Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Tes Kemampuan Akademik (TKA) SDN 21 Tolomundu Kota Bima merupakan asesmen baru yang akan dijalankan pertama kali tahun ini. Sebagai instrumen pengukuran kompetensi akademik, TKA dirancang untuk mengukur penguasaan konsep inti dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) murid-murid siswa SDN 21 Tolomundu Kota bima, Sabtu 07 February 2026.
Karena sifatnya yang baru, wajar jika muncul pertanyaan, kebingungan, bahkan rasa khawatir dari berbagai pihak—baik guru, murid, maupun orang tua. Untuk itu, penting bagi setiap aktor pendidikan memahami perannya dalam mendukung SDN 21 Tolomundu Kota bima persiapan menghadapi TKA.
Artikel ini merangkum sejumlah tips praktis yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing pihak.
Bagi guru, tantangan utama adalah keterbatasan waktu persiapan dan kebutuhan adaptasi terhadap format asesmen baru. Meski begitu, materi yang diujikan sebenarnya tidak keluar dari apa yang sudah dipelajari di kelas, karena TKA mengukur capaian akademik sesuai kurikulum. Di sisi lain, guru sering kali menjadi tumpuan harapan dari sekolah, murid, dan orang tua siswa SDN 21 Tolomundu Kota bima.
Langkah yang dapat dilakukan guru antara lain:
Pahami informasi resmi tentang TKA. Ikuti sosialisasi dari dinas atau sekolah, pelajari kerangka asesmen, dan gunakan sumber belajar yang relevan, termasuk di Ruang Murid.
Integrasikan materi ke dalam pembelajaran. Sisipkan latihan soal berbasis HOTS, gunakan sumber belajar beragam, dan arahkan murid untuk memperkuat konsep inti. Guru juga dapat memanfaatkan Ruang Murid sebagai salah satu sumber belajar digital yang menyediakan materi sesuai kurikulum.
Edukasi orang tua. Jelaskan apa itu TKA, bagaimana cara mendukung anak di rumah, dan arahkan pada sumber belajar yang mendukung penguatan pemahaman konsep.
Dampingi murid dengan empati. Validasi rasa khawatir mereka, ciptakan pembelajaran dan latihan yang menyenangkan, serta berikan apresiasi atas usaha mereka.
Untuk Murid: Belajar Bertahap, Jaga Mental dan Fisik
Murid sering kali bingung harus mulai belajar dari mana, ditambah tekanan dari lingkungan yang dapat membuat cemas. Kunci persiapan adalah konsistensi dan fokus pada pemahaman konsep.
Tips persiapan untuk murid:
Atur strategi belajar. Buat jadwal setiap hari (20–30 menit), pahami konsep dasar dari berbagai sumber, tandai topik yang masih sulit, dan diskusikan dengan guru atau kelompok belajar. Untuk memperkuat konsep, murid dapat menggunakan materi di Ruang Murid sebagai tambahan belajar mandiri.
Latihan bertahap. Mulailah dari soal per topik, lakukan “simulasi mini,” dan biasakan menjelaskan ulang ke teman untuk memperkuat pemahaman.
Jaga kondisi mental dan fisik. Tidur cukup, lakukan peregangan ringan, praktikkan teknik pernapasan untuk menenangkan diri, dan jangan ragu berbagi perasaan dengan guru, teman, atau orang tua.
Untuk Orang Tua: Dukung Proses Belajar Anak, Ciptakan Lingkungan yang Kondusif
Kekhawatiran orang tua sangat wajar, terutama karena waktu persiapan singkat dan keterbatasan sumber daya. Namun, dukungan orang tua berperan penting dalam keberhasilan anak.
Beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua:
Pahami informasi TKA dengan benar. Ikuti sosialisasi dari sekolah, hindari miskonsepsi, dan konsultasikan dengan guru bila ada hal yang belum jelas. Orang tua juga dapat mengakses pusat informasi TKA di Ruang Murid untuk mendapatkan pemahaman yang tepat.
Bangun suasana belajar yang nyaman. Sediakan ruang belajar yang rapi dan tenang, pastikan anak berada dalam kondisi prima, dan hindarkan dari gangguan.
Dampingi kemajuan anak. Dorong rutinitas belajar singkat setiap hari, luangkan waktu untuk berbincang santai mengenai perasaan anak, berikan asupan bergizi, dan fasilitasi dengan berbagai sumber belajar gratis. Orang tua juga bisa mengarahkan anak untuk belajar mandiri menggunakan materi Sumber Belajar di Ruang Murid.
Ringkasan Peran dan Fokus
Aktor
Fokus Utama
Langkah Praktis
Guru
Mendampingi murid sesuai kemampuan
Pahami informasi resmi, integrasikan ke pembelajaran, edukasi orang tua, dampingi murid dengan empati
Murid
Belajar bertahap dengan konsisten
Atur strategi belajar harian, lakukan latihan bertahap, jaga mental dan fisik
Orang Tua
Menciptakan lingkungan belajar kondusif
Pahami informasi dengan benar, dukung suasana belajar, dampingi kemajuan anak
Persiapan TKA bukan hanya tanggung jawab murid, melainkan kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan belajar. Dengan langkah yang terarah, suasana yang tenang, serta dukungan berkelanjutan, murid dapat menghadapi TKA dengan lebih percaya diri.
Kegiatan Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dihadiri oleh orang tua/wali siswa, Ketua Komite Sekolah bapak Zainuddin Muksin, MM, Pengawas Pembina Ibu Vivy Sumanti, M.Pd, serta Ibu Kepala Sekolah Sulami, S.Pd.
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua/wali siswa terkait pelaksanaan TKA, meliputi tujuan, mekanisme, serta peran orang tua dalam mendampingi dan memotivasi siswa menghadapi TKA.(Sekjend MDG)