Polemik SDIT Rabbani Makin Memanas, Mantan Guru Ungkap Kronologi Pemberhentian - Media Dinamika Global

Minggu, 09 Agustus 2026

Polemik SDIT Rabbani Makin Memanas, Mantan Guru Ungkap Kronologi Pemberhentian


Bengkulu, Media Dinamika Global.id.– Polemik pemberhentian sejumlah guru SDIT Rabbani Kota Bengkulu kembali mencuat. Salah satu mantan guru, Ririn Safitri, S.Sos., Gr., menyampaikan kronologi pemberhentian yang dialaminya melalui pers release tertanggal 9 Agustus 2026.

Ririn mengaku menerima pesan WhatsApp dari Kepala SDIT Rabbani Kota Bengkulu pada 5 Agustus 2026 yang memintanya datang ke ruang kepala sekolah pada pukul 14.15 WIB dan tidak mengikuti kegiatan belajar bersama.

Saat berada di ruangan kepala sekolah, Ririn mengaku diberitahu bahwa dirinya mulai 6 Agustus 2026 dirumahkan dan diminta tidak lagi datang ke sekolah.

Dalam pertemuan tersebut, Ririn mempertanyakan alasan pemberhentian dirinya. Ia menduga keputusan tersebut berkaitan dengan keikutsertaannya dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Namun, menurut Ririn, pihak sekolah menyebut alasan lainnya, termasuk persoalan aturan di kelas terkait siswa yang diperbolehkan beristirahat dengan rebahan serta penilaian bahwa dirinya dinilai tidak mencerminkan karakter Rabbani.

Ririn membantah bahwa dirinya sengaja membuat aturan baru. Ia menjelaskan, saat kejadian dirinya seorang diri mengajar karena guru lainnya sedang sakit. Setelah siswa melaksanakan salat, beberapa siswa meminta izin untuk beristirahat karena sedang berpuasa.

Ririn kemudian mengizinkan siswa beristirahat dengan syarat tidak membuat keributan karena dirinya hendak melaksanakan salat.

Usai pertemuan tersebut, Ririn mengaku pihak sekolah dan pengawas yayasan bersalaman serta saling meminta maaf. Ia kemudian mengemasi barang-barangnya dan berpamitan kepada guru-guru.

Datangi Dinas Pendidikan dan Yayasan.

Sehari setelah pemberhentian, Ririn bersama dua mantan guru lainnya, yakni Tita Aryani dan Elsita, mendatangi Dinas Pendidikan Kota Bengkulu untuk mengurus persoalan Dapodik.

Karena pejabat terkait sedang dinas luar, ketiganya kemudian berdiskusi dan sepakat membawa persoalan tersebut ke ranah media.

Mereka selanjutnya mendatangi Pondok Pesantren IIT Rabbani dan bertemu dengan Syamlan.

Dalam pertemuan itu, menurut Ririn, mereka menyampaikan bahwa telah diberhentikan dan meminta surat pemberhentian resmi dari yayasan.

Dalam kesempatan tersebut juga dibahas mengenai surat pemberhentian serta persoalan yang disebut sebagai “kenang-kenangan” atau pesangon.

Ririn kemudian bersama dua rekannya mendatangi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) pada Jumat, 7 Agustus 2026, untuk menyampaikan laporan secara tertulis terkait persoalan pemberhentian mereka.

Terima Pesan WhatsApp.

Ririn juga menyebut pada Jumat sore dirinya menerima pesan WhatsApp dari Syamlan. Kemudian pada Sabtu, 8 Agustus 2026, ia kembali menerima pesan suara yang berisi undangan kepada dirinya bersama suami untuk datang ke pondok pesantren.

Persoalan pemberhentian tiga guru SDIT Rabbani tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian setelah para mantan guru mengadukan persoalan tersebut ke Disnakertrans.

Hingga kini, polemik tersebut masih bergulir. Pernyataan Ririn dalam pers release ini merupakan versi dan kronologi dari pihak mantan guru. Sementara itu, pihak SDIT Rabbani maupun yayasan memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan atas tudingan serta kronologi yang disampaikan tersebut.(Sekjend MDG)

Comments