Media Dinamika Global

Sabtu, 08 Agustus 2026

SEORANG JANDA MUDA RELA DI PENJARA DARI PADA HARUS BAYAR DENDA


Sumatera Selatan, Media Dinamika Global.id.-- Novi (34), seorang ibu dua anak di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, memilih menjalani hukuman 14 bulan penjara setelah tidak mampu membayar uang damai sebesar Rp60 juta. "Karena pelaku ini ada pihak ketiga minta uang damai Rp60 juta, sementara Novi mana ada duit Rp60 juta," ujar Dian Burlian, pengacara Novi.

Dian mengatakan perkara bermula ketika Novi yang merupakan seorang janda anak dua ditaksir AD (Adnan) warga desa setempat. Berbagai cara dan teror dilakukan AD untuk mendapatkan perhatian Novi.

 "AD ini sukanya luar biasa dengan Novi, selama 6 bulan diganggu terus. Siang malam, banyak kolor Novi yang dicurinya, pipa air dan lain-lain," ungkap Dian.

Novi mengungkapkan bahwa ia sempat melapor kepada kepala desa, yang kemudian memanggil AD dan meminta keluarganya untuk memberi nasihat kepadanya.

 "Tapi keluarga pelaku tidak bisa mencegah, takut dibvnvh oleh pelaku. Kadang lampu dimatikan sampai pukul 12.00 Wib," ujarnya

"Puncak kekesalan pak, karena hampir enam bulan pelaku itu (Adnan) menerOr saya, setiap malam mematikan lampu di rumah dan mengintip saya," cerita Novi.

 "Malam itu pelaku ini mau menyelinap masuk ke rumah, malam itu aku siram pakai air keras campur air. Kena belakangnya. Tapi waktu itu bukan murni air keras. Pelaku sempat dirawat di rumah sakit selama 14 hari karena belakangnya terbakar," ungkap Novi.(Sekjend MDG)

Sinergi LPPM UM Bima dengan Pokdarwis Desa Karamabura Kabupaten Dompu


Dompu, Media Dinamika Global.id. – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Bima kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan desa wisata melalui kegiatan sarasehan yang diselenggarakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa Karamabura.

Berdasarkan undangan resmi POKDARWIS Kabupaten Pasuruan Nomor: 037/KSW-KABPAS/II/Eks-I/VI/2025, LPPM melalui Kepala LPPM universitas Muhammadiyah bima, turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan bertajuk Sarasehan Pokdarwis dan Desa Wisata Karamabura Kabupaten Dompu serta Monitoring dan Evaluasi Pokdarwis Desa Karamabura. Acara ini berlangsung pada Sabtu 8 Agustus 2026, bertempat, Desa Wisata Karamabura Kabupaten dompu.

Mengusung tema “Menjalin Kemitraan Strategis Berkelanjutan bagi Desa Wisata,” ketua LPPM UM bima dalam paparannya menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat lokal untuk membangun ekosistem desa wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Kemitraan strategis bukan hanya soal kerja sama jangka pendek, tetapi bagaimana kita membangun kepercayaan, peran aktif, dan keberlanjutan program desa wisata ke depan,” ujar LPPM dalam sesi diskusi.


Kegiatan sarasehan ini juga menjadi ajang evaluasi dan koordinasi antar Pokdarwis Desa Karamabura Dompu dalam upaya memperkuat tata kelola serta inovasi program wisata desa. Harapannya, kolaborasi seperti ini dapat terus dilanjutkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi wisata dan budaya masyarakat desa Karamabura Kabupaten dompu.(Sekjend MDG)

Ziarah Makam Tokoh Pramuka NTB, Rangkaian Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026


Mataram, Media Dinamika Global.id.-- Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Barat melaksanakan ziarah makam para tokoh Pramuka NTB pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh Andalan Kwarda NTB sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa, pengabdian, serta perjuangan para tokoh yang telah meletakkan dasar dan memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Gerakan Pramuka di Nusa Tenggara Barat.

Ziarah makam menjadi momentum untuk mengenang kembali keteladanan para pendahulu, sekaligus meneguhkan komitmen untuk melanjutkan semangat pengabdian dan nilai-nilai kepramukaan yang telah diwariskan.(Sekjend MDG)

Khalid Bin Walid Ketua DPC Kota Bima Hadiri Kegitan Diklat Partai Gerindra di Lombok Tengah


Lombok, Media Dinamika Global.id.-- Khalid bin Walid Ketua DPC Partai Gerindra Kota bima yang juga menjabat Anggota DPRD kota Bima, hadiri rapat kerja strategis pada Sabtu 8 Agustus 2026 di di Balen Soultan Hotel, Praya, Lombok Tengah. Partai Gerindra Lombok tengah untuk mematangkan persiapan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Laskar Partai Gerindra dan Detail Kegiatan dan Arahan Laskar Partai Gerindra.

Pimpinan Acara: Dipimpin langsung oleh Rapat tersebut dihadiri Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Lalu Fathul Bahri, jajaran unsur pimpinan DPD, serta seluruh Ketua DPC Partai Gerindra kabupaten/kota se-NTB.

Dalam rapat tersebut, DPD Partai Gerindra NTB mematangkan berbagai persiapan untuk pelaksanaan Diklat Laskar Partai yang akan digelar di Mataram dalam waktu dekat, DPD partai Gerindra Lombok tengah.

Peserta Rapat: Dihadiri pengurus DPC, Pimpinan Anak Cabang (PAC), serta koordinator Laskar dari berbagai kecamatan se- provinsi NTB.

Tujuan Utama: Mencetak kader yang solid, disiplin, berintegritas, serta paham ideologi partai. 

Pesan Kader: Laskar diminta agar senantiasa hadir, siap siaga, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

   Penulis: Sekjend MDG

Jangan Biarkan Risiko Mengendalikan Pemerintah, Gubernur NTB Dorong Birokrasi Berani Ambil Keputusan Terukur


Sembalun, Lombok Timur, Media Dinamika Global - Sebuah kapal tidak dibuat untuk menghindari laut. Ia dibuat untuk berlayar, menghadapi ombak dan bersiap ketika badai datang. Karena itu, keselamatan perjalanan tidak hanya ditentukan oleh tenangnya laut, tetapi oleh seberapa kuat kapal dibangun, seberapa baik navigasinya bekerja, dan seberapa cakap para pelaut membaca keadaan.

Begitu pula pemerintahan. Tidak semua persoalan dapat diprediksi, apalagi dihindari. Tetapi pemerintah dapat memperkuat sistem, membaca kemungkinan sejak awal, dan menyiapkan langkah ketika risiko benar-benar datang.

Gagasan itu menjadi pesan utama Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dalam Workshop Manajemen Risiko Pemerintah Provinsi NTB di Sembalun, Lombok Timur, Sabtu (8/8). Kegiatan yang digagas Inspektorat Provinsi NTB tersebut diikuti para Asisten, kepala perangkat daerah, kepala biro, direktur dan wakil direktur rumah sakit, serta sekretaris dinas dan badan. Hadir Wakil Gubernur NTB, Sekretaris Daerah NTB, Kepala Perwakilan BPKP RI Provinsi NTB, serta narasumber dari BPKP RI dan Kementerian Dalam Negeri.

Yang dibicarakan bukan sekadar bagaimana menghindari kesalahan. Lebih mendasar dari itu: bagaimana pemerintah mengambil keputusan ketika setiap keputusan selalu mengandung risiko.

Gubernur meminta setiap program dan kebijakan dihitung risikonya sejak awal. Risiko, katanya, tidak hanya berkaitan dengan hukum. Ada risiko politik, sosial, lingkungan, keuangan dan berbagai kemungkinan lain yang dapat memengaruhi keberhasilan sebuah program.

Karena itu, mengambil risiko tidak sama dengan mengabaikannya. Pemimpin tetap harus berani mengambil keputusan, tetapi dengan calculated risk, risiko yang telah diperhitungkan dan disiapkan langkah mitigasinya.

Apakah kita mengelola risiko yang tepat?

Pertanyaan ini penting karena perangkat manajemen risiko sebenarnya sudah tersedia. Pemprov NTB memiliki pedoman pengelolaan risiko melalui regulasi daerah.

Persoalannya kemudian bukan lagi ada atau tidak ada aturan, tetapi apakah aturan itu benar-benar mengubah cara kerja birokrasi.

Materi BPKP dalam workshop menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah. Penerapan manajemen risiko di NTB belum sepenuhnya menjadi proses yang utuh. Pengelolaan masih cenderung berfokus pada daftar risiko dan Rencana Tindak Pengendalian, sementara pelaksanaan dan pemantauan efektivitasnya belum konsisten. Identifikasi risiko juga belum sepenuhnya menangkap risiko kritis yang berkaitan dengan tujuan strategis.

BPKP bahkan mengingatkan risiko risk register hanya menjadi dokumen jika dibuat menjelang evaluasi, tidak digunakan dalam rapat pimpinan, tidak menjadi dasar penganggaran dan tidak dimonitor.

Maka pertanyaannya sederhana: apakahi pemerintah benar-benar mengelola risiko, atau hanya mengelola dokumen tentang risiko?

Perbedaannya sangat besar.

Risiko bisa muncul sebelum program berjalan

Bagi para pejabat pemilik risiko, pertanyaan berikutnya harus lebih tajam: apa yang sebenarnya bisa membuat program gagal?

Jawabannya tidak selalu berada pada tahap pelaksanaan.

Risiko bisa muncul sejak program dirancang, dari tujuan yang kurang tepat, indikator yang tidak menggambarkan hasil yang hendak dicapai, lemahnya koordinasi, keterbatasan kapasitas pelaksana, hingga penganggaran yang tidak cukup menopang target.

Karena itu, pemilik risiko harus melihat program sejak hulu. Sebelum kegiatan dimulai, harus sudah jelas apa risikonya, apa penyebabnya, seberapa besar dampaknya, siapa yang bertanggung jawab dan apa langkah mitigasinya.

Apalagi program prioritas pemerintah sering melibatkan lebih dari satu perangkat daerah. Satu OPD mungkin hanya menguasai sebagian proses, sementara keberhasilan akhirnya ditentukan oleh rangkaian kerja beberapa perangkat daerah.

BPKP menempatkan manajemen risiko daerah sebagai bagian dari upaya menghubungkan program dan indikator perangkat daerah dengan sasaran pembangunan. 

Artinya, pemilik risiko tidak cukup melihat bagian tugasnya sendiri. Ia harus memahami bagaimana bagian itu memengaruhi tujuan yang lebih besar.

Jangan sampai manajemen risiko menjadi budaya takut.

Di sinilah pesan Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menjadi penting.

Menurutnya, kepala perangkat daerah tidak hanya bertanggung jawab terhadap capaian kinerja, tetapi juga harus mampu memberikan rasa aman kepada jajaran yang dipimpinnya. Aparatur perlu bekerja sungguh-sungguh tanpa dihantui ketakutan berlebihan, khususnya dalam tata kelola keuangan.

Pesan tersebut melengkapi gagasan Gubernur. Manajemen risiko bukan alasan untuk berhenti mengambil keputusan.

Birokrasi tetap harus bergerak. Tetapi bergerak dengan perhitungan.

Terlalu takut mengambil risiko membuat organisasi kehilangan keberanian untuk berinovasi. Sebaliknya, mengambil risiko tanpa perhitungan dapat membuat organisasi menghadapi persoalan yang sebenarnya bisa dicegah.

Yang dibutuhkan adalah keberanian yang terukur.

Dari risk register menuju budaya risiko, karena itu, pekerjaan berikutnya bukan sekadar membuat daftar risiko yang lebih lengkap. Risiko harus masuk ke ruang tempat keputusan dibuat.

Ia harus dibicarakan dalam rapat pimpinan, dipertimbangkan dalam perencanaan dan penganggaran, dipantau ketika program berjalan, lalu diperbarui ketika situasi berubah.

BPKP menempatkan manajemen risiko sebagai proses yang terus berjalan, mulai dari identifikasi, penilaian dan pengendalian hingga pemantauan. 

Ini berarti perubahan yang diharapkan bukan sekadar administratif. Birokrasi perlu bergeser dari reaktif menjadi antisipatif.

Seorang pelaut tidak dapat memerintahkan laut agar berhenti bergelombang. Ia juga tidak dapat mencegah badai datang. Yang bisa dilakukan adalah memastikan kapalnya kuat, navigasinya akurat dan awaknya siap.

Begitu pula pemerintah.

Program yang berhasil bukanlah program yang bebas risiko. Program yang berhasil adalah program yang risikonya dikenali, diprioritaskan dan dikelola sejak awal. 

Sebab ukuran manajemen risiko bukan seberapa banyak risiko yang tertulis dalam dokumen, tetapi seberapa siap pemerintah ketika risiko itu benar-benar datang, pungkas Gubernur Miq Iqbal.

Redaksi |

Abdul Kadir Pj. Kades Lewintana: Laporan Ketua Panitia MTQ Tingkat Kecamatan Soromandi Kab, Bima


Soromandi, Media Dinamika Global.id. – Pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kecamatan soromandi, Kabupaten bima, yang diberi tema “Dengan Semangat MTQ ke XX Tingkat Kecamatan soromandi Mari Kita Jadikan Alquran Sebagai Pembentuk Kepribadian Mukmin Sejati” berlangsung dengan meriah.

Acara tersebut laporan PJ Abdul Kadir S.sos, dan didampingi oleh camat soromandi, Ketua LPTQ, Ketua BPD desa lewintana, wakil bupati bima, Sekdes sekecamatan soromandi, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas serta disaksikan oleh ratusan masyarakat.

Berbagai persembahan yang digelar oleh pemerintah Desa lewintana mulai dari tarian wura bongi monca dan berbagai lainnya, di halaman desa lewintana setempat.

Laporan ketua panitia PJ Kades lewintana, Abdul Kadir S,sos, menyampaikan bahwa Pemerintahan Desa telah memprogramkan kegiatan ini menjadi kegiatan rutin yang setiap tahun terus dilaksanakan.

“Suksesnya kegiatan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah kabupaten Bima yang menganggarkan kegiatan ini melalui dana BERMASA desa lewintana, sehingga acara ini bisa kita laksanakan dengan meriah,” ungkap PJ Kades lewintana Kecamatan soromandi Kabupaten bima.

“Saya sebagai ketua Panitia MTQ mengucapkan ribuan terimakasih kepada pemerintah Daerah dalam hal ini wakil bupati bima dr. H. Irfan Zubaidy yang telah memberikan dukungan terhadap memajukan bidang keagamaan seperti MTQ ini melalui program Bermasa,” tutur pj lewintana.

Selain itu, ketua panitia PJ Abdul Kadir berharap melalui pelaksanaan MTQ ini bisa menjadi motivasi bagi generasi muda agar lebih rajin membaca AlQuran.

“MTQ tingkat kecamatan soromandi ini bisa kita jadikan sarana memicu kehidupan yang membentuk akhlak dan lingkungan yang baik bagi kehidupan kita, terkhusus para generasi muda kita,” ungkap PJ lewintana Kecamatan soromandi.

Ia juga mengatakan, bahwa kegiatan MTQ ini bukan ajang mencari bakat sahaja, namun juga menjalin silaturahmi atau hubungan dengan masyarakat.

“Kami yakin desa lewintana ini bisa melahirkan qori dan Qoriah terbaik dan hafis Hafizah terbaik untuk di pertandingan di kancah yang lebih tinggi lagi dan mengharumkan nama Desa yang kita cintai bersama,” harapan PJ Abdul Kadir.


PJ Kades lewintana juga membeberkan beberapa program pemerintah daerah kabupaten Bima salah satunya pembangunan infrastruktur desa lewintana.

“Mari kita doakan progam Bupati dan wakil bupati bima terlaksana dengan cepat, agar kita semua dapat merasakan apa yang telah dibangun pemkab Bima, khususnya infrastruktur dan lain lain yang segera dibangun,” tuturnya.(Sekjend MDG)

Heboh. Diduga, Sajikan Makanan Tidak Layak, Sejumlah Wartawan Tolak Pendistribusian MBG di Kecamatan Monta


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Persoalan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga tidak layak kembali ditemukan dan menjadi sebuah keluhan serius oleh masyarakat lebih khusus siswa selaku penerima manfaat yang semestinya mendapatkan haknya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Pemerintah. Rabu, (05/08/26)

Namun sayangnya program unggulan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, menuju Indonesia Emas 2045, banyak kejadian dilapangan, hidangan yang disajikan diduga tidak layak.

Seperti kejadian di SDN Simpasai berlokasi di wilayah Kecamatan Monta Kabupaten Bima yang mendapatkan menu untuk siswa sebanyak 236 dalam kondisi diduga tidak layak konsumsi.  

Pasalnya ditemukan menu yang disajikan berupa nasi putih, telur sambal, klengkeng 5 biji, bersama dengan sayur oseng, yang kondisinya ditemukan ulat didalamnya, hal ini diduga kurangnya pemanfaatan petugas dapur dalam menjalankan rangkaian tugas operasional harian yang terstruktur mulai dari perencanaan gizi, pengadaan bahan, pengolahan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah sasaran. 

Menyikapi hal ini, memaksa salah satu warga masyarakat yang sekaligus berprofesi sebagai wartawan lokal, mengambil inisiatif untuk berkoordinasi dengan pihak SPPG Aisyah Sakuru, dalam hal ini, Kepala SPPG dan Kepala Dapur guna menyikapi temuan yang terjadi di salah satu sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Monta.

Namun upaya tersebut tidak diindahkan oleh pihak SPPG.

Akibatnya salah satu warga masyarakat yang juga sebagai wartawan lokal, melarang Dapur SPPG Aisyah Sakuru untuk menyalurkan makanan terhadap siswa-siswi SDN Simpasai, bahkan yang lainnya juga tidak luput dari pantauannya, ujarnya saat berada di lokasi.

Lanjutnya dalam menanggapi polemik tersebut, Ia menjelaskan bahwa, sebagai dukungan penuh terhadap Program Unggulan dari Presiden Republik Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, kami akan terus mengawasi pelaksanaan penyaluran MBG agar tepat sasaran dan juga layak di konsumsi oleh penerima manfaat lebih khusus siswa-siswi yang ada di wilayah Kecamatan Monta maupun sekitarnya.

" Ia hari ini saya tegaskan kepada pengelola Dapur SPPG Aisyah Desa Sakuru agar menghentikan penyaluran MBG di Wilayah Kecamatan Monta, karena selain makanan yang tidak memenuhi standar gizi Nasional, juga ditemukan ulat pada sayur yang di salurkannya.

Langkah kami hari ini juga sebagai bukti keseriusan dan konsistensi kami didalam mendukung program ini atas banyaknya temuan dilapangan, kami akan laporkan masalah ini ke pihak terkait bahkan kami akan bersurat kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di tingkat Pusat.


Dan yang terjadi hari ini akan menjadi bahan evaluasi berkelanjutan bagi dapur-dapur yang bermasalah disetiap wilayah, agar program ini dapat berjalan sesuai standarisasi yang telah di tentukan,” ujarnya.

Mengingat nasib Anak Bangsa kedepan ditentukan mulai hari ini lanjutnya dengan nada serius dalam mendukung program unggulan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Sampai berita ini dipublikasikan, pihak SPPG Aisyah Sakuru belum dapat dikonfirmasi, untuk memenuhi kewajiban dan pendalaman informasi yang berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik (Tim).

Danramil Donggo Hadiri Pembukaan MTQ XX Tingkat Kecamatan Soromandi


BIMA, Media Dinamika Global.id.– Danramil 1608-05/Donggo Kapten Inf. Syafrudin S.sos menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XX tingkat Kecamatan Soromandi Tahun 1447 H/2026 M, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Melalui MTQ Kita Wujudkan Generasi Muda yang Cinta Al-Qur’an” tersebut dihadiri Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy dan sekitar 700 masyarakat.

Pembukaan MTQ diawali berbagai kegiatan pra-acara, kemudian dilanjutkan dengan kedatangan Wakil Bupati Bima bersama rombongan di arena MTQ. Acara resmi dibuka dengan pembacaan Kalam Ilahi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars MTQ, doa bersama, laporan Ketua Panitia, serta pelantikan Dewan Hakim MTQ oleh Camat Soromandi Julkifli, SH., M.Hum.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy mengajak masyarakat untuk terus membudayakan kegiatan MTQ sebagai sarana meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap kandungan Al-Qur’an serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa pelaksanaan MTQ tidak semata-mata mengejar prestasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati secara resmi membuka MTQ XX tingkat Kecamatan Soromandi.

Kegiatan turut diisi dengan penyerahan bantuan Al-Qur’an dari Pemerintah Kabupaten Bima kepada Camat Soromandi serta penampilan kasidah dari grup guru SMKN 1 Soromandi. Pengamanan kegiatan melibatkan personel Koramil 1608-05/Donggo, Polsek Soromandi, Satpol PP dan panitia pelaksana. MTQ XX tingkat Kecamatan Soromandi akan berlangsung selama lima hari, mulai Sabtu 8 hingga Rabu 12 Agustus 2026, dan seluruh kegiatan pembukaan berjalan aman, tertib dan lancar.(Sekjend MDG)

Anggaran Proyek Koperasi Desa Merah Putih: Masalahnya di Mana


Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Media sosial ramai memperbincangkan dokumen rincian anggaran program Koperasi Desa Merah Putih senilai sekitar Rp212 triliun. Sorotan publik mengarah pada sejumlah item pengadaan yang dinilai tidak wajar, seperti AC senilai Rp19 juta per unit dan rak display Rp57 juta, sehingga memicu tuntutan agar pemerintah menjelaskan dasar perhitungan, spesifikasi barang, serta mekanisme pengadaan secara terbuka.

Meski dokumen tersebut belum dapat dipastikan sebagai anggaran final karena masih berpotensi berupa pagu atau dokumen perencanaan, polemik ini kembali menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran publik. Publik menilai klarifikasi resmi diperlukan agar tidak memunculkan spekulasi, sekaligus memastikan penggunaan dana negara benar-benar efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.(Sekjend MDG)

dr. H. Irfan Zubaidy Wakil Bupati Bima Membuka Secara Resmi MTQ Tingkat Kecamatan Soromandi di Desa Lewintana Kab, Bima


Soromandi, Media Dinamika Global.id.-- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-20 Tingkat Kecamatan Soromandi dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy Sabtu malam (08/08/2026) arena Utama MTQ di Desa Lewintana.

‎Wakil Bupati dalam sambutannya dihadapan Camat Soromandi, Zulkifli, S.H., M.Hum, Muspika dan para Kepala Desa serta seluruh elemen masyarakat kecamatan Soromandi menekankan pentingnya pengamalan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sekadar menjadikannya sebagai ajang perlombaan.

‎ "Marilah kita jadikan Al-Qur'an sebagai panduan hidup, panduan tutur kata dan panduan tindak-tanduk kita. Melalui kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur'an ini, kita bersama-sama menjaga keagungan Al-Qur'an". Ujar Wakil Bupati.

Pada kesempatan pembukaan MTQ tersebut, dr. H. Irfan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan perhelatan ini. Secara khusus, Wabup juga mengimbau agar keberadaan dan kesejahteraan para guru ngaji di wilayah tersebut mendapat perhatian lebih. "Mohon diperhatikan para guru-guru ngaji kita, terutama terkait fasilitas penunjang mereka dalam mengajar," tambahnya.

‎Ketua Panitia MTQ, Abdul Kadir, S.Sos., dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian ajang musabaqah tahun ini akan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 8 hingga 12 Agustus 2026 dan ada tiga cabang perlombaan utama yang ditandingkan pada MTQ ke-20 ini, antara lain Golongan Tartil Al-Qur'an, Golongan Tilawah Al-Qur'an (Kategori Anak-anak, Remaja, dan Dewasa) dan Cabang Hifzil Al-Qur'an (Golongan 1 Juz dan 5 Juz)

Di sela-sela pembukaan acara, Camat Soromandi, Zulkifli, S.H., M.Hum., secara resmi mengukuhkan para Dewan Hakam yang akan bertugas menilai seluruh jalannya perlombaan. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bima juga menyerahkan bantuan berupa paket Al-Qur'an secara simbolis.

‎Acara pembukaan berjalan khidmat dan semarak dengan dihadiri oleh berbagai tokoh penting daerah, di antaranya Unsur Muspika Kecamatan Soromandi, Ketua MUI, BAZNAS, PHBI, dan LPTQ Kecamatan Soromandi, Para Kepala Desa dan Ketua TP-PKK Desa se-Kecamatan Soromandi, Jajaran Dewan Hakim, para Qari’/Qari’ah, Hafiz/Hafizah, serta seluruh peserta dan masyarakat setempat. (Sekjend MDG)