilayah yang tergolong tertinggal, terdepan, dan terluar. Program MBG 3T diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan.

Acara doa syukuran berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat setempat serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program. Kehadiran warga mencerminkan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG 3T di wilayah tersebut.



Pemilik dapur, Arif Rahman, SH, bersama Ny. Misbah, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta apresiasi atas dukungan masyarakat sekitar. Mereka berharap dapur MBG 3T dapat terus beroperasi secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Dengan adanya dapur MBG 3T ini, diharapkan kebutuhan gizi masyarakat di Desa Hidirasa dan sekitarnya dapat terpenuhi dengan lebih baik, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup warga secara keseluruhan.(Team.MDG.03)

Servis Tanpa Biaya, Brimob Riau Bantu Ojol Tetap Produktif di Jalan


Pekanbaru — Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Satuan Brimob Polda Riau melalui program bengkel motor gratis yang dikhususkan bagi pengemudi ojek online (ojol). Kegiatan ini menjadi bentuk pelayanan humanis Polri dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya para pekerja sektor informal. Rabu (06/05/2026)

Para pengemudi pun terlihat antusias memanfaatkan kesempatan ini, mengingat kendaraan merupakan aset utama dalam menunjang pekerjaan mereka sehari-hari.

Salah satu pengemudi ojol yang hadir mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Selain menghemat biaya perawatan, ia juga merasa diperhatikan oleh aparat kepolisian yang hadir langsung memberikan pelayanan.

Komandan Satuan Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa Brimob tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat. Melalui program bengkel gratis ini, kami berharap dapat membantu para pengemudi ojek online agar tetap produktif dan aman dalam bekerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dansat Brimob menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara anggota Polri dengan masyarakat. Dengan interaksi yang lebih dekat, diharapkan tercipta kepercayaan dan sinergi yang semakin kuat.

Program bengkel gratis ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis kendaraan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih humanis, Kepolisian Negara Republik Indonesia terus berupaya membangun kepercayaan publik melalui aksi nyata di lapangan.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.

Massa Aksi Dipukul, Mobil Komando Dirusak, FPMR Nyatakan Mosi Tidak Percaya ke Polri

 

Koordinator FPMR Irawan, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Aksi peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar pada Selasa, 5 Mei 2026, di depan Kantor Gubernur NTB, berujung ricuh. Dua orang massa aksi dilaporkan mengalami luka-luka akibat bentrokan yang terjadi saat demonstrasi berlangsung.

Salah satu korban merupakan anggota FMN yang harus dilarikan ke puskesmas setelah mengalami luka bocor di bagian kepala akibat terkena hantaman benda tajam saat aksi memanas.

Tak hanya itu, massa aksi juga menuding aparat melakukan pengrusakan terhadap mobil komando yang digunakan dalam unjuk rasa tersebut. Insiden ini memicu kecaman keras dari berbagai elemen gerakan mahasiswa dan rakyat.

Koordinator Front Perjuangan Masyarakat Rakyat (FPMR), Irawan, mengecam keras tindakan aparat yang dinilai represif dan bertentangan dengan prinsip demokrasi.

Menurutnya, aparat kepolisian seharusnya hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, bukan justru menjadi pihak yang melakukan kekerasan terhadap warga yang sedang menyampaikan aspirasi secara konstitusional.

“Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia menegaskan bahwa tugas pokok Polri adalah melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Namun yang terjadi hari ini justru sebaliknya. Ini adalah bentuk kegagalan aparatur negara dan jelas mencederai konstitusi,” tegas Irawan.

Ia juga menegaskan bahwa tindakan represif terhadap massa aksi merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak dasar warga negara sebagaimana dijamin dalam UUD 1945.

Pasal 1 Ayat (3) UUD 1945 menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Sementara Pasal 28E Ayat (3) menyebutkan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

“Ketika aparat mencoba membungkam suara rakyat dengan kekerasan, itu bukan lagi pengamanan, tetapi bentuk nyata pembungkaman demokrasi. Kami menyatakan mosi tidak percaya terhadap institusi Polri dalam menjalankan fungsi perlindungan terhadap massa aksi,” lanjutnya.

FPMR juga mengingatkan agar tindakan serupa tidak dinormalisasi dalam setiap agenda penyampaian pendapat di muka umum, khususnya di Kota Mataram.

Irawan menegaskan, pihaknya akan terus mengawal kasus ini dan mendesak adanya evaluasi serius terhadap aparat yang terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap demonstran.

“Jangan sampai kekerasan seperti ini dianggap biasa. Negara tidak boleh kalah oleh watak represif aparatnya sendiri,” tutupnya.

Redaksi |