Kamis, 04 Juni 2026
Dukung Pemenuhan Gizi, SPPG Bima Sape Parangina 1 ADIBA Sajikan Menu Variatif dan Bernutrisi
Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina 1 ADIBA kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dengan menyajikan menu makanan bergizi pada Jumat (5/6/2026).
Menu yang disediakan pada hari ini terdiri dari nasi putih, udang krispi, capcay, tahu goreng, serta buah jeruk sebagai pelengkap. Sajian tersebut dirancang untuk memberikan asupan gizi yang seimbang sekaligus menghadirkan variasi makanan yang sehat dan lezat bagi para penerima manfaat.
Pihak SPPG Parangina 1 ADIBA menyampaikan bahwa program penyediaan makanan bergizi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat, khususnya dalam memastikan makanan yang sehat, aman, dan bernutrisi.
Dengan menu yang beragam dan bernilai gizi tinggi, SPPG Parangina 1 ADIBA berharap dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat serta mendukung terciptanya generasi yang lebih sehat, kuat, dan produktif.(Team.MDG.03)
Sergap..‼️Sat Reskrim Polres Tulang Bawang Unit Reaksi Cepat (URC) Bekuk 3 Pelaku Pencuri Komponen Irigasi Asal Lampung Selatan.
Diduga Menjadi Penampung Dan Pengangkut Barang Hasil Curat Berinisal LO Di Buru Polres Tulang Bawang Dan Di Minta Segera Serahkan Diri.
SPPG Bima Sape Naru.UD.Lilis Sajikan Opor Ayam dan Buah Segar untuk Penerima Manfaat MBG
Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 5 Juni 2026. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Naru melalui UD Lilis kembali menyalurkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para penerima manfaat dengan sajian bergizi dan beragam.
Untuk menu basah yang disajikan pada Jumat (5/6), penerima manfaat mendapatkan nasi putih, opor ayam, timun dengan sambal tumis, tahu goreng, serta buah salak sebagai pelengkap. Menu tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi sekaligus memberikan cita rasa yang lezat.
Sementara itu, untuk menu kering yang akan dibagikan pada Sabtu (6/6), tersedia dua pilihan paket buah segar. Paket kecil berisi apel, jeruk, dan salak, sedangkan paket besar terdiri atas pir, jeruk, dan salak.
Pihak SPPG Bima Sape Naru menyampaikan bahwa kombinasi menu basah, menu kering, dan buah-buahan segar diharapkan dapat memberikan manfaat kesehatan, energi, serta mendukung pemenuhan kebutuhan gizi para penerima manfaat.
Program MBG terus berupaya menghadirkan sajian yang sehat, aman, dan berkualitas sebagai bagian dari upaya meningkatkan status gizi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan menu yang bervariasi setiap harinya, para penerima manfaat diharapkan dapat menikmati makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menyehatkan.(Team.MDG.03)
Babinsa Desa Kale'o Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Imbau Warga Jaga Kamtibmas
Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Babinsa Desa Kale'o, Serda Sanusi bersama satu anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) pada Kamis (4/6/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 20.10 WITA tersebut bertujuan untuk memantau situasi wilayah serta mengantisipasi perkembangan situasi keamanan di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.
Patroli melibatkan dua anggota Koramil, tiga aparat desa, dan enam warga masyarakat. Adapun sasaran patroli meliputi kawasan pemukiman warga dan sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak muda.
Pada pukul 20.15 WITA, tim patroli bergerak menuju Desa Kale'o, Kecamatan Lambu. Lima menit kemudian, rombongan tiba di lokasi dan langsung melakukan pemantauan situasi wilayah guna memastikan kondisi keamanan tetap terkendali.
Selain itu, masyarakat, khususnya kalangan pemuda, diingatkan untuk tidak mengonsumsi minuman keras yang dapat memicu hilangnya kontrol emosi dan berujung pada perkelahian. Pengguna kendaraan bermotor juga diimbau untuk tidak berkendara secara ugal-ugalan di jalan raya karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Setelah melanjutkan pemantauan di wilayah desa binaan, seluruh rangkaian kegiatan Patroli Siskamling berakhir pada pukul 21.15 WITA. Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Melalui patroli rutin ini, Koramil 1608-03/Sape berharap tercipta lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat serta meningkatnya kesadaran warga dalam menjaga keamanan wilayah secara bersama-sama.(Team.MDG.03)
Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Patroli dan Kongkow Bersama Warga, Tekankan Kamtibmas dan Pencegahan Narkoba
Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah binaan, para Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli dan komunikasi sosial melalui program Kongkow-Kongkow bersama warga di sejumlah desa pada Kamis (4/6/2026) malam.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga keamanan lingkungan, menghindari pergaulan negatif, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan narkoba.
Di Desa Soro, Kecamatan Lambu, Serka Masykur melaksanakan patroli dan kongkow bersama warga pada pukul 19.30 WITA. Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ia juga mengajak warga untuk terus melakukan kegiatan positif guna menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
Selain itu, Serka Masykur mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara rutin, terutama pada malam hari, guna mencegah aksi pencurian maupun gangguan keamanan lainnya yang dapat terjadi saat warga sedang beristirahat.
Sementara itu, di Desa Rai Oi, Serka Sahlan melaksanakan kegiatan serupa pada pukul 20.00 WITA. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keamanan lingkungan serta mengingatkan warga agar waspada terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba dan zat berbahaya lainnya di kalangan remaja.
Menurutnya, pembinaan kepada generasi muda menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah terjadinya tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya Babinsa dalam menjaga stabilitas wilayah binaan dari berbagai potensi gangguan sosial.
Di Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Serka Abdul Hafit menggelar kongkow bersama warga pada pukul 20.15 WITA. Dalam dialog tersebut, ia mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak remaja, khususnya yang masih berstatus pelajar, agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas maupun penyalahgunaan narkoba.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda sebagai aset bangsa. Selain itu, warga diminta segera melaporkan kepada RT, RW, maupun Babinsa apabila menemukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan permasalahan di lingkungan.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh Sertu Sahfundi di Desa Kowo pada pukul 20.35 WITA. Dalam pertemuan bersama warga, ia mengimbau masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, terutama pada malam hari. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.
Sertu Sahfundi turut mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri terhadap suatu permasalahan karena dapat menimbulkan dampak yang lebih besar dan merugikan berbagai pihak. Selain aspek keamanan, ia juga mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan demi menciptakan kehidupan yang sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.
Melalui kegiatan Kongkow-Kongkow yang rutin dilaksanakan, Koramil 1608-03/Sape berharap terjalin komunikasi yang semakin erat dengan masyarakat serta terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah binaan.(Team.MDG.03)
Kades Senggigi Bohong Sebut Tak Ada Sewa Tikar, Fakta di Lapangan Masih Berlaku
![]() |
| Pedagang saat diwawancara sejumlah wartawan, (Ist/Surya). |
Lombok Barat, Media Dinamika Global – Terbongkar kebohongan, beberapa hari lalu, Kepala Desa Senggigi, Mastur, yang membantah adanya praktik penyewaan tikar di kawasan Pantai Senggigi kini terjawab dan terbantahkan.
Hasil investigasi lapangan menunjukkan fakta berbeda, bahkan Ketua Kelompok Pedagang Pantai Senggigi sendiri mengakui adanya pungutan sebesar Rp5.000 untuk penggunaan tikar bagi pengunjung tertentu.
Sebelumnya, Mastur menepis pemberitaan yang menyebut adanya praktik penyewaan tikar di Pantai Senggigi.
Ia bahkan meminta pihak yang memberitakan persoalan tersebut untuk turun langsung melakukan observasi sebelum mempublikasikan informasi kepada masyarakat.
Namun, saat media ini melakukan penelusuran langsung di kawasan Pantai Senggigi, pengakuan berbeda justru datang dari Ketua Kelompok Pedagang Pantai Senggigi, Suhaimi.
"Jadi hitung timbal balik lah untuk biaya kebersihan sampah. Tetap ada sewa tikar Rp5.000 per tikar kalau dia tidak belanja. Kalau belanja sih tidak kita tarik," kata Suhaimi saat diwawancarai, Kamis (4/6/26).
Menurut Suhaimi, pungutan tersebut bukan semata-mata biaya sewa, melainkan bentuk kompensasi terhadap sampah yang ditinggalkan pengunjung yang membawa makanan dari luar dan tidak bertransaksi dengan pedagang setempat.
"Cuma salah persepsi. Kita tidak tekan. Kalau dia mau duduk silakan. Kita kasih menu juga. Tapi kadang mereka langsung belanja ke luar, jadi sampah saja yang kita dapat," ujarnya.
Pengakuan tersebut secara tidak langsung membenarkan bahwa praktik penarikan uang untuk penggunaan tikar memang masih terjadi, meskipun dengan alasan yang berbeda dari persepsi publik selama ini.
Fakta lain ditemukan saat tim media datang sebagai pengunjung dan hendak duduk di kawasan pantai menggunakan tikar milik pedagang.
Salah seorang pedagang langsung menyampaikan bahwa penggunaan tikar dikenakan biaya Rp5.000 tanpa menjelaskan terlebih dahulu bahwa biaya tersebut hanya berlaku bagi pengunjung yang tidak membeli makanan atau minuman.
Temuan ini menimbulkan kesan bahwa informasi mengenai pengecualian bagi pengunjung yang berbelanja belum tersosialisasi secara jelas kepada wisatawan.
Padahal sebelumnya Camat Batulayar, H. Muh. Subayin, telah menegaskan bahwa wisatawan tidak boleh dipungut biaya hanya untuk menikmati Pantai Senggigi karena kawasan tersebut merupakan ruang publik.
"Kalau ada tikar atau payung, itu pelayanan dari pedagang yang ada di situ. Jangan lagi wisatawan disuruh bayar untuk menikmati pantai. Kalau mau duduk di pantai, menikmati pemandangan, apa yang harus dibayar?" tegas Subayin.
Pernyataan Camat Batulayar tersebut muncul setelah adanya laporan masyarakat terkait praktik pungutan terhadap wisatawan di sejumlah titik Pantai Senggigi.
Pemerintah kecamatan bahkan berencana mengumpulkan para pedagang untuk memberikan pembinaan dan sosialisasi agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman di lapangan.
Di sisi lain, Suhaimi mengungkapkan bahwa para pedagang selama ini juga menanggung beban kebersihan kawasan wisata. Menurutnya, setiap pedagang membayar iuran sekitar Rp150 ribu per bulan kepada pemerintah desa.
"Kita per bulan bayar ke pemerintah desa Rp150 ribu. Tidak tahu itu uang kebersihan atau apa. Yang bersihkan memang ada petugas desa, tapi hanya pagi hari sekitar jam 9 atau 10 sudah selesai. Setelah itu sampah pengunjung yang banyak ya kami juga yang bantu bersihkan," katanya.
Ia juga mengeluhkan minimnya fasilitas pendukung wisata di kawasan Pantai Senggigi. Selain jumlah tempat sampah yang terbatas dan sebagian dalam kondisi rusak, kawasan pantai dinilai masih minim fasilitas penunjang yang dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan.
"Bahkan bak sampah di pantai cuma lima. Banyak yang sudah robek. Setelah kami komplain dan setelah Bupati turun baru ditambah sekitar 12 bak sampah lagi," ujarnya.
Temuan lapangan ini memperlihatkan adanya perbedaan antara pengakuan pemerintah desa dengan praktik yang masih terjadi di kawasan wisata.
Di satu sisi, pemerintah menegaskan tidak ada pungutan untuk menikmati pantai. Di sisi lain, pedagang mengakui masih ada penarikan biaya penggunaan tikar dengan alasan biaya kebersihan bagi pengunjung yang tidak berbelanja.
Perbedaan informasi tersebut dinilai perlu segera diluruskan agar tidak menimbulkan kebingungan bagi wisatawan sekaligus menjaga citra Pantai Senggigi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Nusa Tenggara Barat.
Redaksi |
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Sambut Baik Inisiatif Bakrie Center Foundation Untuk Memperkuat BUMDes Sebagai Penggerak Ekonomi Desa, Sejalan Dengan Program Desaku Maju.
Pelaksanaan Tes Tertulis & Wawancara Calon Mahasiswa Baru Universitas Nggusuwaru Tahun 2026/2027 telah dilaksanakan
Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Tes penerimaan mahasiswa baru universitas Nggusuwaru gelombang I (pertama) Kamis 4 Juni tahun 2026/2027 diawali dengan upacara pembukaan dan di buka oleh wakil rektor I didampingi oleh wakil rektor 2 dan wakil rektor 3, dekan, wakil dekan serta kaprodi lingkup universitas Nggusuwaru.
Selamat datang calon mahasiswa baru universitas Nggusuwaru dan hari ini akan melaksanakan dua kali tes yaitu tes tulis dan tes wawancara, pilihan universitas Nggusuwaru merupakan pilihan yang tepat untuk menorehkan sejarah dalam menentukan masa depan yang cerah (Ujar Wahyuni, S.Pd,MM. Selalu wakil rektor I UNSWA).
Melaksanakan tes ini merupakan penerimaan mahasiswa gelombang I (Pertama) dan setelah dilaksanakan pengumuman kelulusan, maka universitas Nggusuwaru siap menerima gelombang II Mahasiswa pada tahun yang sama.
Tes tertulis dilakukan pengawasan langsung oleh dosen universitas Nggusuwaru sesuai dengan program studi masing - masing dan melaksanakan tes tertulis, wawancara berjalan dengan baik dan lancar.(Sekjend MDG)











