Media Dinamika Global

Minggu, 09 Agustus 2026

2 Tahun Lebih Mengendap!, Korban Desak Polres Dompu Amankan Kades Mbuju 1X24 Jam

Saat Kades ambil bibit dan surat pernyataan ditandangi oleh Kades, (Ist/MDG)

DOMPU, Media Dinamika Global - Laporan dugaan tunggakan pembayaran 74 dus bibit jagung senilai Rp155,4 juta yang menyeret Kepala Desa Mbuju, Sulaiman, kembali memanas. Dua tahun lebih berjalan, pelapor Taajudin mempertanyakan kepastian hukum perkara tersebut.

Taajudin menyebut, dalam proses mediasi sebelumnya, pihak terlapor disebut telah mengakui menerima bibit dan menyatakan kesediaan menyelesaikan pembayaran. Namun, dari total nilai yang dipersoalkan, baru sekitar Rp27 juta yang disebut telah dikembalikan.

Sementara sisa kewajiban dijanjikan lunas paling lambat Maret 2026. Kini sudah Agustus, tetapi menurut Taajudin, penyelesaian tersebut belum juga terealisasi.

“Kalau bukti sudah ada dan proses hampir dua tahun, apa lagi yang ditunggu,” tegas Taajudin kepada wartawan, Senin (10/8/2026). Ia meminta polisi tidak membiarkan laporan masyarakat menggantung tanpa kepastian.

Tak hanya soal pembayaran, Taajudin juga mengaku mendapat dugaan ancaman ketika berupaya menghadirkan sejumlah petani yang disebut mengetahui perkara tersebut sebagai saksi. Ia meminta kepolisian turun tangan dan memastikan proses pemeriksaan saksi berjalan sesuai prosedur.

Kini desakan diarahkan langsung kepada Polres Dompu. Taajudin meminta dalam 1×24 jam ada langkah konkret terhadap perkara tersebut - memeriksa pihak-pihak terkait, mendalami keterangan saksi dan menentukan arah proses hukum berdasarkan alat bukti.

“Kalau memang cukup bukti, proses. Kalau belum, lakukan pendalaman. Jangan diam. Masyarakat membutuhkan kepastian,” pungkasnya.

Polres Dompu belum memberikan tanggapan resmi, hingga berita diterbitkan.

Redaksi |

Sebanyak 53 Paskibraka Kabupaten Bima Masuk Karantina di Terima Oleh Kesbangpol di SMAN 1 Bolo


BIMA, Media Dinamika Global.id.— Sebanyak 53 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bima resmi memasuki masa karantina atau pemusatan latihan, Minggu (9/8/2026). Tahapan ini menjadi bagian penting dalam rangka mematangkan kesiapan fisik, mental, disiplin, serta kekompakan para anggota Paskibraka sebelum menjalankan tugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 mendatang.

Masa karantina tidak sekadar menjadi tahapan administratif menjelang pelaksanaan upacara, tetapi merupakan proses pembentukan karakter dan kesiapan para putra-putri terbaik Kabupaten Bima yang dipercaya mengemban tugas mulia mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

Kedatangan dan penerimaan 53 anggota Paskibraka berlangsung di Aula SMAN 1 Belo. Para peserta diterima langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bima, Zainudin, S.S., yang hadir mewakili Bupati Bima.

Dalam arahannya, Zainudin menegaskan bahwa masa karantina merupakan awal dari rangkaian pelatihan terpusat yang akan dijalani para anggota Paskibraka sebagai persiapan menghadapi tugas kenegaraan pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurutnya, tugas sebagai Paskibraka bukan hanya membutuhkan kemampuan baris-berbaris dan ketepatan gerakan, tetapi juga menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, mental yang kuat, serta jiwa nasionalisme yang tinggi.

Mulai Senin (10/8/2026), seluruh anggota Paskibraka Kabupaten Bima dijadwalkan melanjutkan latihan secara terpusat di halaman Kantor Bupati Bima. Latihan tersebut menjadi bagian dari pemantapan teknis dan pembentukan kekompakan tim sebelum pelaksanaan upacara pada 17 Agustus mendatang.

Kepada jajaran pelatih, Zainudin menyampaikan harapan agar seluruh proses pembinaan dapat diberikan secara maksimal sehingga para peserta mampu menjalankan tugas dengan penuh percaya diri dan tanggung jawab.

Sementara kepada para anggota Paskibraka, ia memberikan motivasi agar mengikuti seluruh rangkaian latihan dengan sungguh-sungguh.

“Saya yakin para pelatih akan memberikan pelatihan terbaik untuk anak-anakku semua. Kepada para siswa, saya titip pesan agar serius menyerap apa yang diajarkan, disiplin, dan memiliki jiwa nasionalis yang tinggi. Tanamkan dalam diri bahwa tugas ini adalah kebanggaan dan kehormatan untuk bangsa dan daerah kita tercinta,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa kesempatan menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi. Karena itu, setiap anggota diharapkan mampu menjaga sikap, disiplin, kesehatan, serta nama baik daerah selama menjalani masa pemusatan latihan.

Dengan persiapan yang matang, dukungan para pelatih, serta semangat dan kedisiplinan yang tinggi, 53 anggota Paskibraka Kabupaten Bima diharapkan mampu menjalankan tugas dengan sempurna pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Bima, 17 Agustus 2026.

Momentum tersebut nantinya bukan hanya menjadi prosesi pengibaran bendera, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus wujud nyata semangat nasionalisme generasi muda Kabupaten Bima.(Sekjend MDG)

Lezat dan Bergizi, Dapur Sangia Ambarata Sajikan Menu Sehat untuk anak Indonesia


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id, 10 Agustus 2026 — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape melalui Dapur Sangia Ambarata kembali menghadirkan menu makanan sehat dan bergizi bagi anak-anak pada Senin (10/8/2026).

Menu yang disiapkan terdiri atas nasi putih sebagai sumber karbohidrat, ayam kecap sebagai lauk, sayur sop yang berisi wortel, kol dan kentang, tempe krispi, serta buah kelengkeng sebagai pelengkap.

Kombinasi menu tersebut dihadirkan dengan memperhatikan keberagaman makanan, mulai dari sumber karbohidrat, protein, sayuran hingga buah. Penyajian menu yang beragam diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus memberikan pengalaman makan yang lezat dan menyenangkan.

Dapur Sangia Ambarata SPPG Bima Sape terus berupaya menghadirkan makanan yang tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga memperhatikan unsur gizi dalam setiap sajian. Menu yang diberikan diharapkan dapat mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak serta menunjang aktivitas mereka sehari-hari.

Pada Senin (10/8/2026), menu yang disajikan meliputi nasi putih, ayam kecap, sayur sop wortel, kol dan kentang, tempe krispi, serta buah kelengkeng.

Melalui penyediaan makanan yang sehat, beragam dan bergizi, SPPG Bima Sape turut mendorong pentingnya pemenuhan gizi bagi anak sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang generasi penerus.(Team.MDG.03)

10 Tahun Mengabdi di Pelosok Wera dr. Fety Rahmawati Raih Juara II Dokter Teladan NTB tahun 2026


Sukses & sehat selalu dr. Vetty Rahmawati Rusdi.

Bima, Media Dinamika Global.id.-- Selama satu dekade, dr. Fety Rahmawati memilih mengabdikan dirinya di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Di tengah keterbatasan akses pelayanan kesehatan, ia bersama tim Puskesmas Wera terus berupaya memastikan masyarakat di pelosok tetap mendapatkan pelayanan kesehatan.

Bagi dr. Fety, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.

Bersama tim Puskesmas Wera, ia melakukan gerakan jemput bola dengan turun langsung ke desa-desa, mendatangi rumah pasien hingga menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan.

Salah satu fokus pengabdian tersebut adalah pelayanan kesehatan jiwa.

Pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menjadi salah satu kelompok yang mendapatkan perhatian melalui kunjungan langsung, pemantauan pengobatan, edukasi keluarga hingga pendampingan agar pasien dapat kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dan masyarakat.

Pengabdian panjang selama 10 tahun itu akhirnya mendapat apresiasi di tingkat Provinsi NTB.

Dr. Fety Rahmawati meraih Juara II Tenaga Medis Dokter Teladan Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026.

Penghargaan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Nomor 800.1.2/819/SDK/VII/2026 tentang Pemberian Penghargaan bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026.(Sekjend MDG)

Babinsa Boke Koramil 1608-03/Sape Hadiri Pembukaan MTQ, Dorong Generasi Qur’ani dan Berakhlak


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Babinsa Desa Boke, Serda Asnaidin, anggota Koramil 1608-03/Sape, menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Desa Boke ke-59 Tahun 2026, Minggu (9/8/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Desa Boke, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, tersebut mengusung tema “Membangun Generasi Qur’ani yang Partisipatif, Bermartabat dan Merdeka dari Kontaminasi Budaya Non-Islam.”

Pembukaan MTQ yang dimulai sekitar pukul 20.30 WITA itu turut dihadiri Camat Sape, perwakilan Kapolsek Sape, perwakilan Danramil 1608-03/Sape yang diwakili Bati Komsos Peltu Indrawan, S.H., perwakilan Danki Brimob, Kepala Desa Boke, Kepala KUA Kecamatan Sape, Ketua LPTQ Kecamatan Sape, Forum Kepala Desa se-Kecamatan Sape, perangkat Desa Boke, panitia MTQ, BPD beserta anggota, para ketua RT/RW dan kepala dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta masyarakat Desa Boke.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap kegiatan keagamaan sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah binaan.

Serda Asnaidin turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembukaan yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars MTQ, laporan ketua panitia, pembacaan susunan Dewan Hakam dan Dewan Juri, serta pelantikan Dewan Hakam dan Dewan Juri.





Sejumlah sambutan juga disampaikan oleh Kepala Desa Boke, Kepala KUA Kecamatan Sape, Ketua Panitia MTQ Desa Boke, dan Camat Sape. Dalam kesempatan tersebut, Camat Sape secara resmi membuka pelaksanaan MTQ Tingkat Desa Boke ke-59 Tahun 2026.

Pelaksanaan MTQ diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum untuk membentuk generasi muda yang religius, berakhlak mulia, partisipatif, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai keagamaan.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Desa Boke diharapkan terus memperkuat pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian pembukaan MTQ Tingkat Desa Boke ke-59 selesai sekitar pukul 23.15 WITA. Seluruh kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, lancar, dan tertib.(Team.MDG.03)

Polemik SDIT Rabbani Makin Memanas, Mantan Guru Ungkap Kronologi Pemberhentian


Bengkulu, Media Dinamika Global.id.– Polemik pemberhentian sejumlah guru SDIT Rabbani Kota Bengkulu kembali mencuat. Salah satu mantan guru, Ririn Safitri, S.Sos., Gr., menyampaikan kronologi pemberhentian yang dialaminya melalui pers release tertanggal 9 Agustus 2026.

Ririn mengaku menerima pesan WhatsApp dari Kepala SDIT Rabbani Kota Bengkulu pada 5 Agustus 2026 yang memintanya datang ke ruang kepala sekolah pada pukul 14.15 WIB dan tidak mengikuti kegiatan belajar bersama.

Saat berada di ruangan kepala sekolah, Ririn mengaku diberitahu bahwa dirinya mulai 6 Agustus 2026 dirumahkan dan diminta tidak lagi datang ke sekolah.

Dalam pertemuan tersebut, Ririn mempertanyakan alasan pemberhentian dirinya. Ia menduga keputusan tersebut berkaitan dengan keikutsertaannya dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Namun, menurut Ririn, pihak sekolah menyebut alasan lainnya, termasuk persoalan aturan di kelas terkait siswa yang diperbolehkan beristirahat dengan rebahan serta penilaian bahwa dirinya dinilai tidak mencerminkan karakter Rabbani.

Ririn membantah bahwa dirinya sengaja membuat aturan baru. Ia menjelaskan, saat kejadian dirinya seorang diri mengajar karena guru lainnya sedang sakit. Setelah siswa melaksanakan salat, beberapa siswa meminta izin untuk beristirahat karena sedang berpuasa.

Ririn kemudian mengizinkan siswa beristirahat dengan syarat tidak membuat keributan karena dirinya hendak melaksanakan salat.

Usai pertemuan tersebut, Ririn mengaku pihak sekolah dan pengawas yayasan bersalaman serta saling meminta maaf. Ia kemudian mengemasi barang-barangnya dan berpamitan kepada guru-guru.

Datangi Dinas Pendidikan dan Yayasan.

Sehari setelah pemberhentian, Ririn bersama dua mantan guru lainnya, yakni Tita Aryani dan Elsita, mendatangi Dinas Pendidikan Kota Bengkulu untuk mengurus persoalan Dapodik.

Karena pejabat terkait sedang dinas luar, ketiganya kemudian berdiskusi dan sepakat membawa persoalan tersebut ke ranah media.

Mereka selanjutnya mendatangi Pondok Pesantren IIT Rabbani dan bertemu dengan Syamlan.

Dalam pertemuan itu, menurut Ririn, mereka menyampaikan bahwa telah diberhentikan dan meminta surat pemberhentian resmi dari yayasan.

Dalam kesempatan tersebut juga dibahas mengenai surat pemberhentian serta persoalan yang disebut sebagai “kenang-kenangan” atau pesangon.

Ririn kemudian bersama dua rekannya mendatangi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) pada Jumat, 7 Agustus 2026, untuk menyampaikan laporan secara tertulis terkait persoalan pemberhentian mereka.

Terima Pesan WhatsApp.

Ririn juga menyebut pada Jumat sore dirinya menerima pesan WhatsApp dari Syamlan. Kemudian pada Sabtu, 8 Agustus 2026, ia kembali menerima pesan suara yang berisi undangan kepada dirinya bersama suami untuk datang ke pondok pesantren.

Persoalan pemberhentian tiga guru SDIT Rabbani tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian setelah para mantan guru mengadukan persoalan tersebut ke Disnakertrans.

Hingga kini, polemik tersebut masih bergulir. Pernyataan Ririn dalam pers release ini merupakan versi dan kronologi dari pihak mantan guru. Sementara itu, pihak SDIT Rabbani maupun yayasan memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan atas tudingan serta kronologi yang disampaikan tersebut.(Sekjend MDG)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape dan Warga Gelar Patroli Siskamling di Desa Lanta, Antisipasi Gangguan Kamtibmas


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Babinsa Desa Lanta, Serka Khairudin bersama satu anggota Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) pada Minggu (9/8/2026) malam.

Patroli yang dimulai sekitar pukul 20.05 WITA tersebut menyasar sejumlah titik di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Kegiatan dilakukan untuk memantau perkembangan situasi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, personel Koramil melibatkan tiga aparat desa dan enam warga. Patroli difokuskan pada pemukiman warga serta sejumlah tempat yang menjadi lokasi tongkrongan anak muda.


Setibanya di Desa Lanta, Kecamatan Lambu, sekitar pukul 20.15 WITA, anggota Koramil 1608-03/Sape langsung melakukan pemantauan situasi wilayah. Selanjutnya, pada pukul 20.20 WITA, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Warga juga diminta menghindari perselisihan yang dapat memicu pertengkaran maupun perkelahian. Petugas mengingatkan, konsumsi minuman keras kerap menjadi salah satu faktor yang dapat memicu tindakan emosional, khususnya di kalangan anak muda.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan di jalan raya karena dapat membahayakan diri sendiri maupun mengganggu pengguna jalan lainnya.

Setelah memberikan imbauan, anggota Koramil melanjutkan pemantauan di wilayah desa binaan hingga sekitar pukul 21.15 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan patroli Siskamling kemudian berakhir pada pukul 21.20 WITA dalam keadaan aman dan kondusif.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama aparat dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta kondusif, terutama pada malam hari.(Team.MDG.03)

Satresnarkoba Polres Dompu Ungkap Kasus Non To OPS Antik Rinjani 2026, Amankan 3,34 Gram Sabu di Desa Woko


DOMPU, Media Dinamika Global - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Dompu kembali berhasil mengungkap tindak pidana narkotika. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan dua orang laki-laki terduga pelaku beserta barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat bruto 3,34 gram.

Pengungkapan tersebut berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026 sekitar pukul 15.20 Wita, bertempat di sebuah gubuk yang berada di Desa Woko, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu.

Kegiatan dipimpin oleh KBO Satresnarkoba Polres Dompu IPTU Sumaharto, setelah sebelumnya Kasat Resnarkoba Polres Dompu IPTU Rahmadun Siswadi, S.H., memerintahkan Tim Opsnal Satresnarkoba untuk melakukan penyelidikan menindaklanjuti informasi masyarakat terkait dugaan adanya aktivitas transaksi narkotika di lokasi tersebut.

Dua orang yang diamankan masing-masing berinisial F, laki-laki berusia 26 tahun, pekerjaan petani/pekebun, serta MF, laki-laki berusia 24 tahun, belum bekerja. Keduanya merupakan warga Desa Woko, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu.

Kasatresnarkoba Polres Dompu IPTU Rahmadun Siswadi, S.H., membenarkan adanya pengungkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pengungkapan berawal dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh personel Satresnarkoba dengan melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan.

“Benar, Satresnarkoba Polres Dompu telah melakukan pengungkapan kasus narkotika di wilayah Desa Woko. Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang kami tindak lanjuti dengan penyelidikan hingga akhirnya tim memastikan keberadaan target di sebuah gubuk,” ujar IPTU Rahmadun Siswadi.

Setelah memastikan keberadaan kedua terduga di lokasi, tim yang dipimpin IPTU Sumaharto bergerak menuju gubuk tersebut dan mengamankan F dan MF yang saat itu sedang berada di dalam gubuk.

Sebelum dilakukan penggeledahan, petugas terlebih dahulu memperlihatkan surat perintah tugas kepada para terduga dan saksi umum. Penggeledahan dilakukan dengan disaksikan oleh dua orang saksi umum.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika. Di antaranya narkotika jenis sabu dengan berat bruto keseluruhan 3,34 gram yang ditemukan dalam beberapa plastik klip, serta berbagai peralatan yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkotika.

Selain sabu, petugas juga mengamankan satu buah jaket hoodie warna biru dongker, satu kotak rokok Twizz, dua buah bong atau alat hisap lengkap, plastik klip sisa pakai, tiga buah korek api gas, dua buah sumbu, pipet sedotan yang telah dimodifikasi sebagai sekop, tutup botol yang telah dimodifikasi sebagai alat hisap, serta selang penghubung alat hisap.

Petugas turut mengamankan satu buah kunci kontak sepeda motor dan satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi DR 6709 NK.

“Seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Dompu untuk kepentingan proses penyidikan. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap para terduga, mendalami asal-usul barang, serta melakukan pengembangan lebih lanjut,” jelas IPTU Rahmadun Siswadi.

Terhadap kedua terduga, penyidik menerapkan sangkaan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 609 ayat (1) huruf a KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, atau Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut.

Kasi Humas menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan bentuk keseriusan Polres Dompu dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Dompu.

“Bapak Kapolres Dompu membenarkan adanya pengungkapan kasus narkotika tersebut. Ini merupakan bentuk komitmen Polres Dompu dalam memberantas peredaran narkotika, termasuk melalui pengungkapan kasus yang berasal dari informasi masyarakat,” ujar IPTU I Nyoman Suardika.

Menurutnya, Polres Dompu akan terus meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran narkotika serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

“Polres Dompu mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba. Peran serta masyarakat sangat penting dalam membantu kepolisian menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari peredaran narkotika,” pungkasnya.

Selanjutnya, Satresnarkoba Polres Dompu masih melakukan serangkaian proses penyidikan, pemeriksaan saksi-saksi dan terduga, penyelidikan terhadap sumber barang narkotika, gelar perkara, serta pemberkasan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Redaksi |

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Aktif Jaga Kamtibmas Lewat Kongkow Bersama Warga


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id– Personel Babinsa Koramil 1608-03/Sape Kodim 1608/Bima terus memperkuat komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat melalui kegiatan kongkow-kongkow bersama warga di desa binaan, Minggu (9/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sejumlah Babinsa di wilayah binaannya masing-masing sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sekaligus menyerap informasi dan perkembangan situasi di lingkungan masyarakat.

Babinsa Desa Kowo, Sertu Sahfundi, melaksanakan kongkow bersama warga sekitar pukul 19.50 Wita. Dalam kesempatan itu, ia mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya pada malam hari.

Warga juga diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun aparat keamanan, seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas, apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan. Masyarakat diingatkan agar tidak mengambil tindakan sendiri atau main hakim sendiri karena dapat menimbulkan persoalan baru dan merugikan diri sendiri.

Selain keamanan, Sertu Sahfundi juga mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya menciptakan pola hidup sehat dan mencegah berbagai penyakit.

Sementara itu, Babinsa Desa Kale'o, Kecamatan Lambu, Serda Sanusi, melaksanakan kongkow bersama warga sekitar pukul 20.20 Wita. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan komunikasi antara Babinsa dengan masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Serda Sanusi mengajak warga meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, menjaga kerukunan, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

"Kebersamaan dan komunikasi yang baik antara Babinsa dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan desa yang aman, nyaman, dan kondusif," demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Di Desa Rai Oi, Serka Sahlan juga melaksanakan kegiatan kongkow bersama warga sekitar pukul 20.40 Wita. Selain memastikan kondisi lingkungan tetap aman, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk memberikan perhatian khusus kepada generasi muda.

Serka Sahlan mengingatkan para pemuda agar menjauhi narkoba, minuman beralkohol, serta berbagai kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Menurutnya, pengawasan dan kepedulian bersama terhadap generasi muda menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keamanan wilayah.

Sementara itu, Babinsa Desa Sangga, Serka Jamaluddin, yang merupakan anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan patroli kongkow bersama warga sekitar pukul 20.55 Wita.

Dalam kesempatan tersebut, Serka Jamaluddin mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dalam hal-hal positif dan menjaga hubungan harmonis antarwarga. Ia juga mengimbau masyarakat menghindari tindakan atau perkataan yang dapat menyinggung perasaan orang lain dan memicu konflik.




Masyarakat kembali diingatkan agar segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan dan tidak mengambil tindakan main hakim sendiri.

Rangkaian kegiatan kongkow yang dilakukan para Babinsa tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan teritorial untuk membangun komunikasi yang erat dengan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah desa binaan.

Melalui komunikasi langsung dan kebersamaan dengan warga, Babinsa berharap berbagai potensi gangguan keamanan dapat diketahui dan ditangani sejak dini sehingga tercipta lingkungan masyarakat yang aman, tertib, dan kondusif.(Team.MDG.03)

Dalih Amal Jariyah, Dana PIP Siswa di Loteng Diduga Dipotong Rp150–300 Ribu

FOTO: Yayasan Sabilullarasyad Nahdlatul Wathan (NW) Barabali,
Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Loteng.

Loteng, Media Dinamika Global - Bantuan Pemerintah Indonesia Pintar (PIP) tahun anggaran 2025 di Yayasan Sabilullarasyad Nahdlatul Wathan (NW) Barabali, Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bermasalah.

Pasalnya, dana PIP yang telah diterima langsung melalui rekening peserta didik yang kurang mampu, diduga disunat kembali pihak yayasan dengan dalih sebagai amal jariyah orang tua/wali murid.

Dugaan ini diperkuat dengan adanya rekaman video beserta data yang berisikan nominal pada masing-masing lembaga di bawah naungan yayasan Sabilullarasyad NW Barabali. 

Pada jenjang MTs, nominalnya bervariasi. Mulai dari Rp150 ribu sampai Rp200 ribu per orang. Berbeda dengan jenjang MA. Berdasarkan data berupa catatan pembukuan yang diperoleh media ini, nominal yang tertulis sebesar Rp300 ribu per orang.

Dikonfirmasi awak media, Rabu (05/08), Ketua Pembina Yayasan Sabilullarasyad NW Barabali, H.M Darmawan Maklum, mengaku terkejut soal data yang mengindikasikan adanya pungutan liar terhadap penerima manfaat bantuan PIP. 

Terlebih lagi, dia merupakan ketua pembina yayasan yang baru berdasarkan hasil kesepakatan musyarawah mufakat di internal yayasan. Sedangkan jabatan ketua pembina yang lama diisi oleh Jumrah, SH (Alm).

Begitu pula dengan posisi ketua pengurus yayasan yang lama diemban Muslim, SH., MH., yang saat ini berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan menjabat sebagai Panitra Muda (Panmud) Hukum pada Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Mataram.

"Sekarang posisi ketua pengurus yayasan diemban orang baru berdasarkan dengan SK yang terbit tahun 2026 ini," bebernya.

Pihaknya pun tidak menepis soal dugaan pemotongan dana PIP, sebagai salah satu pemicu perombakan total kepengurusan yayasan.

"Saya kaget, waktu musyawarah perombakan kepengurusan, terkuak polemik atas dugaan pemotongan dana PIP," imbuhnya.

Ketika awak media melontarkan pertanyaan lainnya yang berkaitan dengan dokumen serta rekaman video yang menjadi temuan lapangan, Darmawan memilih irit bicara. 

Alasannya, pertanggungjawaban PIP dan hal-hal lain pada tahun sebelumnya, berada dipundak pengurus lama.

Di tempat berbeda, Muslim, SH., MH., mengklaim bahwa dirinya hingga saat ini masih menjabat ketua pengurus pada Yayasan Sabilullarasyad NW Barabali. Di sisi lain, dirinya juga menepis dugaan pemotongan dana PIP siswa.

Begitu juga dengan data yang mengindikasikan adanya pemotongan dana tersebut. "Kalau dari saya, tidak pernah ada pemotongan dana PIP," dalihnya, Kamis (06/08).

Yang jelas, lanjut dia, pihaknya memang sempat mengumpulkan orang tua/wali murid untuk memberikan pengertian dan penjelasan terkait isu dugaan pemotongan bantuan PIP, sebulan sebelum dana tersebut cair.

"Yang jelas kami memberikan pemahaman supaya bapak/ibu wali murid tidak terjebak oleh kesan pemotongan PIP. Karena mereka yang akan terima langsung," ujarnya.

Sebaliknya, diakui Muslim, bahwa selama murid mengenyam pendidikan di lembaga-lembaga di bawah naungan yayasan tersebut, wali murid memiliki beban kewajiban yang diantaranya berupa uang pembangunan sebesar Rp300 ribu. Namun itu tidak dipotong langsung dari PIP.

"Tapi kita tidak pernah minta dari sana (bantuan PIP,red). Nanti pas tamat sekolah atau kapan ada kelonggaran. Bahkan sampai sekarang banyak yang belum membayar, sehingga malu ambil ijazahnya," terangnya.

Nilai pembayaran uang pembangunan tersebut sesuai kesepakatan antara yayasan dengan orang tua/wali saat serah terima calon murid.

"Tapi kadang-kadang pas Nerima (bantuan PIP,red) begini, kalau ada rejeki, merasa ada beban, silahkan dilunasi. Tapi kadang-kadang karena (pengunaannya,red) untuk kepentingan lain, kita tidak langsung minta dipotong atau nggak nya," jelasnya.

Redaksi |