Media Dinamika Global

Jumat, 01 Mei 2026

Peringati Hardiknas, Gubernur NTB Siapkan Insentif untuk Ribuan Guru P3K Paruh Waktu

Gubernur NTB saat Peringati Hari Pendidikan Nasional 2026, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - Memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menekankan kualitas pendidikan dalam akses belajar, kompetensi dan kesejahteraan guru. Sebagai apresiasi dan perhatian kepada guru berstatus Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK - PW), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan anggaran untuk penghasilan tambahan minimal sebesar Rp500 ribu bagi 1.759 guru mulai September mendatang. 

"Khusus untuk guru P3K PW yang penghasilannya tergantung jam mengajar, kami berupaya di tengah keterbatasan fiskal untuk memberikan kesejahteraan yang lebih baik", ucap Gubernur Dr. H.L.Muhamad Iqbal dalam upacara peringatan Hardiknas di lapangan kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga di Mataram, Sabtu (02/05/2026). 

Gubernur mengatakan, kebijakan bagi guru PPPK- PW ini dilakukan sebesar harapan daerah dalam memajukan dunia pendidikan. 

Gubernur menegaskan bahwa Dinas Dikpora sebagai pengampu utama pendidikan, fokus kepada pembanguan manusia bukan sekadar fisik agar kualitas pendidikan meningkat. 

"Kualitas pendidikan artinya dinas, kepala sekolah dan guru mulai memikirkan agar seluruh anak memiliki akses pendidikan. Memastikan tidak ada anak putus sekolah, memastikan kualitas bahan ajar dan kualitas  guru", tegasnya. 

Dalam upacara peringatan Hardiknas ini, Gubernur menyampaikan amanat nasional pendidikan dasar dan menengah dalam lima kebijakan strategis nasional yakni, revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi, pemenuhan kualifikasi dan kompetensi guru sebagai teladan dan kesejahteraan dalam bentuk beasiswa kuliah bagi guru, penguatan pendidikan karakter melalui budaya dan lingkungan sekolah, kualitas pembelajaran melalui gerakan literasi dan numerasi dalam science, technology, engineering and mathematics (STEM) dan tes kemampuan akademik termasuk olahraga dan kesenian serta kebijakan layanan pendidikan yang mudah, murah dan fleksibel untuk berbagai penyebab putus sekolah dengan sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, komunitas belajar dan sekolah terbuka. 

Untuk mewujudkan pendidikan bermutu, empat ekosistrm pendidikan dari sekolah, keluarga, masyarakat dan media diintegrasikan dalam regulasi dan kebijakan. 

Dalam upacara peringatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan penghargaan Satya Lencana Karyasatya kepada tiga orang pengajar dari SMA Negeri 5 Mataram, Siti Nurhani, SLB Negeri 1 Mataram, Kamtono dan SMK Negeri 1 Mataram, Ahmad Quroni.

Redaksi | 

Keluhan Hati Dalam Menghadapi Kenyataan Hidup ini

 



MediaDinamikaGlobal.id 

Dalam Renungan Hati Terkadang Sering Mengeluh

Namun Apala Daya Aku hanya Insan Biasa Yang Bisa

Menerima Dan Berdoa(Sabtu./2 /5/2026) Semoga kelak Bisa Mendapat

Kan,Ketenenangan Hati Dalam Menghapi Kenyataan ini.Memang Hati Manusia Selalu Kurang Bersukur,

Maka Dari Itu Saya Akan Belajar Untuk Bersuhkur.Karna

Kalau Kurang Bersuhkur Dalam Hidup ini Semua Akan 

Hancur.Apapun Yang Tuhan 

Berikan Akan Kuterimah Dengan Lapang Dada

Karna tuhan Memberikan Cobaan Baik Senang Maupun

Duka itu Semua Tuhan Yang

Tau.Untuk Mengingatkan Diriku Sendiri.(Umar.MDG

Kepala SDN Inpres 1 Tangga, Pimpin Upacara Hardiknas, Kenakan Pakaian Adat Bima


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Semangat dan partisipasi yang begitu besar serta suasana penuh khidmat mewarnai pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SDN Inpres 1 Tangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima. 

Upacara yang digelar di halaman sekolah berlangsung lancar dan diikuti oleh seluruh Dewan Guru, Pegawai serta seluruh Siswa SDN Inpres Tangga. Sabtu, (02/05/26)

Pada Upacara yang digelar ini, memiliki keunikan tersendiri, dimana para peserta Upacara, mulai dari Kepala Sekolah, guru hingga siswa mengenakan busana adat Bima, bahkan Kepala SDN Inpres Tangga Sulhaerati.S.Pd, terlihat begitu anggun dan bersemangat memimpin jalannya pelaksanaan Upacara dengan mengenakan pakaian adat Bima tersebut.

Pemandangan serupa juga terlihat pada seluruh siswa dan guru. Para siswa perempuan terlihat cantik dalam balutan baju "asi", sementara siswa laki-laki gagah mengenakan baju tenun lengkap dengan hiasan kepala "sambolo"khas adat Bima.

Dalam amanatnya, Kepala SDN Inpres 1 Tangga Sulhaerati, S.Pd menyampaikan pentingnya semangat Hardiknas untuk terus memajukan dunia pendidikan. Beliau juga mengapresiasi partisipasi seluruh warga sekolah yang telah mengenakan pakaian adat, sebagai wujud pelestarian dan kecintaan terhadap budaya daerah.

"Hari ini kita tidak hanya memperingati Hardiknas, tetapi juga merayakan kekayaan budaya Bima melalui pakaian adat yang kita kenakan. Semoga semangat ini terus membara dalam diri kita semua untuk memajukan pendidikan dan melestarikan budaya.

Lebih lanjut disampaikannya, sesuai dengan tema pada Hardiknas tahun 2026 "Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua". 

Dalam hal ini tentunya memiliki pesan penting yakni, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan, berinovasi, dan meneladani filosofi Ki Hadjar Dewantara, serta mendorong generasi muda yang berkarakter, kreatif, dan berani berinovasi.


Tema ini juga menegaskan bahwa pendidikan bukanlah tanggung jawab pemerintah atau guru semata. Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama—partisipasi semesta, ujar Sulhaerati, S.Pd.

Terakhir disampaikannya, terima kasih atas dedikasi tanpa batas. Mari kita jadikan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak kita. Teruslah berinovasi dalam mengajar. Jadikan merdeka belajar sebagai semangat untuk menuntun bakat unik setiap murid, bukan memaksakan standar yang kaku. Pendidikan bermutu adalah yang mampu melahirkan generasi unggul secara intelektual dan memiliki budi pekerti yang luhur.

Upacara Hardiknas di SDN Inpres 1 Tangga Timur ini menjadi momen yang berkesan, tidak hanya sebagai peringatan hari penting bagi pendidikan nasional, tetapi juga sebagai ajang untuk menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap identitas budaya daerah sejak dini. (Tim MDG)

Dalam Upaya Penanganan RTLH, Bupati Bima Minta Kepala Desa Segera Sampaikan Data Akurat

Foto : Bupati Bima
Ady Mahyudi 

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Pemerintah Kabupaten Bima terus bergerak cepat dalam upaya menuntaskan permasalahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk tahun 2026. Bupati Bima memberikan instruksi tegas kepada seluruh Kepala Desa di wilayahnya untuk segera menyampaikan data yang valid dan akurat terkait kondisi rumah warga di masing-masing daerah.

Instruksi ini disampaikan sebagai langkah awal agar program rehabilitasi dan pembangunan rumah bagi masyarakat kurang mampu dapat berjalan tepat sasaran, efektif, dan tidak ada warga yang terlewatkan dari bantuan pemerintah. Intruksi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bima Ady Mahyudi, melalui surat resmi dengan nomor : 600.2/005/06.10/2026, tertanggal 23 Aril 2026.

"Kita tidak boleh salah dalam mengambil langkah. Oleh karena itu, saya minta seluruh Kepala Desa untuk segera mengirimkan data RTLH yang benar-benar akurat dan terbaru," tegas Bupati Bima, Ady Mahyudi. Minggu (02/05/2026).

Bupati Bima Ady Mahyudi menjelaskan, data yang akurat menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan, khususnya di bidang perumahan. Dengan data yang jelas, pemerintah daerah dapat memetakan kebutuhan, menyusun anggaran, serta menentukan prioritas wilayah yang paling membutuhkan penanganan. 

"Jangan sampai ada data yang tumpang tindih, atau justru ada warga yang sangat membutuhkan justru tidak terdata. Kepala Desa adalah ujung tombak di lapangan, maka tanggung jawab untuk memastikan kebenaran data ini ada di tangan Bapak/Ibu sekalian," tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Bima berharap agar para Kepala Desa dapat bekerja dengan sungguh-sungguh, transparan, dan objektif. Pemkab Bima meminta setiap desa menyampaikan data melalui tautan yang telah disediakan, dengan melampirkan kondisi fisik rumah, identitas pemilik, dokumentasi foto serta data pendukung lainnya. 

Terkait surat tersebut juga ditembuskan kepada sejumlah pihak, termasuk Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Gubernur Nusa Tenggara Barat, DPRD Kabupaten Bima serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Dan berkomitmen untuk mengirimkan laporan sesuai waktu yang ditentukan agar program penanganan RTLH di Kabupaten Bima dapat segera direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat. (MDG05)  

Camat Pinggir Dukung Kodim 0303 Bengkalis Sukseskan TMMD ke-128



BENGKALIS - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026 yang berlangsung di desa Balai Pungut dan Tengganau, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Riau terus dikebut dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan fisik nan pro rakyat.


Mulai dari pembuatan drainase, rumah layak huni, manunggal air bersih, peningkatan dan pengerasan jalan hingga program pekerjaan lainnya dinilai sangat membantu sejahterakan rakyat.


Apresiasi terucap langsung oleh Camat Pinggir, Zama Rico Dakanahay, Sabtu (2/5). Menurutnya, seluruh rangkaian pembangunan dalam bingkai TMMD sangat strategis dan membantu pemerintah daerah dalam memeratakan pembangunan hingga menembus desa-desa terisolir.


"Program-program yang dikerjakan Satgas TMMD ke-128 di wilayah kami sangat baik dan membantu sekali. Masyarakat sangat banyak mendapat manfaat oleh kehadiran TNI di wilayah Kodim 0303 Bengkalis beserta jajarannya," kata Camat Pinggir, Zama Rico Dakanahay.


"Mengingat sangat baiknya manfaat dari pelaksanaan TMMD, kami sangat mendukung dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mensukseskan TMMD ke-128 di Kecamatan Pinggir demi pemerataan pembangunan dan peningkatan taraf hidup masyarakat," serunya. (Bres)

Anggota Koramil 1608-01 Tingkatkan Pengamanan Wilayah Teritorial, Cegah Gangguan Kamtibmas


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Kegiatan pengamanan wilayah terus dilakukan oleh jajaran Koramil 1608-01/Rasanae, dalam rangka menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Jum'at, (01/005/26)

Kali ini kegiatan Patroli Cipta Kondisi di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae, kembali di laksanakan dan dipimpin oleh Babinsa Lewirato Serka Adhar.

Adapun personil yang terlibat Patroli sebanyak 6 orang Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, dengan sasaran dibeberapa Kelurahan seperti.

1. Kelurahan Kumbe

2. Kelurahan Rabadompu timur 

3. Kelurahan Rabadompu Barat 

4. Kelurahan Manggemaci.

5. Kelurahan Paruga 

6. Kelurahan Dara

Sebelum melaksanakan kegiatan Patroli para personil melaksanakan apel pengecekan yang di pimpin oleh Babinsa Lewirato Serka Adhar bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae timur Kota Bima.

Kemudian Pukul 20.55 Wita personil patroli melaksanakan patroli keliling Star dari Kel Kumbe menuju sepanjang jalan Sukarno Hatta dengan menggunakan kendaraan Roda dua

Pukul 21.00 Wita' Anggota patroli menghingbau kepada masyarakat terutama anak anak remaja untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan. Salah satu bentuknya adalah tidak menggunakan atau memasang knalpot racing/Brong pada kendaraan bermotor, karena dapat menimbulkan kebisingan, mengganggu kenyamanan warga, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Dalam pelaksanaan, Anggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah Satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot dan tidak menggunakannya kembali, guna terciptanya kenyamanan bagi masyarakat pada umumnya.

Dalam kegiatan rutin yang dilakukan oleh Jajaran Koramil-01 Rasanae ini, tentunya diharapkan kepada masyarakat juga agar dapat mematuhi setiap aturan yang berlaku, termasuk aturan lalu lintas, dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Pada pukul 21,10$ wita' Anggota patroli tiba di kantor Koramil 01 Rasanae', kegiatan patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gencar Patroli dan Edukasi Warga Lewat Kegiatan “Kongkow-Kongkow”


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli sekaligus komunikasi sosial (komsos) melalui metode “kongkow-kongkow” di desa binaan masing-masing pada Jumat (1/5) malam. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan dan ketertiban lingkungan.




Kegiatan dimulai pada pukul 19.30 WITA, ketika Babinsa Desa Rato, Sertu Wahyudin, melaksanakan patroli dengan menyambangi warga, khususnya kalangan pemuda. Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau agar generasi muda menjaga ketertiban serta menjauhi penggunaan barang terlarang yang dapat merusak masa depan diri sendiri dan keluarga.

Selanjutnya pada pukul 20.00 WITA, Babinsa Desa Parangina, Serda Aladin, turut melaksanakan patroli bersama warga. Ia mengajak masyarakat untuk aktif melaksanakan ronda malam sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah desa, sebagai langkah preventif dalam mencegah potensi gangguan keamanan.

Kegiatan serupa juga dilakukan oleh Babinsa Desa Lanta, Serka Khairuddin, pada pukul 20.30 WITA. Dalam interaksinya dengan warga, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak pada malam hari. Ia juga mengingatkan agar tidak terlibat dalam balap liar, konsumsi minuman keras, maupun penyalahgunaan narkoba. Selain itu, warga diminta segera melaporkan setiap kejadian atau permasalahan kepada pihak terkait seperti Ketua RT, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas.

Sementara itu, pada pukul 21.00 WITA, Babinsa Desa Boke, Serda Asnaidin, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta menghindari tindakan yang melanggar hukum. Ia juga menegaskan pentingnya melaporkan setiap permasalahan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Kegiatan “kongkow-kongkow” ini menjadi salah satu pendekatan humanis yang efektif dalam membangun kedekatan antara aparat teritorial dan masyarakat, sekaligus memperkuat sistem keamanan berbasis lingkungan.(Team.MDG.03)

Dapur MBG 3T Dusun Baku Desa Sumi Gelar Doa Syukuran, Siap Beroperasi


Lambu, Bima, NTB.Media Dinamika Global id– Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang berlokasi di Dusun Baku, Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menggelar doa syukuran sebagai tanda kesiapan operasional pada Jum,at (1/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Dusun Baku RT 002/RW 002 tersebut dimulai pukul 15.00 WITA dan berjalan hingga selesai dengan suasana khidmat. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat setempat, termasuk tokoh agama, perangkat desa, serta unsur keamanan dan relawan.

Doa syukuran ini menjadi momentum penting sebelum resmi beroperasinya dapur MBG 3T yang diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya di wilayah 3T. Program ini juga ditargetkan memberi manfaat langsung bagi warga sekitar dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.



Pemilik dapur, Arif Rahman H. Arazak, SH, bersama istrinya Ny. Misbah, menyampaikan harapan agar operasional dapur dapat berjalan lancar dan berkelanjutan. Mereka juga berharap keberadaan dapur ini mampu berkontribusi dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat di wilayah tersebut.


Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Desa Sumi, personel Babinsa dari Koramil 1608-03/Sape, Bhabinkamtibmas, para petugas dan relawan SPPG MBG 3T, serta masyarakat setempat yang memberikan dukungan penuh terhadap program ini.

Selain doa syukuran, kegiatan juga dirangkaikan dengan peresmian Dapur MBG 3T Dusun Baku oleh Camat Lambu. Dengan peresmian ini, dapur tersebut resmi memasuki tahap operasional untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan sukses, menandai dimulainya langkah awal operasional Dapur MBG 3T di Kecamatan Lambu.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Laksanakan Patroli Siskamling, Situasi Aman dan Kondusif


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Babinsa anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli siskamling sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, pada Jumat malam (1/5/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.15 WITA ini dipimpin oleh Sertu Saifullah selaku Babinsa Desa Sangia, bersama satu orang anggota Koramil. Patroli tersebut juga melibatkan unsur aparat desa dan masyarakat setempat guna memperkuat sinergi dalam menjaga lingkungan.

Total peserta dalam kegiatan ini terdiri dari 2 anggota Koramil, 2 aparat desa, dan 5 warga. Kehadiran masyarakat dinilai penting dalam mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.



Patroli menyasar sejumlah titik, seperti pemukiman warga dan lokasi yang sering menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda. Selain melakukan pemantauan situasi wilayah, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat.

Warga diingatkan untuk selalu menjaga ketertiban, menghindari perselisihan, serta tidak terpengaruh oleh konsumsi minuman keras yang dapat memicu perkelahian. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tertib berlalu lintas dan tidak ugal-ugalan saat berkendara demi keselamatan bersama.

Rangkaian patroli dimulai dengan keberangkatan menuju Desa Sangia pada pukul 20.20 WITA, dilanjutkan dengan pemantauan wilayah setibanya di lokasi pada pukul 20.30 WITA. Kegiatan kemudian berlanjut ke desa binaan lainnya hingga berakhir pada pukul 21.45 WITA.

Secara keseluruhan, kegiatan patroli siskamling berlangsung aman, tertib, dan kondusif, serta diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.(Team.MDG.03)

UMKM Terancam, Pemuda Taloko Tolak Kehadiran Alfamart dan Minta DPRD Turun Tangan

Pemuda Desa Taloko, Sudirman, (Ist/Surya)

Kabupaten Bima, Media Dinamika Global – Gelombang penolakan terhadap rencana kehadiran Alfamart di Desa Taloko, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, terus menguat. Kali ini, suara perlawanan datang tegas dari kalangan pemuda yang siap menempuh jalur kelembagaan dengan menyurati Komisi I DPRD Kabupaten Bima.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal aspirasi masyarakat yang sejak awal menolak masuknya ritel modern di wilayah Desa Taloko. Pemuda menilai kehadiran Alfamart berpotensi besar mematikan usaha kecil milik warga yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

Salah satu pemuda Taloko, Sudirman menegaskan bahwa pihaknya tidak anti terhadap pembangunan, namun menolak keras jika pembangunan itu justru menghancurkan ekonomi masyarakat kecil.

“Kami tidak menolak pembangunan, tetapi kami menolak jika kehadiran Alfamart justru mematikan usaha kecil masyarakat. Ini soal keberlangsungan ekonomi warga,” tegas Sudirman pada awak media ini.

Menurut Sudirman, persoalan yang berkembang bukan sekadar soal persaingan usaha, tetapi juga menyangkut dugaan ketidaktransparanan dalam proses perizinan. Beberapa warga bahkan mengaku tidak memahami secara utuh dokumen yang mereka tandatangani, yang diduga berkaitan dengan persetujuan pendirian Alfamart.

Hal ini memunculkan kecurigaan adanya praktik yang tidak sehat dalam proses administrasi yang berjalan. Pemuda Taloko menilai persoalan ini harus dibuka secara terang agar tidak menjadi preseden buruk bagi masyarakat desa Taloko.

“Ini yang menjadi kegelisahan kami. Jangan sampai ada pembodohan terhadap warga hanya demi meloloskan kepentingan tertentu,” tambahnya.

Sudirman menegaskan, surat resmi kepada Komisi I DPRD Kabupaten Bima akan segera dilayangkan untuk meminta kejelasan sekaligus mendesak evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proses yang telah berjalan.

Ia berharap DPRD tidak tutup mata terhadap keresahan masyarakat dan benar-benar hadir sebagai representasi rakyat yang berpihak pada kepentingan warga, bukan kepentingan pemodal besar.

Di sisi lain, penolakan terhadap Alfamart di Desa Taloko terus mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat, terutama pelaku UMKM yang merasa sangat terancam dengan masuknya jaringan ritel modern ke wilayah pedesaan.

Bagi mereka, kehadiran Alfamart bukan sekadar toko baru, tetapi ancaman nyata terhadap keberlangsungan warung-warung kecil yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga.

Dengan rencana pelayangan surat ini, Sudirman menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak akan berhenti sampai aspirasi masyarakat benar-benar didengar dan ditindaklanjuti secara serius.

"Jika tidak ada respons yang jelas dari pihak terkait, pemuda tidak tinggal diam akan terus bersuara dan menolak besar-besaran menjadi gelombang perlawanan yang lebih luas di Kabupaten Bima," pungkasnya.

Sementara, pihak-pihak terkait belum bisa dikonfirmasi hingga berita dipublikasikan.

Redaksi |