Media Dinamika Global

Senin, 02 Maret 2026

NTB Asri Berkelanjutan, Komitmen Kelola Sampah dan Tanam Pohon


Kota Bima, Media Dinamika Global.Id- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, menggelar Apel Siaga Program Indonesia Asri dan NTB Asri Berkelanjutan di Kantor Walikota Bima, Senin (2/3). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjawab persoalan pengelolaan sampah serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Dalam amanatnya, disampaikan bahwa Gerakan Indonesia Asri merupakan arahan nasional untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai kekuatan sosial dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Pengelolaan sampah tidak lagi dapat dilakukan dengan pola konvensional kumpul, angkut, buang, melainkan harus beralih pada sistem yang terintegrasi, dimulai dari hulu atau sumber sampah hingga ke tempat pemrosesan akhir”, tutur Wagub Dinda.

Pemerintah Provinsi NTB menilai pengelolaan sampah masih menjadi tantangan bersama. Dari sepuluh TPA di NTB, baru sebagian yang menerapkan sistem terkontrol, sementara lainnya masih memerlukan penataan lebih lanjut. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

Selain itu, peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) juga menjadi perhatian. Pada 2025, IKLH Provinsi NTB tercatat 77,4 dengan kategori baik, namun masih berada di bawah target nasional. 

“Parameter seperti kualitas udara, kualitas air, dan tutupan lahan menjadi fokus perbaikan melalui gerakan reboisasi dan penghijauan yang konsisten”, kata Wagub Dinda.

“Gerakan Indonesia Asri dan NTB Asri Berkelanjutan bukan sekadar seremoni, tetapi panggilan untuk aksi nyata. Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya dan dilakukan secara sistemik serta terukur”, tegas Wagub Dinda.

Sebagai wujud aksi nyata, apel siaga tersebut dirangkaikan dengan penanaman pohon pule di halaman Kantor Walikota Bima. Penanaman ini menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat gerakan penghijauan dan menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan perkotaan.

“Kita ingin menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat komitmen menjaga lingkungan. Penanaman pohon pule hari ini adalah simbol bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil, tetapi harus dilakukan secara konsisten dan bersama-sama”, lanjutnya.

Pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, sekolah, pesantren, tempat ibadah hingga komunitas masyarakat untuk menjadikan gerakan ini sebagai gerakan kolektif yang berkelanjutan.

“Tanpa lingkungan yang sehat, pembangunan akan kehilangan pondasi. Karena itu, mari kita wujudkan NTB yang bersih, hijau, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang”, tutup Wagub Dinda. 

Redaksi ||

Gubernur NTB Komunikasi dengan Dubes RI, Pastikan Warga NTB Terpantau KBRI


Mataram, Media Dinamika Global.Id.— Menyikapi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Lalu Muhamad Iqbal melakukan koordinasi langsung dengan sejumlah Duta Besar Republik Indonesia di negara-negara Teluk dan Iran guna memastikan kondisi Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya asal NTB, tetap aman dan terpantau.

Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral kepala daerah terhadap warganya, di mana pun mereka berada.

“Sebagai kepala daerah, saya memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan warga NTB yang berada di luar negeri tetap dalam perlindungan negara, terlebih dalam situasi geopolitik yang berkembang seperti saat ini,” tegas Miq Iqbal. (2/3/26).

Komunikasi dilakukan dengan KBRI Teheran (Iran), KBRI Riyadh (Arab Saudi), KBRI Muscat (Oman), KBRI Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), KBRI Manama (Bahrain), KBRI Doha (Qatar), serta KBRI Kuwait City.

Dalam pembicaraan tersebut, seluruh perwakilan RI memastikan bahwa WNI yang terdata berada dalam pemantauan intensif melalui jaringan masyarakat Indonesia di masing-masing negara. Para Duta Besar juga menyampaikan bahwa Rencana Kontinjensi telah diaktifkan sebagai langkah antisipatif apabila terjadi peningkatan eskalasi konflik.

“Para Duta Besar memastikan bahwa seluruh WNI yang terdaftar dalam kondisi terpantau. Masing-masing KBRI telah mengaktifkan rencana kontinjensi sebagai langkah mitigasi jika situasi berkembang lebih jauh,” jelasnya.

Gubernur Miq Iqbal secara khusus menitipkan warga NTB kepada para Duta Besar RI agar mendapatkan perhatian dan perlindungan maksimal.

“Saya menitipkan secara khusus warga NTB kepada para Duta Besar. Keselamatan mereka adalah prioritas,” tegasnya.

Ia juga mengimbau keluarga di NTB yang memiliki anggota keluarga di kawasan Timur Tengah untuk proaktif memastikan data keberadaan mereka tercatat di KBRI atau KJRI terdekat. Apabila belum terdaftar, keluarga diminta segera menghubungi hotline resmi perwakilan RI di masing-masing negara.

“Kepada masyarakat NTB yang memiliki keluarga di kawasan tersebut, saya mengajak untuk tetap tenang. Pastikan komunikasi dengan KBRI atau KJRI terus terjaga dan ikuti arahan resmi dari perwakilan RI,” ujarnya.

Dalam komunikasi tersebut, Miq Iqbal juga berbagi pengalamannya dalam menangani perlindungan WNI di wilayah konflik pada masa penugasannya sebelumnya di Kementerian Luar Negeri. Diskusi tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi agar perlindungan warga negara berjalan cepat, terukur, dan adaptif terhadap dinamika lapangan.

Gubernur NTB menegaskan bahwa komunikasi dan pemantauan tidak berhenti pada tahap awal ini. Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta perwakilan RI di luar negeri akan dilakukan secara berkala guna memastikan perkembangan situasi dapat direspons secara cepat dan tepat.

“Kami akan terus memantau dan berkoordinasi secara rutin. Pemerintah daerah tidak boleh abai terhadap situasi global yang berpotensi berdampak pada warga kita,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi NTB memastikan komitmennya untuk terus hadir, menjaga komunikasi, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam menjamin perlindungan warga NTB di manapun berada.

Redaksi |

Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, Gelar Patroli, Intensifkan Himbauan Jaga Keamanan Di Bulan Suci Ramadhan

 


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Dalam rangka melaksanakan kegiatan Patroli Cipta Kondisi di wilayah Teritorial Koramil 1608-01/Rasanae, Personil melaksanakan apel pengecekan yang di pimpin oleh Babinsa Kelurahan Lampe Serma Muhaimin bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae' Timur Kota Bima. Senin, (02/03/26)

Kegiatan tersebut melibatkan 6 orang Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, yang di pimpin oleh Babinsa Kelurahan Lampe Serma Muhaimin, Patroli kali ini menyasar 6 Kelurahan seperti, 

1. Kelurahan kumbe 

2. Kelurahan Rabangodu Utara  

3. Kelurahan Penaraga 

4. Kelurahan Penatoi 

5. Kelurahan Jatiwangi 

6. Kelurahan Dara

Namun sebagai mana bisanya, seluruh Personil Patroli melaksanakan Apel pengecekan, kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan patroli keliling sekitar Pukul 21.05 Wita.

Dalam kegiatan ini, Anggota patroli memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di sepanjang jalan Sukarno Hatta dengan cara.

Para Anggota menghimbau pada Warga agar tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum' menghindari perkelahian, balap liar, dan penggunaan knalpot bising, dan yang paling penting adalah tidak mengonsumsi minuman keras maupun narkoba.

Disisi lain Personil Patroli juga mengajak kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda, agar bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan Ibadah Sholat Tarawih selama Bulan Suci Ramadhan. 

Personil juga menekankan agar tidak ada yang bermain petasan, membuat keributan, atau melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan Ibadah Sholat Tarawih.Mari kita ciptakan suasana yang aman, nyaman, dan penuh khidmat selama Bulan Suci Ramadhan, ajaknya.

Tak sampai disitu saja, Personil Patroli menghimbau agar selalu menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan, dan tidak berkumpul hingga larut malam tanpa tujuan yang jelas, dan segera melapor kepada aparat jika melihat hal-hal yang mencurigakan.


Kami juga menghimbau kepada anak-anak muda yang melaksanakan lomba lari pada saat Bulan Suci Ramadan agar segera membubarkan diri, demi menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, serta menghormati suasana Ibadah di Bulan Suci Ramadan. Selain itu, diimbau kepada para orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak mengganggu ketenangan masyarakat yang sedang menjalankan Ibadah, Imbuhnya.

Patroli dilanjutkan dengan melaksanakan pemeriksaan salah Satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot, diharapkan kepada masyarakat agar dapat mematuhi aturan lalu lintas' 

Kegiatan kita ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Koramil 01/Rasanae, demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Setelah semua rangkaian kegiatan dilaksanakan, sekitar Pukul 22, 00 wita' Anggota patroli tiba di Kantor Koramil 01 Rasanae'. kegiatan patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Try Sutrisno, Wakil Presiden yang Tak Diinginkan Pak Harto, Sempat Jadi Loper Koran saat Masih Muda


Jakarta. Media Dinamika Global.id.- Try Sutrisno, Wakil Presiden yang Tak Diinginkan Pak Harto, Sempat Jadi Loper Koran saat Masih Muda. Sejatinya Try Sutrisno Wakil Presiden yang tak diinginkan Pak Harto. Soeharto yang ketika itu sedang dekat-dekatnya dengan kelompok Islam punya calonnya sendiri: BJ Habibie.

BJ Habibie bukan sosok sembarangan. Dia adalah ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) sekaligus teknokrat yang mahir merancam pesawat.

Tapi sayang, Habibie yang didukung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak sreg dalam diri TNI. Mereka sudah punya calonnya sendiri: Try Sutrisno, mantan ajudan Presiden Soeharto yang ada Panglima ABRI.

Begitulah, Try Sutrisno pun jadi Wakil Presiden RI--walau tak dikehendaki oleh RI 1. Try Sutrisno merupakan Wakil Presiden ke-6 Indonesia.

Dia menjabat selama lima tahun yakni 1993-1998, mendampingi Presiden Soeharto. Sebelumnya, Try Sutrisno lama berkarier di militer.

Pak Try lahir di Surabaya, 15 November 1935. Try bukan berasal dari keluarga berada, itulah kenapa masa kecilnya dia lalui dengan begitu keras.

Bahkan pernah menjadi loper koran hingga penjual rokok. Dia juga pernah berjualan air minum di stasiun.

Ketika berusia 21 tahun tepatnya tahun 1956, dia diterima menjadi taruna Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad). Baru setahun menjalani pendidikan, Try Sutrisno sudah harus ikut berperang.

Saat itulah dia mengawali karier militer sebagai prajurit yang turut bertempur melawan Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik indonesia (PRRI). Lima tahun setelahnya atau 1962, Try Sutrisno terlibat dalam Operasi Pembebasan Irian Barat.

Di situ dia mengenal Soeharto.

Saat itu Soeharto yang sudah berpangkat Mayor Jenderal ditunjuk Presiden Soekarno menjadi Panglima Komando Mandala yang berpangkalan di Sulawesi. Kedekatan antara Try Sutrisno dengan Soeharto terjalin dari tugas tersebut.

Soeharto resmi menjadi Presiden RI kedua pada 1968. Empat tahun setelahnya yakni 1974, Try Sutrisno ditunjuk Soeharto menjadi ajudannya.

Dari situlah karier Try Sutrisno meroket. Tahun 1978, Try diangkat menjadi Kepala Komando Daerah Staf di KODAM XVI/Udayana.

Setahun kemudian, dia menjadi Panglima Daerah KODAM IV/Sriwijaya. Empat tahun berikutnya, dia diangkat menjadi Panglima Daerah KODAM V/Jaya dan ditempatkan di Jakarta.

Agustus 1985 pangkat Try Sutrisno dinaikkan lagi menjadi Letnan Jenderal (Letjen). Saat itu Try Sutrisno sekaligus diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) mendampingi Kasad Jenderal TNI Rudhini.

Sepuluh bulan kemudian tepatnya Juni 1986, Try Sutrisno diangkat menjadi Kasad menggantikan Rudhini. Tak sampai setahun yakni April 1987, dia naik jabatan ke tingkat tertinggi menjadi Jenderal.

Karier Try Sutrisno moncer. Jabatan Kasad diembannya selama 1,5 tahun hingga pada awal 1988 dia dipromosikan menjadi Panglima ABRI (Pangab) menggantikan Jenderal TNI LB Moerdani.

Try Sutrisno akhirnya memimpin ABRI selama 5 tahun, sejak 1988 hingga 1993. Ketika itu ABRI masih terdiri atas institusi TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan POLRI.

Banyak peristiwa penting yang terjadi selama Try Sutrisno memimpin, seperti meletusnya kembali pemberontakan GPK (Gerakan Pengacau Keamanan) di Aceh pada pertengahan 1989 menyusul dibubarkannya Kodam I/Iskandarmuda.

Peristiwa penting lainnya yakni pembantaian Santa Cruz di Timor Timur pada November 1991. 

Try Sutrisno terpilih menjadi Wakil Presiden RI dalam sidang umum Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 1993. Dia dicalonkan oleh Fraksi ABRI MPR-RI, mendahului pilihan terbuka dari Presiden Soeharto ketika itu.

Try Sutrisno tercatat menjadi wakil presiden Soeharto yang ketiga dari kalangan militer. Ia menjabat di kursi RI-2 persis setelah Sudharmono turun tahta.

Tahun 1998 tugas Try Sutrisno sebagai wapres berakhir. Pak Try lalu digantikan oleh BJ Habibie. Walau wakil presiden terus berganti-ganti lima tahun sekali, tidak demikian dengan jabatan presiden yang dari 1968 hingga 1998 adalah milik Soeharto seorang.(Team)

Tersangka Ico Rahmawati Mulai Bernyanyi, Mengaku Tak Sendirian Nikmati Uang Pungli Tunjangan Guru


Mataram NTB. Media Dinamika Global.Id.- Tersangka Ico Rahmawati Mulai Bernyanyi, Mengaku Tak Sendirian Nikmati Uang Pungli Tunjangan Guru. Ditreskrimsus Polda NTB masih mendalami kasus pungutan liar (pungli) Tunjangan Khusus Guru Daerah Terpencil (TKGDT) di Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima.

Tersangka Ico Rahmawati yang menjabat sebagai Kabid PTK Dikbudpora Bima diduga menerima setoran ratusan ribu hingga jutaan rupiah setiap kali pencairan dana tunjangan.

“Tersangka menarik Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta dari setiap guru penerima tunjangan,” kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol FX Endriadi, beberapa hari lalu.

Praktik tersebut disebut telah berlangsung sejak 2019 hingga 2025. Total ada 18 guru penerima tunjangan yang diduga menjadi korban pemotongan selama enam tahun.

“Total ada sebanyak 18 guru penerima tunjangan yang dipotong selama enam tahun,” beber Endriadi.

Pola setoran pun bervariasi. Ada guru yang menyetor setiap bulan, ada pula yang setiap tiga bulan sekali. Bahkan, disebutkan ada guru yang menyetor hingga Rp 1 juta secara rutin selama bertahun-tahun.

“Ada yang menyetor setiap satu bulan sekali. Ada juga yang per tiga bulan sekali,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, para guru menyerahkan uang kepada tersangka dalam kondisi tertekan. Mereka khawatir tunjangan tidak cair pada tahap berikutnya apabila tidak memberikan setoran.

“Para guru terpaksa menyerahkan sejumlah uang, karena ada kekhawatiran tidak dapat menerima tunjangan khusus pada tahap selanjutnya,” terangnya.

Untuk melancarkan aksinya, tersangka disebut menyiapkan dua rekening khusus sebagai penampung dana setoran. “Dua rekening itu sudah kita sita sebagai barang bukti,” kata Endriadi.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 24 saksi dan mengamankan sejumlah dokumen terkait pencairan TKGDT. Polisi masih mendalami aliran dana yang diterima tersangka serta membuka kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat.

“Kami juga masih membuka peluang adanya pihak lain yang ikut terlibat dalam perkara ini,” tandasnya.

Sementara itu, Penasihat Hukum Ico Rahmawati, Edy Kurniady menyatakan kliennya tidak menikmati uang tersebut seorang diri.

“Klien saya ini tidak menikmati sendiri,” kata Edy. Ia mengaku akan mendorong penyidik untuk mengungkap peran pihak lain dalam kasus tersebut. “Tunggu dulu, prosesnya masih terus berjalan,” ujarnya. 

Sumber: KATADATA Indonesia

BCW Pasang Badan, Pastikan Pengembangan Kasus Tak Mandek hingga Inkrah


Mataram, Media Dinamika Global.Id.— Bima Corruption Watch (BCW) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pengembangan penyidikan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang saat ini tengah ditangani Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB.

Pengembangan perkara tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan Bcw yang telah ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum dengan nomor: Sp. Gas/18/I/RES.3.3/2026/Ditreskrimsus, tertanggal 20 Januari 2026. Kasus tersebut yang menyeret Inisial IR selaku Kepala Bidang PTK Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima. Kini kasusnya telah memasuki tahap pendalaman dan pemeriksaan lanjutan oleh penyidik.

Direktur Eksekutif BCW, Andriansyah, S.H., menyatakan bahwa pihaknya menghormati dan mendukung penuh langkah profesional aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas perkara tersebut, termasuk apabila ditemukan keterlibatan pihak lain yang berpotensi ditetapkan sebagai tersangka baru.

“Kami memastikan akan terus mengawal proses pengembangan perkara ini sampai pada putusan yang berkekuatan hukum tetap. Jika dalam proses penyidikan ditemukan dua alat bukti yang cukup dan mengarah pada pihak lain, maka sudah sepatutnya ditetapkan sebagai tersangka sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Andriansyah dalam keterangan persnya, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, pengembangan perkara merupakan bagian penting dalam memastikan bahwa penegakan hukum tidak berhenti pada satu pihak saja, melainkan mampu mengungkap secara menyeluruh konstruksi perkara serta aliran tanggung jawab hukum yang ada.

BCW menilai, transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyidikan menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan publik. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar penyidik tetap bekerja secara profesional, objektif, dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Selain itu, BCW juga mengingatkan agar seluruh pihak yang dipanggil dalam proses pemeriksaan bersikap kooperatif dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Komitmen kami jelas, tidak ada tebang pilih dalam penegakan hukum. Kami ingin memastikan bahwa setiap pihak yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, BCW menyatakan akan terus mengawal jalannya proses hukum, mulai dari tahap penyidikan, penuntutan, hingga persidangan di pengadilan, demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi di NTB.

Pihak Polda NTB memberikan keterangan resmi, hingga berita diterbitkan.

Redaksi |

Sebanyak 205 Paket Takjil Gratis di Bagikan Kodim 1608/ Bima di Jalan Sukarno Hatta Kelurahan Monggonao Kota Bima


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- Momentum Ramadan dimanfaatkan Kodim 1608/Bima untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat. Sebanyak 205 paket takjil dibagikan kepada warga dan pengguna jalan di depan Makodim 1608/Bima, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Sekitar 30 personel TNI bersama anggota Persit turun langsung menyapa masyarakat yang melintas maupun yang tengah ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan dipimpin langsung Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan S.Kom., M.Sc., didampingi Ketua Persit KCK Cabang XXVII Ny. Risky Julita Limbongan, para Perwira Staf serta Danramil jajaran.

“Berbagi takjil ini bukan sekadar memberi makanan, tetapi wujud kepedulian sosial dan upaya mempererat silaturahmi antara TNI dan masyarakat. Di bulan suci ini, kami ingin menunjukkan bahwa TNI selalu hadir dan dekat dengan rakyat,” tegas Dandim.

Pembagian berlangsung tertib dan lancar hingga seluruh paket takjil habis tersalurkan. Selain mempererat hubungan dengan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga situasi wilayah tetap kondusif selama Ramadan.

Respons positif warga menjadi energi tersendiri bagi jajaran Kodim 1608/Bima untuk terus menggulirkan kegiatan sosial serupa. Komitmen tersebut ditegaskan sebagai bagian dari semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Kota dan Kabupaten Bima. (Team MDG)

Tak Cukup Kabid PTK, Pimpinan DPRD Minta Polda NTB Bongkar Jejaring ‘Penyunatan’ Tunjangan Guru Terpencil di Dikbudpora Bima


Bima, Media Dinamika Global.id.– Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bima, Muh. Erwin, mendesak Polda NTB memperluas penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) atau pemerasan tunjangan khusus guru daerah terpencil di Kecamatan Tambora. Ia menilai pengusutan tidak boleh berhenti pada satu tersangka semata.

Desakan itu muncul setelah Kepala Bidang Pembinaan Tenaga Kependidikan (PTK) Dikbudpora Kabupaten Bima, Ico Rahmawati, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB.

“Kami mengapresiasi langkah Polda NTB yang telah menindaklanjuti keresahan para guru di daerah terpencil. Tapi penanganan kasus ini tidak boleh berhenti pada Kabid PTK saja,” ujar Erwin saat dikonfirmasi katada.id, Sabtu malam (28/2).

Menurutnya, praktik korupsi atau pemerasan terhadap tunjangan guru tidak mungkin dilakukan seorang diri. Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk di tingkat kecamatan maupun internal Dinas Dikbudpora.

“Korupsi tidak mungkin dilakukan sendiri. Kami mendorong Polda NTB mengusut tuntas sampai kaki tangan yang bersangkutan di masing-masing kecamatan dan internal dinas,” tegasnya.

Ketua DPC PPP Kabupaten Bima itu juga mengapresiasi keberanian para guru di Tambora yang akhirnya bersuara setelah bertahun-tahun diduga mengalami tekanan.

“Dari sekian lama, akhirnya guru-guru di Tambora berani speak up. Ayo terus bersuara para guru. Ungkap semua jejaring yang menjadi kaki tangan yang memeras bapak ibu selama ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, kejahatan korupsi tumbuh bukan semata karena kuatnya pelaku, melainkan karena banyak pihak memilih diam.

“Kami juga mengapresiasi civil society yang terus mengawal hingga kasus ini terbongkar,” tandasnya.

Pungli Sejak 2019

Sebelumnya, Polda NTB menetapkan Ico Rahmawati sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungli tunjangan khusus guru daerah terpencil di Kecamatan Tambora. Penetapan dilakukan usai gelar perkara oleh penyidik Ditreskrimsus.

“Kami tetapkan berinisial IR sebagai tersangka. Jabatannya Kepala Bidang PTK Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima,” ujar Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol FX Endriadi.

IR diperiksa selama kurang lebih lima jam sebelum akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah guru sekolah dasar (SD) penerima Tunjangan Khusus Guru Daerah Terpencil (TKGDT) sejak tahun 2019 hingga 2025.

“Peristiwa itu terjadi mulai tahun 2019 sampai 2025,” terang Endriadi.

Penyidik telah memeriksa 24 saksi dari kalangan guru serta mengamankan sejumlah dokumen terkait pencairan tunjangan. Dari hasil pendalaman, ditemukan adanya penyerahan sejumlah uang dari para guru kepada tersangka.

“Dari hasil pendalaman, ditemukan penyerahan uang dari para guru penerima tunjangan untuk disetorkan kepada IR,” bebernya.

Para guru disebut menyerahkan uang karena adanya tekanan dan kekhawatiran tunjangan tahap berikutnya tidak akan dicairkan jika tidak memenuhi permintaan tersebut.

“Para guru merasa terpaksa menyerahkan sejumlah uang karena ada kekhawatiran tidak menerima tunjangan khusus pada tahap selanjutnya,” tegas Endriadi.

Polisi Dalami Aliran Dana

Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Muhaemin menambahkan, tersangka diduga menyiapkan dua rekening khusus untuk menampung setoran dari para guru penerima tunjangan.

“Saudari IR menyiapkan dua rekening khusus untuk menerima setoran dari guru penerima tunjangan daerah terpencil,” katanya.

Penyidik masih terus mendalami aliran dana dan membuka kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam perkara tersebut.

“Kami masih terus kembangkan kasus ini,” tandasnya.

Informasi yang diperoleh IR diduga membebani Guru Terpencil untuk menyerahkan Uang tiap kali tunjangan guru terpencil cair. Nominalnya mulai Rp500 ribu hingga Rp1 juta per guru. (Sekjend MDG)

Polda NTB Ikuti Rapat Lintas Sektoral, Matangkan Persiapan Ops Ketupat 2026


Mataram, Media Dinamika Global.Id.– Wakapolda NTB Hari Nugroho bersama jajaran Pejabat Utama Polda NTB mengikuti Rapat Lintas Sektoral Bidang Operasional secara virtual dari Gedung Presisi Polda NTB, Senin (02/03/2026).

Rapat yang digelar Mabes Polri tersebut turut dihadiri berbagai unsur instansi terkait di tingkat Provinsi NTB, di antaranya Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Dinas Perindag, Kanwil Kemenag NTB, BPBD, BMKG, Basarnas, PT Pertamina, Jasa Raharja, hingga Jasa Marga. Selain itu, Kapolres/ta jajaran bersama Forkopimda kabupaten/kota juga mengikuti rapat melalui zoom meeting dari wilayah masing-masing.

Kabid Humas Polda NTB, Mohammad Kholid, menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 guna pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

“Rapat ini sebagai persiapan awal pelaksanaan Ops Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri,” tegasnya.

Menurutnya, pertemuan lintas sektoral ini bertujuan menyatukan persepsi serta memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Melalui sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait, diharapkan pelaksanaan pengamanan arus mudik, arus balik, serta aktivitas masyarakat selama Idul Fitri dapat berjalan aman, tertib, dan lancar di seluruh wilayah NTB.

Polda NTB pun memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana akan terus dimatangkan guna mendukung kelancaran Ops Ketupat 2026 demi kenyamanan masyarakat dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Redaksi |

Doa Syukuran Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati dan Wakil Bupati Bima Gelar Buka Puasa Bersama ‎ ‎


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- Pemerintah Kabupaten Bima menggelar doa syukuran satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bima, Ady Mahyudi dan dr. H. Irfan, yang dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama di halaman Kantor Bupati Bima, Senin (2/3/2026).


Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Bima, staf ahli bupati, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat se-Kabupaten Bima, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.


Momentum yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan ini menjadi ajang refleksi atas perjalanan satu tahun kepemimpinan keduanya dalam membangun Kabupaten Bima. Dalam sambutannya, Bupati Bima menyampaikan rasa syukur atas dukungan dan sinergi seluruh pihak selama satu tahun masa jabatan.


“Kami menyadari bahwa capaian pembangunan yang telah diraih tidak terlepas dari kerja sama dan doa seluruh masyarakat Kabupaten Bima. Momentum ini menjadi penguat komitmen kami untuk terus bekerja lebih baik, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” ujar Bupati.

‎Ia mengingatkan, tepat pada 20 Februari 2025, dirinya bersama Wakil Bupati menerima mandat dari Presiden Republik Indonesia serta amanah dari masyarakat Kabupaten Bima untuk memimpin daerah tersebut.

‎“Amanah ini bukan sekadar jabatan dan bukan sekadar kekuasaan, melainkan tanggung jawab moral untuk menghadirkan perubahan-perubahan yang nyata bagi Tanah Dana Mbojo yang kita cintai,” tegasnya.

‎Menurutnya, satu tahun memang waktu yang singkat dalam perjalanan sejarah. Namun, periode tersebut dinilai cukup untuk menunjukkan arah kebijakan, kesungguhan, serta meletakkan fondasi perubahan.

‎“Dengan tata kelola yang baik, integritas yang kuat, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, saya yakin lima tahun ke depan akan menjadi periode kebangkitan Kabupaten Bima,” katanya.


Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan satu tahun kepemimpinan ini sebagai momentum mempercepat langkah pembangunan.

‎“Bersama kita melayani, bersama kita membangun, bersama kita wujudkan Kabupaten Bima yang bermartabat, berkemajuan, makmur, tangguh, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

‎Acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qori internasional, Syamsuri Firdaus, tausiah keagamaan oleh Islamuddin, serta doa bersama yang dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima, Mujiburrahman. Suasana semakin hangat saat seluruh tamu undangan berbuka puasa bersama dalam nuansa kekeluargaan.


Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bima menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program prioritas yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.


Dengan semangat kebersamaan dan doa yang dipanjatkan, diharapkan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bima dapat terus membawa perubahan positif serta mewujudkan Kabupaten Bima yang lebih maju dan bermartabat. (MDG)