Media Dinamika Global

Minggu, 19 April 2026

GELOMBANG KRITIK DI MEDSOS: KEBIJAKAN BUPATI BIMA DISOROT, WARGA DONGGO–SOROMANDI MERASA “DIKOSONGKAN”


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Pendukung Lama Merasa Tersisih, Surat Terbuka untuk Bupati dan Wakil Bupati Bima Viral, Sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati dan Wakil Bupati Bima beredar luas di media sosial dan memicu perbincangan publik. 

Surat tersebut ditulis oleh seorang warga bernama Idham Ham, yang menyuarakan kekecewaan terhadap arah kebijakan dan sikap kepemimpinan pasca kontestasi politik.

Dalam tulisannya, Idham menyampaikan bahwa ada jarak yang mulai terasa antara pemimpin daerah dan para pendukung lama yang sebelumnya berada di garis depan perjuangan politik. 

Ia mengingatkan bahwa kemenangan yang diraih tidak lepas dari pengorbanan banyak pihak yang rela menghadapi tekanan, konflik sosial, hingga kondisi sulit di lapangan.

“Dulu yang berdiri di belakang Bapak bukanlah mereka yang hari ini diprioritaskan,” tulisnya dalam surat tersebut, Minggu, 19 April 2026.

Ia juga menyoroti perubahan situasi yang dinilai menyakitkan bagi sebagian pendukung. 

Menurutnya, pihak-pihak yang sebelumnya menolak bahkan mencaci kini justru mendapatkan ruang dan perhatian, sementara loyalis lama mulai merasa asing di “rumah sendiri”.

Surat ini bukan hanya berisi kritik, tetapi juga menjadi refleksi tentang pentingnya menjaga komitmen, ingatan politik, dan keadilan dalam merangkul semua pihak, terutama mereka yang telah berkontribusi sejak awal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Bupati maupun Wakil Bupati Bima terkait isi surat tersebut.

Fenomena ini memperlihatkan dinamika klasik pasca pemilihan, di mana ekspektasi pendukung sering kali berbenturan dengan realitas kebijakan pemerintahan. (Redaksi Sekjend MDG)

Penerima Peserta Didik Baru tahun Ajaran 2026/2027 Langkah Kecil Menuju Mimpi Besar Dimulai Hari Ini!


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Setiap perjalanan besar dimulai dari satu langkah sederhana. Di SDN 49 Rabangodu Selatan, kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi unik yang siap untuk diasah dan dikembangkan. Kami bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan rumah kedua tempat kreativitas, karakter, dan kecerdasan tumbuh bersama.

Tahun ajaran 2026/2027 segera tiba! Inilah saatnya bagi Ayah & Bunda untuk memberikan fondasi pendidikan terbaik bagi sang buah hati. Mari bergabung menjadi bagian dari keluarga besar kami dan melangkah bersama menuju masa depan yang cerah. 

Keunggulan Kami:

✅Kurikulum yang adaptif dan inovatif.

✅Fasilitas belajar yang modern dan nyaman.

✅Tenaga pendidik yang berpengalaman dan penuh kasih.

✅Lingkungan sekolah yang aman dan religius.

Jangan lewatkan kesempatan ini!

Terungkap! Kronologi 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Begini Awalnya


Purwakarta, Media Dinamika Global.id.-- Kasus yang melibatkan sembilan siswa di SMAN 1 Purwakarta menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan tindakan tidak pantas terhadap guru beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, para siswa terlihat mengacungkan jari tengah ke arah guru, sebuah tindakan yang dinilai mencerminkan menurunnya etika dan rasa hormat di lingkungan pendidikan.

Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa ini bermula saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung di dalam kelas. Guru yang bersangkutan diketahui tengah memberikan arahan dan teguran kepada sejumlah siswa yang diduga tidak mengikuti aturan dengan baik. Namun, respons yang muncul justru di luar dugaan.

Alih-alih menunjukkan sikap menghargai, beberapa siswa justru memperlihatkan gestur tidak sopan, termasuk mengacungkan jari tengah. Aksi tersebut kemudian direkam dan menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial, memicu reaksi keras dari masyarakat.

Banyak pihak menyayangkan kejadian ini, karena guru selama ini dikenal sebagai sosok yang harus dihormati dan dijunjung tinggi. Peristiwa ini pun kembali memunculkan kekhawatiran akan menurunnya nilai sopan santun serta karakter peserta didik di era saat ini.

Pihak sekolah dikabarkan langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan pemanggilan terhadap siswa yang terlibat beserta orang tua mereka. Selain itu, pembinaan dan penanganan secara internal juga dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Kasus ini menjadi pengingat bagi semua pihak, baik sekolah maupun orang tua, akan pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Tidak hanya kecerdasan akademik, nilai moral dan etika juga perlu ditanamkan secara konsisten agar generasi muda tumbuh dengan sikap yang baik dan bertanggung jawab.

Hingga saat ini, perkembangan lebih lanjut terkait penanganan kasus tersebut masih terus dinantikan oleh publik.

Sakitnya menjadi guru ketika sulit mengajarkan karakter kepada siswa.(Redaksi Sekjend MDG)

SOROTAN PEDAS BIMA DAE CA’A: MUTASI DI KABUPATEN BIMA DINILAI TAK UBAHNYA POLA LAMA


Kabupaten Bima, Media Dinamika Global.id.– Kebijakan mutasi pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bima kembali menuai sorotan publik. Kali ini, kritik keras datang dari akun media sosial Bima Dae Ca’a yang menilai rotasi jabatan tersebut jauh dari semangat perubahan yang dulu dijanjikan.

Dalam pernyataannya, Bima Dae Ca’a mengaku pernah berada di barisan pendukung perubahan, bahkan ikut menggalang kekuatan untuk melawan praktik kekuasaan lama yang dianggap sarat kepentingan jabatan.

Namun kini, ia justru melihat pola yang sama kembali terulang.

“Dulu kita lawan karena rakus jabatan dan kekuasaan. Sekarang tidak jauh beda,” tulisnya di Facebook, Sabtu, 19 April 2026.

Ia juga menyoroti proses pelantikan pejabat yang disebut dilakukan pada malam hari, walau sah secara aturan, tapi menjadi sesuatu yang dinilainya janggal dan menimbulkan tanda tanya publik terkait transparansi serta urgensinya.

Tak berhenti di situ, kritik diarahkan langsung kepada pasangan kepala daerah Ady–Irfan. Ia mempertanyakan arah “perubahan” yang selama ini digaungkan.

“Perubahan untuk siapa? Untuk rakyat atau hanya lingkaran sendiri?” sindirnya.

Lebih tajam lagi, ia menyinggung nasib para pendukung yang sebelumnya berjuang dengan tenaga, pikiran, bahkan materi untuk memenangkan pasangan tersebut, namun kini merasa ditinggalkan.

Unggahan tersebut langsung memicu beragam reaksi. Sebagian publik menganggap kritik itu sebagai bentuk kekecewaan yang wajar, sementara lainnya menilai mutasi merupakan hak prerogatif kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Bima terkait kritik yang beredar luas di media sosial.

#Catatan Metromini: Mutasi jabatan seharusnya menjadi instrumen pembenahan birokrasi, bukan sekadar rotasi kekuasaan. Jika pola lama tetap dipertahankan, maka “perubahan” hanya akan menjadi slogan tanpa makna. (Redaksi Sekjend MDG)

Telah di Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Akbid Surya Mandiri Bima tahun Ajaran 2026/2027


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- PMB "Penerimaan Mahasiswa Baru" sudah Dibuka..!!

Masuk kuliah gampang, keluarnya susah (Eh Susah Ninggalin Temen Maksud nya)🤗🤗

Daftar yuk, GRATIS Lo Pendaftaran nya.

Untuk Calon MABA,di  KAMPUS Surya Mandiri Bima  ini, dosennya ramah, tugasnya ringan... eh, bohong! Tapi serius lo, kalau kamu daftar sekarang, besok kamu udah bisa tidur nyenyak sambil mimpi jadi bidan yang profesional  lo... yuk Buruan, jangan nunggu dompet tipis!


Siap Di BANTU untuk mendapatkan Beasiswa Jalur KIP dan beasiswa2 lainnya.

Dosen Akbid Surya Mandiri Bima Meraih Hibah Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dari Kemdiktisaintek


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Alhamdulillah, selamat dan apresiasi kepada Bapak/Ibu Dosen yang berhasil meraih Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat KemdiktiSaintek Tahun 2026.

Capaian ini menjadi kebanggaan bersama dan bukti komitmen kita dalam meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi. Semoga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu dan masyarakat.

Terima kasih atas dukungan Yayasan, pimpinan, dan seluruh civitas akademika.(Redaksi Sekjend MDG)

KONSOLIDASI HMI SEBAGAI INKUBATOR GERAKAN PERUBAHAN


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bima akan menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-1 sebagai forum tertinggi dalam struktur organisasi. Acara bersejarah ini mengangkat tema besar "Konsolidasi HMI Sebagai Inkubator Gerakan Perubahan.

Konfercab ini bukan sekadar rutinitas pergantian kepengurusan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat pondasi organisasi, menyatukan visi, dan mempersiapkan kader-kader unggul yang siap menjadi motor perubahan di tengah masyarakat.

MAKNA TEMA: DARI KONSOLIDASI MENUJU TRANSFORMASI.

Konsolidasi: Memperkokoh Persatuan

Sebagai organisasi yang baru terbentuk atau memasuki fase baru, konsolidasi menjadi kunci utama. HMI Cabang Kabupaten Bima bertekad menyatukan barisan, mempererat ukhuwah, dan membangun sinergi yang kuat antar kader dari berbagai komisariat. Hanya dengan kekuatan persatuan, organisasi dapat bergerak efektif dan berdaya guna.

Inkubator Gerakan Perubahan

HMI sejak awal didirikan dikenal sebagai tempat pembibitan (inkubator) intelektual muslim yang kritis dan progresif. Melalui proses kaderisasi yang berbasis pada nilai-nilai Islam dan keilmuan, HMI berkomitmen melahirkan kader yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keberanian untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik.

HMI hadir bukan hanya sebagai penonton sejarah, tetapi sebagai aktor utama yang menciptakan perubahan positif di Kabupaten Bima, khususnya dalam bidang sosial, politik, dan keumatan.


Dengan semangat Iman-Ilmu-Amal, HMI Cabang Kabupaten Bima siap melangkah maju, menjadi kekuatan yang membawa harapan baru bagi Bumi Maja Labo Dahu.(Redaksi Sekjend MDG)

Kapolda Lampung Pimpin Ratusan Personel dan Bhayangkari Polda Lampung Ikuti Kemala Run 2026.

Gianyar, Bali — Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf bersama jajaran mengikuti kegiatan Kemala Run 2026 yang digelar di Bali United Training Center, Gianyar, Bali, Minggu 19 April 2026.

Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk nyata dukungan terhadap kegiatan positif yang memadukan olahraga, kebersamaan, serta kepedulian sosial.

Dalam kegiatan tersebut, kontingen Polda Lampung berjumlah 108 orang peserta, terdiri dari Kapolda Lampung, Wakapolda Lampung, personel Polda Lampung, personel Polres jajaran, serta Bhayangkari. Kehadiran kontingen Polda Lampung menambah semarak pelaksanaan Kemala Run 2026 yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah.

Partisipasi Kapolda Lampung beserta jajaran dalam ajang tersebut mencerminkan komitmen untuk terus menumbuhkan budaya hidup sehat, memperkuat soliditas internal, serta membangun semangat kebersamaan di lingkungan Polri. 

Selain menjadi ajang olahraga, Kemala Run 2026 juga menjadi momentum untuk mempererat sinergi dan kebersamaan antarpeserta dalam suasana penuh semangat, sportivitas, dan kekeluargaan.

Helfi menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan olahraga seperti Kemala Run 2026 merupakan bagian dari upaya untuk membangun semangat positif, menjaga kebugaran fisik, serta mempererat hubungan kebersamaan di lingkungan kepolisian.

“Kemala Run 2026 ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, soliditas, dan semangat hidup sehat. Kehadiran kami bersama seluruh kontingen Polda Lampung adalah bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang mampu membangun energi kebersamaan, baik di internal Polri maupun bersama masyarakat. 

Kami berharap semangat ini terus terjaga dan menjadi bagian dari budaya kerja serta pengabdian kami sehari-hari,” ujar Helfi.

Lebih lanjut, Helfi menegaskan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas anggota Polri. Dengan kondisi fisik yang prima dan semangat yang terjaga, personel diharapkan mampu melaksanakan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat secara optimal.

Keikutsertaan kontingen Polda Lampung dalam Kemala Run 2026 juga menjadi wujud kebersamaan antara pimpinan, personel, Polres jajaran, dan Bhayangkari dalam mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi kesehatan, kekompakan, dan semangat persatuan.

Suasana penuh antusiasme yang tercipta selama kegiatan berlangsung menjadi gambaran kuat bahwa olahraga dapat menjadi sarana efektif dalam mempererat hubungan emosional, meningkatkan solidaritas, serta membangun semangat kolektif.

Melalui momentum ini, Polda Lampung berharap nilai-nilai sportivitas, kedisiplinan, kekompakan, dan pola hidup sehat dapat terus ditanamkan serta diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pelaksanaan tugas kedinasan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Polda Lampung berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu memperkuat soliditas internal, meningkatkan kualitas kesehatan personel, serta membangun kedekatan yang harmonis dengan masyarakat.
(Fs/Red) 

Sabtu, 18 April 2026

Gaji PPPK, Penuh Waktu, Paruh Waktu di Tanggung Oleh Pemerintah Pusat Melalui APBN


Mataram NTB, Media Dinamika Global.id.-- Wacana anggaran gaji PPPK dan PPPK Paruh Waktu (P3K PW) sepenuhnya ditanggung pemerintah pusat terus bergulir.

Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera mengusulkan pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu dan paruh waktu ditanggung oleh pemerintah pusat melalui APBN.

Usulan tersebut akan diajukan bersama dengan sejumlah pemerintah daerah di Indonesia yang juga mengusulkan agar gaji PPPK penuh waktu dan paruh waktu diambil alih oleh pusat.

Usulan akan disampaikan secara resmi melalui Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).

"Dengan demikian, gaji PPPK tidak lagi dibayar daerah melalui APBD, melainkan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Lalu Alwan Basri di Mataram, Jumat (17/4).

Lalu Alwan menjelaskan, usulan itu muncul untuk mencegah pemangkasan massal PPPK akibat keterbatasan anggaran daerah, menyusul pemotongan dana transfer ke daerah.

"Usulan kami juga jadi salah satu opsi karena keterbatasan anggaran daerah. Kalau itu bisa ditanggung Alhamdulillah, bisa mencegah pemangkasan PPPK," katanya.

Dikatakan, dari hasil kajian dan perhitungan Pemerintah Kota Mataram, upaya yang sudah dilakukan untuk menekan porsi belanja pegawai di APBD, masih melewati ambang batas 30 persen.(Redaksi Sekjend MDG)

Sertu Syarif Hidayat Koramil 1608-03/Sape Amankan Pemilihan PAW BPD di Desa Naru


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Anggota Koramil 1608-03/Sape, Sertu Syarif Hidayat yang menjabat sebagai Babinsa Desa Naru, melaksanakan pengamanan kegiatan Pemilihan Anggota Pergantian Antar Waktu (PAW) Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dusun Kore, Desa Naru, Kecamatan Sape, pada Minggu (19/4/2026).

Kegiatan pemilihan yang dimulai pukul 07.30 WITA tersebut berlangsung di RT 17 Dusun Kore dan berjalan dengan tertib, aman, serta lancar hingga selesai pada pukul 14.00 WITA. Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini bertujuan untuk memastikan situasi tetap kondusif selama proses demokrasi tingkat desa berlangsung.




Berdasarkan hasil perhitungan suara, Julkifli, SH berhasil memperoleh suara terbanyak dengan total 135 suara, mengungguli Agus Setiawan, M.Pd yang memperoleh 106 suara.

Adapun rincian partisipasi pemilih dalam kegiatan tersebut sebagai berikut:

Jumlah pemilih: 300 Kepala Keluarga (KK)

Suara sah: 241 KK

Suara tidak sah: 4 KK

Tidak menggunakan hak pilih: 55 KK

Secara keseluruhan, proses pemilihan berlangsung dengan baik tanpa adanya gangguan keamanan yang berarti. Kegiatan ini menjadi wujud pelaksanaan demokrasi di tingkat desa yang tetap menjunjung tinggi asas langsung, umum, bebas, dan rahasia. (Team.MDG.03)