Media Dinamika Global

Sabtu, 25 Juli 2026

Komisi I DPR RI Dorong Meningkatkan Anggaran Pertahanan Pemekaran Kodam Baru NTT


NTT, Media Dinamika Global.id.-- Komisi I DPR RI mendorong peningkatan anggaran pertahanan dan akselerasi pemekaran Kodam baru di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat menggelar Kunjungan Kerja ke Markas Kodam IX/Udayana, Denpasar, Bali, pada Jumat (24/7/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat pengamanan di kawasan perbatasan RI-Timor Leste sekaligus menyelaraskan postur pertahanan negara dengan agenda Asta Cita Presiden.

Dalam agenda ini, Komisi I DPR RI menegaskan dukungannya terhadap usulan tambahan anggaran Kementerian Pertahanan guna merealisasikan paradigma Optimum Essential Force (OEF). Penguatan ini difokuskan pada percepatan modernisasi alutsista dan peningkatan kesiapsiagaan pasukan reaksi cepat di daerah perbatasan dan wilayah terluar NKRI.

Komisi I DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan anggaran pertahanan agar sarana, prasarana, serta pemenuhan kebutuhan prajurit di garda terdepan dapat berjalan optimal di tengah dinamika geopolitik global.(Sekjend MDG)

Polemik Pergantian Kepsek: Eks Timses Kordes Kombo–Raba Segel Ruang Kerja Kepala SMPN 2 Wawo

KABUPATEN BIMA – Suasana di lingkungan SMP Negeri 2 Wawo mendadak memanas, menyusul aksi penyegelan ruang kerja Kepala Sekolah yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat, yakni eks timses pasangan Ady–Irfan dari wilayah Desa Kombo dan Desa Raba, Sabtu (25/7/2026). 

Aksi ini merupakan bentuk penolakan tegas terhadap penunjukan kepala sekolah yang baru saja ditetapkan dan dilantik oleh Bupati Bima. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa tim Kordes datang ke sekolah dengan menyatakan pernyataan sikap tegas, lalu memasang segel pada pintu ruang kepala sekolah di hadapan petugas sekolah. Dalam  pernyataan yang disampaikan, mereka menyatakan keberatan atas penunjukan kepala sekolah yang baru dinilai tidak sesuai dengan usulan nama yang sebelumnya telah disampaikan pihak mereka kepada Pemerintah Kabupaten Bima khususnya Bupati Bima. 

"Kami tidak menolak aturan, namun kami meminta pemerintah mendengar aspirasi yang telah disepakati bersama oleh tim. Penetapan ini tidak sesuai dengan usulan yang sudah kami sampaikan secara resmi sebelumnya. Bagi kami, untuk menempatkan kepala sekolah sesuai dengan data yang diusulkan," tegas Yusuf dari perwakilan aksi. 

Foto : Wakasek SMP N 2 Wawo
Nasruddin, S. Pd

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Wawo,Nasruddin,S.Pd mengonfirmasi peristiwa tersebut saat dikonfirmasi awak media. Pihaknya telah mengetahui akan aksi penyegelan ruangan tersebut. 

"Kami selaku pihak sekolah sebelum telah dikonfirmasi oleh tim terkait aksi penyegelan pagi hari ini, dan kami pihak sekolah pun mengapresiasi atas aksi tersebut karena tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar bagi siswa maupun guru. Alhamdulilah suasana sangat kondusif," ungkapnya.

Hingga saat ini, kegiatan belajar mengajar siswa masih berjalan sebagaimana mestinya, namun pihak sekolah belum bisa mengambil keputusan dikarenakan tidak memiliki kapasitas yang lebih terkait kebijakan tersebut. Berharap kepada pihak instansi Dikpora Kabupaten Bima terkhusus Pemerintah Kabupaten Bima agar segera segera merespon dan memediasi permasalahan ini agar tidak menimbulkan keributan yang lebih luas. 

Dalam aksi ini juga dikawal langsung oleh Kanit Intelkam Polsek Wawo Aipda Ahmad bersama jajaran Polsek Wawo, Kasi Kesos Kecamatan Wawo Khairul Insan, S. Sos, Kasi Trantib Satpol PP Kecamatan Wawo Ahmad,S.Sos bersama anggota, Babinsa Desa Raba Serka Supratman, dan bhabinkamtibmas Desa Raba Aipda Arif Rahmansyah. (MDG05) 

Jumat, 24 Juli 2026

Lebih Rakus Dari Terlapor Pemerasan Tangkap Lepas Pelaku Narkoba! Diki Saputra Ketua DPC GRANAT Kuansing Raup Keuntungan Tiga Kali Lipat dari Mantan Kanit Reskrim Polsek Benai


Pekanbaru
– Topeng pejuang anti-narkoba yang dipakai Ketua DPC GRANAT Kuansing, Diki Saputra, akhirnya robek sepenuhnya. Bukan membawa obor keadilan, ia justru terbukti memiliki nafsu yang jauh lebih besar dan bertindak lebih kejam daripada terlapornya sendiri.

Fakta yang terungkap sangat memalukan: Jika mantan Kanit Reskrim Polsek Benai, Harianto Manik alias Anto Manik, dituduh memeras sebesar Rp 25 juta, maka Diki Saputra terbukti meraup keuntungan tiga kali lipat lebih besar dari jumlah itu. Ia menerima uang damai sebesar Rp 100 juta, sehingga kantongnya bertambah bersih hingga Rp 75 juta lebih banyak dari apa yang sempat didapat oknum polisi tersebut.

 

Menjilat Ludah Sendiri Demi Kantong Sendiri

Padahal pada 22 Mei 2026 di SPKT Polda Riau, Diki berteriak lantang menolak kompromi. Ia bersumpah tak akan pernah berdamai dengan praktik "tangkap lepas" pelaku narkoba dan pemerasan yang dilakukan Anto Manik. Namun sumpah itu ternyata hanya panggung sandiwara. Begitu uang berpindah tangan, ia luluh lantak, melupakan prinsip, dan menjadikan organisasi GRANAT sekadar alat pengumpul uang.

Organisasi Dijadikan Alat, Terang-terangan Libatkan Pimpinan Atas

Yang semakin mengeruhkan citra, Diki tak malu mengakui bahwa transaksi kotor ini dilakukan atas sepengetahuan Ketua DPD GRANAT Riau, Dr. Freddy Simanjuntak, SH., MH.

"Iya bang, Ketua DPD GRANAT Riau juga tau bang," akunya tanpa rasa bersalah.

Ini membuktikan tuduhan bahwa Diki bukan sekadar korban, melainkan pelaku yang lebih licik. Ia memperalat nama besar organisasi anti-narkoba untuk menekan terlapor demi keuntungan pribadi yang jauh melampaui apa yang ia tuduhkan.

Ancaman Bagi Perang Melawan Narkoba

Tindakan ini bukan sekadar korupsi jabatan, tapi pengkhianatan terhadap semangat memberantas narkoba. Dengan berdamai demi uang, Diki membiarkan praktik "tangkap lepas" terus berlanjut di Kuantan Singingi. Ia menempatkan diri lebih rendah dari oknum yang dilaporkannya: Anto Manik dituduh salah, tapi Diki terbukti menjual keadilan dengan harga yang jauh lebih mahal.

Masyarakat kini menuntut pertanggungjawaban mutlak. Bagaimana mungkin organisasi yang dibentuk untuk melawan kejahatan justru dipimpin sosok yang lebih rakus dari pelaku kejahatan itu sendiri? Sampai ada tindakan tegas, nama GRANAT hanya akan tercoreng sebagai payung bagi pengejaran keuntungan pribadi.***(red).

Ketua TP PKK Tulang Bawang Herlinawati Dampingi Ketua TP PKK Provinsi Lampung Canangkan Desa Tapis Di Kecamatan Gedung Aji.

Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.Id || Ketua TP PKK Kabupaten Tulang Bawang Ibu Herlinawati Qudrotul,SH mendampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Mirza dalam agenda kegiatan pencanangan Desa TAPIS (Kesejahteraan Keluarga untuk Lampung Maju Indonesia Emas) di Desa Panca Tunggal Jaya, Kecamatan Penawar Aji, Tulang Bawang Sabtu 25 Juli 2026.

Program Desa TAPIS merupakan program pembinaan TP PKK Provinsi Lampung yang berfokus pada pemberdayaan keluarga, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Desa Panca Tunggal Jaya dipilih sebagai lokasi pencanangan karena memiliki berbagai inovasi masyarakat, terutama dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman pangan, tanaman obat keluarga, sayuran, serta peternakan yang bernilai ekonomi.

Dalam sambutannya, Batin Wulan menegaskan bahwa pencanangan Desa TAPIS merupakan wujud komitmen TP PKK Provinsi Lampung dalam memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan masyarakat.

"Kegiatan pencanangan Desa TAPIS ini merupakan wujud komitmen kita bersama, komitmen Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung dalam memperkuat peran keluarga sebagai fondasi yang paling utama bagi pembangunan masyarakat," ujarnya.

Ia menekankan bahwa pembinaan Desa TAPIS tidak boleh berhenti pada seremoni pencanangan, tetapi harus dilanjutkan melalui pendampingan kader secara berkelanjutan hingga tingkat desa agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan, Batin Wulan meninjau pelatihan pengelolaan limbah bernilai ekonomi. Masyarakat diberikan pelatihan mengolah sampah plastik menjadi produk kerajinan, seperti tas, serta memanfaatkan limbah organik menjadi kompos untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Selanjutnya, Batin Wulan mengunjungi perpustakaan keliling dan pojok baca yang menjadi sarana meningkatkan budaya literasi masyarakat. Ia menyapa anak-anak yang sedang membaca buku sekaligus memberikan motivasi agar terus membiasakan budaya membaca sejak dini.

"Lagi baca buku apa? Senang ya membaca. Terus rajin membaca karena buku adalah jendela dunia. Jangan bosan belajar dan terus semangat menjadi anak-anak yang cerdas," sapa Batin Wulan.

Batin Wulan juga meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, tinggi dan berat badan, kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan pendengaran, hingga donor darah. Ia berdialog dengan tenaga kesehatan dan masyarakat penerima layanan untuk memastikan pelaksanaan CKG berjalan dengan baik.

"Mari kita terus berkolaborasi memastikan masyarakat Lampung, khususnya di Tulang Bawang, tetap sehat dan memperoleh pelayanan kesehatan yang maksimal. Terus sosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan dan pola makan yang baik kepada masyarakat," pesannya kepada tenaga kesehatan.

Selain itu, Batin Wulan turut mengunjungi stan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK yang menampilkan berbagai produk olahan pangan, minuman, kerajinan tangan, dan hasil pertanian lokal. Ia mengapresiasi kreativitas kader PKK dalam mengolah potensi desa menjadi produk bernilai tambah.

"Ibu-ibu di sini luar biasa. Dengan inovasi yang dimiliki, hasil pertanian lokal bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mampu menunjang perekonomian keluarga," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Batin Wulan juga menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat yang berasal dari Baznas Provinsi Lampung dan BKKBN. Bantuan tersebut meliputi 50 paket sembako, bibit cabai, bantuan gizi bagi anak, kursi roda, alat bantu dengar, Al-Qur'an, beasiswa tahfiz Al-Qur'an, serta mesin jahit untuk mendukung usaha ekonomi keluarga.

"Hari ini kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan dukungan dari Bapak Gubernur kepada masyarakat. Mudah-mudahan seluruh bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi keluarga, anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan kebutuhan gizinya terpenuhi," ujar Batin Wulan.

Melalui Program Desa TAPIS, TP PKK Provinsi Lampung berharap semakin banyak desa yang mampu mengembangkan potensi lokal, memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas kesehatan dan literasi masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi menuju terwujudnya Lampung Maju dan Indonesia Emas.(Fs/Red) 

Polres Bima Gelar Patroli Humanis, Antisipasi Kejahatan dan Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif


Kabupaten Bima, Media Dinamika Global - Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Polres Bima Polda NTB bersama jajaran melaksanakan patroli humanis pada Jumat malam (24/7/2026) sekitar pukul 21.30 Wita.

Kegiatan patroli piket fungsi tersebut dipimpin oleh Perwira Pengawas (Pawas) Ipda Gatot Wahyudi, S.H., dengan melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan fungsi di lingkungan Polres Bima. Adapun satuan yang terlibat meliputi SPKT, Reskrim, Narkoba, Intelkam, Samapta, dan Propam.

Dalam pelaksanaannya, tim patroli menyambangi sejumlah lokasi yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, di antaranya kawasan Pertigaan Bandara Sultan Muhammad Salahuddin (SMS) Bima, seputaran Pantai Kalaki, hingga Pertigaan Patung Kuda di Desa Panda.

Selain melakukan patroli dialogis dan pemantauan situasi, petugas juga melaksanakan pemeriksaan kendaraan serta penggeledahan badan terhadap sejumlah pemuda. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap peredaran gelap narkoba, minuman keras (miras), maupun kepemilikan senjata tajam yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.

Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo, S.I.K., M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menegaskan bahwa kegiatan patroli humanis merupakan bentuk komitmen Polres Bima dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah serta mencegah berbagai tindak kriminalitas yang meresahkan masyarakat.

“Selain mempererat silaturahmi dengan masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan membangun partisipasi aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing,” ujar AKP Adib.

Menurutnya, kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan terlindungi, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Dalam kesempatan tersebut, petugas juga mengimbau masyarakat agar terus berperan aktif memberikan informasi terkait perkembangan situasi Kamtibmas di lingkungan masing-masing. Sinergi antara Polri dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan kondisi wilayah yang aman dan kondusif.

Hingga berakhirnya kegiatan, patroli berlangsung dengan aman, lancar, dan tidak ditemukan adanya sasaran maupun pelanggaran yang menjadi target operasi.(Red)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Komsos, Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Keselamatan


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id 25 Juli 2026 – Personel Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di desa binaan masing-masing pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi terkait keamanan, ketertiban, kebersihan lingkungan, dan keselamatan warga.

Babinsa Desa Oi Maci, Kecamatan Sape, Serka Sahrul melaksanakan Komsos pada pukul 09.00 WITA. Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Warga juga diajak untuk terus menjaga hubungan baik antarsesama, menghindari perselisihan maupun keributan, serta segera melaporkan setiap permasalahan kepada aparat berwenang tanpa mengambil tindakan main hakim sendiri.




Selanjutnya, pada pukul 09.20 WITA, Babinsa Desa Kale'o, Kecamatan Lambu, Serda Sanusi menggelar Komsos bersama warga binaan. Ia mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan guna menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif. Selain menekankan pentingnya menjaga kamtibmas, warga juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, melaksanakan kerja bakti secara rutin, serta memastikan saluran air tetap bersih agar tercipta lingkungan yang sehat dan harmonis.

Di Desa Bajo Pulau, Kecamatan Sape, Babinsa Serda Ikhsan melaksanakan Komsos pada pukul 09.40 WITA dengan memberikan perhatian khusus kepada para nelayan. Ia mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca yang belakangan kurang bersahabat, ditandai dengan gelombang tinggi dan angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan saat melaut. Warga diimbau menunda aktivitas mencari ikan hingga kondisi cuaca kembali membaik demi mengutamakan keselamatan.

Sementara itu, pada pukul 10.00 WITA, Babinsa Desa Sangga yang juga anggota Posramil Lambu, Serka Jamaluddin, mengajak warga untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Ia menekankan pentingnya saling mengingatkan dalam hal-hal positif, menghindari perbuatan yang melanggar hukum, serta segera melaporkan setiap permasalahan kepada aparat yang berwenang tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri.

Melalui kegiatan Komsos tersebut, Koramil 1608-03/Sape berharap terjalin komunikasi yang semakin baik antara TNI dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, tertib, bersih, serta mampu meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga keselamatan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.(Team.MDG.03)

Purnama Wulan Sari Mirza Dorong Deteksi Dini Penyakit Jantung Rematik, Upaya Lindungi Generasi Masa Depan.

Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.Id || Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menegaskan pentingnya deteksi dini penyakit jantung rematik (PJR) sebagai langkah strategis untuk melindungi kesehatan anak-anak sekaligus menciptakan generasi Lampung yang sehat dan berkualitas.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan skrining Rheumatic Heart Disease (RHD) atau Penyakit Jantung Rematik (PJR) yang untuk pertama kalinya digelar di Provinsi Lampung dan dipusatkan di SDN 1 Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Penawar Tama, Kabupaten Tulang Bawang, Jumat 24 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tulang Bawang Hankam Hasan, Ketua Yayasan Jantung Indonesia Kabupaten Tulang Bawang Herlinawati Qudrotul, S.H., Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tulang Bawang, Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Jantung Indonesia Pusat Iwet Ramadhan, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam sambutannya, Purnama Wulan Sari Mirza menyampaikan, apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, Yayasan Jantung Indonesia Kabupaten Tulang Bawang, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan pelaksanaan skrining tersebut.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperluas upaya pencegahan penyakit jantung sejak usia dini.

"Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi. Kami berharap kegiatan skrining ini menjadi langkah awal untuk memperluas deteksi dini penyakit jantung rematik di Provinsi Lampung, sehingga semakin banyak anak yang mendapatkan pemeriksaan sejak dini," ujar Purnama.

Ia menilai pemeriksaan menggunakan metode ekokardiografi (USG jantung) merupakan langkah penting untuk menemukan potensi kelainan jantung sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih berat. Dengan deteksi lebih awal, penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sehingga risiko komplikasi dapat ditekan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap upaya promotif dan preventif, Purnama Wulan Sari Mirza secara resmi membuka pelaksanaan skrining yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan jantung kepada para peserta.

Sementara itu, Wakil Bupati Tulang Bawang Hankam Hasan menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Tulang Bawang sebagai lokasi pertama pelaksanaan skrining penyakit jantung rematik di Provinsi Lampung.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pendekatan pencegahan dan deteksi dini.

"Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang sangat mendukung kegiatan ini. Pencegahan dan deteksi dini merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa," katanya.

Hankam berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak usia dini.

Ketua Yayasan Jantung Indonesia Kabupaten Tulang Bawang, Herlinawati Qudrotul, S.H., menambahkan bahwa kesehatan jantung harus menjadi perhatian sejak anak-anak. Menurutnya, deteksi dini merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius.

"Melalui kegiatan skrining ini, kita ingin memastikan kesehatan jantung anak-anak dapat diketahui sejak dini. Dengan pemeriksaan yang tepat, apabila ditemukan adanya indikasi penyakit, maka dapat segera dilakukan penanganan dan tindak lanjut," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Jantung Indonesia Pusat, Iwet Ramadhan, menjelaskan bahwa penyakit jantung rematik umumnya berawal dari infeksi tenggorokan akibat bakteri yang tidak ditangani dengan baik hingga memicu kerusakan pada katup jantung.

Karena itu, edukasi kepada masyarakat serta pemeriksaan sejak dini menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
"Penyakit jantung rematik sebenarnya dapat dicegah. Karena itu, penting bagi kita untuk mengenali gejala, melakukan pemeriksaan, serta memberikan penanganan sedini mungkin," jelasnya.

Pelaksanaan skrining RHD/PJR di Kabupaten Tulang Bawang menjadi tonggak awal penguatan deteksi dini penyakit jantung rematik di Provinsi Lampung. Melalui sinergi antara Yayasan Jantung Indonesia, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak anak memperoleh akses pemeriksaan kesehatan jantung sehingga kualitas kesehatan generasi penerus dapat terus ditingkatkan. (Fs/Red) 

Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara 2026 Meriah, Ribuan Warga Padati Alun-alun Tioq Tata Tunaq


LOMBOK UTARA, Media Dinamika Global - Sanggar Seni Budaya Kembang Rampe Sammira membuktikan bahwa komunitas seni mampu menjadi motor penggerak pelestarian budaya. Melalui Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara 2026.

Ribuan masyarakat memadati Alun-alun Tioq Tata Tunaq,pada Jumat malam 24/07/2026, menikmati beragam pertunjukan seni yang menjadi ruang pertemuan antara tradisi, kreativitas, dan generasi muda.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 24–26 Juli 2026, ini digelar oleh Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Dana Indonesiaraya. Selain menjadi wadah apresiasi budaya, agenda tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-18 Kabupaten Lombok Utara sekaligus Perayaan Bulan Kebudayaan Lombok Utara.

Ketua Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira yang juga Sekretaris Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Lombok Utara, Sandi Justitia Putra, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi membangun ekosistem budaya yang terus tumbuh di tengah masyarakat.

"Kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi bagi masa depan. Melalui Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara, kami ingin menghadirkan ruang perjumpaan antara tradisi, kreativitas, dan inovasi sehingga budaya tetap hidup di tengah masyarakat. Momentum ini juga menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan Kabupaten Lombok Utara yang memasuki usia ke-18 sekaligus perayaan Bulan Kebudayaan Lombok Utara," ujar Sandi.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Dewan Kebudayaan Daerah, komunitas budaya, para seniman, relawan, hingga masyarakat yang turut memberikan dukungan penuh.

Kemeriahan pembukaan terlihat sejak sore hingga malam hari. Ribuan warga memenuhi kawasan Alun-alun Tioq Tata Tunaq untuk menyaksikan pertunjukan tari tradisional, musik etnik, sastra, permainan rakyat, pameran budaya, hingga berbagai atraksi seni lokal yang dibawakan sanggar-sanggar seni dari berbagai kecamatan.

Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara, Sahabudin, mewakili Bupati Lombok Utara. Ia menilai kegiatan yang digagas Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira menjadi contoh nyata bagaimana komunitas budaya mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendukung pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menyampaikan penghargaan kepada Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia atas terselenggaranya Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara Tahun 2026. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda budaya tahunan yang memperkuat identitas daerah, menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya," katanya.

Apresiasi juga datang dari Kepala Sub Bagian Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV Nusa Tenggara Barat, Made Agus Adi Prabawa. Ia menilai Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara menjadi contoh keberhasilan kolaborasi pemerintah dan komunitas dalam menghidupkan kebudayaan di tengah masyarakat.

"Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat mampu menghadirkan ruang pelestarian sekaligus pengembangan kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia," ujarnya.


Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai sanggar seni, komunitas budaya, pelaku ekonomi kreatif, hingga generasi muda diberi ruang untuk menampilkan karya terbaik mereka. Kehadiran mereka tidak hanya memperkaya ragam pertunjukan, tetapi juga memperkuat semangat menjaga warisan budaya agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Melalui dukungan Program Dana Indonesiaraya, Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar festival tahunan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sanggar budaya mampu menjadi lokomotif pelestarian tradisi, membangun kreativitas, sekaligus memperkuat posisi Lombok Utara sebagai salah satu pusat kebudayaan di Nusa Tenggara Barat. (RED)

Bank NTB Syariah Beri Top Up E-Wallet bagi Mahasiswa Pembayar UKT



MATARAM, Media Dinamika Global - Membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) kini tidak hanya menjadi kewajiban akademik bagi mahasiswa, tetapi juga dapat memberikan keuntungan tambahan. Bank NTB Syariah menghadirkan program Show Your Amanah Payment (SYAP) yang memberikan reward berupa top up e-wallet senilai Rp30 ribu kepada mahasiswa yang memenuhi syarat.

Program ini berlangsung mulai 1 Juli hingga 30 September 2026 sebagai bentuk apresiasi Bank NTB Syariah kepada mahasiswa sekaligus upaya mendorong penggunaan layanan pembayaran digital yang mudah, aman, dan praktis.

Sebanyak 1.250 mahasiswa pertama yang melakukan pembayaran UKT melalui Virtual Account Bank NTB Syariah dan berhasil memenuhi seluruh ketentuan program berhak mendapatkan reward berupa top up ke akun Dana, OVO, atau GoPay.

Program SYAP berlaku bagi mahasiswa aktif di sejumlah perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan Bank NTB Syariah, antara lain Universitas Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas/IAIH Qomarul Huda, Universitas/IAIH NWDI, STKIP Dompu, dan Universitas Bumigora.

Untuk mengikuti program ini, mahasiswa cukup melakukan pembayaran UKT melalui Virtual Account Bank NTB Syariah menggunakan berbagai kanal yang tersedia, seperti aplikasi Mobile Banking Rimo Bank NTB Syariah, ATM Bank NTB Syariah, kantor cabang, maupun kanal lain yang mendukung transaksi Virtual Account Bank NTB Syariah.

Setelah pembayaran berhasil dilakukan, peserta wajib mengisi formulir klaim reward yang telah disediakan. Selanjutnya, tim Bank NTB Syariah akan melakukan verifikasi data sebelum reward dikirimkan ke akun e-wallet yang dipilih peserta. Penyaluran reward dilakukan setiap hari Jumat.

Bank NTB Syariah mengimbau mahasiswa untuk memastikan data yang diisi pada formulir klaim sesuai dengan identitas mahasiswa dan nomor telepon yang terhubung dengan akun e-wallet. Klaim yang datanya tidak sesuai atau tidak dapat diverifikasi tidak akan diproses.

Reward diberikan berdasarkan urutan klaim yang masuk dan dinyatakan lolos verifikasi hingga kuota program terpenuhi. Oleh karena itu, mahasiswa disarankan segera melakukan pembayaran UKT dan mengajukan klaim agar tidak kehilangan kesempatan memperoleh apresiasi tersebut.

Melalui Program Show Your Amanah Payment (SYAP), Bank NTB Syariah berharap dapat memberikan kemudahan dalam pembayaran UKT sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi mahasiswa melalui layanan transaksi digital yang cepat, aman, dan menguntungkan.

Redaksi |

Ketika Sekolah Digembok oleh Kepentingan

Dr. Nahrul Faidin (Akademisi), (Ist/Surya)

BIMA, Ketika pintu sekolah digembok karena konflik politik, yang sesungguhnya sedang dikunci bukan hanya ruang kelas, melainkan masa depan anak-anak. Tidak ada ironi yang lebih menyakitkan daripada melihat pendidikan yang seharusnya menjadi ruang paling aman bagi generasi muda justru terseret ke dalam pusaran perebutan kekuasaan.

Demokrasi memang dibangun di atas kontestasi. Dalam setiap pemilihan kepala daerah, kandidat menawarkan janji, program, dan harapan perubahan. Namun demokrasi kehilangan martabatnya ketika persaingan politik tidak berhenti setelah penghitungan suara selesai. Konflik yang seharusnya berakhir di arena politik justru merembes ke ruang publik, termasuk sekolah.

Peristiwa penyegelan sekolah di Bima tidak dapat dipandang sekadar sebagai persoalan administratif atau sengketa antarkelompok. Ia merupakan gejala bahwa politik telah melampaui batasnya. Sekolah bukan kantor partai, bukan markas tim sukses, dan bukan arena balas jasa kepada loyalis. Sekolah adalah tempat negara menyiapkan masa depan warganya. Ketika lembaga itu terganggu oleh konflik politik, yang dipertaruhkan bukan hanya proses belajar-mengajar, tetapi juga kewibawaan negara dalam melindungi hak dasar warga negara atas pendidikan.

Sebagian pihak mungkin mengatakan bahwa penyegelan sekolah bukanlah kesalahan penguasa karena tindakan tersebut dilakukan oleh pihak lain. Argumen itu tampak masuk akal jika dilihat secara sempit. Namun dalam prinsip pemerintahan yang baik, seorang pemimpin tidak hanya bertanggung jawab atas tindakan yang ia lakukan sendiri, melainkan juga atas kondisi sosial yang berkembang di bawah kepemimpinannya. Kepemimpinan bukan sekadar soal kewenangan administratif, tetapi soal kemampuan mencegah konflik, meredam ketegangan, dan memastikan kepentingan publik tidak menjadi korban pertarungan politik.

Dalam konteks ini, pertanyaan publik seharusnya tidak berhenti pada “siapa yang menggembok sekolah?”, tetapi juga “mengapa konflik politik bisa sampai mengganggu pendidikan?” Jika residu Pilkada masih melahirkan polarisasi, intimidasi, atau tindakan yang menghambat aktivitas pendidikan, maka ada kegagalan dalam mengelola rekonsiliasi politik pasca-pemilihan.

Pasal 31 UUD 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Hak tersebut bukan hadiah dari penguasa, melainkan kewajiban konstitusional yang harus dijamin negara. Karena itu, setiap gangguan terhadap penyelenggaraan pendidikan adalah persoalan serius yang menuntut kehadiran pemerintah, bukan sekadar penjelasan normatif.

Bima tidak membutuhkan demokrasi yang hanya sibuk menghitung kemenangan elektoral. Bima membutuhkan kepemimpinan yang mampu menyatukan kembali masyarakat setelah kontestasi selesai. Dalam demokrasi yang matang, tidak ada lagi istilah “pendukung” dan “lawan” setelah hasil pemilihan ditetapkan. Yang ada hanyalah warga negara yang berhak memperoleh pelayanan dan perlindungan yang sama.

Kekuasaan boleh berganti, tetapi sekolah harus tetap berdiri di atas kepentingan semua anak. Sebab kerugian akibat terganggunya pendidikan tidak berhenti pada hari ketika gerbang sekolah ditutup. Dampaknya bisa membekas pada kualitas belajar, psikologi anak, bahkan kepercayaan masyarakat terhadap negara.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya seberapa besar suara yang ia peroleh dalam Pilkada, melainkan seberapa baik ia menjaga agar tidak ada satu pun anak kehilangan hak belajarnya karena konflik politik. Demokrasi seharusnya melahirkan harapan, bukan menggembok masa depan.

Penulis: Dr. Nahrul Faidin (Akademisi)