Media Dinamika Global

Kamis, 01 Januari 2026

Kasus Kifen Lamban Diungkap, Rafidin Minta Kapolri Copot Kapolres Bima Kota dan Kasat Reskrim

Foto: Kanan Kapolres Bima Kota, Tengah Rafidin, dan
Kiri Kasat Reskrim, (Ist/Surya Ghempar)

Kota Bima, Media Dinamika Global.Id - Tragedi Gunung Sangiang, hampir berjalan 20 hari kasus Kifen ditangani penyidik Polres Bima Kota. Namun sampai sekarang belum juga terungkap, apakah Kifen dibunuh ataukah hilang. Sementara salah satu rekannya juga saksi korban Kifen berinisial AD sudah diamankan oleh penyidik Polres Bima Kota, artinya membuktikan bahwa kasus tersebut sudah berhasil diungkap penyidik.

"Tapi kenapa sampai sekarang penyidik sepertinya main kucing-kucingan menangani kasus Kifen.Penyidik harus dan wajib menyampaikan secara terbuka dan transparan ke publik, agar kasus tersebut tidak menciptakan berbagai persepsi positif maupun negarif oleh publik," ujar anggota DPRD kabupaten Bima Rafidin S,Sos kepada sejumlah wartawan. Jum'at, (02/01/26).

Kasus ini kata Rafidin, mengingatkan dirinya dengan kasus pembunuhan yang terjadi terhadap warga desa Ngali kecamatan Belo Kabupaten Bima yang terjadi di lingkungan Saleko Kota Bima beberapa tahun silam. Dalam kasus itu, berhari hari polisi tidak berhasil mengungkap pelaku pembunuhan tersebut Namun, ketika sehari telegram pindah mutasi untuk Kasat Reskrim. Pada hari saat belum terungkap pelaku pembunuhan korban, penyidik dan Buser reskrim langsung menangkap pelaku pembunuhan sehari setelah kasat Reskrim di mutasi.

Menurut Rafidin, kasus tersebut diduga banyak kepentingan dalam kasus Kifen yang melibatkan banyak pihak tertentu, termasuk Kapolres Bima Kota juga kasat Reskrim, sebab dianggap gagal ungkap pelaku pembunuhan, lebih-lebih menemukan dimana jasad Kifen dikuburkan atau dibuang oleh diduga pelaku pembunuhan, kalaupun korban Kifen dibunuh.

"Saya menilai bahwa Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si tidak mampu mengungkap kasus Kifen dan saya meminta bapak Kapolri segera mencopot Kapolres Bima Kota, juga kasat Reskrimnya, AKP Dwi Kurniawan Kusuma Putra, sebab tidak memiliki niat baik untuk menyelesaikan kasus yang menghebohkan masyarakat Bima umumnya NTB tersebut," tegasnya.

Lebih lanjut Rafidin, mestinya Kapolres harus malu ketika sejumlah penyidik terbaik di Polres Bima Kota yang diturunkan ke lokasi yang diduga menjadi lokasi pembunuhan atau hilangnya Kifen, namun pulang dengan tangan hampa. 

"Kapolres harus menjaga wibawa institusi bukan kepentingan lain. Sebab Kapolres juga sudah berencana untuk konfrensi pers dalam kasus itu tapi ditunda. Itu bukti bahwa Kapolres dan jajarannya menginjak injak kredibilitas institusi polri," terang anggota DPRD Bima Dapil III, dua periode itu.

Diakhir komentarnya, kembali Rafidin menegaskan agar Kapolres juga Kasat Reskrim segera mungkin melakukan jumpa pers, sampaikan ke publik bahwa korban Kifen dibunuh dan  pelakunya si A, b dan lainnya atau menegaskan bahwa Kifen hilang belum ditemukan.

"Kalau tidak mampu mengungkap kasus tersebut atau sulit menemukan jasad Kifen, kerjasama dengan banyak pihak, dan saya gak yakin kasus itu tidak mampu diungkap oleh penyidik setempat, sebab penyidik di NTB ini tidak hanya di Polres Bima Kota, tetapi juga ada di Polda NTB untuk dimintai bantuan dalam mengungkap kasus kifen sesegera mungkin," pungkasnya.

Redaksi ||

Serka Mursalim : Tahun Baru 2026, Mari Buka Lembaran Baru Dengan Hal-hal Yang Bermanfaat Untuk Orang Banyak


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Dalam rangka menjaga Kamtibmas tetap kondusif, Babinsa Kelurahan Kolo Serka Mursalim pimpin kegiatan Siskamling/Ronda malam di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae yang bertempat di Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima. Kamis, (01/01/26) Pukul 20.30 Wita,

Kegiatan tersebut dihadiri oleh personil Anggota Koramil 1608-01/Rasanae 3 orang,, Ketua LPM Kel Kolo, Ketua RT/RW, dan Ketua Pemuda yang ikut terlibat dalam melaksanakan kegiatan Siskamling/Ronda malam 

Kegiatan Siskamling Ronda malam ini intensif dilaksanakan oleh jajaran Koramil 1608-01/Rasanae guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pengedaran Narkoba dan Minum-minuma keras maupun tindakan kriminal lainnya.

Sasaran siskamling dilakukan di wilayah RT. 05 RW. 03 dan RT. 16 RW. 08 Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima, dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut.

Pukul 20.32 Wita, personil Siskamling tiba di Pos Ronda RT. 05 RW. 03 Kel. Kolo guna mengecek kelengkapan anggota siskamling,Pukul 20.35 Wita personil siskamling tiba di RT. 05 RW. 03 Kel Kolo, melaksanakan patroli keliling 

Dalam kegiatan tersebut Babinsa Kolo mengajak kepada petugas Ronda malam untuk bergabung melaksanakan Patroli Siskamling untuk meminimalisir Hal hal yang tidak kita inginkan bersama.

Pukul 20.55 Wita Personil Siskamling tiba di RT. 16 RW. 08, Babinsa Kel. Ule Memberikan himbauan kepada Warga yang intinya bahwa, Patroli siskamling malam ini dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban di Sekitar kita.

Pada kesempatan itu juga, Babinsa mengajak seluruh elemen masyarakat agar menjaga situasi tetap aman dan Kondusif yang bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan terhadap masyarakat yang ada di Kelurahan Kolo. 


Tak hanya sampai disitu saja, beliau juga menghimbau kepada warga agar tidak begadang sampai larut malam, apalagi sampai mencoba mengkonsumsi minum-minuman keras maupun Narkoba, itu semua dapat merugikan diri sendiri dan mencoreng nama baik Keluarga.

Mari kita membuka lembaran baru di tahun yang baru tinggalkan yang tidak baik di tahun Kemarin , sekarang tahun 2026, mari kita menciptakan Hal-hal yang bermanfaat untuk orang banyak, ajaknya.

Pukul 21.00 Wita, kegiatan patroli Siskamling selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Budaya dalam Perspektif Pendidikan Etika dan Karakter Oleh Andang, M.Pd


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Hari ketiga kegiatan Pra MIBA LBC yang berlangsung di Aula STIT Bima menghadirkan Bapak Andang, M.Pd. sebagai narasumber dengan tema ”Budaya Bima dalam Perspektif Pendidikan Etika dan Karakter”. Dalam pemaparannya, beliau memulai dengan merunut berbagai persoalan krusial yang bersifat laten namun semakin mengemuka di tengah dinamika kehidupan masyarakat Bima kontemporer. 

            Persoalan-persoalan tersebut tidak baik bersifat kultural, maupun berkelindan erat dengan perubahan sosial akibat perkembangan teknologi digital.

1. Krisis Karakter di Era Digital

            Bapak Andang mengelaborasi krisis karakter generasi Bima saat ini ke dalam tiga aspek utama.

            Pertama, menguatnya individualisme. Generasi muda Bima hari ini cenderung mengedepankan kehidupan yang serba personal dan terpisah dari ruang sosial. Fenomena ini tidak dapat dilepaskan dari kebebasan penggunaan smartphone tanpa kontrol yang memadai. Anak-anak dan remaja semakin tenggelam dalam dunia digital, sementara keterlibatan mereka dalam aktivitas produktif dan interaksi sosial di masyarakat semakin menurun. Pola hidup semacam ini berpotensi melahirkan generasi yang pasif, kurang percaya diri, minim daya saing, serta tumbuh dengan kecenderungan egosentris.

            Kedua, degradasi etika. Menurut beliau, terdapat jarak yang cukup signifikan antara tatanan nilai masyarakat Bima masa lalu dengan kondisi hari ini. Berbagai fenomena sosial seperti maraknya penyalahgunaan narkoba dan perilaku menyimpang lainnya menunjukkan melemahnya kontrol nilai adat dan budaya. Jika masyarakat Bima dahulu tunduk pada sistem nilai dan adat istiadat, maka kini sebagian generasi justru lebih tunduk pada algoritma digital yang sering kali bersifat destruktif terhadap pembentukan etika dan karakter.

            Ketiga, krisis keteladanan. Generasi muda seolah kehilangan figur panutan yang dapat mereka teladani. Di lingkungan keluarga, sebagian orang tua belum sepenuhnya menghadirkan pola pendidikan yang berbasis keteladanan. Di masyarakat, ruang sosial yang seharusnya menjadi medium pembelajaran etika justru sering menampilkan praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai karakter. Akibatnya, generasi muda kehilangan sosok yang mendidik dengan kasih sayang, kelembutan, dan konsistensi moral.

2. Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal

            Dalam konteks ini, Bapak Andang menegaskan bahwa pendidikan karakter harus berakar kuat pada budaya lokal. Budaya merupakan sumber nilai yang hidup dan kontekstual.

            Beberapa unsur budaya Bima yang relevan dalam pendidikan karakter antara lain kearifan lokal seperti tari Wura Bongi Monca, musik rebana, pakaian adat, serta falsafah Maja Labo Dahu. Nilai-nilai ini mengandung ajaran tentang kehormatan diri, tanggung jawab moral, dan kesadaran sosial. Selain itu, budaya gotong royong perlu dihidupkan kembali sebagai praktik nyata dalam membangun relasi sosial yang sehat dan berkeadaban. Aspek lain yang tak kalah penting adalah keteladanan, di mana masyarakat dituntut untuk membangun kesadaran kolektif dalam bertutur kata dan berperilaku, sehingga generasi muda dapat belajar langsung melalui contoh nyata.

            Upaya membangun pendidikan karakter berbasis budaya lokal ini, menurut beliau, harus melibatkan tiga pusat pendidikan secara sinergis:

            Pertama, pendidikan keluarga. Orang tua merupakan madrasah pertama bagi anak. Penanaman tata krama, sopan santun, dan etika dasar harus dimulai dari rumah. Setiap tutur kata dan perilaku orang tua akan menjadi barometer moral bagi anak-anaknya.

          Kedua, lingkungan masyarakat. Masyarakat memiliki peran strategis dalam menumbuhkan benih karakter seperti gotong royong, solidaritas, dan empati sosial. Nilai-nilai ini hanya dapat hidup jika dipraktikkan secara kolektif dalam kehidupan sehari-hari.

           Ketiga, sekolah. Sekolah berfungsi sebagai ruang pembentukan karakter melalui praktik nyata. Pendidikan karakter tidak cukup diajarkan secara teoritis, melainkan harus diwujudkan dalam aksi sosial, seperti kepedulian terhadap sesama yang terdampak bencana.

            Keterlibatan seluruh stakeholder menjadi prasyarat utama dalam membentuk karakter generasi bangsa yang berintegritas.

3. Budaya sebagai Sistem Nilai Masyarakat Bima

            Pada bagian ini, Bapak Andang menekankan bahwa budaya Bima sejatinya merupakan sistem nilai yang telah teruji secara historis.

Nilai Maja Labo Dahu diposisikan sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat Bima, karena mengandung dimensi vertikal (hubungan dengan Tuhan) dan horizontal (hubungan antar manusia). Selain itu, tradisi dan ritual adat, seperti Ampa Fare di masyarakat Wawo dan Hari Raju di masyarakat Donggo Mbawa, dipahami sebagai laku hidup komunitas yang sarat makna simbolik dan nilai sosial, meskipun kerap disalahpahami oleh pihak luar.

            Nilai lain yang krusial adalah Nggahi Rawi Pahu, yang menegaskan keselarasan antara ucapan dan tindakan. Nilai ini diperkuat dengan konsep Nggusuwaru (segi delapan) yang mencerminkan karakter ideal masyarakat Bima: 

a. Dou mato’a di ruma lao raso (orang yang taat kepada allah dan selalu suci)

b. Dou maloa ra bade (orang yang bisa dan berpengetahuan)

c. Dou mantiri nggahi kalampa (orang selaras ucapan dan tindakan)

d. Dou mapoda nggahi paresa (orang yang berkata jujur dan benar)

e. Dou mambani ra disa (orang yang tegas dan berani membela kebenaran)

f. Dou matenggo rawale (orang yang mampu dan berkemampuan)

g. Dou mabisa ra guna (orang yang berilmu dan bermanfaat)

h. Londo dou ma taho (keturunan orang baik)

            Walaupun nggusuwaru awalnya digunakan sebagai sistem penilaian kepemimpinan, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya bersifat universal dan relevan dalam pembentukan karakter manusia paripurna (insan kamil). Namun, nilai-nilai luhur ini kini mulai tergerus oleh pola kehidupan yang serba instan dan pragmatis.

            Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat untuk menghidupkan kembali pendidikan berbasis nilai nggusuwaru, agar lahir generasi pewaris yang kompeten, berdaya saing, dan berakar kuat pada etika, karakter, serta budaya Bima.(Sekjend MDG)

Cegah Gangguan Kamtibmas,Serka Jamaludin Babinsa Sangga Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman Anggota Koramil 1608-03/Sape Serka Jamaludin Babinsa Desa Sangga Kecamatan Lambu beserta 1 orang anggota melaksanakan kegiatan Patroli Siskamling dalam rangka memantau situasi wilayah dan mengantisipasi perkembangan situasi diwilayah kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu.(01/01/2026)

Pada Pukul 20.00 wita anggota Koramil 1608-03/Sape menuju Desa Sangga Kec.Lambu di lanjutkan dengan Pemantauan Situasi Wilayah Sambil memberikan Himbauan kepada warga Desa agar tidak melakukan Hal-hal yang Negatif seperti Penjualan Miras, transaksi Narkoba, dan tidak boleh membawa Senjata Tajam maupun barang-barang yang di larang.

Patroli Siskamling yang dilakukan oleh Anggota Koramil 1608-03/Sape juga melibatkan Aparat pemerintah Desa Sangga Kecamatan Lambu, Tokoh agama,Toda dan masyarakat dalam  menjaga ketertiban yang ada khusus nya di waktu malam hari.



Anggota Koramil 1608-03/Sape juga memberikan Himbauan kepada warga Desa Sangga Kecamatan Lambu seperti halnya Banyak sekali kejadian rata-rata akibat anak muda yang tidak bisa mengontrol emosi,akibat minuman keras,hindari kegiatan yang negatif yang merugikan diri sendiri.saat hujan di malam hari,selalu waspada terhadap banjir tanah longsor dan  gangguan listrik mengakibatkan terjadinya kebakaran.

Kegiatan Patroli dilaksanakan  di tempat-tempat yang di anggap rawan terjadinya tindak kejahatan, seperti Fasilitas umum dan tempat-tempat yang biasa dijadikan tongkrongan anak-anak muda serta pemukiman warga yang padat penduduk dan patroli tersebut di laksanakan secara bergantian ataur bergiliran dimana warga juga turut hadir.

Danramil 1608-03/Sape Lettu Inf Ruslin saat dikonfirmasi Patroli Siskamling ini akan terus dilakukan guna untuk memastikan situasi di wilayah tetap aman dan nyaman sehingga masyarakat dapat beristirahat dengan tenang, Ucapnya.

Keterlibatan Unsur terkait sangat diharapkan dalam kegiatan Patroli Siskamling ini disamping menjaga Kamtibmas di wilayah agar tercipta akan menciptakan hubungan Emosinal yang sangat erat antara TNI dengan masyarakat dan antara masyarakat dengan masyarakat itu sendiri.

Salah Satu warga yang mengikuti Patroli Siskamling menyatakan Kami sangat senang dengan ada nya kegiatan Patroli Siskamling yang di laksanakan oleh Kodim 1608/Bima melalui Koramil 1608-03/Sape khusus nya malam hari Kami merasa aman dan harapan Kami sebagai masyarakat dengan kegiatan ini tindak kejahatan seperti, pencurian, perkelahian dll dapat kita cegah sedini mungkin.

Kegiatan Berlangsung dengan Lancar tertib dan sukses.

(Team.MDG.03)

Libur Nataru Aman dan Nyaman, Sat Polairud Polres Bima Kota Patroli Wisata Bahari di Teluk Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Bima Kota kembali melaksanakan patroli perairan dan pengamanan wisata bahari pada Libur Nataru di Teluk Bima dan Pantai Lawata, Kota Bima, pada Kamis (1/1/2026).

Selain memastikan keamanan di perairan di Lokasi Obyek Wisata Personel Sat Polairud Polres Bima Kota juga memberikan himbauan kepada para pengunjung Pantai Lawata yang sedang mandi dan berenang, Personel mengingatkan agar selalu mengutamakan keselamatan.

Selain melakukan patroli, petugas juga memberikan imbauan kepada para pengunjung agar tetap memperhatikan keselamatan selama berlibur, menjaga kebersihan area pantai, serta menyimpan barang bawaan di tempat yang aman.

Imbauan juga disampaikan kepada pengelola wisata agar senantiasa memantau aktivitas di sekitar pantai guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Patroli dan pengamanan wisata ini merupakan bagian dari upaya Polres Bima Kota dalam menjaga keamanan perairan serta menciptakan situasi kondusif, terutama di lokasi-lokasi wisata bahari yang ramai dikunjungi masyarakat.(Sekjend MDG)


Polres Bima Kota Intensifkan Patroli dan Pengamanan Destinasi Wisata Selama Libur Nataru


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.// Dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat selama masa liburan Nataru, Polres Bima melalui Sat Polairud dan Polsek Jajaran melaksanakan patroli dan pengamanan di destinasi wisata di Wilah hukum Polres Bima Kota, pada Kamis (1/1/2026).

Pengamanan tersebut difokuskan pada beberapa lokasi wisata pantai yang menjadi tujuan favorit masyarakat, di antaranya Pantai Lawata, Pantai Kolo, Kota Bima, Pantai Lariti, Pantai Papa, Pantai Sapui, Pantai Oi Fanda, Pantai so mantau dan Pantai Wadubaba, Kabupaten Bima

kegiatan pengamanan di obyek wisata ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang tengah menikmati liburannya.

Melalui kegiatan patroli dan pengamanan ini, Polsek Jajaran Polres Bima Kota hadir untuk memberikan rasa aman bagi para pengunjung serta mencegah potensi gangguan kamtibmas.

Selain melakukan patroli, petugas juga memberikan imbauan kepada para pengunjung agar tetap memperhatikan keselamatan selama berlibur, menjaga kebersihan area pantai, serta menyimpan barang bawaan di tempat yang aman.

Imbauan juga disampaikan kepada pengelola wisata agar senantiasa memantau aktivitas di sekitar pantai guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dengan kehadiran polisi di lokasi wisata, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih tenang dan nyaman dalam menikmati keindahan alam Destinasi obyek wisata.(Sekjend MDG)



Kadis Koperindag Kota Bima Hadiri dan Tutup Kegiatan MIBA LBC STIT Sunan Giri Bima 2025/2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Kegiatan Mengasah Intelektual Bersama Alam (MIBA) yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Laskar Bima Craft (LBC) STIT Sunan Giri Bima resmi ditutup pada Kamis malam (01/01/2026) di Kalikuma Library & EduCamp Ule, Kota Bima. Penutupan kegiatan berlangsung hangat dan dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, Industri, dan Perdagangan (Koperindag) Kota Bima, Anik Kartika, S.E.


Mewakili Ketua STIT Sunan Giri Bima, Wakil Ketua I Ahmad Syagif, HM., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kadis Koperindag Kota Bima atas kehadiran dan dukungan terhadap pelaksanaan MIBA. Ia menegaskan bahwa MIBA merupakan program rutin UKM Laskar Bima Craft yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia mahasiswa, khususnya dalam penguatan intelektualitas dan keterampilan praktis.


Sementara itu, Anik Kartika, S.E., dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana atas terselenggaranya kegiatan MIBA. Ia menilai MIBA tidak hanya mengasah kemampuan intelektual secara teoritis, tetapi juga membekali peserta dengan beragam keterampilan produktif, seperti membatik, menjahit, hingga pembuatan sofa, yang memiliki nilai ekonomi dan relevan dengan pengembangan kewirausahaan.


Kegiatan MIBA tahun 2025 diikuti oleh 38 peserta, yang terdiri atas 20 peserta dari STIT Sunan Giri Bima, 3 peserta dari UNSWA Bima, 1 peserta dari STKIP Taman Siswa Bima, serta 14 peserta dari Hammasah Islamic Boarding Education Program Kota Bima. Penutupan kegiatan dimulai pada pukul 20.00 WITA dan turut dihadiri oleh Ketua dan pengurus Yayasan Hammasah Li Maslahatil Ummah Kota Bima, dosen STIT Sunan Giri Bima, serta masyarakat sekitar.




Pada akhir sambutannya, Kadis Koperindag Kota Bima juga menyampaikan peluang kerja sama dan kemitraan antara Pemerintah Kota Bima dan STIT Sunan Giri Bima, khususnya dalam program pengembangan UMKM dan pemberdayaan masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung program strategis Pemerintah Kota Bima, yaitu (BISA) "Bersih, Indah, Sehat, dan Asri."(Sekjend MDG)

Wakil Wali Kota Hadiri Rapat Paripurna, APBD 2026 Resmi Ditetapkan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH menghadiri Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang I Tahun 2025, bertempat di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Bima, pada Selasa (30/12).

Berdasarkan hasil evaluasi Gubernur Nusa Tenggara Barat yang telah disepakati bersama, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bima Tahun 2026 resmi ditetapkan sebesar Rp. 716,7 miliar, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 106,65 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp. 610,04 miliar.

Sementara itu, Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp. 790,11 miliar, sehingga terdapat defisit anggaran sebesar Rp. 73,311 miliar yang akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan daerah dari estimasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun anggaran sebelumnya.

Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, mengapresiasi pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Bima, khususnya Badan Anggaran DPRD, atas sinergi dan kerja sama yang terjalin selama Masa Sidang I Tahun 2025.

“Alhamdulillah, hasil evaluasi Gubernur Nusa Tenggara Barat terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kota Bima Tahun Anggaran 2026 telah ditindaklanjuti dan disepakati bersama, sehingga dapat ditetapkan sebagai Peraturan Daerah. Ini menjadi bukti nyata bahwa kemitraan eksekutif dan legislatif di Kota Bima berjalan secara harmonis dan produktif,” ungkapnya.

Feri Sofiyan menegaskan bahwa APBD bukan sekadar dokumen anggaran, melainkan instrumen kebijakan strategis yang menentukan arah pembangunan daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap APBD Tahun Anggaran 2026 dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, dengan tetap memperhatikan kondisi fiskal daerah serta kebutuhan riil masyarakat Kota Bima,” tegas Wakil Wali Kota.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bima I, Ryan Kusuma Permadi, SH, dalam keterangannya menegaskan bahwa seluruh rangkaian pembahasan APBD Tahun Anggaran 2026 telah dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah.

“DPRD Kota Bima melalui Badan Anggaran telah mencermati dan menindaklanjuti seluruh catatan hasil evaluasi Gubernur Nusa Tenggara Barat terhadap Raperda APBD Tahun Anggaran 2026. Penyesuaian dilakukan untuk memastikan APBD yang ditetapkan taat regulasi, realistis, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Rapat paripurna tersebut turut dihadiri oleh Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bima, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pj. Sekretaris Daerah, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Bima, Ketua dan Sekretaris KPU Kota Bima, camat dan lurah se-Kota Bima, pimpinan partai politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, LSM, serta insan pers.(Sekjend MDG)

Garuda Merah Putih Community Sumatera Utara mendukung Kinerja Polda Sumut dan Jajaran


Sumatra Utara. Media Dinamika Global.id. Dedi Harvy Syahari selaku Ketua Garuda Merah Putih Community Sumatra Utara memberi dukungan dan apresiasi terhadap kinerja Polda Sumut beserta seluruh jajaran yang tanpa lelah melakukan penindakan, pengungkapan terhadap pelaku kejahatan baik itu Narkoba, Judi Online dan Begal serta dapat menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan tertib.

” Kita sangat memdukung dan memberikan apresiasi terhadap Kepolisian Daerah Sumatera Utara beserta jajaran yang telah mengungkap banyak kasus kejahatan dan tindak pidana terutama dalam pengungkapan dan penangkapan jaringan narkoba di berbagai wilayah hukum Polda Sumut” tegas Dedy Harvy selaku Ketua Garuda Merah Putih Community Sumatera Utara.

Sebagai warga masyrakat kita juga berharap agar Polda Sumut dan jajarannya juga meningktkan profesionalisme dalam bertugas agar tercipta Polri yang melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, serta memberikan reward terhadap personil berprestasi dan memberikan punishment terhadap personil yang melakukan pelanggaran baik disiplin, kode etik maupun pidana.

Kedepannya kita tidak ingin melihat lagi ada personil yang menyalahgunakan wewenangnya serta tidak profesional dalam bekerja.”tegasnya”. (Tim)

Kapolda NTB Apresiasi Sinergi Semua Pihak, Malam Tahun Baru Aman dan Kondusif


Mataram, Media Dinamika Global.Id – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat terpantau aman dan kondusif pada malam pergantian tahun hingga detik-detik menjelang pukul 00.00 Wita. Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas yang menonjol di seluruh wilayah NTB.

Kondisi tersebut disampaikan langsung Kapolda NTB Edy Murbowo usai mengikuti zoom meeting bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo dari Pos Terpadu Epicentrum Mall dalam rangka Operasi Lilin Rinjani 2025, Rabu malam (31/12/2025).

Sebelumnya, Kapolda NTB bersama Danrem 162/WB, Gubernur NTB, jajaran Pejabat Utama Polda NTB, Kajati NTB, Kabinda NTB, Forkopimda Provinsi NTB, serta Kapolresta Mataram, turun langsung melakukan pemantauan situasi malam pergantian tahun di sejumlah titik di Kota Mataram.

Dari hasil pemantauan tersebut, Kapolda memastikan bahwa aktivitas masyarakat, baik di Kota Mataram maupun di kabupaten/kota lainnya di wilayah NTB, berlangsung tertib dan kondusif. Menurutnya, kondisi ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat serta sinergi yang solid antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.

“Untuk memastikan keamanan dan kelancaran masyarakat dalam momentum Natal dan Tahun Baru, Pemerintah bersama Polri dan TNI melaksanakan Operasi Lilin Rinjani 2025. Kami mengapresiasi kerja sama seluruh pihak di NTB yang sangat solid sehingga situasi sampai saat ini tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolda NTB.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat NTB yang telah ikut menjaga ketertiban, merayakan pergantian tahun dengan cara yang positif, serta mendukung terciptanya suasana aman dan nyaman selama perayaan Natal dan menyambut Tahun Baru 2026.

Dengan kondisi kamtibmas yang terkendali tersebut, Polda NTB berharap situasi aman dan kondusif dapat terus terjaga hingga seluruh rangkaian pengamanan Nataru 2025–2026 berakhir.

Redaksi ||