Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Persoalan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga tidak layak kembali ditemukan dan menjadi sebuah keluhan serius oleh masyarakat lebih khusus siswa selaku penerima manfaat yang semestinya mendapatkan haknya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Pemerintah. Rabu, (05/08/26)
Namun sayangnya program unggulan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, menuju Indonesia Emas 2045, banyak kejadian dilapangan, hidangan yang disajikan diduga tidak layak.
Seperti kejadian di SDN Simpasai berlokasi di wilayah Kecamatan Monta Kabupaten Bima yang mendapatkan menu untuk siswa sebanyak 236 dalam kondisi diduga tidak layak konsumsi.
Pasalnya ditemukan menu yang disajikan berupa nasi putih, telur sambal, klengkeng 5 biji, bersama dengan sayur oseng, yang kondisinya ditemukan ulat didalamnya, hal ini diduga kurangnya pemanfaatan petugas dapur dalam menjalankan rangkaian tugas operasional harian yang terstruktur mulai dari perencanaan gizi, pengadaan bahan, pengolahan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah sasaran.
Menyikapi hal ini, memaksa salah satu warga masyarakat yang sekaligus berprofesi sebagai wartawan lokal, mengambil inisiatif untuk berkoordinasi dengan pihak SPPG Aisyah Sakuru, dalam hal ini, Kepala SPPG dan Kepala Dapur guna menyikapi temuan yang terjadi di salah satu sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Monta.
Namun upaya tersebut tidak diindahkan oleh pihak SPPG.
Akibatnya salah satu warga masyarakat yang juga sebagai wartawan lokal, melarang Dapur SPPG Aisyah Sakuru untuk menyalurkan makanan terhadap siswa-siswi SDN Simpasai, bahkan yang lainnya juga tidak luput dari pantauannya, ujarnya saat berada di lokasi.
Lanjutnya dalam menanggapi polemik tersebut, Ia menjelaskan bahwa, sebagai dukungan penuh terhadap Program Unggulan dari Presiden Republik Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, kami akan terus mengawasi pelaksanaan penyaluran MBG agar tepat sasaran dan juga layak di konsumsi oleh penerima manfaat lebih khusus siswa-siswi yang ada di wilayah Kecamatan Monta maupun sekitarnya.
" Ia hari ini saya tegaskan kepada pengelola Dapur SPPG Aisyah Desa Sakuru agar menghentikan penyaluran MBG di Wilayah Kecamatan Monta, karena selain makanan yang tidak memenuhi standar gizi Nasional, juga ditemukan ulat pada sayur yang di salurkannya.
Langkah kami hari ini juga sebagai bukti keseriusan dan konsistensi kami didalam mendukung program ini atas banyaknya temuan dilapangan, kami akan laporkan masalah ini ke pihak terkait bahkan kami akan bersurat kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di tingkat Pusat.
Dan yang terjadi hari ini akan menjadi bahan evaluasi berkelanjutan bagi dapur-dapur yang bermasalah disetiap wilayah, agar program ini dapat berjalan sesuai standarisasi yang telah di tentukan,” ujarnya.
Mengingat nasib Anak Bangsa kedepan ditentukan mulai hari ini lanjutnya dengan nada serius dalam mendukung program unggulan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Sampai berita ini dipublikasikan, pihak SPPG Aisyah Sakuru belum dapat dikonfirmasi, untuk memenuhi kewajiban dan pendalaman informasi yang berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik (Tim).

