Media Dinamika Global

Jumat, 15 Mei 2026

Babinsa Desa Bajo Pulau Imbau Nelayan Waspadai Cuaca Buruk Saat Melaut


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam rangka menjaga keselamatan masyarakat pesisir, Serda Ikhsan selaku Babinsa Desa Bajo Pulau, Kecamatan Sape, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) di desa binaannya pada Sabtu (16/5/2026) pukul 10.05 WITA.

Dalam kegiatan tersebut, Serda Ikhsan memberikan imbauan kepada warga, khususnya para nelayan, agar selalu waspada saat hendak melaut mencari ikan. Ia mengingatkan bahwa kondisi cuaca dalam beberapa waktu terakhir kurang bersahabat, ditandai dengan ombak tinggi serta angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan para nelayan.

Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama sebelum melakukan aktivitas di laut. Oleh karena itu, warga diminta untuk sementara menunda melaut hingga kondisi cuaca kembali membaik.

“Lebih baik menunggu cuaca aman daripada mengambil risiko yang dapat membahayakan keselamatan diri,” ujarnya saat memberikan arahan kepada warga binaan.

Selain itu, Babinsa juga mengajak masyarakat agar selalu memperhatikan faktor keselamatan dan mengikuti informasi cuaca sebelum beraktivitas di laut.

Kegiatan komsos tersebut mendapat perhatian positif dari warga Desa Bajo Pulau yang merasa terbantu dengan adanya imbauan dan perhatian dari aparat kewilayahan terhadap keselamatan masyarakat nelayan.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Lanta Barat Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Perkuat Gotong Royong


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga keamanan lingkungan, Serka Sahlan selaku Babinsa Desa Lanta Barat, anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) di wilayah binaannya pada Sabtu (16/5/2026) pukul 08.20 WITA.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan memberikan pemahaman dan imbauan kepada warga agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan masing-masing. Selain itu, Serka Sahlan juga mengajak masyarakat untuk terus menjalin semangat gotong royong serta membangun kerja sama yang baik antarwarga.


Menurutnya, kebersamaan dan kekompakan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis. Ia menegaskan bahwa setiap pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan apabila dilakukan secara bersama-sama.

Dalam kesempatan itu, Serka Sahlan juga mengingatkan warga agar setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat dapat diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat sehingga tercipta suasana yang damai dan kondusif di tengah masyarakat.

Kegiatan komsos tersebut mendapat respons positif dari warga Desa Lanta Barat yang berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan guna mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.(Team.MDG.03)

Perangi Pelaku Begal Dan Curanmor, Kapolda Lampung Perintahkan Jajaran Tembak di Tempat.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan tidak ada ruang bagi pelaku begal dan kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polda Lampung.

Pernyataan tegas tersebut buntut maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Tindakan pelaku bahkan diketahui telah merenggut nyawa Bripka (Anumerta) Arya Supena.

Dalam instruksinya, Helfi bahkan memerintahkan seluruh jajaran kepolisian untuk bertindak tegas dan terukur terhadap para pelaku, terutama jika membahayakan keselamatan warga maupun petugas di lapangan.

“Saya perintahkan seluruh jajaran, untuk tembak di tempat kepada pelaku begal. Tidak ada toleransi,” ujar Helfi dalam keterangannya.

Menurutnya, tindakan tegas tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Para pelaku begal disebut kerap membawa senjata api maupun senjata tajam saat beraksi, sehingga sangat membahayakan masyarakat.

“Mereka pasti bersenjata api maupun senjata tajam yang sangat membahayakan masyarakat,” ucapnya.

Kapolda juga menyoroti banyaknya pelaku kriminal jalanan yang terindikasi terpengaruh narkoba saat menjalankan aksinya. Kondisi tersebut dinilai membuat pelaku semakin nekat dan tidak segan melukai korban.

“Apalagi mereka para pecandu narkoba. Efeknya besar, kecenderungan akan melukai korbannya,” kata dia.

Helfi menambahkan, Polda Lampung bersama jajaran polres akan terus meningkatkan patroli, razia, dan tindakan preventif guna menekan angka kriminalitas jalanan, khususnya aksi begal yang belakangan meresahkan warga.

Ia memastikan, kepolisian akan hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat dan tidak akan memberi ruang bagi para pelaku kejahatan untuk berkeliaran di Lampung.

“Masyarakat harus merasa aman. Negara tidak boleh kalah dengan pelaku kejahatan,” tandas Kapolda.(Fs/Red)

Perkuat Proteksi Hak Konsumen, LPK-RI DPD NTB Hadirkan Posko Strategis di Wilayah Lombok Tengah

 "


MEDIA DINAMIKA GLOBAL Mataram. 16 Mei 2026 - Peresmian Posko di Lombok Tengah Bukti Integritas dan Tanggung Jawab di Tengah Vakum-nya Kepengurusan DPC lombok Tengah, 15-Mei 2026 — Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK-RI)- Republik Indonesia Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mengambil langkah strategis dan proaktif melalui peresmian Posko Perlindungan Konsumen di Kabupaten Lombok Tengah. Kehadiran posko ini tidak hanya merupakan peluncuran fasilitas fisik, melainkan sebuah pernyataan integritas dan tanggung jawab tinggi dari DPD NTB dalam menjamin hak-hak konsumen di wilayah ini

Langkah ini diambil dengan pertimbangan bahwa Vakum-nya  tidak  boleh menjadi penghambat bagi masyarakat dalam mengakses layanan perlindungan konsumen. 

.Melalui kebijakan ini, LPK-RI DPD NTB memastikan bahwa setiap hak konsumen di Lombok Tengah tetap terjamin dan mudah di Akses melalui jalur yang sah dan terstruktur.

.pKetua LPK-RI DPD NTB menegaskan bahwa posko yang baru saja diresmikan ini merupakan langkah awal dari visi yang lebih besar. 

. "Posko di Lombok Tengah adalah wujud nyata dari tanggung jawab kami. Kami tidak akan membiarkan vakumnya struktur lokal menjadi alasan terbukanya peluang bagi pelanggaran hak konsumen. Oleh karena itu, kami akan menerapkan pola ini di setiap kecamatan  hingga ke level desa,"di setiap wilayah DPC yg tidak menjalankan lembaga  Sesuai dengan SOP tegasnya.

Rencana perluasan layanan ke tingkat kecamatan dan desa ini menunjukkan ketegasan LPK-RI -DPD-NTB dalam mendistribusikan layanan publik hingga ke akar rumput. Dengan jangkauan yang luas ini, diharapkan proses pengaduan masyarakat dapat berjalan lebih cepat, efisien, dan transparan tanpa hambatan geografis maupun birokrasi.

Keberhasilan peresmian posko ini menjadi bukti konkret bahwa institusi perlindungan konsumen di NTB tetap kokoh dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terlepas dari dinamika kepengurusan di tingkat daerah. Masyarakat Lombok Tengah kini memiliki kepastian hukum dan wadah aspirasi yang kredibel.

-Ketua Posko -Fauzan CPP siap dalam menjalankan Amanah lembaga menjadi  ketua posko Desa pringerate lombok tengah. By. Team MDG / LPK-RI

Dodo Rinti di Pusaran 164 Ribu Rakyat Sumbawa Miskin Ekstrem


Mataram, Media Dinamika Global – Rencana ekspansi operasional PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) ke wilayah tambang Dodo Rinti, Kabupaten Sumbawa, mulai menuai gelombang kritik keras. Di tengah berakhirnya operasi tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), sejumlah kalangan menilai perpindahan aktivitas pertambangan tersebut berpotensi memindahkan persoalan lama ke tanah Samawa jika tidak disertai pembenahan total terhadap tata kelola perusahaan.

Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Nusa Tenggara Barat (EW LMND NTB), Afdhol Ilhamsyah, melontarkan peringatan dini terhadap PT AMNT agar tidak mengulangi berbagai persoalan sosial, lingkungan, hingga ketenagakerjaan yang selama ini menjadi catatan hitam operasi tambang di Batu Hijau.

“Dodo Rinti jangan sampai menjadi korban eksploitasi berikutnya. Jangan sampai kekayaan alam Sumbawa hanya dikeruk habis-habisan sementara masyarakat lokal tetap hidup dalam kemiskinan,” tegas Afdhol dalam pernyataan resminya.

Menurutnya, masuknya investasi tambang skala besar harus mampu menghadirkan perubahan nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Namun fakta sosial di Kabupaten Sumbawa justru memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan. Berdasarkan konsolidasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) akhir tahun 2025, tercatat lebih dari 164 ribu jiwa masyarakat Sumbawa masih berada dalam kategori miskin ekstrem, sementara sekitar 41 ribu jiwa lainnya masuk kategori rentan miskin.

“Ini alarm keras. Jangan sampai emas dan tembaga di Dodo Rinti menjadi simbol kemewahan korporasi di atas penderitaan rakyat,” ujarnya.

LMND NTB menilai kondisi tersebut menjadi ironi besar di tengah besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Sumbawa. Afdhol bahkan menyinggung pengalaman di KSB, di mana keberadaan industri tambang raksasa belum sepenuhnya mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan.

Selain menyoroti persoalan kemiskinan, LMND NTB juga mengkritik tajam pola penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT AMNT yang dinilai hanya bersifat karitatif dan jangka pendek.

“Kami menolak CSR yang hanya dijadikan alat meredam gejolak sosial. Bantuan sesaat tanpa pemberdayaan hanya akan melanggengkan ketergantungan masyarakat,” kata Afdhol.

LMND NTB mendesak agar dana CSR dan PPM diarahkan untuk membangun ekonomi kolektif masyarakat melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi, kelompok usaha bersama sektor pertanian, peternakan, hingga maritim lokal. Menurut mereka, perusahaan harus menjadi mitra strategis sekaligus penyerap hasil produksi masyarakat agar ekonomi lokal dapat tumbuh secara mandiri bahkan setelah tambang berhenti beroperasi.

Di sektor ketenagakerjaan, kritik keras juga diarahkan terhadap sistem perekrutan tenaga kerja yang selama ini dianggap sarat persoalan. Praktik blacklisting terhadap buruh lokal yang kritis, lemahnya perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga dominasi pekerja luar daerah dalam posisi strategis menjadi sorotan tajam.

“Buruh lokal jangan hanya dijadikan penonton dan pekerja kasar di tanah sendiri. Sistem rekrutmen melalui subkontraktor yang tidak transparan harus dihentikan,” tegasnya.

LMND NTB meminta agar perekrutan tenaga kerja dilakukan melalui satu pintu resmi yang diawasi langsung oleh pemerintah daerah demi menjamin hak masyarakat lokal memperoleh pekerjaan yang layak.

Tak hanya itu, persoalan lingkungan juga menjadi perhatian serius. Aktivitas pembuangan limbah tailing melalui metode Submarine Tailings Disposal (STD) di perairan Teluk Benete selama ini dinilai menimbulkan kontroversi dan kekhawatiran terhadap dampak ekologis jangka panjang.

“Sistem pembuangan limbah laut yang memicu polemik di KSB tidak boleh kembali terjadi di Dodo Rinti. PT AMNT wajib menerapkan teknologi pengelolaan limbah yang aman dan bertanggung jawab,” ujar Afdhol.

LMND NTB juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi lingkungan terbaru, termasuk kewajiban reklamasi dan pascatambang sebagaimana diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 2023 dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 344.K/MB.01/MEM.B/2025.

Atas berbagai persoalan tersebut, LMND NTB mendesak pemerintah pusat dan manajemen PT AMNT segera mengambil langkah konkret sebelum aktivitas tambang dimulai secara penuh di Dodo Rinti. Mereka meminta adanya pakta integritas publik, alokasi minimal 40 persen dana CSR untuk ekonomi kolektif masyarakat, prioritas 70 persen tenaga kerja lokal Sumbawa, hingga audit investigatif independen terhadap dokumen lingkungan perusahaan.

“Negara tidak boleh kalah oleh korporasi. Jangan sampai luka ekologis, diskriminasi ketenagakerjaan, dan kemiskinan struktural yang terjadi di Batu Hijau dipindahkan begitu saja ke Dodo Rinti,” tutup Afdhol Ilhamsyah.

Redaksi |

PRIMA NTB Apresiasi Sikap Politik Gubernur Tolak Proyek Kereta Gantung Gunung Rinjani


Mataram, Media Dinamika Global – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) NTB memberikan apresiasi terhadap sikap politik Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, yang menolak rencana pembangunan proyek kereta gantung di kawasan Gunung Rinjani. Sikap tersebut dinilai bukan sekadar keputusan administratif pemerintahan, melainkan bentuk keberpihakan terhadap perlindungan sosial, budaya, ekologis, dan ekonomi masyarakat lokal.

Wakil Ketua DPW PRIMA NTB, Fikrin, S.Sos, menegaskan bahwa penolakan proyek kereta gantung merupakan langkah strategis untuk menjaga arah pembangunan NTB agar tidak semata-mata berorientasi pada investasi dan industrialisasi pariwisata.

“Keputusan Gubernur NTB menolak pembangunan kereta gantung di kawasan Rinjani menunjukkan keberanian politik dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan serta budaya masyarakat lokal,” ujarnya.

Menurut Fikrin, proyek kereta gantung yang selama ini dipromosikan sebagai simbol modernisasi pariwisata justru menyimpan potensi persoalan serius jika tidak dikaji secara menyeluruh. Dari sisi sosial, ia menilai proyek tersebut berpotensi memperlebar ketimpangan ekonomi di sektor pariwisata karena keuntungan besar lebih banyak dinikmati investor dan pemilik modal eksternal, sementara masyarakat lokal hanya menjadi pelengkap industri wisata.

“Masyarakat sekitar Rinjani selama ini hidup dengan relasi yang kuat terhadap kawasan pegunungan sebagai sumber air, ruang pertanian, ruang spiritual, dan sumber penghidupan tradisional. Jika pembangunan dilakukan secara industrialistik, masyarakat bisa kehilangan kontrol atas ruang hidup mereka sendiri,” katanya.

Selain itu, PRIMA NTB juga menyoroti aspek budaya yang melekat pada kawasan Gunung Rinjani. Bagi masyarakat Sasak di Pulau Lombok, Rinjani bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang sakral yang memiliki nilai spiritual, historis, dan kosmologis.

“Pembangunan kereta gantung berpotensi mengubah hubungan masyarakat dengan gunung dari relasi penghormatan menjadi relasi konsumtif. Gunung akan dipandang hanya sebagai komoditas wisata demi kepentingan pasar,” jelasnya.

Dari perspektif ekologis, PRIMA NTB menilai kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani merupakan ekosistem pegunungan yang sangat rentan. Kehadiran proyek infrastruktur besar dikhawatirkan memicu pembukaan lahan, fragmentasi hutan, kerusakan habitat satwa, hingga peningkatan tekanan terhadap sumber air dan daya dukung lingkungan.

“Persoalannya bukan hanya lintasan kabel atau stasiun kereta gantung, tetapi efek domino yang ditimbulkan seperti pembangunan hotel, kawasan komersial, jalan akses, hingga lonjakan wisata massal,” tegas Fikrin.

Ia mengingatkan bahwa Gunung Rinjani saat ini sudah menghadapi berbagai tantangan lingkungan seperti persoalan sampah pendakian, erosi jalur, kebakaran hutan, dan tekanan wisata yang terus meningkat. Karena itu, penolakan terhadap proyek tersebut dianggap sebagai langkah preventif untuk menjaga keberlanjutan ekologis jangka panjang.

Sementara dari sisi ekonomi, PRIMA NTB menilai pembangunan wisata berbasis investasi besar tidak selalu berdampak langsung terhadap pemerataan kesejahteraan masyarakat. Pariwisata skala besar dinilai berpotensi menciptakan ketergantungan ekonomi, kebocoran keuntungan keluar daerah, serta melemahkan ekonomi lokal berbasis komunitas.

“Jika Rinjani diarahkan menjadi wisata massal premium, petani, porter, pemandu lokal, pelaku UMKM, dan masyarakat adat berpotensi tersingkir oleh industri wisata korporatif,” ujarnya.

PRIMA NTB menilai sikap politik Gubernur NTB tersebut merupakan bentuk keberpihakan nyata terhadap perlindungan local wisdom atau kearifan lokal yang mencakup aspek sosial, budaya, ekonomi, hingga ekologi di tengah derasnya godaan investasi besar.

“Penolakan pembangunan kereta gantung Gunung Rinjani adalah sikap politik yang berpihak pada keberlanjutan dan perlindungan ruang hidup masyarakat,” tutup Fikrin.

Redaksi |

Babinsa Desa Parangina Sape Imbau Warga Awasi Pergaulan Anak Muda


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id. Babinsa Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Serda Aladin melaksanakan kegiatan patroli kongkow-kongkow bersama warga desa binaan pada Jumat malam (15/5/2026) sekitar pukul 20.30 WITA.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk komunikasi sosial sekaligus upaya mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Serda Aladin memberikan imbauan kepada warga agar lebih peduli dalam menjaga dan mengawasi pergaulan anak-anak muda di lingkungan masing-masing.

Ia menekankan pentingnya pengawasan orang tua dan masyarakat terhadap generasi muda agar terhindar dari hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan maupun tatanan kehidupan bermasyarakat.

“Pergaulan yang baik akan membawa dampak positif bagi masa depan generasi muda serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis,” ujar Serda Aladin.

Melalui kegiatan tersebut, Babinsa berharap masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang kondusif serta mendorong peningkatan taraf hidup yang lebih baik di wilayah Desa Parangina.(Team.MDG).

Babinsa Desa Boke Sape Ajak Warga Tingkatkan Kepedulian terhadap Kamtibmas


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id  Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Babinsa Desa Boke, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Serda Asnaidin yang merupakan anggota Koramil 03/Sape melaksanakan patroli dan kegiatan kongkow-kongkow bersama warga pada Jumat malam (15/5/2026) sekitar pukul 20.30 WITA.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pendekatan dan komunikasi sosial dengan masyarakat guna mempererat hubungan antara aparat teritorial dengan warga binaan. Dalam kesempatan itu, Serda Asnaidin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum dan dapat merusak masa depan generasi muda.

“Kepedulian orang tua terhadap aktivitas dan pergaulan anak sangat penting agar mereka tidak terjerumus pada hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga,” ungkapnya.

Selain itu, Babinsa meminta warga untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila terjadi permasalahan atau gangguan keamanan di lingkungan sekitar agar dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat.

Kegiatan patroli dan kongkow-kongkow tersebut berlangsung aman dan penuh keakraban sebagai upaya menciptakan lingkungan yang kondusif di wilayah Kecamatan Sape.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Lanta Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Awasi Aktivitas Anak pada Malam Hari


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Babinsa Desa Lanta, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Serka Khairuddin melaksanakan kegiatan kongkow-kongkow bersama warga pada Jumat malam (15/5/2026) pukul 20.50 WITA.

Dalam kegiatan tersebut, Serka Khairuddin memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih memperhatikan dan mengontrol aktivitas anak-anak mereka, khususnya pada malam hari. Ia mengingatkan agar anak-anak tidak bergadang hingga larut malam serta menghindari perilaku negatif yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak melakukan aksi balap liar saat mengendarai sepeda motor di jalan raya. Serka Khairuddin turut menekankan pentingnya menjauhi minuman keras dan penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.

“Kami berharap para orang tua dapat lebih aktif mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Babinsa juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila terjadi permasalahan atau kejadian menonjol di wilayah kepada Ketua RT, Babinsa, maupun Bhabinkamtibmas agar dapat segera ditangani dengan baik.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban sebagai bentuk upaya mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Mangge Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Jaga Kamtibmas Lewat Musyawarah


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Babinsa Desa Mangge, Kecamatan Lambu, Koptu Makmun melaksanakan kegiatan kongkow bersama warga binaan pada Jumat malam (15/5/2026) sekitar pukul 19.30 WITA.

Kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat sekaligus membahas situasi Kamtibmas di lingkungan Desa Mangge. Dalam kesempatan itu, Koptu Makmun mengimbau warga agar setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan tempat tinggal dapat diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat.

Ia juga menekankan pentingnya menghindari tindakan main hakim sendiri karena dapat memicu permasalahan yang lebih besar dan berkepanjangan. Menurutnya, penyelesaian masalah secara kekeluargaan akan membantu menjaga hubungan harmonis antar warga.

“Setiap persoalan hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin dan melalui musyawarah agar hubungan kekeluargaan tetap terjaga,” ujar Koptu Makmun di hadapan warga.

Warga yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap komunikasi antara aparat kewilayahan dengan masyarakat terus terjalin demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Lambu.(Team.MDG.03)