UMKM Terancam, Pemuda Taloko Tolak Kehadiran Alfamart dan Minta DPRD Turun Tangan - Media Dinamika Global

Jumat, 01 Mei 2026

UMKM Terancam, Pemuda Taloko Tolak Kehadiran Alfamart dan Minta DPRD Turun Tangan

Pemuda Desa Taloko, Sudirman, (Ist/Surya)

Kabupaten Bima, Media Dinamika Global – Gelombang penolakan terhadap rencana kehadiran Alfamart di Desa Taloko, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, terus menguat. Kali ini, suara perlawanan datang tegas dari kalangan pemuda yang siap menempuh jalur kelembagaan dengan menyurati Komisi I DPRD Kabupaten Bima.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal aspirasi masyarakat yang sejak awal menolak masuknya ritel modern di wilayah Desa Taloko. Pemuda menilai kehadiran Alfamart berpotensi besar mematikan usaha kecil milik warga yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

Salah satu pemuda Taloko, Sudirman menegaskan bahwa pihaknya tidak anti terhadap pembangunan, namun menolak keras jika pembangunan itu justru menghancurkan ekonomi masyarakat kecil.

“Kami tidak menolak pembangunan, tetapi kami menolak jika kehadiran Alfamart justru mematikan usaha kecil masyarakat. Ini soal keberlangsungan ekonomi warga,” tegas Sudirman pada awak media ini.

Menurut Sudirman, persoalan yang berkembang bukan sekadar soal persaingan usaha, tetapi juga menyangkut dugaan ketidaktransparanan dalam proses perizinan. Beberapa warga bahkan mengaku tidak memahami secara utuh dokumen yang mereka tandatangani, yang diduga berkaitan dengan persetujuan pendirian Alfamart.

Hal ini memunculkan kecurigaan adanya praktik yang tidak sehat dalam proses administrasi yang berjalan. Pemuda Taloko menilai persoalan ini harus dibuka secara terang agar tidak menjadi preseden buruk bagi masyarakat desa Taloko.

“Ini yang menjadi kegelisahan kami. Jangan sampai ada pembodohan terhadap warga hanya demi meloloskan kepentingan tertentu,” tambahnya.

Sudirman menegaskan, surat resmi kepada Komisi I DPRD Kabupaten Bima akan segera dilayangkan untuk meminta kejelasan sekaligus mendesak evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proses yang telah berjalan.

Ia berharap DPRD tidak tutup mata terhadap keresahan masyarakat dan benar-benar hadir sebagai representasi rakyat yang berpihak pada kepentingan warga, bukan kepentingan pemodal besar.

Di sisi lain, penolakan terhadap Alfamart di Desa Taloko terus mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat, terutama pelaku UMKM yang merasa sangat terancam dengan masuknya jaringan ritel modern ke wilayah pedesaan.

Bagi mereka, kehadiran Alfamart bukan sekadar toko baru, tetapi ancaman nyata terhadap keberlangsungan warung-warung kecil yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga.

Dengan rencana pelayangan surat ini, Sudirman menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak akan berhenti sampai aspirasi masyarakat benar-benar didengar dan ditindaklanjuti secara serius.

"Jika tidak ada respons yang jelas dari pihak terkait, pemuda tidak tinggal diam akan terus bersuara dan menolak besar-besaran menjadi gelombang perlawanan yang lebih luas di Kabupaten Bima," pungkasnya.

Sementara, pihak-pihak terkait belum bisa dikonfirmasi hingga berita dipublikasikan.

Redaksi |

Comments