Media Dinamika Global

Sabtu, 21 Februari 2026

Personel Piket Sat Polairud Polres Bima Bantu Nelayan Bagan Angkut Hasil Tangkapan ke Mobil Box


Bima, Media Dinamika Global.id.– Wujud kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat pesisir kembali ditunjukkan oleh Personel Piket Sat Polairud Polres Bima. Bertempat di wilayah pesisir Teluk Bima, anggota Sat Polairud turut membantu para nelayan bagan dalam proses pemindahan hasil tangkapan ikan dari perahu ke mobil box yang akan didistribusikan ke Kabupaten Sumbawa Besar dan Kota Mataram, Minggu 22 februari 2026.

Kegiatan tersebut dilakukan saat para nelayan selesai melaksanakan aktivitas penangkapan ikan dan bersandar di pesisir Teluk Bima. Melihat proses bongkar muat yang membutuhkan tenaga tambahan, personel piket Sat Polairud secara sigap turun tangan membantu mengangkat box-box berisi ikan dari perahu ke kendaraan pengangkut.


Kasat Polairud Polres Bima, AKP Hari Purnomo, S.E., menyampaikan bahwa kehadiran anggota di tengah masyarakat pesisir merupakan bagian dari tugas pelayanan Polri.

“Sat Polairud tidak hanya melaksanakan patroli dan pengawasan perairan, tetapi juga hadir membantu masyarakat nelayan dalam aktivitasnya. Ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kami kepada masyarakat pesisir,” ungkapnya.

Proses pemindahan hasil tangkapan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Box-box berisi ikan segar yang telah dipacking selanjutnya dimuat ke dalam mobil box untuk dikirim ke Kabupaten Sumbawa Besar dan Kota Mataram guna memenuhi kebutuhan distribusi pasar.


Para nelayan menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh personel Sat Polairud. Kehadiran polisi di tengah aktivitas mereka dinilai sangat membantu, terutama dalam mempercepat proses bongkar muat serta memberikan rasa aman di wilayah pesisir.

Selain membantu proses pengangkutan, personel Sat Polairud juga memberikan imbauan kepada para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, memastikan kelengkapan alat keselamatan, serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan Teluk Bima.


Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Bima melalui Sat Polairud dalam membangun sinergitas dengan masyarakat pesisir serta mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan melalui pelayanan yang humanis, responsif, dan profesional.

Dengan terjalinnya kebersamaan antara aparat dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah perairan hukum Polres Bima tetap aman, tertib, dan kondusif.(Sekjend MDG)

Gubernur NTB Miq Iqbal: SPPG di Pesantren Kunci Kemandirian Ekonomi Umat


Lombok Barat, Media Dinamika Global.Id.-​Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tahap ke-4 di Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi digelar di Halaman Pondok Pesantren Darul Qur'an, Bengkel, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (21/2/2026).

​Agenda ini menandai peresmian 41 unit SPPG, di mana 36 unit berlokasi di wilayah NTB dan sisanya tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, serta Jawa Barat. Program ini merupakan bagian dari penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masuk dalam jaringan Tim Konsultan dan Akselerasi program MBG dibentuk oleh PBNU.

​Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam sambutannya menyoroti perubahan paradigma ekonomi yang dibawa oleh kehadiran SPPG. Menurutnya, pemerintah kini menggunakan "logika terbalik" dengan menciptakan permintaan (demand) terlebih dahulu di tingkat hilir sebelum membenahi sisi hulu.

​"Dulu, petani sering ragu menanam sayur atau memelihara ikan karena takut tidak ada pembeli atau harga anjlok saat panen. Hari ini, Presiden menciptakan permintaannya dulu melalui MBG. Sekarang di pasar, pedagang sayur sudah punya posisi tawar tinggi karena barang mereka pasti diborong untuk kebutuhan gizi ini," ujarnya.

Meski disambut positif, tingginya permintaan ini memicu tantangan baru berupa kenaikan harga akibat kesenjangan antara permintaan dan ketersediaan pasokan (supply). Gubernur mengakui bahwa saat ini masyarakat mulai merasakan kenaikan inflasi.

​"Ini bukan salah program MBG-nya, tapi kita yang harus lebih cepat mengantisipasi ketersediaan pasokan. Karena itu, mulai Mei mendatang, Pemprov NTB akan melakukan investasi besar-besaran untuk meningkatkan produksi pangan masyarakat," tambahnya.

​Langkah konkret yang akan diambil meliputi pengembangan greenhouse untuk sayuran skala kolektif maupun rumah tangga, budidaya ikan (nila, patin, dan ikan laut) dengan sistem bioflok, hingga optimalisasi ayam petelur.

Selain urusan gizi, Lalu Iqbal menekankan pentingnya peran pesantren dalam mengelola SPPG. Ia melihat peluang besar bagi pesantren untuk mencapai kemandirian finansial dan menciptakan ekosistem ekonomi tertutup (closed-loop ecosystem).

​"Pesantren tidak perlu lagi bergantung pada bantuan luar karena punya penghasilan tetap (fixed income) dari SPPG. Jika jamaah diberdayakan untuk memelihara ayam petelur atau menanam cabai, maka kebutuhan dapur SPPG bisa terpenuhi dari internal mereka sendiri," jelasnya.

​Ia berharap ke depannya pesantren tidak hanya mengelola dapur, tetapi juga merambah ke industri derivatif seperti pabrik roti hingga peternakan sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu.

​"Jika target seribu dapur tercapai, bayangkan kekuatan ekonomi keumatan yang tercipta. Ini adalah awal yang baik untuk penguatan ekonomi berbasis pesantren," pungkasnya.

Sebelumnya Ketua Umum PB NU Pusat, KH. Yahya Cholil Staquf mengatakan peresmian 41 SPPG ini masuk dalam jaringan Tim Konsultan dan Akselerasi program MBG yang dibentuk oleh PB NU.

"Jadi sekarang sudah mencapai hampir 200 SPPG yang sudah beroperasi dan sekian ratus lagi sedang berproses dalam sistem BGN sehingga tidak terlalu lama target 1.000 SPPG yang sudah dicanangkan bersama Ketua BGN bisa tercapai," ungkapnya.

Dijelaskan ini adalah kali ke - 4 diresmikan pertama di Cirebon, Jember, dan Batang sekarang di NTB untuk ke -4 kalinya.

Ditegaskan pula untuk memastikan para penerima manfaat yaitu para santri harus dijaga kualitas gizi dan pelayanan lainnya karena bukan secara statistik melainkan tergantung anak-anak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Bukan hanya soal angka statistik melainkan tergantung anak-anak agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan karena mereka ini adalah masa depan bangsa," tegasnya.

Redaksi  ||

Gubernur NTB Tinjau Lokasi Banjir Obel-Obel, Salurkan Bantuan dan Perintahkan Mitigasi Komprehensif


Lombok Timur, Media Dinamika Global.Id— Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Baznas NTB, serta Dinas Sosial turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Obel-Obel, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (20/2/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus memantau langsung proses pemulihan penghidupan masyarakat pascabencana. Dalam peninjauan lapangan, rombongan juga mengidentifikasi penyebab banjir yang diketahui dipicu sedimentasi lumpur dan batuan di alur sungai. Pendangkalan yang cukup parah membuat elevasi dasar sungai hampir sejajar dengan lahan sekitar, sehingga saat debit air meningkat, luapan cepat masuk ke permukiman warga.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah menilai perlu segera dilakukan normalisasi sungai melalui pengerukan sedimen yang kemudian dimanfaatkan untuk meninggikan tanggul kanan dan kiri sepanjang aliran sungai. Upaya ini diharapkan dapat mencegah luapan air kembali terjadi saat hujan deras.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov NTB melalui BPBD, Baznas, dan Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan logistik tanggap darurat berupa paket sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar warga serta makanan ringan bagi anak-anak. 

Selain itu, Gubernur Miq Iqbal memberikan bantuan khusus berupa perbaikan tempat pengolahan tempe di Dusun Batumpak yang rusak akibat banjir, disertai dukungan modal pembelian bahan baku kedelai guna membantu memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Di sela peninjauan, Gubernur menerima laporan darurat dari perwakilan warga Desa Madayin yang datang langsung ke lokasi. Warga melaporkan adanya sumbatan aliran sungai akibat tumbangnya beberapa pohon besar yang tersangkut di jembatan dan berpotensi memperparah banjir bila hujan kembali turun. Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Provinsi NTB segera menerjunkan tim ke Desa Madayin untuk melakukan pembersihan material kayu dan sampah menggunakan gergaji mesin (genset chainsaw) agar aliran air kembali lancar.

Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa banjir di Desa Obel-Obel merupakan kejadian dengan pola berulang hampir setiap tahun. Karena itu, ia memerintahkan BPBD dan perangkat daerah terkait untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur guna merumuskan solusi jangka menengah dan jangka panjang.

“Kita tidak bisa hanya menangani saat bencana terjadi. Harus ada langkah mitigasi yang lebih komprehensif, mulai dari normalisasi sungai, penguatan tanggul, hingga penataan kawasan hulu. Saya minta BPBD dan OPD terkait berkoordinasi erat dengan Pemkab Lombok Timur agar pencegahan ke depan lebih optimal,” tegas Gubernur.

Pemprov NTB berharap, melalui penanganan terpadu lintas sektor dan dukungan pemerintah kabupaten, risiko banjir di wilayah tersebut dapat ditekan, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan pemulihan yang berkelanjutan.

Redaksi  ||

Anggota Koramil 1608-01/Rasanae. Himbauan Tidak Melakukan Tindakan Meresahkan Selama Di Bulan Puasa


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Babinsa Kelurahan Lampe Serma Muhaimin pimpin apel pengecekan yang Personil bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae' timur Kota Bima, dalam rangka melaksanakan Patroli Cipta Kondisi di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae. Sabtu, (21/02/26)

Patroli tersebut dipimpin oleh Babinsa Kelurahan Lampe Serma Muhaimin dengan dihadiri 6 Anggota Koramil 1608-01/Rasana'e. Sasaran Patroli Babinsa Kelurahan Lampe Serma Muhaimin adalah.

1. Kelurahan kumbe 

2. Kelurahan Rabangodu Utara  

3. Kelurahan Jatiwangi 

Sekitar Pukul 21.00 Wita, usai melaksanakan Apel, Personil Patroli bergerak menuju sasaran dengan star dari Kelurahan Kumbe menujun sepanjang Jln. Sukarno Hatta dengan menggunakan sepeda motor.

Dalam kegiatan ini, Personil Patroli tidak hanya sekedar melaksanakan Patroli dengan mengendarai sepeda motor saja, namun juga memberikan imbauan kepada masyarakat.

Himbauan diberikan terutama anak-anak muda agar senantiasa bersinergi dengan baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di sepanjang jalan Sukarno Hatta.

Adapun upaya yang diharapkan dalam hal ini, tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum' menghindari perkelahian, balap liar, dan penggunaan knalpot bising, tidak mengonsumsi minuman keras maupun narkoba.

Juga mengajak masyarakat, khususnya agar bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan ibadahnya Shalat Tarawih di Bulan Suci Ramadhan. 

Ditekankan agar tidak ada yang bermain petasan, membuat keributan, atau melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah. 

Selalu menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan, dan tidak berkumpul hingga larut malam tanpa tujuan yang jelas, dan segera melapor kepada aparat jika melihat hal-hal yang mencurigakan.

Dalam kegiatan tersebut Anggota juga menemukan sekelompok warga Kellurahan Jatiwangi yang melaksanakan lomba lari pada saat Bulan Suci Ramadan, agar segera membubarkan diri, demi menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, serta menghormati suasana ibadah di Bulan Ramadan. Selain itu, diimbau kepada para orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak mengganggu ketenangan masyarakat yang sedang menjalankan Ibadah.

Setelah itu, pada Pukul 21.50 Wita Anggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah Satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot.

Sekaligus dihimbau agar diharapkan dapat mematuhi aturan lalu lintas. Kegiatan kita ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Koramil 01/Rasanae, demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Usai melaksanakan Patroli dan memberikan himbauan kepada Warga masyarakat, seluruh Anggota patroli tiba di kantor Koramil 01 Rasanae, dan kegiatan Patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

NTBCare Bersama MIO NTB Tebar Berkah Ramadhan, Ratusan Takjil Dibagikan di RSUP untuk Keluarga Pasien dan Petugas


Mataram, Media Dinamika Global.Id.– Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh NTBCare bersama MIO NTB. Keduanya turun langsung membagikan ratusan takjil kepada keluarga pasien dan petugas jaga di RSUD Provinsi NTB, Jumat (21/2/2026).

Kegiatan sosial tersebut menyasar para penjaga pasien yang tengah mendampingi anggota keluarganya menjalani perawatan. Takjil dibagikan dari satu ruangan ke ruangan lain, memastikan setiap keluarga pasien yang sedang menunggu mendapatkan bagian untuk berbuka puasa.

Tidak hanya keluarga pasien, para petugas keamanan dan tenaga jaga rumah sakit juga turut menerima takjil.

Suasana hangat dan penuh keakraban terasa saat relawan menyapa satu per satu warga yang berada di ruang rawat.

Direktur NTBCare, Yuni Bourhani, usai kegiatan menyampaikan rasa syukurnya karena dapat berbagi langsung dengan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kami memilih RSUD Provinsi NTB karena banyak keluarga pasien yang tidak bisa keluar mencari makanan untuk berbuka puasa. Mereka harus tetap menjaga anggota keluarganya yang sedang dirawat. Takjil ini mungkin tidak banyak, tetapi sangat membantu mereka untuk sekadar berbuka tanpa harus membeli di luar,” ujarnya.

Menurut Yuni, Ramadan menjadi momentum memperkuat empati sosial, terutama kepada warga yang sedang menghadapi ujian kesehatan keluarga.

Sementara itu, Ketua MIO NTB, Feryal MP, mengungkapkan bahwa ratusan cup takjil yang disiapkan ludes dalam waktu singkat. Bahkan, masih banyak warga yang datang dan berharap mendapatkan bagian.

“Alhamdulillah semuanya habis dibagikan. Bahkan masih ada yang meminta. Ini bagian dari cara kami berbagi dengan warga yang sedang dalam kesulitan. Semoga menjadi keberkahan bagi semua,” kata Feryal.

Relawan NTBCare dan MIO NTB tampak menyusuri lorong demi lorong rumah sakit, mengetuk pintu ruang rawat dengan penuh sopan santun sebelum menyerahkan takjil kepada keluarga pasien. 

Kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan berbuka, tetapi juga menyampaikan pesan kepedulian dan kebersamaan di bulan penuh rahmat.

Aksi sosial ini menjadi bukti bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial. Di tengah kesibukan dan kecemasan keluarga pasien menunggu kabar kesembuhan, kehadiran takjil sederhana tersebut menjadi penguat semangat dan pengingat bahwa mereka tidak sendiri.

NTBCare dan MIO NTB berharap kegiatan berbagi seperti ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan, terutama di ruang-ruang sunyi seperti rumah sakit, tempat banyak orang berjuang dalam diam.

Redaksi ||

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. Adalah Seorang Pakar Hukum Tata Negara


Dunia Hukum. Media Dinamika Global.Id.-Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. (lahir 5 Februari 1956) adalah seorang pakar hukum tata negara, politikus, dan intelektual Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) dalam Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pendiri dan mantan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB). Ia resmi mengundurkan diri dari jabatan Ketum PBB pada Mei 2024 untuk mendorong regenerasi partai. Memiliki rekam jejak panjang sebagai menteri di berbagai era, termasuk Menteri Hukum dan Perundang-undangan (era Abdurrahman Wahid), Menteri Kehakiman dan HAM (era Megawati), serta Menteri Sekretaris Negara (era SBY).

Dikenal sebagai advokat senior yang sering menangani kasus-kasus besar di Mahkamah Konstitusi, termasuk menjadi Ketua Tim Hukum Prabowo-Gibran dalam sengketa Pilpres 2024.

#ArtisIndonesia #BeritaSelebriti #ArtisJadul #AhSyafii #BeritaArtisTerkini #Infotainment #InformasiSelebriti #publicfigure #socialissues  #Wednesdaynight #fanrecognition #gameshow #dramaseries #realitytv #drama #fanappreciation #tvpersonality #tv #YusrilIhzaMahendra

Dulu Ratu Runway Dunia, Kini Paula Verhoeven Buktikan Bahwa Kekuatan Terbesarnya Ada pada Status "Ibu"


Hiburan. Media Dinamika Global.Id.- Dulu Ratu Runway Dunia, Kini Paula Verhoeven Buktikan Bahwa Kekuatan Terbesarnya Ada pada Status "Ibu". Meski Rumah Tangga Kandas, Ketegarannya Benar-benar Bikin Haru!

Dunia mengenal Paula Verhoeven sebagai sosok yang nyaris sempurna. Dengan tinggi badan yang menjulang dan tatapan mata yang tajam, ia adalah "Ratu Runway" yang pernah menaklukkan panggung mode internasional. Namun, setelah badai besar menerpa kehidupan pribadinya, publik baru menyadari bahwa kecantikan sejati Paula bukan terletak pada riasan wajah atau busana mewahnya, melainkan pada ketulusan hatinya sebagai seorang ibu.

Meski keputusan cerai baru saja diketuk palu pada April 2025 lalu, Paula menunjukkan kepada dunia bagaimana cara berdiri tegak di tengah reruntuhan kebahagiaan.

Menanggalkan Jubah Supermodel demi Pelukan Anak

Bagi Paula, karier mentereng sebagai juara Elite Model Look atau prestasi di Abang None Jakarta hanyalah bagian dari masa lalu yang membentuk kedewasaannya. Kini, prioritasnya telah bergeser total. Di balik layar kaca yang penuh sorotan, Paula adalah ibu yang sangat protektif dan penuh kasih bagi Kiano dan Kenzo.

Banyak netizen yang merasa terharu melihat bagaimana Paula tetap berusaha memberikan senyum terbaik di depan anak-anaknya, seolah ingin memastikan bahwa dunia kedua buah hatinya itu tetap baik-baik saja, meski fondasi rumah tangganya telah berubah.

Ketegaran yang Tak Perlu Diteriakkan

Satu hal yang membuat masyarakat bersimpati adalah sikap Paula yang sangat elegan selama menjalani proses hukum. Tak ada aksi saling sindir, tak ada drama yang sengaja diumbar ke media. Paula memilih untuk diam dalam doa dan fokus pada perannya.

Ketegaran ini seolah menjadi pesan bahwa wanita yang kuat tidak perlu berteriak untuk didengar. Ia membuktikan kelasnya sebagai seorang wanita yang sudah selesai dengan egonya demi menjaga mentalitas anak-anaknya yang masih kecil.

"Self-Love" dan Hijrah yang Menenangkan

Belakangan, penampilan Paula yang terlihat lebih tertutup dan religius juga menuai banyak pujian. Aura wajahnya disebut makin "adem" dan bercahaya. Banyak yang menilai bahwa Paula kini tengah menjalani fase healing dengan cara mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Ia tak lagi mengejar pengakuan dunia di atas panggung catwalk, melainkan mengejar ketenangan batin dalam sujud dan kasih sayang keluarga. Statusnya kini bukan lagi sekadar mantan istri artis, melainkan sosok wanita tangguh yang memulai babak baru dengan kaki yang lebih kuat dari sebelumnya.

Penutup: Hikmah di Balik Perpisahan

Kisah Paula Verhoeven mengajarkan kita bahwa sebuah akhir bukanlah kegagalan mutlak. Perpisahan memang menyakitkan, namun bagi Paula, itu adalah jalan untuk menemukan kembali kekuatan jati dirinya sebagai seorang ibu.

"Kekuatan terbesar wanita bukan saat ia dipuja dunia, tapi saat ia mampu memeluk luka sambil tetap memberikan cinta bagi anak-anaknya."

Masya Allah, setuju ya Bunda kalau Paula Verhoeven adalah potret wanita hebat masa kini? Mari kita doakan semoga langkahnya selalu dimudahkan dan anak-anak tumbuh menjadi anak yang sholeh. Aamiin.

Bukan Sekadar Artis! Inilah Perjalanan Oki Setiana Dewi Meraih Gelar Doktor Ganda


Hiburan. Media Dinamika Global.Id.- Bukan Sekadar Artis! Inilah Perjalanan Oki Setiana Dewi Meraih Gelar Doktor Ganda Sambil Membangun Rumah Tahfidz

Di panggung hiburan, wajahnya dikenal melalui karakter Anna yang santun dalam film fenomenal Ketika Cinta Bertasbih. Namun, jika kita melihat lebih dalam, Oki Setiana Dewi telah melangkah jauh melampaui gemerlap lampu kamera. Ia adalah potret nyata seorang perempuan yang menjadikan ilmu sebagai senjata dan pengabdian sebagai jalan hidup.

Bagi Oki, gelar aktris hanyalah satu bab kecil. Bab terbesarnya saat ini adalah sebagai seorang akademisi pemegang gelar Doktor ganda dan penggerak rumah tahfidz bagi ribuan muslimah.

Akademisi yang Tak Pernah Puas Belajar

Banyak yang terkejut saat mengetahui bahwa kakak kandung Ria Ricis ini memiliki latar belakang pendidikan yang sangat serius. Oki bukanlah sekadar "pemanis" di layar kaca. Semangat belajarnya yang luar biasa membawanya meraih dua gelar Doktor (S-3) dari institusi berbeda:

Doktor dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2020): Oki meneliti fenomena sosial yang sangat relevan, yaitu tren hijrah di kalangan selebritas kelas menengah.

Doktor dari Institut PTIQ Jakarta (2022): Ia mendalami Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir dengan fokus pada pendidikan moderasi beragama dalam keluarga.

Prestasi meraih gelar Doktor ganda ini menjadi bukti bahwa kesibukan sebagai figur publik dan ibu dari empat anak bukanlah penghalang untuk mencapai puncak tertinggi di dunia pendidikan.

Maskanul Huffadz: Warisan untuk Umat

Sisi lain yang membuat Oki dikagumi adalah kepeduliannya pada masa depan generasi muda. Pada tahun 2016, ia mendirikan Yayasan Maskanul Huffadz. Bukan sekadar sekolah agama biasa, yayasan ini merupakan rumah bagi anak-anak yatim, piatu, dan duafa untuk menghafal Al-Qur'an secara gratis melalui program beasiswa penuh.

Di sana, para muslimah tidak hanya diajarkan menghafal, tetapi juga dibekali kemampuan untuk menjadi pengajar kembali. Melalui Maskanul Huffadz, Oki ingin memastikan bahwa Al-Qur'an tetap hidup di hati generasi mendatang, tanpa terkendala biaya.

Menyeimbangkan Peran: Ibu, Dai, dan Penulis

Menjalani peran sebagai istri dari Ory Vitrio dan ibu bagi empat buah hati tentu bukan perkara mudah. Namun, Oki berhasil membuktikan bahwa manajemen waktu dan niat yang kuat adalah kunci. Selain aktif berdakwah di program "Islam Itu Indah", ia juga produktif menulis buku yang menginspirasi banyak wanita tentang hijrah dan pola asuh anak.

Meski perjalanan kariernya tak lepas dari dinamika dan kontroversi di media sosial, Oki tetap konsisten pada jalurnya. Ia memilih untuk menjawab kritik dengan karya dan kontribusi nyata di bidang pendidikan agama.

Penutup

Kisah Oki Setiana Dewi mengingatkan kita semua bahwa popularitas adalah titipan, namun ilmu dan amal jariyah adalah warisan yang abadi. Dari seorang aktris pendatang baru di Mesir belasan tahun lalu, kini ia telah berdiri tegak sebagai seorang intelektual muslimah yang menginspirasi wanita Indonesia untuk terus belajar dan berbagi.

Sumber: Wikipedia

Melepas Popularitas Demi Kedamaian: Perjalanan Panjang Dewi Sandra


Hiburan. Media Dinamika Global.Id.-Melepas Popularitas Demi Kedamaian: Perjalanan Panjang Dewi Sandra Melewati Badai Kehidupan Hingga Memutuskan Berhijab

Nama Dewi Sandra bukan sekadar deretan huruf di panggung hiburan Indonesia. Ia adalah simbol talenta, kecantikan, dan kegigihan. Namun, di balik lampu panggung yang menyilaukan dan tepuk tangan riuh penonton, tersimpan sebuah perjalanan spiritual yang sunyi namun dahsyat—sebuah pencarian panjang untuk menemukan apa yang sebenarnya disebut sebagai "kedamaian".

Kilau Dunia yang Sempat Menyilaukan

Lahir pada 3 April 1980, Dewi Sandra mengawali kariernya sebagai model belia yang memukau. Darah campuran Brasil, Inggris, dan Indonesia memberinya paras yang ikonik. Tak butuh waktu lama bagi Dewi untuk mendominasi layar kaca sebagai presenter favorit dan merajai tangga lagu sebagai Ratu R&B Indonesia.

Gelar-gelar bergengsi seperti Panasonic Awards hingga AMI Awards berhasil ia sabet. Dewi adalah definisi dari kesuksesan duniawi: populer, berprestasi, dan berada di puncak rantai makanan industri hiburan. Namun, di tengah semua kemegahan itu, Dewi sempat mengakui adanya kekosongan yang tak mampu diisi oleh piala maupun popularitas.

Melewati Badai Kehidupan

Perjalanan Dewi menuju titik baliknya tidak dilalui di atas jalan yang bertabur bunga. Ia harus melewati "badai" yang cukup kencang dalam kehidupan pribadinya. Dua kali mengalami kegagalan rumah tangga yang menjadi konsumsi publik, kehilangan orang tua tercinta, hingga berbagai tekanan batin membuatnya sempat berada di titik terendah.

Lika-liku inilah yang kemudian membawanya pada pertanyaan besar tentang tujuan hidup. Ia mulai mengevaluasi kembali setiap langkah yang telah ia ambil di bawah sorotan kamera selama belasan tahun.

Titik Balik: Menjemput Hidayah dalam Kesunyian

Desember 2012 menjadi momentum yang tak akan pernah dilupakan oleh publik Indonesia. Secara mengejutkan, Dewi Sandra muncul dengan penampilan baru yang jauh lebih bersahaja: ia memutuskan untuk berhijab.

Keputusan ini bukanlah tren atau sekadar perubahan gaya busana. Bagi Dewi, hijab adalah simbol penyerahan diri dan upaya untuk menjemput kedamaian yang selama ini ia cari. Ia perlahan mundur dari hingar-bingar dunia tarik suara yang membesarkan namanya, melepaskan citra pop star yang glamor, demi mengejar keridaan Sang Pencipta.

Kedamaian dalam Kesederhanaan

Pasca-hijrah, sosok Dewi Sandra bertransformasi menjadi pribadi yang jauh lebih tenang. Ia tidak lagi mengejar validasi duniawi. Fokusnya beralih pada belajar agama, berbagi inspirasi melalui kajian, dan memilih karya yang memiliki pesan moral kuat, seperti peran ikoniknya di film 99 Cahaya di Langit Eropa atau serial Catatan Hati Seorang Istri.

Kini, bersama suaminya Agus Rahman, Dewi menjalani kehidupan yang jauh dari gosip miring. Ia membuktikan bahwa melepas popularitas demi kedamaian batin bukanlah sebuah kerugian, melainkan sebuah investasi kebahagiaan yang sesungguhnya.

Kisah Dewi Sandra mengajarkan kita bahwa sejauh apa pun kita melangkah dan setinggi apa pun kita terbang, muara terakhir yang paling menenangkan adalah saat kita berhasil menemukan diri kita kembali di hadapan-Nmya. (Wikipedia)

Patroli Subuh, Polsek Sape Tindak Keluhan Warga Soal Petasan

Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id – Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait gangguan ketertiban di Jembatan Desa Parangina, Kapolsek Sape, AKP Sirajuddin, SH, bersama jajaran personel melaksanakan patroli usai waktu Subuh.(Minggu.22/02/2026)

Langkah tersebut diambil setelah banyaknya laporan warga mengenai aktivitas sejumlah pemuda dan anak-anak yang menyalakan petasan di area jembatan. Selain mengganggu kekhusyukan masyarakat pada waktu Subuh, aksi tersebut juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melintas.

Dalam patroli tersebut, petugas mendapati langsung sekelompok pemuda yang tengah bermain petasan di lokasi. Aparat kemudian memberikan imbauan dan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatan serupa yang dapat mengganggu ketertiban umum.



Kapolsek Sape mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap putra-putrinya, khususnya pada waktu-waktu rawan terjadinya gangguan kamtibmas. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan di wilayah Kecamatan Sape agar tetap kondusif dan aman bagi seluruh pengguna jalan.

(Team.MDG.03)