Media Dinamika Global

Kamis, 04 Juni 2026

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung Jihan Nurlela Lantik Elfianah Sebagai Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Mesuji Periode 2025–2030.


Mesuji, Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung Jihan Nurlela melantik Bupati Mesuji Elfianah sebagai Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Mesuji masa bakti 2025–2030, di Kantor Bupati Mesuji, Kamis 04 Juni 2026.

Jihan yang juga wakil Gubernur Lampung berharap pelantikan ini menjadi semangat baru untuk terus menggerakkan dan mengembangkan Gerakan Pramuka di Kabupaten Mesuji.

"Atas nama Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus Mabicab, Kwarcab, LPK, dan DKC Kabupaten Mesuji Masa Bakti 2025–2030. Semoga momentum ini menjadi semangat baru untuk terus menggerakkan dan mengembangkan Gerakan Pramuka di Kabupaten Mesuji," ujar Jihan.

Jihan Nurlela mengajak jajaran Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mesuji untuk mengambil peran strategis dalam memperkuat karakter generasi muda sekaligus mendukung program ketahanan pangan di daerah.

Menurut Jihan, Kabupaten Mesuji menunjukkan perkembangan yang sangat baik dan mampu menjadi salah satu inspirasi bagi kabupaten/kota lain di Provinsi Lampung.

"Meski berada di wilayah perbatasan Lampung dan Sumatera Selatan, Mesuji tidak pernah tertinggal dalam hal inovasi, kreativitas, maupun semangat pembangunan," katanya.

Jihan menilai, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi yang tidak selalu membawa dampak positif.

Oleh Karena itu, ia menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam memperkuat karakter generasi muda serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

"Pramuka harus menjadi garda terdepan dalam memperkuat karakter, menanamkan nilai-nilai Pancasila, menjaga semangat persatuan, dan memperkokoh komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.

Ia juga mendorong anggota DKC dan seluruh kader Pramuka untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

"Jadilah teladan yang mampu memberikan pengaruh positif kepada teman-teman sebaya agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan maupun paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan," ujarnya.

Selain berperan dalam pendidikan karakter, Jihan menilai Gerakan Pramuka juga dapat berkontribusi nyata mendukung program strategis pemerintah, termasuk ketahanan pangan.

Jihan mengatakan, saat ini pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk memperkuat ketahanan pangan, di antaranya melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). 

Menurutnya, Gerakan Pramuka dapat mengambil peran sebagai mitra strategis dalam mendukung program tersebut melalui pengembangan budidaya tanaman produktif seperti cabai atau komoditas lainnya yang memiliki nilai ekonomi.

"Saya melihat peluang besar bagi Gerakan Pramuka untuk terlibat dalam program ketahanan pangan. Jika setiap gugus depan melakukan gerakan penanaman secara serentak, mulai dari pembibitan hingga panen, manfaatnya tidak hanya untuk pendidikan anggota Pramuka, tetapi juga bagi masyarakat dan pengendalian inflasi daerah," katanya.

Menurut Jihan, program tersebut perlu didukung dengan perencanaan yang matang, termasuk kerja sama dengan berbagai pihak dalam pemasaran hasil produksi dan pendampingan usaha.

Ia juga mendorong Kwarcab Mesuji untuk mulai membangun kemandirian organisasi melalui pengelolaan badan usaha yang profesional dan berkelanjutan.

Terakhir, Jihan mengingatkan para pengurus yang baru dilantik agar memanfaatkan amanah tersebut untuk terus berkarya dan berinovasi.

"Semoga semangat yang hadir pada pelantikan hari ini tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi terus diwujudkan dalam program-program nyata yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Mesuji Budiman Jaya dilantik sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Mesuji Masa Bakti 2025-2030.(Fs/Red) 

Dukung Pemenuhan Gizi, SPPG Bima Sape Parangina 1 ADIBA Sajikan Menu Variatif dan Bernutrisi


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina 1 ADIBA kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dengan menyajikan menu makanan bergizi pada Jumat (5/6/2026).

Menu yang disediakan pada hari ini terdiri dari nasi putih, udang krispi, capcay, tahu goreng, serta buah jeruk sebagai pelengkap. Sajian tersebut dirancang untuk memberikan asupan gizi yang seimbang sekaligus menghadirkan variasi makanan yang sehat dan lezat bagi para penerima manfaat.

Pihak SPPG Parangina 1 ADIBA menyampaikan bahwa program penyediaan makanan bergizi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat, khususnya dalam memastikan makanan yang sehat, aman, dan bernutrisi.

Dengan menu yang beragam dan bernilai gizi tinggi, SPPG Parangina 1 ADIBA berharap dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat serta mendukung terciptanya generasi yang lebih sehat, kuat, dan produktif.(Team.MDG.03)

Sergap..‼️Sat Reskrim Polres Tulang Bawang Unit Reaksi Cepat (URC) Bekuk 3 Pelaku Pencuri Komponen Irigasi Asal Lampung Selatan.


 Tulang Bawang – Mediadinamikaglobal.Id || Kinerja prima dan kecepatan reaksi Sat Reskrim Polres Tulang Bawang Unit Reaksi Cepat (URC) Bersama Satuan Reserse Polsek Dente Teladas kembali diuji dan terbukti mematikan bagi para pelaku kejahatan. Dalam waktu singkat setelah menerima laporan, tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim berhasil menggerebek dan menangkap tiga orang pelaku pencurian komponen vital pintu air irigasi di wilayah Kecamatan Gedung Meneng, Rabu 03 juni 2026.
 
Tiga tangan dingin yang berasal dari wilayah Lampung Selatan itu berhasil diringkus hidup-hidup lengkap dengan kendaraan pengangkut serta peralatan yang digunakan untuk membongkar aset milik negara.Kamis 04 Juni 2026.
 
Kejadian bermula sekitar pukul 09.30 WIB, ketika pelapor S(44) mendapatkan informasi bahwa terdapat sekelompok orang yang sedang sibuk membongkar besi baja pada bangunan pintu air irigasi di Kampung Gedung Meneng. Mencurigai aktivitas tersebut, pelapor langsung melakukan konfirmasi ke Dinas PUPR dan Balai Besar PUPR. Hasilnya NEGATIF, pihak dinas memastikan tidak ada perintah maupun pekerjaan pemindahan aset di lokasi tersebut.
 
Menyadari ada tindak pidana sedang terjadi, pelapor bersama saksi I segera melapor ke Polres Tulang Bawang Khususnya Polsek Dente Teladas sekira pukul 15.00 WIB.
 
Mendapat laporan tersebut, Sat Reskrim Polres Tulang Bawang Unit Reaksi Cepat (URC) Bersama Polsek Dente Teladas langsung bergerak cepat menuju TKP dengan didukung kekuatan personel dari Polsek Rawajitu Selatan. Begitu tiba di lokasi, petugas langsung melakukan pengepungan dan penggerebekan. Tiga orang yang sedang asyik membongkar peralatan pun terperangkap dan tidak berkutik.
 
Ketiga pelaku tersebut adalah:
 
1. YSA (34 Th), warga Kec. Natar, Lampung Selatan
2. A (34 Th), warga Kec. Natar, Lampung Selatan
3. T (37 Th), warga Kec. Natar, Lampung Selatan
 
Dari tangan ketiga tersangka, petugas menyita barang bukti yang sangat lengkap berupa:
✅ 2 Buah Gearbox Pintu Air
✅ 1 Unit Pintu Air
✅ 2 Buah Tutup Pintu Air
✅ 1 Buah Kemudi Pintu Air
✅ 3 Unit Handphone
✅ 1 Unit Mobil Grand-Max Hitam No. Pol: BE 8834 IT
✅ 1 Buah Tabung Las
 
Atas perbuatannya, ketiga tersangka kini dijerat dengan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai Tindak Pidana Pencurian, dengan ancaman hukuman penjara.
 
Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang Akp Apfryyadi, S.Tr., S.I.K, M.H, memberikan pernyataan Dengan tegas , "Ini adalah bukti nyata kesigapan kami. Sat Reskrim Polres Tulang Bawang Bersama Satuan Reserse Polsek Dente Teladas UNIT REAKSI CEPAT (URC) dibentuk untuk menjawab tantangan kecepatan dalam penanganan kejahatan. Hari ini kami buktikan, hanya dalam hitungan menit setelah laporan masuk, tim kami sudah berada di lokasi dan menangkap pelaku."
 
"Pelaku mengira dengan modus berpura-pura sedang bekerja, aksi kejahatannya aman. Namun kecerdikan mereka berakhir tragis di tangan URC. Kami tegaskan, Aset Negara adalah Aset Rakyat. Siapa pun yang berani mengambil atau merusaknya, harus berhadapan dengan kami. Polres Tulang Bawang khususnya Polsek Dente Teladas tidak akan memberi ruang sedikitpun bagi para penjahat," tegas Akp Apfryyadi, S.Tr., S.I.K, M.H
 
Saat ini, ketiga tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Dente Teladas. Tim Reskrim sedang melengkapi berkas perkara untuk segera diserahkan kepada Kejaksaan Negeri guna proses hukum selanjutnya. (Fs/Red) 

Diduga Menjadi Penampung Dan Pengangkut Barang Hasil Curat Berinisal LO Di Buru Polres Tulang Bawang Dan Di Minta Segera Serahkan Diri.


Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.Id || Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tulang Bawang Polda Lampung tengah gencar melakukan pengejaran terhadap satu orang tersangka kasus pencurian dengan kekerasan atau pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang hingga kini masih berhasil melarikan diri dan berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tersangka yang dimaksud berinisial LO, yang diduga terlibat aktif dalam beberapa aksi kejahatan pencurian kendaraan yang meresahkan masyarakat di wilayah hukum Tulang Bawang. Berdasarkan data penyelidikan, LO diketahui merupakan bagian dari jaringan pelaku kejahatan jalanan yang sudah lama diincar pihak kepolisian.

Meski hingga saat ini pelaku belum tertangkap, tim penyidik memastikan telah memegang petunjuk yang sangat kuat dan terus memantau setiap gerak-gerik serta tempat persembunyian yang kemungkinan besar dituju.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tulang Bawang, Akp Apfryyadi Pratama, memberikan pernyataan tegas sekaligus peringatan keras kepada buronan tersebut agar tidak membuang-buang waktu lagi dalam pelariannya.

"Kami menghimbau kepada saudara LO agar segera menyerahkan diri sebelum kami melakukan pengejaran dan tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Akp Apfryyadi Pratama, S.Tr.K, S.I.K, M.H

Menurut Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang, imbauan ini merupakan kesempatan terakhir yang masih diberikan kepolisian demi kemanusiaan dan agar yang bersangkutan mau bertanggung jawab secara sukarela di hadapan hukum.

"Jangan berpikir bisa bersembunyi selamanya. Kami sudah tahu di mana saja gerak-geriknya. Lebih baik datang sendiri dengan kepala tegak, daripada kami yang datang menjemput dengan kekuatan pasukan. Jika peringatan ini diabaikan, kami akan segera menutup aksinya dan melakukan penangkapan paksa tanpa kompromi," tambahnya.

Pihak kepolisian juga meminta bantuan keluarga, kerabat, maupun masyarakat yang mengetahui keberadaan LO untuk tidak melindunginya, melainkan segera membujuknya agar datang ke kantor polisi terdekat.

"Penyerahan diri secara sukarela akan menjadi catatan baik bagi dirinya dalam proses persidangan nanti. Sebaliknya, jika tetap melawan atau lari, hukuman berat menanti. Segera serahkan diri sebelum terlambat," pungkasnya. (Fs/Red) 

SPPG Bima Sape Naru.UD.Lilis Sajikan Opor Ayam dan Buah Segar untuk Penerima Manfaat MBG


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 5 Juni 2026. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Naru melalui UD Lilis kembali menyalurkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para penerima manfaat dengan sajian bergizi dan beragam.

Untuk menu basah yang disajikan pada Jumat (5/6), penerima manfaat mendapatkan nasi putih, opor ayam, timun dengan sambal tumis, tahu goreng, serta buah salak sebagai pelengkap. Menu tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi sekaligus memberikan cita rasa yang lezat.




Sementara itu, untuk menu kering yang akan dibagikan pada Sabtu (6/6), tersedia dua pilihan paket buah segar. Paket kecil berisi apel, jeruk, dan salak, sedangkan paket besar terdiri atas pir, jeruk, dan salak.

Pihak SPPG Bima Sape Naru menyampaikan bahwa kombinasi menu basah, menu kering, dan buah-buahan segar diharapkan dapat memberikan manfaat kesehatan, energi, serta mendukung pemenuhan kebutuhan gizi para penerima manfaat.

Program MBG terus berupaya menghadirkan sajian yang sehat, aman, dan berkualitas sebagai bagian dari upaya meningkatkan status gizi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan menu yang bervariasi setiap harinya, para penerima manfaat diharapkan dapat menikmati makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menyehatkan.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Kale'o Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Imbau Warga Jaga Kamtibmas


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Babinsa Desa Kale'o, Serda Sanusi bersama satu anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) pada Kamis (4/6/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 20.10 WITA tersebut bertujuan untuk memantau situasi wilayah serta mengantisipasi perkembangan situasi keamanan di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli melibatkan dua anggota Koramil, tiga aparat desa, dan enam warga masyarakat. Adapun sasaran patroli meliputi kawasan pemukiman warga dan sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak muda.

Pada pukul 20.15 WITA, tim patroli bergerak menuju Desa Kale'o, Kecamatan Lambu. Lima menit kemudian, rombongan tiba di lokasi dan langsung melakukan pemantauan situasi wilayah guna memastikan kondisi keamanan tetap terkendali.



Dalam kegiatan tersebut, Serda Sanusi bersama anggota Koramil juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing. Warga diminta menghindari perselisihan yang dapat memicu pertengkaran maupun tindakan yang mengganggu ketenteraman masyarakat.

Selain itu, masyarakat, khususnya kalangan pemuda, diingatkan untuk tidak mengonsumsi minuman keras yang dapat memicu hilangnya kontrol emosi dan berujung pada perkelahian. Pengguna kendaraan bermotor juga diimbau untuk tidak berkendara secara ugal-ugalan di jalan raya karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Setelah melanjutkan pemantauan di wilayah desa binaan, seluruh rangkaian kegiatan Patroli Siskamling berakhir pada pukul 21.15 WITA. Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Melalui patroli rutin ini, Koramil 1608-03/Sape berharap tercipta lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat serta meningkatnya kesadaran warga dalam menjaga keamanan wilayah secara bersama-sama.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Patroli dan Kongkow Bersama Warga, Tekankan Kamtibmas dan Pencegahan Narkoba


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah binaan, para Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli dan komunikasi sosial melalui program Kongkow-Kongkow bersama warga di sejumlah desa pada Kamis (4/6/2026) malam.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga keamanan lingkungan, menghindari pergaulan negatif, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan narkoba.

Di Desa Soro, Kecamatan Lambu, Serka Masykur melaksanakan patroli dan kongkow bersama warga pada pukul 19.30 WITA. Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ia juga mengajak warga untuk terus melakukan kegiatan positif guna menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Selain itu, Serka Masykur mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara rutin, terutama pada malam hari, guna mencegah aksi pencurian maupun gangguan keamanan lainnya yang dapat terjadi saat warga sedang beristirahat.

Sementara itu, di Desa Rai Oi, Serka Sahlan melaksanakan kegiatan serupa pada pukul 20.00 WITA. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keamanan lingkungan serta mengingatkan warga agar waspada terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba dan zat berbahaya lainnya di kalangan remaja.

Menurutnya, pembinaan kepada generasi muda menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah terjadinya tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya Babinsa dalam menjaga stabilitas wilayah binaan dari berbagai potensi gangguan sosial.

Di Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Serka Abdul Hafit menggelar kongkow bersama warga pada pukul 20.15 WITA. Dalam dialog tersebut, ia mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak remaja, khususnya yang masih berstatus pelajar, agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas maupun penyalahgunaan narkoba.



Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda sebagai aset bangsa. Selain itu, warga diminta segera melaporkan kepada RT, RW, maupun Babinsa apabila menemukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan permasalahan di lingkungan.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh Sertu Sahfundi di Desa Kowo pada pukul 20.35 WITA. Dalam pertemuan bersama warga, ia mengimbau masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, terutama pada malam hari. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Sertu Sahfundi turut mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri terhadap suatu permasalahan karena dapat menimbulkan dampak yang lebih besar dan merugikan berbagai pihak. Selain aspek keamanan, ia juga mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan demi menciptakan kehidupan yang sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

Melalui kegiatan Kongkow-Kongkow yang rutin dilaksanakan, Koramil 1608-03/Sape berharap terjalin komunikasi yang semakin erat dengan masyarakat serta terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah binaan.(Team.MDG.03)

Kades Senggigi Bohong Sebut Tak Ada Sewa Tikar, Fakta di Lapangan Masih Berlaku

Pedagang saat diwawancara sejumlah wartawan, (Ist/Surya).

Lombok Barat, Media Dinamika Global – Terbongkar kebohongan, beberapa hari lalu, Kepala Desa Senggigi, Mastur, yang membantah adanya praktik penyewaan tikar di kawasan Pantai Senggigi kini terjawab dan terbantahkan. 

Hasil investigasi lapangan menunjukkan fakta berbeda, bahkan Ketua Kelompok Pedagang Pantai Senggigi sendiri mengakui adanya pungutan sebesar Rp5.000 untuk penggunaan tikar bagi pengunjung tertentu.

Sebelumnya, Mastur menepis pemberitaan yang menyebut adanya praktik penyewaan tikar di Pantai Senggigi. 

Ia bahkan meminta pihak yang memberitakan persoalan tersebut untuk turun langsung melakukan observasi sebelum mempublikasikan informasi kepada masyarakat.

Namun, saat media ini melakukan penelusuran langsung di kawasan Pantai Senggigi, pengakuan berbeda justru datang dari Ketua Kelompok Pedagang Pantai Senggigi, Suhaimi.

"Jadi hitung timbal balik lah untuk biaya kebersihan sampah. Tetap ada sewa tikar Rp5.000 per tikar kalau dia tidak belanja. Kalau belanja sih tidak kita tarik," kata Suhaimi saat diwawancarai, Kamis (4/6/26).

Menurut Suhaimi, pungutan tersebut bukan semata-mata biaya sewa, melainkan bentuk kompensasi terhadap sampah yang ditinggalkan pengunjung yang membawa makanan dari luar dan tidak bertransaksi dengan pedagang setempat.

"Cuma salah persepsi. Kita tidak tekan. Kalau dia mau duduk silakan. Kita kasih menu juga. Tapi kadang mereka langsung belanja ke luar, jadi sampah saja yang kita dapat," ujarnya.

Pengakuan tersebut secara tidak langsung membenarkan bahwa praktik penarikan uang untuk penggunaan tikar memang masih terjadi, meskipun dengan alasan yang berbeda dari persepsi publik selama ini.

Fakta lain ditemukan saat tim media datang sebagai pengunjung dan hendak duduk di kawasan pantai menggunakan tikar milik pedagang.

Salah seorang pedagang langsung menyampaikan bahwa penggunaan tikar dikenakan biaya Rp5.000 tanpa menjelaskan terlebih dahulu bahwa biaya tersebut hanya berlaku bagi pengunjung yang tidak membeli makanan atau minuman.

Temuan ini menimbulkan kesan bahwa informasi mengenai pengecualian bagi pengunjung yang berbelanja belum tersosialisasi secara jelas kepada wisatawan.

Padahal sebelumnya Camat Batulayar, H. Muh. Subayin, telah menegaskan bahwa wisatawan tidak boleh dipungut biaya hanya untuk menikmati Pantai Senggigi karena kawasan tersebut merupakan ruang publik.

"Kalau ada tikar atau payung, itu pelayanan dari pedagang yang ada di situ. Jangan lagi wisatawan disuruh bayar untuk menikmati pantai. Kalau mau duduk di pantai, menikmati pemandangan, apa yang harus dibayar?" tegas Subayin.

Pernyataan Camat Batulayar tersebut muncul setelah adanya laporan masyarakat terkait praktik pungutan terhadap wisatawan di sejumlah titik Pantai Senggigi.

Pemerintah kecamatan bahkan berencana mengumpulkan para pedagang untuk memberikan pembinaan dan sosialisasi agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman di lapangan.

Di sisi lain, Suhaimi mengungkapkan bahwa para pedagang selama ini juga menanggung beban kebersihan kawasan wisata. Menurutnya, setiap pedagang membayar iuran sekitar Rp150 ribu per bulan kepada pemerintah desa.

"Kita per bulan bayar ke pemerintah desa Rp150 ribu. Tidak tahu itu uang kebersihan atau apa. Yang bersihkan memang ada petugas desa, tapi hanya pagi hari sekitar jam 9 atau 10 sudah selesai. Setelah itu sampah pengunjung yang banyak ya kami juga yang bantu bersihkan," katanya.

Ia juga mengeluhkan minimnya fasilitas pendukung wisata di kawasan Pantai Senggigi. Selain jumlah tempat sampah yang terbatas dan sebagian dalam kondisi rusak, kawasan pantai dinilai masih minim fasilitas penunjang yang dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan.

"Bahkan bak sampah di pantai cuma lima. Banyak yang sudah robek. Setelah kami komplain dan setelah Bupati turun baru ditambah sekitar 12 bak sampah lagi," ujarnya.

Temuan lapangan ini memperlihatkan adanya perbedaan antara pengakuan pemerintah desa dengan praktik yang masih terjadi di kawasan wisata. 

Di satu sisi, pemerintah menegaskan tidak ada pungutan untuk menikmati pantai. Di sisi lain, pedagang mengakui masih ada penarikan biaya penggunaan tikar dengan alasan biaya kebersihan bagi pengunjung yang tidak berbelanja.

Perbedaan informasi tersebut dinilai perlu segera diluruskan agar tidak menimbulkan kebingungan bagi wisatawan sekaligus menjaga citra Pantai Senggigi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Nusa Tenggara Barat.

Redaksi |

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Sambut Baik Inisiatif Bakrie Center Foundation Untuk Memperkuat BUMDes Sebagai Penggerak Ekonomi Desa, Sejalan Dengan Program Desaku Maju.

Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik inisiatif Bakrie Center Foundation (BCF) untuk memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi desa melalui program peningkatan daya saing dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Inisiatif BCF ini sejalan dengan Program Desaku Maju yang saat ini tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Lampung.

Hal tersebut tersebut mengemuka dalam rapat kemitraan strategis peningkatan daya saing desa yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Bandarlampung, Kamis 04 Juni 2026.

Dalam paparannya, CEO BCF Jimmy Muhammad Rifai Gani menjelaskan bahwa Bakrie Center Foundation selama ini berfokus pada pengembangan kepemimpinan generasi muda melalui program beasiswa, penguatan kapasitas pemuda, hingga program Campus Leaders Program yang telah menjangkau lebih dari 1.000 peserta di berbagai daerah.

Ia juga mengungkapkan bahwa BCF tengah mengembangkan program baru yang berorientasi pada penguatan ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas BUMDes. 

Program tersebut menggabungkan pendekatan pengembangan kepemimpinan, pendampingan usaha desa, serta metode pengukuran daya saing yang dikembangkan melalui Village-Owned Enterprise Competitiveness Index (VECI).

"Kami melihat BUMDes memiliki potensi luar biasa untuk menjadi penggerak ekonomi lokal. Yang kami dorong bukan hanya penguatan kelembagaan, tetapi bagaimana BUMDes mampu naik kelas, memiliki daya saing, dan masuk ke rantai nilai yang lebih luas," ujarnya.

BCF sendiri  menawarkan program percontohan selama enam bulan dengan menempatkan tiga tenaga pendamping di setiap desa sasaran, terdiri dari dua lulusan perguruan tinggi dan satu pemuda lokal yang akan mendapatkan pelatihan intensif sebagai konsultan pengembangan desa.

Menurut Jimmy, program tersebut telah mendapatkan dukungan pendanaan dari Pupuk Indonesia dan akan dilaksanakan terlebih dahulu pada tiga lokasi pilot project nasional dan salah satu lokasi yang diprioritaskan adalah Lampung.

"Kami ingin memulai dari Lampung karena ekosistemnya sangat mendukung. Lampung memiliki potensi pertanian yang besar, dukungan pemerintah daerah yang kuat, dan kedekatan dengan berbagai mitra strategis,"ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Mirza menilai tantangan utama pembangunan desa saat ini bukan hanya produksi komoditas, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah, memperkuat kelembagaan desa, dan membangun rantai pasok yang mampu menghubungkan potensi desa dengan pasar yang sudah tersedia.

"Kita memiliki ribuan BUMDes, tetapi yang benar-benar tumbuh dan menghasilkan masih sangat sedikit. Karena itu, kita membutuhkan model yang bisa direplikasi, sebuah playbook yang mampu menjadikan BUMDes sebagai operator ekonomi desa," ujarnya.

Gubernur Mirza menjelaskan bahwa Lampung saat ini sedang mendorong pembangunan ekosistem ekonomi desa berbasis komoditas unggulan seperti jagung, padi, singkong, kopi, kakao dan kelapa melalui berbagai intervensi seperti pembangunan bed dryer, pelatihan vokasi, pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, hingga peningkatan kapasitas pemuda desa.

Menurutnya, keberadaan BUMDes menjadi kunci dalam mengoperasikan berbagai fasilitas ekonomi desa tersebut agar mampu memberikan nilai tambah langsung bagi masyarakat.

"Program yang ditawarkan Bakrie Center Foundation sangat relevan karena salah satu kebutuhan utama kami saat ini adalah penguatan kelembagaan BUMDes. Infrastruktur dan program pengembangan ekonomi desa sudah berjalan, tinggal bagaimana BUMDes menjadi pengelola yang profesional,"ungkapnya.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Mirza juga memaparkan sejumlah capaian Program Desaku Maju yang telah diterapkan di puluhan desa, termasuk peningkatan nilai tambah hasil pertanian melalui pengeringan jagung dan gabah, pengembangan pakan ternak berbasis desa, hingga produksi tepung mocaf sebagai substitusi tepung terigu yang mulai digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Provinsi Lampung dan Bakrie Center Foundation sepakat untuk melakukan identifikasi desa dan BUMDes potensial yang akan menjadi lokasi percontohan. 

Program direncanakan mulai berjalan pada semester kedua tahun ini dengan target menghasilkan model pengembangan BUMDes yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

Gubernur Mirza berharap kerja sama tersebut dapat menjadi langkah awal lahirnya model pemberdayaan desa yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai contoh nasional dalam pembangunan ekonomi berbasis desa.

"Kalau model ini berhasil, Lampung bisa menjadi role model nasional. Desa-desa kita tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat," pungkasnya.(Fs/Red) 

Pelaksanaan Tes Tertulis & Wawancara Calon Mahasiswa Baru Universitas Nggusuwaru Tahun 2026/2027 telah dilaksanakan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Tes penerimaan mahasiswa baru universitas Nggusuwaru gelombang I (pertama) Kamis 4 Juni tahun 2026/2027 diawali dengan upacara pembukaan dan di buka oleh wakil rektor I didampingi oleh wakil rektor 2 dan wakil rektor 3, dekan, wakil dekan serta kaprodi lingkup universitas Nggusuwaru.

Selamat datang calon mahasiswa baru universitas Nggusuwaru dan hari ini akan melaksanakan dua kali tes yaitu tes tulis dan tes wawancara, pilihan universitas Nggusuwaru merupakan pilihan yang tepat untuk menorehkan sejarah dalam menentukan masa depan yang cerah (Ujar Wahyuni, S.Pd,MM. Selalu wakil rektor I UNSWA). 

Melaksanakan tes ini merupakan penerimaan mahasiswa gelombang I (Pertama) dan setelah dilaksanakan pengumuman kelulusan, maka universitas Nggusuwaru siap menerima gelombang II Mahasiswa pada tahun yang sama. 


Tes tertulis dilakukan pengawasan langsung oleh dosen universitas Nggusuwaru sesuai dengan program studi masing - masing dan melaksanakan tes tertulis, wawancara berjalan dengan baik dan lancar.(Sekjend MDG)